Share

Bab 776

Penulis: Ayesha
Ucapan Anya itu terdengar jernih dan lantang, membuat ketiga orang dewasa di sana langsung tertegun.

Di sampingnya, Vivian bertanya dengan rasa ingin tahu, "Anya, kenapa kamu bertanya begitu?"

Anya mengedipkan mata, lalu berkata dengan suara keras, "Itu kata Bibi Raline. Katanya Paman Lambert akan jadi suaminya."

Wajah Meira langsung terasa panas. Dia segera berjongkok di hadapan Anya dan berujar, "Anya, bibimu asal bicara. Jangan dianggap sungguhan ya."

Brielle segera bereaksi. Dengan suara lem
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (15)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
pede banget Raline ngomong ke Anya...ga tau nya disampaikan ke lambert...malu ga tuh...jelas2 Lambert ga da rasa...tp ngaku2 si Raline....apalg blg Devina bakal jd mama baru nya Anya...kalau gt Anya tanya aja lgs sama papa mu..bener ga yg di blg bibimu itu..wkwkwkw
goodnovel comment avatar
Sekar Lara
Raline, spertinya kali ini kamu melakukan kesalahan sangat fatal.
goodnovel comment avatar
Sulastri Aritonang
kayanya raka ini cinta ke briele tapi gengsi
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1196

    Sekarang kalau dipikir kembali, sejak saat itu Raka sudah mulai menyusun rencana. Di permukaan dia membantu Grup Datau untuk go public, tetapi diam-diam sudah menanam benih yang mengarah pada kebangkrutan hari ini."Devina, kamu dengar nggak?" Dari seberang terdengar suara Declan yang sangat cemas. "Cepat datang ke sini, hari ini kita harus bertemu Pak Raka. Hanya dia yang bisa menyelamatkan kita."Hati Devina langsung jatuh ke dasar. Bagaimana mungkin Raka yang kejam itu masih akan membantu Keluarga Datau?Dia juga tidak menyangka, satu keputusan yang dia ambil dulu justru akan membuat Grup Datau hancur total."Ayah, dengarkan aku ...." Devina menarik napas dalam-dalam. "Raka nggak akan membantu kita lagi, percuma memohon padanya.""Mana mungkin? Bukannya selama ini dia selalu membantu kita?" Suara Declan penuh kebingungan. Bagaimanapun, dia memang pernah benar-benar mendapatkan manfaat dari Grup Pramudita. Seperti urusan pinjaman bank dan persetujuan sumber daya, semua dibantu oleh R

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1195

    Dari sisi Smith, pengembangan obat sudah berhasil diselesaikan. Tidak heran jika Raka mulai bergerak.Raka sudah menyiapkan sebuah skema yang rapi untuk Devina. Devina yang serakah mendapatkan 13 persen saham Grup Datau dari tangannya, sebagai "imbalan" atas kerja samanya dalam eksperimen.Ambisi Devina memang besar. Saham enam triliun itu cukup untuk memuaskan hasratnya. Bahkan sejak awal Raka membantu Grup Datau go public, semua itu memang dipersiapkan untuk hari ini.Sekarang eksperimen sudah selesai. Kendali Devina terhadap Raka selama 10 tahun ini berakhir dengan kebangkrutan Grup Datau, dan 13 persen saham yang dimilikinya langsung menjadi tidak bernilai.Krisis internal Grup Datau sebenarnya sudah lama dimulai. Namun demi menenangkan investor, Declan terus menutupinya dari publik. Namun pada akhirnya, kehancuran itu tidak bisa disembunyikan lagi.Di vila Devina, terdengar suara gelas pecah menghantam lantai.Anggur merah yang tumpah menyebar ke mana-mana. Dengan tangan gemetar,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1194

    Brielle melepas jas labnya. Zondi masih harus tinggal untuk mencatat data, jadi dia menyuruh Brielle pulang dulu. Brielle juga mengingatkannya agar tidak bergadang terlalu larut.Brielle membawa tas dan keluar dari kantor. Di koridor, ada sosok yang tersenyum berjalan ke arahnya. "Bu Brielle, sudah selesai kerja?""Pak Gavin? Kenapa kamu di sini?" tanya Brielle terkejut."Aku datang untuk menjemputmu. Pak Raka khawatir kamu kelelahan lembur, jadi aku diminta jadi sopirmu," jawab Gavin.Brielle memang merasa lelah. Demi keamanan, dia tidak menolak.Di perjalanan pulang, cara mengemudi Gavin sangat stabil. Brielle merasa bersyukur terhadap kebaikan Gavin. Sesampainya di parkiran, Brielle mengucapkan terima kasih. "Pak Gavin, terima kasih. Kamu juga cepat pulang dan istirahat.""Bu Brielle, kalau mau berterima kasih, ucapkan saja ke Pak Raka." Gavin tentu tidak berani mengambil pujian itu. Dia hanya menjalankan perintah.Perhatian itu memang berasal dari atasannya.Brielle mengangguk, lal

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1193

    Dewan direksi akhirnya menyetujui tambahan investasi, sehingga membuat Brielle sedikit lega. Setelah berbincang dengan Harvis, dia mengetahui bahwa proyek sipil berjalan sangat lancar dan saham Grup Pramudita terus menunjukkan tren stabil yang positif.Baru saja kembali ke laboratorium, ponselnya berdering. Nama Justin muncul di layar."Pak Justin," Brielle mengangkat telepon."Brielle, aku akan datang ke laboratoriummu jam tiga sore. Ada beberapa detail penelitian yang ingin aku bahas langsung."Hati Brielle sedikit bergetar. Sampai Justin rela datang sendiri ke Kota Amadeus untuk berdiskusi dengannya, itu semakin menguatkan dugaannya. Dia langsung bertanya, "Pak Justin, apakah boleh saya tahu, apakah ada seseorang yang perlu segera ditangani dengan proyek BCI ini?"Di seberang telepon terdiam beberapa detik. "Kita bicarakan waktu ketemu."....Pukul tiga sore, Justin datang tepat waktu ke laboratorium. Wajahnya terlihat lebih serius dari biasanya. Lingkar hitam di bawah matanya menun

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1192

    Brielle melangkah masuk dan melirik sekilas ke arah kursi utama tempat Raka duduk. Hari ini Raka masih mengenakan kacamata, seluruh auranya terlihat dalam dan tajam. Namun saat menatap Brielle, ada sedikit kelembutan yang tersirat.Rapat baru saja dimulai, seorang direktur langsung mengeluh, "Seratus triliun? Pak Raka, proyek BCI sudah menghabiskan dana besar, sampai sekarang belum ada hasil komersial. Sekarang mau tambah 100 triliun lagi? Ini benar-benar cuma bakar uang."Ruangan langsung riuh. Setengah dari para direktur menyatakan setuju."Aku sarankan kita pertahankan bagian sipil dari proyek ini, tapi hentikan pengembangan di bidang medis," usul direktur lain. "Setidaknya bisa menyelamatkan investasi awal."Raka duduk di kursi utama, wajahnya tampak tenang mendengarkan semua penolakan. Tatapan di balik kacamata emasnya tampak tajam."Ada lagi pendapat lain? Sekalian saja disampaikan semuanya," ucap Raka dengan suara tenang. Tidak keras, tetapi langsung membuat para pemegang saham

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1191

    Brielle menghabiskan lebih dari satu jam untuk serah terima pekerjaan. Pikirannya masih dipenuhi berbagai hal. Saat mendorong pintu dan masuk, langkahnya tiba-tiba terhenti. Yang terlihat di matanya adalah sosok yang tertidur di sofa.Brielle sedikit mengernyit, tetapi tetap meringankan langkah dan kembali ke mejanya. Masih ada beberapa dokumen yang harus dia selesaikan, jadi dia hanya bisa berada dalam satu ruangan dengan Raka.Pria itu tepat berada di bawah cahaya matahari dari jendela. Seluruh tubuhnya diselimuti cahaya lembut. Saat ini, dia tidak lagi terlihat tajam seperti elite dunia bisnis, melainkan sangat tenang, seperti seorang anak.Brielle sedang mengetik dokumen ketika tiba-tiba pria di sofa itu menggumam pelan, "Brielle ... jangan pergi."Tangan Brielle yang mengetik langsung berhenti beberapa detik. Dia mengangkat kepala menatap ke arah sofa. Raka tidak terbangun, alisnya berkerut, seolah terjebak dalam mimpi buruk.Pikiran Brielle pun sedikit terganggu. Dia mengerutkan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 724

    Tak lama kemudian, Raline menelepon Devina dan memberitahunya bahwa dia telah membeli satu unit lain di Cloudwave Residence."Hah? Raline? Bukannya kakakmu sudah punya satu unit di sana?""Aku nggak mau tinggal di rumahnya. Aku juga bukan nggak mampu beli sendiri." Nada bicara Raline masih mengandun

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 729

    Brielle mengernyit sejenak, lalu meletakkan ponselnya dan lanjut gosok gigi serta cuci muka.Belum sempat Brielle menghubungi Frederick, Frederick sudah lebih dulu menghubunginya."Bu Brielle sudah melihat berita soal Grup Pramudita?" Nada suara Frederick terdengar jelas agak cemas. Bagaimanapun jug

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 705

    Raline ikut terpengaruh oleh kisah pertemuan yang begitu romantis itu. Dia tersenyum dan berkata, "Ternyata kalian punya kenangan yang seindah itu. Sepertinya kakakku jatuh cinta pada pandangan pertama.""Lalu bagaimana selanjutnya?" tanya Raline penasaran."Lalu?" Devina berkata dengan sedikit malu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 702

    Setelah berkata demikian, dia berbalik dan melangkah menuju ruang rapat.Di ruang istirahat, setelah melepas perlengkapan pelindung, Brielle mengambil selembar tisu untuk mengusap keringat. Harvis mengangkat lengan bajunya dan mengendusnya, lalu berkata, "Baunya cukup menyengat. Nanti malam pulang,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status