Compartilhar

Bab 776

Autor: Ayesha
Ucapan Anya itu terdengar jernih dan lantang, membuat ketiga orang dewasa di sana langsung tertegun.

Di sampingnya, Vivian bertanya dengan rasa ingin tahu, "Anya, kenapa kamu bertanya begitu?"

Anya mengedipkan mata, lalu berkata dengan suara keras, "Itu kata Bibi Raline. Katanya Paman Lambert akan jadi suaminya."

Wajah Meira langsung terasa panas. Dia segera berjongkok di hadapan Anya dan berujar, "Anya, bibimu asal bicara. Jangan dianggap sungguhan ya."

Brielle segera bereaksi. Dengan suara lem
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (15)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
pede banget Raline ngomong ke Anya...ga tau nya disampaikan ke lambert...malu ga tuh...jelas2 Lambert ga da rasa...tp ngaku2 si Raline....apalg blg Devina bakal jd mama baru nya Anya...kalau gt Anya tanya aja lgs sama papa mu..bener ga yg di blg bibimu itu..wkwkwkw
goodnovel comment avatar
Sekar Lara
Raline, spertinya kali ini kamu melakukan kesalahan sangat fatal.
goodnovel comment avatar
Sulastri Aritonang
kayanya raka ini cinta ke briele tapi gengsi
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1008

    Sejak awal penelitian, Brielle sudah memusatkan perhatian pada satu hal, yaitu melepaskan status Devina sebagai satu-satunya donor.Brielle lebih memilih menghabiskan sepuluh bahkan seratus kali lebih banyak energi untuk penelitiannya daripada suatu hari harus bergantung dan memohon pada orang lain.Kali ini, selain melakukan terapi untuk Raline, dia juga memisahkan satu proyek penelitian lain. Dia menggunakan sampel darahnya sendiri untuk mencari kemungkinan adanya reaksi antibodi khusus di antara kerabat sedarah langsung.Gagasan ini bukan muncul begitu saja. Sejak kemungkinan putrinya mewarisi penyakit itu diketahui, ide tersebut sudah ada di benaknya.Sebagai seorang ibu, dia tidak bisa menerima bahwa masa depan putrinya akan bergantung pada orang luar seperti Devina yang memiliki niat buruk dan sewaktu-waktu bisa menggunakan nyawanya sebagai ancaman.Raka memilih untuk berkompromi dan berurusan dengannya, tetapi Brielle tidak bisa melakukan hal yang sama. Pilihannya adalah mematah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1007

    "Brielle, kamu lihat bekas luka di pergelangan tangan Devina? Tindakannya memotong pergelangan tangan itu kemungkinan besar hanya cara untuk mengendalikan Pak Raka."Brielle mengerutkan kening. Dengan status Devina sebagai satu-satunya donor di dunia, dia memang bisa menggunakan nyawanya sendiri untuk mengendalikan Raka kapan saja. Jadi, apa pun yang dia inginkan, Raka harus memenuhinya.Termasuk mengorbankan pernikahannya.Brielle teringat kejadian di kolam renang waktu itu. Devina sengaja menjegalnya, lalu menariknya ke dalam air. Dia sudah yakin bahwa Raka akan melompat lebih dulu untuk menyelamatkannya, karena di tubuhnya terikat nyawa tiga generasi Keluarga Pramudita.Hari itu, Brielle juga masih ingat bagaimana Raka memeriksa keadaannya dengan cemas, serta ekspresi bangga dan puas di wajah Devina. Saat itu Brielle mengira semua itu adalah bukti bahwa Raka mencintainya.Lalu kejadian di meja makan ... ketika Devina sengaja minum alkohol hingga Raka merebut gelasnya. Dulu dia mengi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1006

    Masa observasi 48 jam itu memang sangat melelahkan, tetapi dia tetap harus melewatinya.Pukul lima pagi, Brielle akhirnya beristirahat di ruang istirahat. Seorang perawat mengantarkan satu set perlengkapan mandi untuknya.Keesokan paginya ketika Brielle membuka mata, dia mendapati ada sebuah koper di sampingnya. Itu adalah kopernya sendiri. Sepertinya Lastri telah membereskan beberapa pakaian hangat untuknya lalu meminta Raka membawanya ke sini.Di tubuh Brielle juga ada tambahan sebuah selimut, yang juga berasal dari rumahnya.Brielle menggosok pelipisnya dan langsung tahu siapa yang menyelimutinya.Setelah berjaga selama tiga hari dua malam, Raline akhirnya berhasil melewati masa aman dari efek obat. Ini adalah hal yang membuat Brielle sangat gembira.Tentu saja, dengan dukungan data ilmiah yang ketat, semuanya tetap berada dalam kendali. Teori Brielle menopang eksperimen ini dan ada harapan besar untuk berhasil menembusnya."Brielle, kalau kamu berhasil, maka pasien penyakit darah d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1005

    Raline menggelengkan kepala, matanya berbinar terang. "Kak, aku nggak apa-apa. Aku baik-baik saja." Setelah berkata demikian, dia segera menambahkan dengan tergesa, "Kalau aku nggak apa-apa, berarti selanjutnya kita bisa menyelamatkan Ibu, 'kan?"Baru saat itu Raka mengalihkan pandangannya ke Brielle. "Bagaimana data eksperimen tahap kedua?""Cukup bagus," jawab Brielle dengan nada tenang. "Toleransi adikmu terhadap obat bahkan lebih baik dari yang aku perkirakan. Indikator kunci juga menunjukkan perbaikan yang jelas."Raka menatapnya lalu sedikit mengangguk. "Kerja kerasmu nggak sia-sia. Berapa lama lagi perlu pengamatan lanjutan?""Setidaknya masih perlu pemantauan ketat selama 48 jam," jawab Brielle secara profesional."Malam ini aku akan minta Doktor Smith datang untuk melakukan pemantauan. Kamu pulang dan istirahat saja," kata Raka dengan suara rendah dan terkesan peduli."Nggak perlu. Kamu saja yang jaga Anya. Aku tetap di sini," jawab Brielle."Kak Brielle, sebaiknya kamu dengar

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1004

    Devina juga tidak sungkan. Setelah Jay menyuapinya menghabiskan semangkuk bubur itu, dia menyeka sudut bibirnya lalu bersandar di sofa. Dengan suara pelan dia bergumam, "Terima kasih, Jay. Untung masih ada kamu di sisiku."Devina memejamkan mata setengah, seluruh tubuhnya meringkuk di dalam selimut. Dia tampak sangat rapuh dan membuat orang merasa iba.Melihat kondisinya, Jay semakin yakin akan satu hal di dalam hatinya. Hubungan antara Devina dan Raka pasti sedang bermasalah."Devina, katakan padaku, gimana sebenarnya sikap Raka padamu sekarang?" tanya Jay dengan khawatir.Devina perlahan membuka matanya. Sudut matanya tampak berkaca-kaca. Dia menatap Jay dengan tatapan bingung dan sedih. Lalu dia menghela napas pelan, suaranya penuh kesedihan."Jay, menurutmu ... kalau seseorang sudah berusaha selama 10 tahun tapi tetap nggak mendapatkan apa yang dia inginkan, apakah ... seharusnya dia menyerah?"Hati Jay tiba-tiba terasa berat. "Devina, kamu dan Raka ...."Devina tersenyum getir, la

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1003

    Wajah Devina tiba-tiba menjadi semakin pucat. Dia menatap Jay. Meskipun pria itu masih tersenyum cerah dengan tatapan lembut, dia tahu ada sesuatu yang sudah berubah. Dan semua ini terjadi sejak kemunculan Siria.Jay merasa sedikit canggung ditatap dengan mata penuh perasaan seperti itu. Dia menggaruk bagian belakang kepalanya, lalu berkata, "Devina, ada apa denganmu hari ini? Kenapa kamu terlihat sedih sekali? Apa terjadi sesuatu antara kamu dan Raka?"Pada saat itu, pelayan datang membawa semangkuk bubur bergizi. Dia meletakkannya di meja depan sofa, lalu berkata kepada Devina, "Nona Devina, buburnya sudah siap.""Baik, letakkan di sini," kata Devina. Setelah itu dia bangkit ingin mengambil bubur tersebut, tetapi tiba-tiba dia mengeluarkan rintih kesakitan."Ada apa?" tanya Jay dengan khawatir.Devina duduk kembali. Lalu dia mengangkat sedikit bagian lengan di tempat bekas pengambilan darah, memperlihatkan luka yang baru saja berdarah. Kulitnya yang putih tampak dipenuhi memar kebiru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 96

    Belasan barang lelang amal berikutnya pun terjual dalam sekejap. Devina berhasil mendapatkan barang lelang termahal malam ini.Acara makan malam resmi dimulai. Alunan musik lembut memenuhi ruangan, aroma anggur mewah menyebar di udara. Para tamu masih asyik membicarakan barang-barang yang baru saja

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 75

    Setelah keluar dari lantai sepuluh, akhirnya telinga Brielle sedikit tenang. Dia tersenyum tipis. Jadi, Faye dengan entengnya mengambil alih hasil penemuannya?Bunyi lift menandakan pintu terbuka. Brielle melangkah menuju ruangannya. Golda pun menyambut dengan semangat. "Kak Brielle sudah datang!"M

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 79

    "Ada apa?" Suara Raka terdengar serak, wajah tampannya tampak mengantuk.Brielle menurunkan pandangan. Sesaat, kilat kebencian melintas di matanya. Dia turun dari tempat tidur, tidak ingin melihat Raka lagi.Tatapan Raka tertuju ke arah punggung Brielle. Sorot mata yang biasanya tajam, kini semakin

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 101

    "Aku juga datang menemuimu, kebetulan klienku memberiku tiket. Aku bisa membawamu masuk," kata Syahira.Brielle dan Syahira janjian bertemu di depan pintu masuk stadion. Tepat pukul enam, mereka bertemu dan masuk ke dalam. Di dalam sana, lautan penonton memenuhi setiap sudut. Dengan kondisi seperti

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status