Share

Bab 342

Author: Ayesha
Brielle berdiri dengan susah payah dalam rangkulan Lambert yang menopangnya di pinggang. Dia memijat pelipis, berusaha menekan rasa pusing yang menyerangnya. Saat mengangkat kepala, pandangannya tepat bertemu dengan tatapan dalam dari Raka.

Udara di lorong seakan membeku seketika. Devina yang pertama memecah keheningan, suaranya terdengar pura-pura kebingungan, "Brielle, kalian ini sedang ...." Tatapannya tertuju pada tangan Lambert yang masih melingkari pinggang Brielle dengan penuh sindiran.

B
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (16)
goodnovel comment avatar
Rahma Diana Utami
apa edw n cla sdh resmi cerai..kn edw buru2 mo nikahi pelakor selingkuhannya yg uda selamatin nyawa edw
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
Raka cari kesempatan dlm kesempitan..tp maap aja..brielle walau pusing jg ga mau minta bantuan mu...apalg si pelakor sok baik...
goodnovel comment avatar
Aira Irawan
Tayangnya per hari apa sih? Bikin penasaran
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1452

    Raka berjabat tangan dengan Ella dengan sopan. Ella kemudian meraih tangan Brielle. "Ayo, ikut ke sana."Sesampainya di tengah sekelompok orang, mereka kembali saling berkenalan. Tak lama kemudian, semua orang mulai mengobrol santai mengenai dunia medis.Raka berdiri di samping mendengarkan. Sesekali dia menyesap sampanyenya, tetapi lebih sering, pandangannya tertuju pada Brielle. Dulu, dia selalu berdiri di sisi Brielle sebagai seorang investor, mendengarkan percakapannya dengan orang lain.Namun, malam ini berbeda. Dia berdiri di sini sebagai seorang teman yang sesungguhnya. Perasaan yang memenuhi hatinya pun sama sekali berbeda.Saat itu Brielle sedang mendengarkan Ella menceritakan kisah lucu dari sebuah eksperimen hingga dia tak kuasa menahan tawa. Tanpa sengaja, tatapannya bertemu dengan sepasang mata yang dalam.Tatapan itu berasal dari Raka.Pria itu sedikit memiringkan kepala sambil menatapnya. Di bawah sorot lampu, tatapan matanya terasa begitu membara. Brielle segera mengali

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1451

    Brielle mengenakan gaunnya, lalu mengeluarkan sepasang anting mutiara sederhana dari tas rias kecilnya. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai alami di belakang bahunya. Malam ini adalah jamuan makan malam akademis, jadi penampilan yang sederhana dan pantas sudah cukup.Pukul setengah delapan malam, Brielle turun tepat waktu. Raka sudah menunggunya di lobi.Pria itu berganti mengenakan setelan jas biru tua tanpa dasi. Kerah kemeja putihnya dibiarkan sedikit terbuka, memberi kesan santai tetapi tetap berwibawa.Saat melihat Brielle, sebersit kekaguman melintas di mata Raka. Dia menatap wanita yang melangkah menghampirinya dengan tenang. Jakunnya bergerak pelan.Sudah berapa lama? Sudah berapa lama dia tidak melihat Brielle berjalan menghampirinya seperti ini. Rasanya seolah sudah berlalu satu abad.Dulu, Brielle selalu menghampirinya dengan penuh semangat, berlari memeluknya dengan riang, lembut, dan malu malu. Namun setelah bercerai, sikapnya menjadi dingin dan sengaja menghindarinya. Di

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1450

    Jawaban Raka yang lugas dan tidak ragu-ragu membuat kata-kata yang hendak diucapkan oleh Brielle tertelan kembali. Dia menatap pria yang berdiri membelakangi sinar matahari itu.Dengan setelan jas kasual, kesan tajam dan formal yang biasanya dia miliki berkurang beberapa tingkat, digantikan oleh aura yang lebih santai dan mudah didekati. Namun, wibawa tenang yang menjadi ciri khasnya tetap tidak berubah."Kalau begitu ... sampai nanti malam. Aku mau balik ke hotel dulu untuk istirahat," kata Brielle."Makan sesuatu dulu," ujar Raka dengan suara rendah. Memang itulah tujuan kedatangannya, untuk menjemput Brielle.Brielle teringat bahwa konferensi sudah selesai. Seluruh tubuh dan pikirannya terasa jauh lebih ringan. Dia mengangguk. "Oke."Mereka berjalan melewati jalan setapak yang teduh di dalam kampus. Sinar matahari musim panas menembus sela-sela dedaunan, membentuk bayangan belang-belang di atas tanah.Di kejauhan, beberapa pekerja sedang memangkas rumput. Aroma rerumputan yang segar

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1449

    Brielle tertegun. Untuk sesaat, dia bahkan tidak tahu harus mengatakan apa."Maaf. Saat itu reaksiku memang sangat keras dan caraku menghadapinya juga sangat bodoh," ujar Raka sambil tersenyum pahit."Jadi kamu sengaja menggunakan Devina untuk memancing reaksiku?" Brielle menatapnya, lalu bertanya lagi, "Kenapa nggak langsung tanya ke aku?"Raka menatapnya tanpa berkedip. Cahaya matahari memantul di kedua matanya. Dia tersenyum. "Kalau kita bisa kembali ke masa itu, aku pasti akan langsung tanya ke kamu."Tiba-tiba, Brielle ikut tersenyum. "Kamu nggak akan melakukannya. Karena aku juga nggak akan melakukannya."Dia tidak akan mempertanyakan hubungan Raka dan Devina yang sebenarnya. Dia hanya akan menebak-nebak hubungan mereka, lalu terus menyangkal dirinya sendiri, menyiksa dirinya sendiri, hingga akhirnya memilih untuk mengakhiri semuanya.Senyuman Raka mengandung kepedihan sekaligus pengertian. "Kamu benar."Dia mengakuinya. Karena saat itu, mereka berdua sama-sama takut. Takut jika

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1448

    Pagi harinya, alarm di samping bantal tiba-tiba berbunyi dan membangunkan Brielle. Sinar matahari yang menyilaukan menusuk matanya hingga dia refleks mengangkat tangan untuk menghalanginya.Nuansa musim panas terasa dari luar jendela. Brielle melirik jam. Meskipun masih sangat kurang tidur, dia harus bangun untuk menyelesaikan hari terakhir di kegiatan akademiknya.Dia berdiri dan berjalan ke depan cermin. Matanya bengkak dan kantung matanya yang gelap terlihat jelas, tetapi sorot matanya sudah jernih dan tidak lagi dipenuhi kebingungan.Brielle merapikan rambutnya, lalu mengenakan setelan yang rapi. Masa lalu memang tidak bisa diubah, tetapi masa depan masih panjang. Setidaknya sekarang, dia sudah memiliki keberanian untuk menghadapi semuanya.Brielle mengambil tas laptopnya. Setelah semalaman menata ulang emosinya, dia memutuskan untuk memberanikan diri menghadapi segala sesuatu. Bagaimanapun juga, setiap masalah pasti memiliki jalan keluar.Begitu membuka pintu kamar, dia melihat Ra

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1447

    Memang benar, selama di Negara Madagasa, Brielle pernah beberapa kali bertemu dengan Harvis.Hubungan mereka juga cukup baik. Mereka bahkan sering berkomunikasi dan bertukar kabar secara online.Pada masa itu, Harvis adalah satu-satunya pria yang bisa menjadi tempat Brielle mencurahkan keluh kesahnya.Dia masih ingat suatu kali ketika dirinya ketinggalan pesawat, Raka sudah lebih dulu pulang ke tanah air bersama Anya.Saat itu, Brielle menjelaskan bahwa dia terlambat karena pergi berwisata ke daerah sekitar bersama seorang teman.Namun ketika dia tiba di rumah, wajah Raka terlihat sangat muram. Pria itu hanya duduk diam di sofa, sementara suasana di sekelilingnya dipenuhi tekanan yang menyesakkan.Brielle menggigit bibirnya dengan pelan. Raka memang orang yang sangat menjaga harga diri dan terbiasa memendam segala sesuatu.Dia pernah berkonsultasi dengan seorang psikolog. Kesimpulan yang diberikan psikolog itu adalah pria yang emosinya terlalu stabil sering kali memiliki masalah dalam

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 735

    Saat waktu makan malam tiba, Raka menggandeng Anya dan datang mengetuk pintu kamar Brielle. Anya maju menarik tangan Brielle. "Mama, Papa sudah pesan restoran. Kita makan malam bersama, ya."Brielle menunduk menatap mata putrinya yang penuh harap. Dia tahu, berada di negeri asing membuat Anya sediki

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 718

    Larut malam menjelang dini hari, Raline mengantar Devina pulang untuk beristirahat. Saat dia menopang pergelangan tangan Devina, tiba-tiba jarinya meraba dua bekas lipatan yang tidak rata. Tanpa sadar, Raline membalik pergelangan tangan Devina dan melihatnya.Di pergelangan tangan kiri Devina, terny

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 747

    Raka mengajari putrinya bermain ski. Anya meluncur dengan sangat baik. Tekniknya juga cukup bagus.Sementara itu, Vivian lebih penakut. Dia bergerak dengan sangat hati-hati dan pelan.Setelah Brielle terjatuh tiga kali berturut-turut, Anya merasa tak tega melihatnya. Dia mendorong ayahnya dan berkat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 724

    Tak lama kemudian, Raline menelepon Devina dan memberitahunya bahwa dia telah membeli satu unit lain di Cloudwave Residence."Hah? Raline? Bukannya kakakmu sudah punya satu unit di sana?""Aku nggak mau tinggal di rumahnya. Aku juga bukan nggak mampu beli sendiri." Nada bicara Raline masih mengandun

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status