Share

Bab 346

Penulis: Ayesha
"Tapi, kalau Brielle kali ini benar-benar berhasil, itu bisa jadi luar biasa. Mungkin dia akan ...." Ucapan Cherlina belum selesai, Faye langsung memotongnya, "Kamu mau bilang Nobel berikutnya jatuh padanya?"

Cherlina mengangguk. "Mungkin banget, lho!"

Faye tertawa sinis, "Kamu terlalu mengagungkannya. Bahkan ayahnya saja nggak pernah bisa meraih Nobel, bagaimana mungkin dia bisa?"

Cherlina menggembungkan pipinya. "Kalau laboratorium kita ada yang dapat Nobel, itu juga kebanggaan, 'kan!"

"Kalau
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (11)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
mantap brielle semakin bersinar..semakin di kenal....yg iri cuma bs fitnah...kaya di Faye...tong kosong nyaring bunyinya
goodnovel comment avatar
Yulia Maherlina
sebenrnya ni cerita berapa episode ya thor?? ni cerita sdh d episode 347, jenuh juga lama2 bacanya sll tentang riset dan penelitian, yg di bahas sll itu2 trs, maaf ya thor, ceritanya bagus tp jgn itu2 trs yg d tonjolin ya,
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
segera Thor jalang.ketahuan SBG pelakor diperkawian.brielle dan bajingan Raka kebongkar di publik tkg selingkuh terang2an gandeng pelakor disemua even dihotel dirmh diluar negeri sp rmh tangga dgn brille hancur.dan Anya diabaikan bajingan demi.jalang ayo waras thor
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1328

    Brielle meletakkan ponselnya, lalu mengangkat cangkir teh sambil menatap ke luar jendela tanpa daya. "Kita semua harus terus melangkah maju."Saat itu, ponselnya kembali berbunyi, bahkan berturut-turut sampai empat atau lima kali. Sepertinya ada foto yang dikirim.Brielle segera mengambil ponselnya untuk melihat. Dia yakin itu pasti foto putrinya. Benar saja, beberapa foto lucu Anya terkirim. Jelas, putrinya bermain dengan sangat senang, senyumannya cerah dan manis."Itu foto Anya ya? Coba aku lihat, sudah lama aku nggak ketemu dia."Brielle menyerahkan ponselnya agar Syahira bisa melihat foto-foto putrinya. Syahira sedang asyik melihatnya ketika sebuah pesan baru muncul.[ Anya kangen sekali sama kamu. Mau dijemput ke sini buat sekalian refreshing? ]Pesan dari Raka.Mata Syahira seketika berkedip beberapa kali. Dia menatap Brielle di depannya, lalu menyerahkan kembali ponselnya. "Raka kirim pesan lagi."Brielle mengambilnya dan melirik isi pesan itu. Alisnya langsung berkerut sedikit

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1327

    Syahira tampak agak kesal."Mana mungkin nggak penting? Luka yang terjadi itu nyata lho! Meskipun waktu itu dia memang terpaksa dan harus bekerja sama dengan Devina buat pertahankan dia, itu tetap bukan alasan buat mengabaikanmu. Toh di masa-masa sebelum Devina muncul, kalian juga pernah saling mencintai."Brielle menopang dagunya sambil berkata pelan, "Keadaan sekarang juga sudah bagus. Dia punya jalannya sendiri, aku juga punya hidupku sendiri. Kesalahpahaman diselesaikan supaya bisa kembali bersama, tapi sekarang aku sudah nggak butuh dia lagi."Syahira memandang sahabatnya lama-lama, lalu akhirnya mengerti. Dia mendekat sedikit dan bertanya, "Brie, kamu benar-benar sudah melepaskannya?"Dia bisa melihat dengan jelas, ini bukan lagi soal emosi sesaat ataupun kebencian. Brielle benar-benar sudah berdamai dengan semuanya."Sekarang aku cuma ingin menjalani hidupku dengan baik. Fokus ke pekerjaan dan Anya, sesekali bisa minum teh dan ngobrol santai sama kamu seperti ini. Aku sudah sang

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1326

    Di sebuah restoran teh sore yang tenang di pusat kota, akhirnya dua sahabat itu bertemu lagi.Syahira mengamati Brielle yang duduk di depannya. "Masih tetap seperti dulu. Aku kira sekarang kamu sudah jadi super crazy rich, terus bakal pakai barang mewah dan perhiasan berkilau."Hari ini Brielle mengenakan sweter rajut warna krem muda yang simpel dipadukan dengan celana jeans. Rambut panjangnya diikat longgar, wajahnya hanya memakai riasan tipis. Selain jam tangan di pergelangan tangannya, tidak ada aksesori lain sama sekali.Brielle tidak bisa menahan tawa kecil sambil mengaduk tehnya perlahan. "Aku ini orangnya setia, kamu juga tahu sendiri."Syahira langsung terkekeh. "Nah, itu benar."Bola matanya berputar dengan nakal, lalu dia memandang Brielle dengan tatapan menggoda. "Kalau begitu, orang yang setia ini mau gimana dengan mantannya itu? Mau terus dibiarkan jadi masa lalu begitu saja?"Tangan Brielle yang sedang mengaduk cangkir teh terhenti sesaat. Kemudian, dia mengangkat cangkir

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1325

    Niro mengangguk. Sesaat sebelum keluar dari ruangan, dia menoleh kembali ke arah Brielle, lalu tiba-tiba bersuara, "Brie."Dia kembali memanggil nama panggilan itu dengan lembut.Brielle sedikit tertegun, lalu mengangkat kepala menatapnya.Dari lorong seberang, seberkas sinar matahari jatuh tepat ke tubuh Niro, membuat sosoknya seolah-olah diselimuti cahaya keemasan.Dia memandang Brielle dengan tatapan jernih dan tulus. "Walaupun sekarang kita cuma teman, kalau suatu hari nanti kamu butuh apa pun, kapan pun itu, aku akan selalu ada."Suaranya tidak keras, tetapi mengandung ketegasan dan kekuatan khas seorang tentara. Itu bukan pengakuan cinta yang ambigu, melainkan sebuah janji yang melampaui hubungan pria dan wanita. Lebih dalam dan lebih berat.Brielle menatap pria di hadapannya yang berdiri tegap dengan sorot mata tegas dan jujur itu. Hidungnya terasa agak perih. Dia mengangguk pelan, matanya agak memerah tetapi tetap tersenyum."Aku tahu. Terima kasih, Niro."Niro juga tersenyum.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1324

    Tiga hari kemudian, Brielle datang ke rumah sakit. Niro akan segera kembali ke Kyoza untuk menjalani pemulihan, jadi dia datang untuk berpamitan.Di dalam ruang rawat yang tenang, Niro mengenakan pakaian pasien rumah sakit. Kondisinya jelas jauh lebih baik dibanding sebelumnya.Rambutnya dipangkas sangat pendek, sementara di sisi kanan kepalanya ada bagian yang dicukur habis. Itu adalah lokasi penanaman cip.Lukanya juga sudah pulih dengan baik, hanya meninggalkan bekas samar tipis. Kalau rambutnya sudah panjang sedikit, bekas itu pasti tidak akan terlihat lagi."Di Kyoza ada Pak Justin dan Dokter Zidan, jadi aku juga lebih tenang," kata Brielle sambil menatap Niro.Niro juga memandangnya. Beberapa hari terakhir istirahat Brielle cukup, jadi wajahnya juga jauh lebih segar."Dia masih belum kembali?" tanya Niro.Brielle tahu Niro selalu ingin mengucapkan terima kasih langsung kepada Raka. Walaupun utang budi ini sebenarnya milik ayahnya, Niro adalah orang yang sangat jelas dalam urusan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1323

    Kecantikan Brielle bukan tipe yang mencolok, tetapi justru mampu mengguncang hati orang tanpa disadari.Sambil menopang dagu, tiba-tiba dia teringat pada ayahnya, pria keras kepala dan berpendirian teguh itu ....Kalau ayahnya masih hidup dan melihat dirinya yang sekarang, apakah ayahnya akan merasa bangga walau hanya sedikit?Sejak kecil, dalam ingatan Brielle, ayahnya selalu tegas, juga seperti sosok yang bisa melakukan segalanya.Ibunya pernah berkata, saat Brielle berusia tiga tahun, ayahnya sudah menggendongnya sambil membacakan buku kedokteran, ingin menanamkan ilmu sejak dini.Brielle hampir bisa membayangkan pemandangan itu. Dirinya yang masih kecil pasti hanya menatap ayahnya dengan polos tanpa mengerti apa-apa, sementara sang ayah begitu serius, penuh harapan terhadap putrinya.Kalau saja ....Kalau saja dulu dia tidak bertemu Raka, akan seperti apa hidupnya sekarang? Mungkin dia akan berkuliah dengan normal, lanjut S2 dan S3, lalu masuk ke dunia riset.Mungkin di suatu kesem

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 775

    "Wah! Pak Raka menyebut namamu di wawancara, Brielle!" seru CherXena tiba-tiba.Di kantin, cukup banyak pasang mata langsung tertuju pada Brielle. Tidak disangka, setelah bercerai pun Raka masih menunjukkan apresiasi dan dukungan seperti itu kepadanya.Brielle memicingkan mata menatap layar sambil m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 795

    Hari ini, Brielle menjemput putrinya dan mengajaknya makan malam di Hotel Muse. Di restoran, ada beberapa pasangan orang tua yang makan bersama anak-anak mereka. Anya memperhatikan pemandangan itu. Saat Brielle pergi ke samping untuk menerima telepon, Anya diam-diam menggunakan jam tangan pintarnya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 767

    "Ayah!" seru Niro dengan nada tak berdaya, tetapi senyum di sudut mata dan alisnya sama sekali tidak bisa disembunyikan."Baik, baik, nggak akan kubahas lagi," ujar Faisal sambil tertawa lepas. "Brielle, keluarga kami nggak terlalu banyak aturan. Besok aku harus dinas ke luar kota. Aku minta Niro me

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 765

    Sekarang Devina bahkan sudah cemburu, padahal dia belum punya status apa pun. Karena itu, Raline berpendapat kakaknya sebaiknya mendaftarkan pernikahan terlebih dahulu, baru menggelar pesta.Meira kembali pada persoalan tadi. Dengan wajah serius dia berkata, "Pokoknya, jangan membicarakan hal-hal se

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status