Teilen

Bab 36

Ayesha
Rasa benci yang sudah lama tertanam dalam hati Brielle membuat gigitannya kali ini penuh dengan amarah dan dendam. Seketika, dia bisa mencium rasa darah di mulutnya.

Raka mengernyit kesakitan dan melepaskan cengkeramannya. Brielle segera memanfaatkan kesempatan itu untuk berlari kembali ke kamarnya, menutup pintu, dan menguncinya rapat-rapat.

Di bawah cahaya lampu, Raka menatap punggung tangannya yang kini dipenuhi jejak gigitan berdarah. Wajah tampannya seketika mengeras, sorot matanya tampak b
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (4)
goodnovel comment avatar
Imas Siti Aisah
baguslah ada huru hara,biar brielle cepat bercerai dari si raka oon
goodnovel comment avatar
Renadwijo
ih..ih..Raline ngamuk..betul Lin, mmg kamu ga level dibanding Brielle..kamu ngga ada apa2nya..skali lgi pelakor bikin rusuh ..pura2 baik, menenangkan Raline..pdhl niatnya adu domba,..kalo bnrn baik, ngapain kasih foto Brielle Lambert ke Raline?
goodnovel comment avatar
Renadwijo
indahnya kalo benar mereka jadi satu keluarga
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1360

    Brielle baru saja selesai bertukar nomor telepon dengan biolog muda itu ketika sebuah suara pria yang rendah dan serak terdengar di sampingnya."Profesor Brielle, sudah selesai ngobrolnya? Bisa bicara sebentar?"Brielle mengangkat kepala dan menjawab, "Baik."Setelah mengangguk pada biolog muda itu sebagai salam perpisahan, Brielle mengikuti Raka ke sisi ruangan."Sepuluh menit lagi aku pulang ke rumah Keluarga Pramudita, mau ikut?" tanya Raka.Putrinya berada di rumah Keluarga Pramudita, tentu saja Brielle harus pergi menjemputnya. Dia pun mengangguk. "Oke, aku ikut."Brielle tidak membawa mobil sendiri dan area di sekitar juga ditutup sehingga sulit mendapatkan taksi. Dia hanya bisa menumpang mobil Raka.Senyuman samar melintas di mata Raka. "Aku suruh Gavin bawa mobil ke depan."Sepuluh menit kemudian, Brielle dan Raka meninggalkan lokasi pesta bersama-sama.Saat itu, waktu sudah menunjukkan pukul 8.30 malam. Begitu masuk ke mobil, Brielle memijat pelipisnya dengan lelah. Jamuan sos

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1359

    Setelah kembali ke tempat duduknya, Devina tiba-tiba diberi tahu oleh bartender bahwa Ignas pergi ke ruang santai untuk beristirahat dan menyuruhnya untuk menyusul nanti.Devina memandang Raka yang berada di tengah kerumunan. Dia menyesuaikan ekspresinya, lalu menghampirinya sambil membawa gelas anggur."Raka, lama nggak bertemu." Devina memaksakan senyuman alami dengan suara manja.Saat itu, Raka sedang berbicara dengan beberapa tokoh senior dunia bisnis. Mendengar suara itu, dia hanya melirik sekilas, bahkan tidak repot-repot menatap langsung.Devina melihat beberapa wajah familier di kerumunan. Sudut bibirnya terangkat. Dari tatapan mereka, dia tahu orang-orang itu dulu pernah salah paham tentang hubungannya dengan Raka."Raka, jangan sedingin itu dong! Bagaimanapun juga, kita ini kenalan lama," kata Devina tanpa rasa malu.Reaksi Raka membuat orang-orang di sekitar sedikit terkejut. Mereka semua tahu Devina pernah memiliki hubungan dengan Raka, tetapi sekarang terlihat jelas Raka s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1358

    Cinta yang datang terlambat tidak ada bedanya dengan sampah!Raka memang harus merasakan bagaimana rasanya mencintai tanpa bisa memiliki, barulah itu bisa disebut balasan setimpal.Devina mengembuskan napas perlahan. Pria yang tidak bisa dia miliki, kini justru mendapat perlakuan dingin dari wanita lain. Apa ada hal yang bisa membuatnya lebih puas daripada itu?'Brielle, sebaiknya kamu tetap mempertahankan harga dirimu sampai akhir. Jangan beri Raka kesempatan. Jalani saja hidupmu bersama kariermu sepanjang hidup ini!'Sedangkan dirinya hanya perlu berdiri dari luar dan menonton. Melihat bagaimana Raka mengerahkan segala cara dan usaha, melihat bagaimana Brielle tetap tidak tergerak sedikit pun ....Tuhan memang adil. Seakan ingin membuat Raka merasakan sendiri akibat dari semua yang pernah dia lakukan di masa lalu. Mengejar mantan istrinya kini terasa seperti berjalan menuju tungku pembakaran cinta. Dia sangat menantikan saat cinta itu membakar Raka hingga babak belur.Hanya Devina ya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1357

    Brielle mendengarkan ucapan Devina. Sudah jelas bahwa Devina tidak tahu kalau setelah dia menyatakan perasaannya dulu dan sebelum Raka memberi jawaban, Brielle sebenarnya sudah memilih untuk menyerah.Alasan mereka akhirnya menikah bukan karena Brielle memohon padanya, melainkan karena saat Brielle sudah siap melepaskan, justru Raka yang lebih dulu mengajukan lamaran pernikahan."Devina, jangan pakai pikiran kotormu untuk menilai orang lain." Brielle mengingatkannya dengan dingin. "Karena sekarang kamu sudah bergantung pada Ignas, jalani saja hidupmu dengan baik.""Pamer ke mana-mana tentang masa lalumu yang gemilang bersama Raka nggak akan bawa keuntungan apa pun buat kamu."Brielle baru saja hendak mengambil tasnya dan pergi, tetapi Devina mencengkeram lengan Brielle dengan penuh ketidakrelaan."Brielle, jangan pura-pura murah hati di sini. Aku nggak percaya kamu benar-benar sudah nggak benci dia sedikit pun.""Di kolam renang waktu itu, dia lebih memilih aku dibanding kamu. Di ruang

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1356

    Namun, Ignas tidak akan berhenti menyelidiki segala hal di balik dana yayasan kamar dagang itu.Bagaimanapun juga, dia masih belum memenuhi ambisinya untuk menjadi posisi ketua kamar dagang. Selama masih hidup, dia harus duduk di kursi itu setidaknya sekali untuk memuaskan dirinya.Terlebih lagi, dia sangat tidak puas terhadap Raka yang jelas-jelas merupakan juniornya itu.Kegagalan dalam persaingan sebelumnya sudah membuatnya malu dan hari ini Raka sama sekali tidak memberinya ruang untuk menjaga harga diri. Dendam lama dan baru bercampur menjadi satu, bagaimana mungkin dia rela melepaskannya begitu saja?Orang lain mungkin tidak mampu menggoyahkan posisi Raka, tetapi Ignas tidak takut.Saat itu, Devina yang berada di sampingnya melihat sosok Brielle berjalan menuju toilet. Dia pun berkata, "Ignas, aku ke toilet sebentar."Brielle keluar dari bilik toilet, sementara Devina sedang mencuci tangan. Melalui cermin, dia memandang Brielle. "Hari ini Bu Brielle benar-benar hebat ya."Semua p

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1355

    Setelah Brielle mengobrol dengan Raju selama belasan menit, Raka berjalan menghampiri.Dia memberi salam hormat kepada profesor tua itu, lalu berkata kepada Brielle, "Profesor Brielle, maaf ganggu sebentar. Ada beberapa rekan dari luar negeri yang ingin kenalan denganmu. Bisa ikut denganku sebentar?"Brielle menoleh pada profesor tua itu. Sang profesor melambaikan tangan dengan ramah. "Pergilah, pergilah! Urusan utama lebih penting."Brielle mengangguk, lalu berdiri dan mengikuti Raka menuju kelompok tamu lain di aula jamuan.Begitu Raka berjalan mendekat, seorang pria yang tampak elegan langsung menyambutnya dengan hangat. "Pak Raka.""Pak Elliot, izinkan saya memperkenalkan. Ini Profesor Brielle." Raka memperkenalkan sambil tersenyum."Profesor Brielle, senang bertemu denganmu. Akhirnya, kita bisa bertemu langsung." Tatapan Elliot kepada Brielle penuh apresiasi dan kekaguman.Di sela-sela percakapan dengan Elliot, beberapa kenalan lain juga datang menyapa.Raka sedikit memiringkan k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 882

    Brielle kembali ke rumah dan untuk sementara belum menjemput putrinya. Dia mandi lalu naik ke tempat tidur untuk beristirahat. Saat terbangun, waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Brielle menelepon nomor Raka."Halo." Suara di seberang terdengar agak serak."Aku sudah sampai rumah. Antar Any

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 885

    Sekarang dia bisa meninggalkan kesan baik pada Harvis dan juga bekerja di sisinya. Itu sudah cukup memuaskan.Kabar bahwa Faye lulus penilaian juga sampai ke laboratorium. Saat itu Cherlina sedang membantu Brielle merapikan data. Tanpa sadar dia teringat hal itu dan menyinggungnya, "Faye memang luma

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 849

    Tangan Brielle sedikit terhenti. Dia menatap putrinya, lalu berkata dengan lembut sekaligus tegas, "Anya, usia Nenek Buyut sudah tua. Mungkin Nenek Buyut salah bicara."Anya memiringkan kepala. Bibirnya pun manyun. "Tapi Nenek Buyut bilang aku satu-satunya anak perempuan Papa!"Lastri yang mendengar

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 809

    "Dia juga mengusulkan memelihara kelinci kecil dan hamster, aku masih mempertimbangkannya," kata Lambert sambil menyebut keponakannya. Sorot matanya memperlihatkan sedikit rasa sayang.Mungkin karena membesarkan anak-anak yang usianya hampir sama, terkadang kekhawatiran mereka pun serupa."Kalau ing

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status