Share

Bab 413

Author: Ayesha
Meskipun Brielle tahu undangannya barusan terdengar sekadar basa-basi, mata Niro tetap saja berbinar. "Benarkah nggak merepotkan?" tanyanya hati-hati.

"Nggak sama sekali, Pak Niro. Semua bahan sudah saya beli, tinggal tambah sedikit nasi saja," sahut Lastri sambil tersenyum ramah.

Sudut bibir Niro sedikit terangkat. "Kalau begitu, terima kasih atas jamuannya."

Brielle menoleh pada Lastri. "Bi Lastri, tolong masak lebih banyak, ya. Syahira dan Anya nanti makan di rumah juga."

"Baik, Nyonya," jawa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Irnawatiindah
ayo dong jadian.. trima Niro.. brille... tp Lambert gmna ya.. biar raka kpnasan hehee.. slah sdri selingkuh.. pnsaran raka slalu bilang tidak seperti itu... tapiiiii koq di tlp Devina langsung pergi ninggalin anya smpai nangiiis ada apa yaaa..
goodnovel comment avatar
Fabriana Cannavaro
Lagi siapa suru sok pingar cerai dr brili bikin perjanjian ngiket pake kerjaan, udahanya ga tobat lg masih deket sama devina, awal2 bilang boleh kinga apapun asal jgn cerai abis pergi sama devina lsg setuju cerai sekarang nyesel kan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1449

    Brielle tertegun. Untuk sesaat, dia bahkan tidak tahu harus mengatakan apa."Maaf. Saat itu reaksiku memang sangat keras dan caraku menghadapinya juga sangat bodoh," ujar Raka sambil tersenyum pahit."Jadi kamu sengaja menggunakan Devina untuk memancing reaksiku?" Brielle menatapnya, lalu bertanya lagi, "Kenapa nggak langsung tanya ke aku?"Raka menatapnya tanpa berkedip. Cahaya matahari memantul di kedua matanya. Dia tersenyum. "Kalau kita bisa kembali ke masa itu, aku pasti akan langsung tanya ke kamu."Tiba-tiba, Brielle ikut tersenyum. "Kamu nggak akan melakukannya. Karena aku juga nggak akan melakukannya."Dia tidak akan mempertanyakan hubungan Raka dan Devina yang sebenarnya. Dia hanya akan menebak-nebak hubungan mereka, lalu terus menyangkal dirinya sendiri, menyiksa dirinya sendiri, hingga akhirnya memilih untuk mengakhiri semuanya.Senyuman Raka mengandung kepedihan sekaligus pengertian. "Kamu benar."Dia mengakuinya. Karena saat itu, mereka berdua sama-sama takut. Takut jika

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1448

    Pagi harinya, alarm di samping bantal tiba-tiba berbunyi dan membangunkan Brielle. Sinar matahari yang menyilaukan menusuk matanya hingga dia refleks mengangkat tangan untuk menghalanginya.Nuansa musim panas terasa dari luar jendela. Brielle melirik jam. Meskipun masih sangat kurang tidur, dia harus bangun untuk menyelesaikan hari terakhir di kegiatan akademiknya.Dia berdiri dan berjalan ke depan cermin. Matanya bengkak dan kantung matanya yang gelap terlihat jelas, tetapi sorot matanya sudah jernih dan tidak lagi dipenuhi kebingungan.Brielle merapikan rambutnya, lalu mengenakan setelan yang rapi. Masa lalu memang tidak bisa diubah, tetapi masa depan masih panjang. Setidaknya sekarang, dia sudah memiliki keberanian untuk menghadapi semuanya.Brielle mengambil tas laptopnya. Setelah semalaman menata ulang emosinya, dia memutuskan untuk memberanikan diri menghadapi segala sesuatu. Bagaimanapun juga, setiap masalah pasti memiliki jalan keluar.Begitu membuka pintu kamar, dia melihat Ra

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1447

    Memang benar, selama di Negara Madagasa, Brielle pernah beberapa kali bertemu dengan Harvis.Hubungan mereka juga cukup baik. Mereka bahkan sering berkomunikasi dan bertukar kabar secara online.Pada masa itu, Harvis adalah satu-satunya pria yang bisa menjadi tempat Brielle mencurahkan keluh kesahnya.Dia masih ingat suatu kali ketika dirinya ketinggalan pesawat, Raka sudah lebih dulu pulang ke tanah air bersama Anya.Saat itu, Brielle menjelaskan bahwa dia terlambat karena pergi berwisata ke daerah sekitar bersama seorang teman.Namun ketika dia tiba di rumah, wajah Raka terlihat sangat muram. Pria itu hanya duduk diam di sofa, sementara suasana di sekelilingnya dipenuhi tekanan yang menyesakkan.Brielle menggigit bibirnya dengan pelan. Raka memang orang yang sangat menjaga harga diri dan terbiasa memendam segala sesuatu.Dia pernah berkonsultasi dengan seorang psikolog. Kesimpulan yang diberikan psikolog itu adalah pria yang emosinya terlalu stabil sering kali memiliki masalah dalam

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1446

    Besok adalah hari terakhir dari seluruh rangkaian konferensi. Setelah mandi, Brielle duduk di tengah keheningan malam.Berbagai kenangan masa lalu berputar jelas di benaknya, seperti film yang diputar tanpa henti. Banyak hal yang dulu tidak mampu dia pahami, kini akhirnya menjadi terang.Saat itu, ketika menyatakan perasaannya kepada Raka, sebenarnya dia hanya ingin mengungkapkan isi hatinya. Dia tidak pernah meminta Raka untuk segera menikahinya. Namun, justru Raka yang bersikeras ingin menikah.Brielle masih ingat hari ketika dirinya pergi menemui ayahnya seperti anak yang baru saja melakukan kesalahan besar. Dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya, dia menceritakan semuanya kepada Adam.Awalnya dia mengira akan dimarahi habis-habisan. Bagaimanapun, dia tahu betapa besar harapan ayahnya terhadap dirinya.Adam selalu berharap dia bisa menjadi sosok hebat seperti dirinya. Namun setelah mendengarkan semuanya, Adam hanya terdiam beberapa saat, lalu berkata singkat bahwa keputusan itu h

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1445

    Raka bergabung dalam proyek BCI. Teknologi intinya diserahkan kepada pihak militer, sementara yang dia pegang hanya proyek untuk penggunaan sipil.Semua itu menunjukkan bahwa Raka adalah sosok yang berpandangan jauh ke depan dan memiliki visi yang besar.Di hadapan pencapaiannya, tak seorang pun lagi bisa menyalahkannya begitu saja. Dia manusia, bukan dewa. Manusia pasti melakukan kesalahan dan memiliki emosi.Cinta dan tanggung jawab, perhitungan dan perlindungan, semua itu berpadu secara kontradiktif dalam diri pria ini.Sejak awal, pernikahan mereka memang telah terjalin dengan terlalu banyak faktor yang rumit, memikul terlalu banyak beban yang berat.Bagaimana mungkin hubungan seperti itu bisa langsung menghasilkan kebahagiaan yang sempurna?Kini, takdir mereka bagaikan gulungan benang yang kusut. Malam ini, satu per satu simpulnya akhirnya mulai terurai."Jadi ... alasan utama kamu menggelontorkan begitu banyak dana untuk penelitian leukemia adalah untuk menyelamatkanku?" Mata Bri

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1444

    Raka tidak memberi Brielle kesempatan untuk berbicara. Dia melanjutkan, "Tapi saat itu, bagiku perasaan adalah sebuah kemewahan, bahkan beban. Saat kamu menyatakan perasaanmu, sebenarnya aku sangat bahagia. Tapi setelah mempertimbangkan semua, kesimpulanku saat itu adalah aku ingin menolakmu.""Aku berharap saat itu kamu menolakku." Brielle mengalihkan pandangannya dan berkata dengan getir.Namun, Raka tetap menatapnya tanpa berpaling. Suaranya menjadi makin rendah. "Tapi kemudian ayahmu mencariku. Dia nggak memaksaku. Dia hanya memberitahuku tentang kondisi ibumu. Dia berharap aku bisa menyediakan laboratorium untuknya agar dia dapat menyelesaikan penelitian itu."Tatapan Brielle kembali tertuju padanya. "Terus kamu ....""Aku setuju. Aku setuju menginvestasikan 200 triliun untuk membangun laboratorium, membantu ayahmu menyelesaikan penelitiannya, sekaligus menciptakan fondasi bagi penelitian penyakit darah ibuku di masa depan."Raka menghela napas pelan, lalu menunduk dengan rasa ber

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 330

    Menjelang dini hari, studio Devina mengeluarkan sebuah pernyataan. Karena kondisi kesehatannya menurun, dia tidak bisa menyelesaikan syuting iklan kampanye Hari Perempuan Sedunia sehingga resmi mundur dari kegiatan tahun ini.Brielle kebetulan belum tidur. Dia membuka pernyataan dari studio Devina,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 332

    Lambert sudah kembali dari luar negeri, Vivian juga datang untuk ikut kelas."Bibi Brielle." Vivian melihatnya, lalu menyapa dengan ramah.Brielle membalas dengan senyuman lembut."Mama, boleh nggak aku ajak Vivian main ke rumah kita? Kita sudah lama banget nggak ketemu." Anya menarik tangan Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 343

    Di sisi lain, Jay yang melihat semuanya pun menawarkan diri, "Raka, biar aku yang mengantar Brielle pulang!"Devina menggigit bibir, lalu menatap Brielle sambil berkata, "Brielle, aku tahu kamu membenciku, juga nggak butuh perhatianku."Dalam hati Brielle mencibir, 'Kalau tahu nggak dibutuhkan, untu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 351

    Raka tiba-tiba berdiri, lalu melangkah ke arah jendela kaca besar yang menjulang."Dengar-dengar, Lukas memberimu sebuah dana penelitian?" tanyanya mendadak.Brielle terkejut sejenak, lalu menjawab datar, "Itu nggak ada hubungannya dengan pekerjaan.""Aku dengar itu dana yang tersisa setelah laborat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status