Share

Bab 434

Author: Ayesha
Pesawat lepas landas dengan tenang. Sepanjang perjalanan, Brielle menemani Anya membaca komik di kursi mereka, sementara Brody memanfaatkan waktu untuk menulis kode di laptopnya.

Empat jam kemudian, pesawat mendarat di bandara markas militer yang dikelilingi pegunungan. Begitu pintu kabin terbuka, Brielle menggandeng tangan putrinya dan melihat Niro berdiri di bawah tangga pesawat, mengenakan seragam militer rapi sambil membawa seikat bunga segar.

"Selamat datang di markas Distrik Militer Kesemb
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (11)
goodnovel comment avatar
Felmi Denis
semoga aja selama seminggu di markas, brielle bisa ada perasaan sama niro.
goodnovel comment avatar
Amaryn
Perhatian banget Niro..cocok juga kl sama Brielle
goodnovel comment avatar
Iin Iin
semoga saja Niro beneran berjodoh sama Brielle...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1112

    "Devina, jangan main trik denganku. Jelaskan padaku, atas dasar apa kamu bisa mendapat saham itu." Faye sudah begitu marah sampai kehilangan kendali. Sikap sopannya yang biasa benar-benar lenyap, yang tersisa hanya kebencian karena hartanya dirampas.Di seberang sana, nada suara Devina menjadi sedikit dingin. "Faye, karena kamu mau tahu, aku akan beri tahu. Itu hadiah dari Raka untukku dan Ayah juga menyetujuinya."Faye membelalakkan matanya dengan tidak percaya. "Apa katamu?""Faye, aku tahu ini sulit kamu terima, tapi ini adalah kompensasi yang Raka berikan padaku," lanjut Devina. "Juga ... uang perpisahan darinya."Kepala Faye kembali berdengung. Devina dan Raka sudah putus? Pantas saja tadi Raka begitu dingin padanya. Jadi, Devina memang tidak mampu lagi mengikat Raka. Namun, menggunakan 13% saham perusahaan sebagai uang perpisahan jelas merugikan dirinya. Bagaimana mungkin dia tidak marah?"Devina, kamu masih punya rasa malu atau nggak? Kamu putus dengan Raka, atas dasar apa kamu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1111

    Saat rapat berlangsung, Faye duduk di barisan paling belakang. Dia diam-diam menatap ke arah Raka yang duduk di kursi utama. Melihat ekspresinya yang fokus mendengarkan laporan, tidak sekali pun melirik ke arahnya.Seorang elite bisnis seperti Raka, bagaimana bisa tertarik pada Brielle? Saat tahun pertama kuliah, Brielle belum punya pencapaian akademik apa pun, bahkan dulu dia sampai putus kuliah demi cintanya pada Raka.Di dalam rapat, laporan Harvis sangat mengesankan. Beberapa kali Raka bahkan menunjukkan ekspresi puas. Faye memandang Harvis, hatinya semakin tidak rela. Dia sudah berada di sisi Harvis selama dua setengah tahun, tetapi tetap saja tidak pernah mendapat sedikit pun perhatian darinya.Setelah rapat selesai, Faye sengaja menunggu di sudut koridor, berharap Raka akan memperhatikannya dan menyapa lebih dulu. Namun, Raka berjalan bersama Jared melewatinya, bahkan sekilas pun tidak melirik ke arahnya dan langkahnya juga tidak berhenti sedetik pun.Faye berdiri di koridor, me

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1110

    Keesokan paginya.Saat Brielle keluar mengemudi, dia memperhatikan mobil Zakie mengikuti di belakang. Brielle tidak menolak perlindungan ini. Meskipun dia juga bisa menyewa pengawal sendiri, pengawal Raka sudah lama mengikutinya, jadi dari segi tanggung jawab dan kemampuan, mereka sangat bisa diandalkan.Meira sedang menjalani pengobatan obat baru dan Brielle juga tidak punya waktu maupun energi untuk mengurus keamanan sendiri.Siang hari, Brielle menyempatkan diri melakukan panggilan video dengan Harvis untuk membahas beberapa proyek sipil. Saat ini, pengembangan proyek sipil Grup Pramudita sudah jauh melampaui standar perusahaan lain. Dengan dukungan teori dari proyek BCI, kualitas produknya juga kelas satu.Brielle mengagumi ketajaman Raka dalam menilai orang dan arah investasi. Sebagai sosok yang memimpin Grup Pramudita hingga terus berkembang kuat, Raka memang punya keberanian dan kemampuan itu.Saat itu, Harvis berkata, "Aku harus pergi rapat dulu, Pak Raka sudah datang."Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1109

    Saat makan malam, Brielle tidak terlalu berselera. Dia makan sangat sedikit.Raka melihatnya menghabiskan setengah piring nasi dan langsung meletakkan sendoknya. Di matanya pun terlintas sedikit kesuraman. Dia ikut meletakkan sendok, seolah-olah tidak berniat melanjutkan makan."Tuan Raka, nasinya masih ada, makan lagi ya," ujar Lastri."Nggak, aku sudah kenyang." Raka melambaikan tangan.Kebetulan Anya juga meletakkan sendoknya. Dengan butiran nasi masih menempel di sudut bibir, dia berkata, "Papa, aku sudah selesai."Raka mengambil tisu dan menyeka mulut kecilnya. "Mau Papa temani kamu main lagi?""Mau!" Anya mengangguk cepat.Brielle berdiri. "Aku ke ruang kerja dulu."Lastri melihat Brielle juga makan sangat sedikit. Apa karena hari ini Raka ada di sini, jadi memengaruhi selera makannya?Sebenarnya bukan itu alasannya. Brielle memang sengaja hanya makan sedikit karbohidrat di malam hari, karena rasa lapar bisa membuat pikirannya lebih jernih.Di depan laptop, Brielle sedang mengeti

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1108

    Setelah hening beberapa detik di seberang, terdengar suara rendah Raka. "Ngapain sungkan-sungkan sama aku?""Sudah ya." Brielle langsung menutup telepon.Saat itu, Zakie juga sudah berjalan sampai ke jendela mobilnya. Brielle menurunkan kaca. Zakie berkata dengan wajah penuh rasa bersalah, "Bu Brielle, maaf ya, apa kami tadi bikin kaget?""Lumayan." Brielle mengangguk jujur."Pak Raka khawatir dengan keselamatanmu, jadi kami diminta melindungimu secara diam-diam selama sebulan. Karena takut kamu kepikiran, beliau nggak memberi tahu dari awal," lanjut Zakie. "Pak Raka juga nggak ingin kejadian dua tahun lalu terulang lagi."Brielle tertegun. "Dua tahun lalu ... kalian juga yang melindungiku?"Zakie mengangguk. "Ya. Waktu itu kami dengar Bu Brielle diadang orang suruhan Rinald dari pabrik kimia. Pak Raka langsung menugaskan kami melindungi secara diam-diam sampai Rinald dipenjara dan dipastikan nggak ada ancaman lagi."Brielle benar-benar terkejut. Dia ingat setelah kejadian menegangkan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1107

    Dengan kelicikan dan cara bermain yang dimiliki Brielle saat masih berusia 20-an, jelas dia bukan tandingan Devina. Bahkan bisa jadi dia akan dihancurkan habis-habisan oleh berbagai tipu daya Devina."Terima kasih sudah memberitahuku semua ini," kata Raline sambil mengangguk pada Shindy, lalu dia menambahkan, "Lihat tas ini, kamu suka nggak?"Shindy mengambil tas itu dan langsung terkejut. Matanya berbinar. "Ini nggak bisa dibeli di dalam negeri.""Harus punya koneksi untuk mendapatkannya," jawab Raline.Shindy berpikir, hanya orang dengan status seperti Raline yang bisa mendapatkan barang edisi terbatas yang asli.Setelah Shindy pergi membawa tas itu, Raline duduk sendiri di kafe, menenangkan perasaannya sebelum akhirnya bangkit dan pergi.Meskipun tahu menggali masa lalu Devina hanya akan membuatnya semakin marah dan tersiksa, Raline tetap bersikeras. Dia ingin mengungkap semuanya, ingin tahu seberapa rendah Devina sebenarnya bisa bertindak.Pukul 4.30 sore, mobil Brielle keluar dari

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 168

    Brielle menatap tajam ke arahnya, ingin menyingkap apa lagi yang sedang direncanakan pria ini.Raka hanya menampilkan senyum polos. "Memang benar itu ide Nenek. Kalau nggak percaya, kamu bisa langsung menelponnya."Brielle merasa tidak ada gunanya. Dia tidak ingin peduli apa pun yang direncanakan Ra

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 193

    Di dalam lift, Raline menggandeng ibunya. "Bu, apa Ibu tahu sesuatu?""Mulai sekarang, hal ini jangan pernah lagi kamu singgung di depan Brielle. Keputusan sudah dibuat, kita terima saja!" Meira keluar menuju lobi dan membuka pintu mobil, lalu duduk di dalam.Raline menatap kepergian ibunya, kemudia

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 123

    Brielle menatapnya lekat-lekat. "Kenapa?""Aku melakukannya demi kebaikanmu," jawab Raka dengan nada datar.Brielle segera mengerti. Dia ingin memindahkannya dari proyek itu supaya dia tidak bisa lagi menyentuh sampel donor milik ibunya, agar dia tidak terbawa emosi yang bisa menghambat kemajuan ris

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 161

    Brielle mengarahkan pandangannya dan melihat Devina mengenakan setelan modis yang tetap memancarkan kesan seksi, dengan rambut panjangnya terurai ke belakang. Dia berjalan di depan, sementara Jay mengikuti di belakangnya.Devina menengadah sekilas ke arah panggung. Saat melihat Brielle, entah itu ka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status