Share

Bab 662

Author: Ayesha
Brielle tertawa dingin sambil berbalik. Tatapannya mengandung hawa dingin yang menusuk tulang. "Menebus? Raka, kamu pikir semua hal bisa ditebus begitu saja?"

Brielle sebenarnya tidak ingin mengingat kejadian malam itu. Namun pada saat ini, gambaran malam itu muncul begitu jelas. Anya demam tinggi berulang kali. Tangan dan kakinya dingin. Dia seorang diri menggendong putrinya, duduk di ranjang rumah sakit, menangis sambil berusaha menurunkan panas putrinya.

Kebencian dalam mata Brielle menembus
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Siti Aminah
Thor biarkan Raka merasakan penyesalan yg mendalam, dan rasa sesal itu membuat jadi benci pada Devina yang telah menggodanya
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
bagus brielle.....mantap kata2 nya...ga akan biarkan Raka Nebus apa pun utk Anya...supaya Raka ga bs hidup tenang seumur hidupnya.....menyesal seumur hidup.....rasain lu
goodnovel comment avatar
Farah Fa
semoga Raka dan brielle bersatu kembali
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1420

    "Devina, jadi manusia harus punya hati nurani. Apa yang sudah kulakukan untukmu masih kurang?" kata Freyna dengan penuh kekecewaan. "Aku sudah mengeluarkan uang, tenaga, dan waktu untuk menemanimu sampai sejauh ini. Pernahkah aku mengeluh?"Di dalam hatinya, Freyna juga merasa sangat dirugikan. Dia pun berharap bisa mendapatkan keuntungan dari Devina di kemudian hari.Namun sampai sekarang, jangankan mendapatkan keuntungan, dia sudah menghabiskan begitu banyak uang, tenaga, dan waktu untuk mendampinginya, tetapi balasan yang diterimanya justru seperti ini?Saat ini, Devina sama sekali tidak punya energi untuk memikirkan perasaan Freyna. Dia masih tenggelam dalam kemarahan dan keputusasaannya sendiri.Dengan nada penuh keluhan, dia melanjutkan, "Di mata Ignas hanya ada putrinya itu. Semua usahaku sia-sia. Aku menahan rasa jijik dan melayaninya selama itu, tapi pada akhirnya aku nggak mendapatkan apa-apa."Devina terus meluapkan kekesalannya di depan hotel di negeri asing itu. Dia tidak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1419

    Melihat anak yang wajahnya 80% mirip dengannya itu, Ignas makin puas dan makin terharu. Makin lama dia memandang, makin bersemangat pula dirinya. Rasanya, hidupnya benar-benar berarti."Bagus, bagus sekali. Putriku ternyata begitu hebat." Dia begitu bersemangat hingga kata-katanya menjadi tidak teratur.Tanpa sadar, dia kembali menggenggam tangan putrinya. Kali ini, Yola tidak menarik tangannya."Yola, ada yang kamu inginkan? Ayah akan kasih ke kamu. Mulai sekarang, semua yang Ayah miliki adalah milikmu." Ignas sudah tidak sabar menunjukkan kasih sayangnya sebagai seorang ayah."Jurusan apa yang kamu pelajari? Apa yang kamu minati? Ayah bisa berinvestasi untukmu, mendirikan perusahaan untukmu, atau membiayai pendidikanmu lebih lanjut. Ayah bisa mengirimmu ke sekolah terbaik di dunia. Ayah akan mendukungmu sepenuhnya."Pada saat ini, di hati Ignas, Devina maupun wanita-wanita lainnya sudah tidak penting lagi. Yang terpenting hanyalah putri luar biasa yang tiba-tiba muncul dalam hidupnya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1418

    Devina masih mampu menjaga ketenangannya. Dengan senyuman di wajahnya, dia memandang putri Ignas. "Halo, aku teman ayahmu."Yola menatap wanita cantik dan seksi di hadapannya itu. Kilatan rasa meremehkan melintas di matanya. Dia bukan anak kecil yang bisa dibohongi dengan dalih "teman".Yola juga bukan gadis polos yang tidak mengerti apa-apa. Sejak kecil, dia dibesarkan seorang diri oleh ibunya dan telah mengalami banyak hal.Justru karena tidak memiliki tempat bergantung sejak kecil, dia selalu bekerja keras dan berusaha untuk maju.Kali ini, dia datang bukan untuk berebut perhatian dengan wanita-wanita seperti ini. Dia datang untuk mencari keadilan bagi ibunya.Jika ayah kandung yang baru ditemuinya itu masih dikelilingi wanita-wanita seperti ini hingga membuat ibunya dipermalukan, dia lebih memilih untuk tidak mengakui sang ayah.Terlebih lagi, dirinya sendiri juga cukup berprestasi. Dia baru saja menyelesaikan program magister di Universitas Kyoza, salah satu universitas terbaik di

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1417

    Yola menatap Ignas yang berdiri di hadapannya. Wajahnya memiliki kemiripan hingga 80% dengan Ignas. Bentuk wajah maupun fitur-fiturnya jelas mewarisi wajah Ignas.Namun, dia tidak langsung memanggil ayah. Dia hanya menatap Ignas dalam diam.Ignas tiba-tiba melangkah maju dan mengamatinya dari atas sampai bawah. Meskipun penampilannya tidak terlalu menonjol, dia dapat memastikan hanya dengan sekali pandang bahwa gadis ini adalah darah dagingnya sendiri.Kadang hubungan darah memang semisterius itu."Nak ...." Suara Ignas tiba-tiba tercekat karena emosi. Dia mengulurkan tangan dan menggenggam tangan Yola.Bagi pria berusia 65 tahun itu, tidak ada hal yang lebih menggembirakan daripada tiba-tiba menemukan seorang anak kandung. Semua ini seperti adalah kehendak takdir.Saat dirinya berada di masa paling putus asa dan rapuh, dia dianugerahi seorang putri yang memberinya harapan baru untuk sisa hidupnya.Pada saat yang sama, di luar vila, sebuah mobil hitam melaju masuk tanpa hambatan. Devin

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1416

    Freyna memandangi Devina yang sudah mengamuk cukup lama dengan tetap tenang. Kemudian, dia menganalisis."Devina, sekarang bukan waktunya marah-marah. Wanita-wanita itu datang hanya karena mengincar uang. Kamu berbeda. Kamu masih muda, cantik, dan merupakan pacar yang diakui Ignas. Selain itu, dia pernah minta kamu lahirkan anak untuknya. Itu keunggulanmu."Devina menggigit bibirnya dan menutup perutnya dengan tangan."Keunggulan?" katanya dengan kesal. "Sekarang begitu banyak wanita mengelilinginya. Aku bahkan nggak punya kesempatan untuk menemuinya."Rencananya juga telah berantakan. Awalnya dia ingin segera hamil agar kedudukannya naik. Namun sekarang, Ignas bahkan tidak punya waktu untuk memperhatikannya. Padahal proses bayi tabung berikutnya masih membutuhkan partisipasi Ignas."Kita nggak boleh panik sendiri." Freyna melangkah maju dan menepuk bahunya. "Aku sudah cari tahu. Meskipun Ignas pernah berhubungan dengan wanita-wanita itu, di antara mereka nggak ada lagi dasar perasaan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1415

    Setelah bel pintu berbunyi, Brielle datang membukakan pintu.Dia menatap putrinya yang pulang sambil melompat-lompat dengan riang, lalu mengalihkan pandangan ke pria yang berada di belakang putrinya.Keinginan untuk mempertanyakan sesuatu kepada Raka kembali dia tekan. Dia khawatir dirinya tidak bisa mengendalikan emosi dan malah kembali bertengkar dengan Raka.Terlebih lagi, malam ini putrinya tampak sangat bahagia.Makan malam yang dimasak Lastri semuanya bercita rasa ringan dan tidak terlalu berminyak.Raka mengajak mereka ke meja makan. Begitu melihat hidangan favoritnya di atas meja, mata Anya langsung berbinar."Ada iga asam manis kesukaanku! Aku mau makan!""Ikut Papa cuci tangan dulu," kata Raka kepada putrinya.Anya langsung menggandeng tangannya dan mengikuti Raka menuju kamar mandi di lantai satu.Brielle berdiri di tempat dengan kedua tangan menyilang di depan dada. Pikirannya penuh dengan berbagai hal.Lastri yang melihatnya pun tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Nyo

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 610

    Dengan memiliki perjalanan hidup seperti itu, mana mungkin pria seperti Raka bisa dengan mudah dijatuhkan?Brielle berbincang sebentar dengan Lambert, lalu masuk ke mobil. Lambert menatap kepergiannya. Dia memiliki niat untuk membantu, tetapi dia sadar, dia tidak bisa melakukan apa pun.Karena urusa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 621

    Tak lama kemudian, ponsel Brielle berbunyi. Raka mengirim pesan.[ Aku bawa Anya makan di restoran. Mau ikut? ]Brielle membalas singkat.[ Nggak. ]Raka tidak lagi menjawab. Sampai pukul lima sore barulah dia kembali sambil menggandeng Anya."Mama! Papa ajak aku ke kebun binatang!" Anya berseru den

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 635

    Di bawahnya ada tulisan.[ Terima kasih karena kamu membuatku berkali-kali menjadi diriku yang lebih baik. Hal yang pantas untuk ditunggu, pada akhirnya akan datang. ][ Sepertinya dewi kita bukan hanya memenangkan penghargaan internasional, tapi juga sudah menemukan kebahagiaannya ya! Selain member

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 607

    Raka berjalan menuju sebuah lorong. Entah sengaja atau tidak, langkahnya terhenti sesaat ketika dia melewati kantor Brielle. Namun, dia tidak berlama-lama dan akhirnya memilih pergi.Saat pintu lift menutup, Raka mengusap pangkal hidungnya. Dia seharusnya sudah tahu, dengan karakter Brielle, dia tid

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status