Share

Bab 433

Author: Ayesha
"Baik, aku akan kirim orang untuk menjemputmu."

"Kamu kirim orang menjemputku?" tanya Brielle terkejut.

"Ya, anak buahku akan sampai di depan rumahmu besok pukul sepuluh untuk menjemputmu ke bandara. Sekitar empat jam perjalanan, kita sudah bisa bertemu di markas."

"Terima kasih. Kali ini aku bawa anak kecil, mungkin akan sedikit merepotkan kalian," kata Brielle.

"Kami mengerti, pasti nggak mudah bagimu. Setelah kamu sampai bersama anakmu, aku akan bantu menemani kalian." Suara Niro terdengar le
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (9)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
mantap nih kalo dpt suami kayak Niro...anak pak mentriii
goodnovel comment avatar
Renadwijo
hahaha....sungguh diluar perkiraan Raka, Brie dicerai dikira terpuruk...Salah strategi ya Ka? dikira Brie udh cinta mati ma Raka, trs nungguin lue yg lgi seneng2 ma gundik..Sorry ya..Brie mengasah diri, jadi mutiara & berlian paling memukau..Lelaki tampan, berkualitas, kaya raya dan tulus, ngantri
goodnovel comment avatar
Felmi Denis
cie cie brielle, dijemput sama jet pribadi calon mertua
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1056

    Brielle mengerutkan kening dan berkata, "Asistenmu nggak bisa menghubungimu. Dia sangat khawatir, jadi menyuruhku datang melihatmu."Raka mengusap pelipisnya yang terasa berdenyut, lalu bersandar pada kusen pintu. "Nggak apa-apa, hanya sedikit ... demam."Melihat keadaannya, Brielle memang merasa dia seperti sedang demam."Suruh orang antar kamu ke rumah sakit," usul Brielle."Nggak perlu. Setelah tidur sebentar juga akan membaik." Raka menggeleng. Setelah itu, dia juga tidak menutup pintu dan langsung berjalan menuju ruang tamu.Brielle mengernyit. Cara pria ini menghadapi sakit masih saja begitu asal-asalan. Namun, Brielle tidak ingin ikut campur. Kemungkinan besar panggilan Gavin tidak diangkat hanya karena tadi dia sedang mandi dan tidak mendengarnya.Brielle berbalik hendak pergi. Tiba-tiba, dari dalam rumah terdengar suara kaca pecah. Langkahnya langsung terhenti. Dia kembali ke pintu dan melangkah masuk ke area foyer.Di ruang tamu, Raka menahan tubuhnya dengan satu tangan di me

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1055

    [ Jadi, ini berarti kamu setuju? ][ Setuju apa? ][ Setuju jadi pacarku. ]Jay menarik napas dalam-dalam lalu menekan kirim.Satu menit, dua menit, tiga menit berlalu, Jay tidak mendapat balasan. Dia langsung menekan nomor Siria dan meneleponnya."Halo!" Terdengar suara Siria dari seberang."Siria." Suara Jay begitu bersemangat sampai sedikit serak. "Aku ... aku menyukaimu. Kamu mau jadi pacarku?""Jay, sekarang sudah hampir jam 2 pagi. Kamu mabuk ya? Jangan-jangan kamu salah orang lagi?" Siria bertanya dengan nada serius.Kepala Jay langsung berdengung. Dia teringat malam ketika dia pernah salah mengira Siria sebagai Devina. Dengan nada cemas tetapi tulus, dia berkata, "Nggak. Siria, aku nggak salah orang.""Aku ingin mengatakan langsung padamu kalau yang kusukai adalah kamu. Kamu, Siria. Aku ingin secara resmi dan sungguh-sungguh memintamu menjadi pacarku."Di sana, Siria terdengar tertawa. Akhirnya, dengan sedikit nada tak berdaya tetapi juga geli, dia berkata, "Aku belum pernah de

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1054

    Lambert bersandar di sofa. Kepahitan di matanya semakin dalam. Pada perjalanan ke Kyoza waktu itu, dia benar-benar merasakan perasaan Niro terhadap Brielle. Perasaan yang membara, terang-terangan, tanpa disembunyikan sedikit pun.Tidak seperti dirinya, yang terlalu banyak pertimbangan dan tidak berani melangkah maju. Sementara Niro, selama Brielle hanya mengangguk, dia adalah orang yang bisa langsung memberinya sebuah rumah.Melihat kesuraman di mata Lambert, Jay menggaruk kepalanya. "Kalau begitu, bukankah kamu dan Raka sama sekali sudah nggak punya kesempatan lagi?"Lambert mengusap pelipisnya, lalu menggeleng."Nggak bisa juga dibilang begitu. Semuanya tergantung pilihan Brielle. Dia bukan orang yang menilai seseorang dari latar belakang keluarga.""Tapi dengan kondisi Niro seperti itu, kalau dia yang mengejar lebih dulu, menurutku Brielle akan sulit untuk nggak tergoda." Jay memiliki pandangan lain."Aku sudah nggak punya kesempatan. Kita lihat saja kemampuan Raka." Setelah mengata

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1053

    Mata Lambert berkilat sejenak, seolah-olah memahami sesuatu."Raka memang lebih kuat menahan beban daripada kita, itu nggak diragukan lagi. Hanya saja, dia benar-benar menyakiti Brielle."Jay tiba-tiba mengangkat kepalanya. Seolah-olah teringat sesuatu, dia meninju meja dengan keras. "Kalau bicara soal menyakiti Brielle, aku juga pernah melakukan kebodohan itu."Sekilas rasa bersalah melintas di mata Jay. Dia merasa saat itu pasti seperti kerasukan setan. Dia benar-benar menuruti setiap perkataan Devina, bahkan sempat mengatakan beberapa kata kasar yang seharusnya tidak dia ucapkan kepada Brielle.Tatapan Lambert beralih kepadanya. "Yang kamu maksud adalah kejadian saat ulang tahun Vivian hari itu?""Benar, malam itu. Sebenarnya aku nggak ingin ganggu kalian, tapi dia bilang hadiahnya sudah dibeli dan setelah menyerahkannya langsung pergi, jadi aku bawa dia ke sana." Jay berhenti sejenak, lalu berkata dengan menyesal, "Aku benar-benar pantas mati. Aku rasa perceraian Raka dan Brielle i

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1052

    Telepon itu berdering selama tujuh detik sebelum akhirnya diangkat. Dari seberang terdengar suara Devina yang biasa, sedikit malas dan manja."Halo, Jay? Sudah selarut ini, kenapa meneleponku?"Jika setengah jam yang lalu mendengar suara ini, hati Jay pasti akan langsung melunak. Namun sekarang, yang dia rasakan hanya rasa mual.Begitu mual sampai dia tiba-tiba mengepalkan tangan, menarik ponsel dari telinganya, lalu menekan tombol putus dengan keras dan langsung mengakhiri panggilan itu.Di seberangnya, Lambert melihat semuanya dan tidak merasa terkejut. Dia tahu sifat Jay. Jika disuruh memaki Devina habis-habisan lewat telepon, dia pasti tidak bisa melakukannya. Sebaliknya, memutuskan semuanya dengan bersih seperti ini justru lebih sesuai dengan gayanya."Kenapa? Nggak mau minta penjelasan darinya?" Lambert mengangkat alis dan bertanya."Menjijikkan. Sekarang setiap memikirkan dia, aku hanya merasa jijik." Jay melempar ponselnya ke samping, lalu menjatuhkan diri kembali ke sofa.Dia

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1051

    Di bawah cahaya lampu, wajah Jay tampak sedikit pucat. Selama tujuh tahun ini, Devina selalu menunjukkan keterikatan penuh kepada Raka di hadapannya, lalu berbalik memperlakukannya dengan sikap ambigu. Kadang dekat, kadang jauh.Setiap kali dia hampir menyerah, Devina selalu memberinya sedikit harapan. Ditambah lagi dengan sikap dan kata-katanya yang seolah-olah tidak disengaja, tetapi di setiap kesempatan menampilkan sisi rapuhnya.Semakin Jay mengingat semuanya, semakin dia merasakan ketidakberdayaan karena dipermainkan dan ditipu. Dia tiba-tiba meneguk habis minuman di dalam gelasnya. Detik berikutnya, amarah yang tak diketahui asalnya membuatnya melempar gelas itu dengan keras ke lantai."Sialan, aku benar-benar orang bodoh." Jay menggeram pelan. Suaranya penuh ejekan terhadap dirinya sendiri dan rasa sakit.Dia bisa menerima kenyataan bahwa Devina mencintai Raka, tetapi tidak mendapat balasan. Namun, ternyata tujuh tahun lalu Devina bahkan pernah memberi isyarat kepada Lambert. It

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 199

    "Brielle, meskipun kamu sudah bercerai sama Raka, aku tetap neneknya Anya. Apa kamu pikir aku akan mencelakainya?"Brielle tertegun sejenak. "Aku nggak bermaksud begitu. Aku akan menjaga Anya dengan baik, jadi Anda nggak perlu khawatir.""Baiklah! Kalau begitu akhir pekan ini aku akan menjemputnya u

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 168

    Brielle menatap tajam ke arahnya, ingin menyingkap apa lagi yang sedang direncanakan pria ini.Raka hanya menampilkan senyum polos. "Memang benar itu ide Nenek. Kalau nggak percaya, kamu bisa langsung menelponnya."Brielle merasa tidak ada gunanya. Dia tidak ingin peduli apa pun yang direncanakan Ra

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 192

    "Ibu, ada apa?""Temani aku ke perusahaan kakakmu," jawab Meira dipenuhi amarah."Bu, apa yang terjadi? Aku masih kerja sekarang!" tanya Raline."Jangan tanya lagi, nanti sampai di kantor kamu akan tahu."Seratus enam puluh triliun .... Apa yang digunakan Brielle sebenarnya sampai Raka rela menyerah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 193

    Di dalam lift, Raline menggandeng ibunya. "Bu, apa Ibu tahu sesuatu?""Mulai sekarang, hal ini jangan pernah lagi kamu singgung di depan Brielle. Keputusan sudah dibuat, kita terima saja!" Meira keluar menuju lobi dan membuka pintu mobil, lalu duduk di dalam.Raline menatap kepergian ibunya, kemudia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status