Share

Bab 490

Penulis: Ayesha
Makan malam di rumah Keluarga Lambert sangat mewah. Dua anak kecil duduk bersebelahan, saling berlomba menghabiskan makanan, membuat para orang tua yang melihat merasa senang.

Di rumah, setiap kali Lastri melihat Anya tidak mau makan, dia selalu panik sampai tidak sempat makan sendiri. Dia harus memastikan gadis kecil itu kenyang dulu.

Sekarang, Anya dan Vivian makan dengan lahap sambil mengobrol ceria, sama sekali tidak perlu dikhawatirkan.

"Brielle, ayo, jangan sungkan, anggap saja rumah sendi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (30)
goodnovel comment avatar
Felmi Denis
kitachan niro udh sadar dari koma kah ?.gimana keadaan niro sekarang ?
goodnovel comment avatar
Kitachan 13
Heryani iya karena "kecelakaan" lagi mabuk wkwkwk jadi jay mau tanggung jawab. tapi lama2 emang cinta sama syahira. lg nikahan syahira jay nanti dvina ngerasain rasany dibenci raka lambert jay, juga ada nyesel knp ga nerima jay yg dulu naksir dvina dan jadi cadangan dvina kalau gagal dapat raka
goodnovel comment avatar
Amaryn
Tengkiuh info spill nya kitachan …selalu dinanti spill nya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1264

    Baru saja turun dari pesawat, Brielle langsung dijemput menuju Universitas Medis. Dia berhasil menghadiri rapat tepat waktu.Enam pakar medis sedang berdiskusi mengenai penanganan lanjutan untuk Niro. Saat melihat foto yang muncul di layar, Brielle menahan air matanya sekuat tenaga.Di foto itu, Niro tampak seperti sedang tertidur. Dia mengenakan alat bantu pernapasan dan tubuhnya terlihat jauh lebih kurus."Brielle, kami sudah mendiskusikan situasinya. Sekarang kami ingin dengar pendapatmu." Suara Justin terdengar lembut.Dia juga bisa melihat emosi Brielle sedang bergejolak, tetapi dia berharap Brielle dapat memberikan saran yang memberi mereka harapan.Brielle menarik napas dalam-dalam, menekan rasa sesak yang bergulung di hatinya, lalu memusatkan perhatian pada rapat di hadapannya. Dia mulai menjelaskan perkembangan terbaru dan dasar teori dari proyek BCI dengan runtut dan jelas."Meskipun proyek kami masih agak jauh dari tahap klinis, kalau benar-benar diperlukan, kami tetap punya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1263

    Meskipun Raka berkata begitu, Brielle tetap refleks ingin mengatakan sesuatu lagi untuk menebus sikapnya yang berlebihan hari ini.Namun, saat dia mengangkat kepala, pandangannya justru bertemu dengan sepasang mata yang sedalam lautan. Di dalamnya samar-samar bergolak emosi yang rumit.Tatapan Raka terlalu terang-terangan, seolah-olah membawa suhu yang membakar. Brielle tanpa sadar memalingkan wajah, menghindari tatapan panas pria itu."Sudah malam, kamu juga pasti capek. Pulanglah dan istirahat."Raka menatap sorot mata Brielle yang menghindar. Dia segera menyembunyikan seluruh emosi di matanya dan kembali berbicara dengan tenang, "Kamu juga istirahat. Jangan terlalu banyak mikir."Setelah berkata begitu, dia tidak tinggal lebih lama lagi dan berjalan menuju pintu.Baru setelah mendengar suara pintu tertutup, Brielle perlahan menghela napas lega. Bahu yang semula tegang ikut mengendur. Dia bersandar di meja dapur sambil menghabiskan segelas air sebelum ke atas.Selesai mandi dan baru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1262

    "Aku ngerti kesulitan Bapak." Brielle menahan emosinya dan berusaha menjawab dengan tenang."Terutama Raka, dia menanggung tekanan yang sangat besar. Dia bukan hanya harus mengoordinasikan sumber daya untuk mendorong proyek ini, tapi juga terus mendesak kemajuan penelitian.""Aku harap kamu jangan melampiaskan kemarahanmu padanya karena hal ini. Meskipun dia mantan suamimu, dia juga mitra yang layak dipercaya. Demi urusan Niro, kali ini dia sudah banyak berkorban."Sorot mata Brielle dipenuhi rasa bersalah dan penyesalan. Dalam masalah ini, dia memang sudah terlalu berlebihan terhadap Raka."Tenang saja. Sekarang aku sudah mengetahui kebenarannya dan aku juga akan berusaha sekuat tenaga mempercepat perkembangan penelitian supaya proyek ini bisa segera memasuki tahap klinis.""Bagus, bagus. Aku jadi lega kalau kamu bilang begitu." Faisal terdengar sangat terhibur. "Kalian semua sudah bekerja keras.""Niro terluka demi negara. Semua ini memang sudah seharusnya kulakukan.""Baiklah, aku t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1261

    Tatapan Raka sedikit bergerak, dia menatap Brielle dengan terkejut.Brielle kembali meminta maaf, "Aku seharusnya nggak mempertanyakanmu seperti tadi. Aku tahu menyembunyikan semua ini dariku bukan keputusanmu, tapi perintah Pak Faisal."Raka menatap wanita di sampingnya. Tatapannya jernih dan tulus, membawa pengertian yang sudah bertahun-tahun tidak pernah lagi dia lihat. Dadanya terasa sesak."Terima kasih sudah menanggung tekanan demi menarikku kembali ke proyek ini. Terima kasih juga atas investasi yang kamu berikan untuk proyek ini. Keluarga Niro juga seharusnya berterima kasih atas semua yang sudah kamu lakukan untuk mereka. Kalau Niro masih bisa selamat ...."Brielle menggigit bibir merahnya. Tenggorokannya tercekat hingga dia tak mampu melanjutkan kata-katanya lagi. Hanya air mata yang berputar di pelupuk matanya.Jantung Raka terasa diremas. Ada rasa pahit dan kelegaan yang sulit dijelaskan bercampur di dadanya. Dia menghela napas pelan."Janji padaku, kita harus menyelamatkan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1260

    "Dia masih bisa bertahan?" tanya Raka dengan suara berat."Tim kami sudah berhasil menstabilkan kondisinya, tapi kami juga nggak tahu dia bisa bertahan sampai kapan. Penelitian ini harus dipercepat.""Baiklah, aku sudah tahu." Raka memijat pelipisnya.Dari seberang, Justin terdengar sedikit lega. "Kalau begitu ... aku serahkan Brielle padamu."Setelah telepon ditutup, Raka menoleh menatap pintu ruang istirahat yang tertutup rapat. Sorot matanya dalam.Wajah marah Brielle tadi terasa seperti jarum kecil yang menusuk hatinya. Dia tahu, kepercayaan di antara mereka yang semula sudah rapuh kini semakin hancur setelah kejadian ini.Sepuluh menit kemudian, Raka mendengar pintu ruang istirahat terbuka dari dalam. Brielle sedang menunduk merapikan kerah bajunya dan rambutnya yang sedikit berantakan. Emosinya tampak tenang setelah sempat runtuh, tetapi itu hanya di permukaan. Di matanya masih terlihat jelas kecemasan dan kegelisahan yang pekat."Kepalamu sudah nggak pusing?" Raka segera melangk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1259

    Lengan di pinggang memeluknya dengan kuat, menopang tubuhnya yang hampir jatuh."Ada apa?" Suara rendah Raka terdengar sedikit tegang. "Pusing atau bagian jantung sakit?""Pusing." Brielle memejamkan mata. Suaranya serak karena habis menangis. Sensasi pusing membuatnya merasa langit dan bumi ikut berputar setiap kali bergerak sedikit.Saat ini, Brielle sebenarnya masih ingin mendorongnya menjauh. Namun, dia sadar sekarang bahkan untuk berdiri tegak saja dia sudah tidak punya tenaga.Guncangan emosi yang besar ditambah pekerjaan intens beberapa hari terakhir akhirnya membuat tubuhnya memberi perlawanan.Raka mengernyit. Tanpa banyak bicara lagi, dia sedikit membungkuk, menyelipkan lengannya ke bawah lutut Brielle, lalu langsung menggendongnya."Lepaskan aku ...." Brielle meronta.Namun, Raka sama sekali tidak memedulikannya. Dia menggendong Brielle menuju sebuah pintu tersembunyi yang menyatu dengan rak buku di sisi dalam kantor.Di balik pintu itu ternyata ada ruang istirahat pribadi d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 18

    "Kenapa bisa tiba-tiba jatuh ke lantai, ya?" tanya Brielle sambil mengusap pipi kecil putrinya."Aku juga nggak tahu, tiba-tiba saja jatuh," Anya menjawab dengan wajah kecewa.Gerakan tangan Brielle sempat terhenti saat mengelap wajah Anya. Kenapa bisa tiba-tiba jatuh? Jangan-jangan ada yang sengaja

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 47

    "Aku yakin," jawab Brielle, matanya memancarkan kepercayaan diri."Bagus, kalau butuh bantuan, tinggal bilang," kata Harvis.Saat Faye berbelok di lorong, Thoriq dengan antusias mengikutinya dari belakang. "Faye, jangan marah ya. Brielle nggak mungkin bisa saingi kamu. Aku yakin proposalmu yang pali

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 41

    Persepsi Cherlina seolah terguncang. Namun, begitu mengingat bahwa dunia para miliarder memang tidak mengenal nilai moral, dia pun diam-diam melirik ke arah Raka.Pria itu bertubuh tinggi tegap, berwajah tampan, dan elegan. Gerak-geriknya penuh wibawa, tutur katanya halus dan berkelas. Benar-benar p

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 54

    Brielle mengangguk pelan."Kalian bahas apa?" tanya Raka, tampaknya tertarik."Nggak ada," jawab Brielle dengan nada datar.Raka mengerutkan alisnya, tetapi tidak bertanya lebih lanjut. Setelah menghabiskan supnya, Lastri menyendokkan sepiring nasi untuknya. Sambil makan, dia memanggil Gaga. Gaga pu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status