Share

Bab 476

Author: Ayesha
Brielle melihat sekilas dan teringat waktu terakhir dia makan bersama Lambert. Mereka memang pernah makan hidangan ini. Dia pun pernah memuji rasanya waktu itu. Tak disangka Lambert sengaja meminta orang untuk menyiapkannya lagi kali ini.

"Waktu itu kamu bilang enak, jadi aku sengaja menambah menu ini." Lambert berkata dengan nada santai.

"Terima kasih, kelihatannya enak." Brielle tersenyum padanya, lalu mengambil satu bola udang dan meletakkannya di piring.

Devina tersenyum samar. "Selera Briel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
mantap Lambert...gentelment lgs nanya Raka tanpa basa basi....mmg cocoknya sih sama Lambert...mana pengusaha...mana ada Vivian jg..jd kalau merried...Anya otomatis punya teman main skaligus sodara...
goodnovel comment avatar
Rina Damayanti
masih tim Niro......maaf ya Lambert
goodnovel comment avatar
Felmi Denis
tim brielle sama niro
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1088

    Dari cucunya berusia dua sampai empat tahun, Devina sangat sering terlibat dalam kehidupannya. Sekarang jika dipikirkan, Meira hanya merasa penuh penyesalan.Dia telah menyerahkan cucunya pada wanita yang begitu penuh tipu daya. Jika sampai Devina ingin menikah dengan putranya dan berniat mencelakai cucunya, meskipun mati berkali-kali pun dia tidak akan bisa menebus kesalahannya.Saat itu, hubungannya dengan Devina sudah begitu dekat, seperti ibu dan anak. Bahkan putrinya juga sangat akrab dengan Devina. Devina sudah seperti setengah anggota Keluarga Pramudita.Sementara itu, Brielle selalu berada di dalam negeri. Setiap setengah tahun, putranya menemani Meira. Dia tentu melihat betapa lelah dan beratnya kehidupan putranya. Setiap pulang, putranya selalu bekerja sampai larut malam.Namun sebagai istri, Brielle justru berada di dalam negeri menikmati hidup sebagai istri kaya, tidak mengurus anak, tidak mengurus suami, membuat Meira sebagai mertua merasa tidak nyaman.Prasangka buruknya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1087

    "Demi Ibu dan juga karena sifat turunan penyakit ini, Kakak terpaksa menyetujui semua syarat Devina. Selama sepuluh tahun ini, dia begitu menderita, begitu tertekan, tapi nggak pernah mengatakan pada siapa pun. Dia menanggung semuanya sendirian," kata Raline sambil mengusap air mata.Meira duduk kaku, seolah-olah tidak percaya Devina bisa melakukan hal-hal seperti itu pada putranya.Setelah sadar kembali, Meira semakin merasa bersalah pada Brielle. Matanya memerah. "Brielle, aku ... aku benar-benar sudah pikun!"Suaranya penuh penyesalan dan rasa bersalah. "Dulu aku selalu merasa Devina sukses, berasal dari keluarga baik, pantas untuk Raka. Sebaliknya aku merasa kamu ... kamu berhenti kuliah demi nikah, nggak pantas untuk Raka. Aku bahkan meremehkanmu ...."Meira terisak-isak, air matanya terus mengalir. Semua yang dia katakan sekarang adalah hal-hal yang dulu pernah dia lakukan dan satu per satu menjadi luka bagi Brielle. Bahkan jika dia mati, dia merasa tidak akan bisa menebus rasa b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1086

    Meira gemetar saat mengulurkan tangan untuk meraih Brielle, tetapi Brielle ragu sejenak dan tidak menyingkir."Maafkan aku, Brielle. Ini semua salahku. Aku telah mencelakai Anya, mungkin juga menurunkan penyakit ini padaku. Aku membuatmu repot meneliti obat untuk kami. Keluarga Pramudita benar-benar bersalah padamu."Brielle menarik tangannya kembali. "Nggak perlu minta maaf lagi. Semua sudah berlalu. Sekarang, tolong bekerja sama dengan pengobatan supaya cepat sembuh."Di sampingnya, mata Raline juga memerah. Dia duduk di tepi tempat tidur ibunya dan berkata, "Ibu, karena Kak Brielle juga ada di sini, ada sesuatu yang harus kuberi tahu."Brielle langsung menatap Raline, bisa menebak maksudnya. Dengan lembut, dia berkata, "Raline, sekarang ...."Brielle tidak ingin Raline mengatakan hal-hal yang bisa memicu emosi Meira."Kak Brielle, sudah sampai pada titik ini, Ibu harus tahu. Biar aku saja yang bicara," pinta Raline dengan sungguh-sungguh.Meira yang melihat keseriusan putrinya meras

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1085

    Raline melihat ekspresi kakaknya yang muram. Hatinya semakin terasa sakit. Tiba-tiba, dia teringat sesuatu. "Kak, karena Kak Brielle sudah nggak mau dengar penjelasanmu, kenapa nggak buktikan saja dengan tindakan nyata? Pakai hatimu untuk menyentuhnya, biar dia bisa melihat kebaikanmu lagi."Mata Raka bergerak sedikit, lalu dia menatap adiknya. "Aku sudah punya rencana sendiri. Jangan khawatir."Raline tak bisa menahan gumamannya. "Kak, jangan-jangan kamu pikir aku ini masih bodoh? Takut aku mengganggu rencanamu mengejar Kak Brielle ya?"Raka merasa agak pusing. "Kamu cukup urus urusanmu sendiri."Raline mengangguk, lalu menambahkan, "Kak, kamu harus bertindak nyata. Jangan sok tinggi hati. Kak Brielle sekarang diperebutkan banyak orang, kamu 'kan tahu itu."Raka hanya mengangguk tak berdaya.Tiba-tiba, Raline teringat sesuatu dan mendekat. Dia bertanya, "Jujur dulu, kamu dan Devina sudah pernah ...."Raline menahan kata "bersetubuh", tetapi yakin kakaknya mengerti maksudnya.Wajah Rak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1084

    Tiba-tiba, terdengar ketukan pintu. Brielle menengok dan berkata, "Silakan masuk."Raka mendorong pintu masuk. Mendengar suara itu, Brielle mengangkat kepala, sedikit mengerutkan alisnya.Melihat wanita yang duduk dengan tenang di depan meja kerjanya, hati Raka sedikit mencelos."Brielle," ucapnya dengan nada sedikit gugup. "Apa yang Devina katakan tadi, semuanya bisa kujelaskan.""Nggak perlu." Brielle menatapnya dengan tenang. "Biarkan semua yang terjadi dulu berlalu saja."Meskipun suaranya terdengar tenang, hati Raka seperti dicengkeram erat oleh sesuatu. Ketenangan Brielle jauh lebih menyakitkan daripada semua tuduhan.Brielle menutup dokumen di tangannya dan melanjutkan, "Dari posisimu, kamu nggak salah. Kamu hanya melakukan ini demi ibumu, adikmu, dan Anya yang berada di bawah tekanan. Aku ngerti. Tapi urusanmu dengan Devina nggak ada hubungannya denganku."Raka tiba-tiba melangkah maju, menatapnya dengan tajam, mencoba menemukan sedikit reaksi di matanya, sekadar sedikit gelomb

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1083

    Seluruh tubuh Devina gemetar karena ancaman dalam kata-kata Raka. Apa maksudnya? Apakah dia akan membuat Grup Datau bangkrut suatu saat nanti?Kesadaran itu membuat Devina terguncang. Dia menatap pria di hadapannya dengan jelas. Dia tahu bahwa begitu Raka membuat keputusan, dia benar-benar bisa melakukannya."Raka, aku salah. Aku nggak seharusnya mengatakan hal-hal itu untuk memprovokasi Brielle, tolong jangan ganggu perusahaan ayahku ya?" Devina tiba-tiba meraih lengan Raka dengan ekspresi memohon.Raka menarik tangannya. Matanya tidak menunjukkan sedikit pun rasa tergerak, hanya muncul kilatan jijik sesaat.Pandangan Raka tertuju ke koridor tempat Brielle tadi menghilang. Suaranya dingin. "Singkirkan semua pikiran yang nggak pantas itu. Kalau kamu berani ikut campur dalam urusan aku dan Brielle lagi, aku pastikan Grup Datau akan lenyap total dari Kota Amadeus."Devina ketakutan oleh kata-katanya. Suaranya terdengar serak dan menahan tangis. "Raka, kamu nggak bisa begitu padaku. Aku t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 673

    "Aku antar kamu," kata Lambert."Nggak usah, kamu urus tamu-tamu saja," jawab Brielle.Namun, sorot mata Lambert tetap tegas. "Nggak masalah. Ayo."Brielle keluar ke luar gedung. Mobilnya terparkir di area VIP Hotel Muse. Angin malam berembus, cuaca menjelang bulan Desember terasa dingin. Gaun yang

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 663

    Brielle mengerutkan kening. Untuk jenis rapat seperti ini, orang yang bukan dari tim proyek sama sekali tidak perlu ikut.Tatapan Raka berhenti pada sisi wajah Brielle, membawa emosi rumit yang sulit dibaca.Pemandangan ini dilihat oleh Faye yang duduk di seberang. Hatinya semakin tidak nyaman. Raka

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 678

    Beberapa manajer segera bangkit dan meninggalkan ruangan, sambil bertanya-tanya dalam hati, 'Hal apa lagi yang lebih penting bagi Pak Lambert daripada realisasi proyek senilai 10 triliun?'Lambert menatap ponselnya, seolah sedang menunggu penjelasan dari Brielle.Penantian itu berlangsung sepuluh me

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 662

    Brielle tertawa dingin sambil berbalik. Tatapannya mengandung hawa dingin yang menusuk tulang. "Menebus? Raka, kamu pikir semua hal bisa ditebus begitu saja?"Brielle sebenarnya tidak ingin mengingat kejadian malam itu. Namun pada saat ini, gambaran malam itu muncul begitu jelas. Anya demam tinggi b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status