共有

Bab 483

作者: Ayesha
Jay menatap dengan wajah serius. "Lambert, kalau ... aku bilang kalau .... Kalau Brielle benar-benar seperti yang kubilang, memanfaatkanmu hanya untuk membalas dendam pada Raka, apa yang akan kamu lakukan?"

Lambert terdiam beberapa saat, lalu tiba-tiba tersenyum. "Aku malah berharap begitu. Kalau itu benar, berarti dia bersedia menikah denganku."

"Kamu gila ya?" Jay benar-benar tak tahu harus berkata apa lagi.

"Mungkin saja. Tapi Jay, ingat satu hal. Dari awal sampai sekarang, aku yang sepihak m
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (3)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
lelaki aneh...egois...mestinya Raka yg bs dituntut..mengajukan pasal dlm perceraian yg memberatkan pihak penggugat...ketauan bgt ga bs move on .jgn sampai menjilat ludah sendiri...maap2 aja..brielle ga akan mau balik lg..msh byk yg sabar nunggu walau 5th
goodnovel comment avatar
Fazd
plin plan bgt si raka. ke lambert bilangnya akan dipertimbangkan
goodnovel comment avatar
Suryat
kurang asem banget si Raka..
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1088

    Dari cucunya berusia dua sampai empat tahun, Devina sangat sering terlibat dalam kehidupannya. Sekarang jika dipikirkan, Meira hanya merasa penuh penyesalan.Dia telah menyerahkan cucunya pada wanita yang begitu penuh tipu daya. Jika sampai Devina ingin menikah dengan putranya dan berniat mencelakai cucunya, meskipun mati berkali-kali pun dia tidak akan bisa menebus kesalahannya.Saat itu, hubungannya dengan Devina sudah begitu dekat, seperti ibu dan anak. Bahkan putrinya juga sangat akrab dengan Devina. Devina sudah seperti setengah anggota Keluarga Pramudita.Sementara itu, Brielle selalu berada di dalam negeri. Setiap setengah tahun, putranya menemani Meira. Dia tentu melihat betapa lelah dan beratnya kehidupan putranya. Setiap pulang, putranya selalu bekerja sampai larut malam.Namun sebagai istri, Brielle justru berada di dalam negeri menikmati hidup sebagai istri kaya, tidak mengurus anak, tidak mengurus suami, membuat Meira sebagai mertua merasa tidak nyaman.Prasangka buruknya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1087

    "Demi Ibu dan juga karena sifat turunan penyakit ini, Kakak terpaksa menyetujui semua syarat Devina. Selama sepuluh tahun ini, dia begitu menderita, begitu tertekan, tapi nggak pernah mengatakan pada siapa pun. Dia menanggung semuanya sendirian," kata Raline sambil mengusap air mata.Meira duduk kaku, seolah-olah tidak percaya Devina bisa melakukan hal-hal seperti itu pada putranya.Setelah sadar kembali, Meira semakin merasa bersalah pada Brielle. Matanya memerah. "Brielle, aku ... aku benar-benar sudah pikun!"Suaranya penuh penyesalan dan rasa bersalah. "Dulu aku selalu merasa Devina sukses, berasal dari keluarga baik, pantas untuk Raka. Sebaliknya aku merasa kamu ... kamu berhenti kuliah demi nikah, nggak pantas untuk Raka. Aku bahkan meremehkanmu ...."Meira terisak-isak, air matanya terus mengalir. Semua yang dia katakan sekarang adalah hal-hal yang dulu pernah dia lakukan dan satu per satu menjadi luka bagi Brielle. Bahkan jika dia mati, dia merasa tidak akan bisa menebus rasa b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1086

    Meira gemetar saat mengulurkan tangan untuk meraih Brielle, tetapi Brielle ragu sejenak dan tidak menyingkir."Maafkan aku, Brielle. Ini semua salahku. Aku telah mencelakai Anya, mungkin juga menurunkan penyakit ini padaku. Aku membuatmu repot meneliti obat untuk kami. Keluarga Pramudita benar-benar bersalah padamu."Brielle menarik tangannya kembali. "Nggak perlu minta maaf lagi. Semua sudah berlalu. Sekarang, tolong bekerja sama dengan pengobatan supaya cepat sembuh."Di sampingnya, mata Raline juga memerah. Dia duduk di tepi tempat tidur ibunya dan berkata, "Ibu, karena Kak Brielle juga ada di sini, ada sesuatu yang harus kuberi tahu."Brielle langsung menatap Raline, bisa menebak maksudnya. Dengan lembut, dia berkata, "Raline, sekarang ...."Brielle tidak ingin Raline mengatakan hal-hal yang bisa memicu emosi Meira."Kak Brielle, sudah sampai pada titik ini, Ibu harus tahu. Biar aku saja yang bicara," pinta Raline dengan sungguh-sungguh.Meira yang melihat keseriusan putrinya meras

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1085

    Raline melihat ekspresi kakaknya yang muram. Hatinya semakin terasa sakit. Tiba-tiba, dia teringat sesuatu. "Kak, karena Kak Brielle sudah nggak mau dengar penjelasanmu, kenapa nggak buktikan saja dengan tindakan nyata? Pakai hatimu untuk menyentuhnya, biar dia bisa melihat kebaikanmu lagi."Mata Raka bergerak sedikit, lalu dia menatap adiknya. "Aku sudah punya rencana sendiri. Jangan khawatir."Raline tak bisa menahan gumamannya. "Kak, jangan-jangan kamu pikir aku ini masih bodoh? Takut aku mengganggu rencanamu mengejar Kak Brielle ya?"Raka merasa agak pusing. "Kamu cukup urus urusanmu sendiri."Raline mengangguk, lalu menambahkan, "Kak, kamu harus bertindak nyata. Jangan sok tinggi hati. Kak Brielle sekarang diperebutkan banyak orang, kamu 'kan tahu itu."Raka hanya mengangguk tak berdaya.Tiba-tiba, Raline teringat sesuatu dan mendekat. Dia bertanya, "Jujur dulu, kamu dan Devina sudah pernah ...."Raline menahan kata "bersetubuh", tetapi yakin kakaknya mengerti maksudnya.Wajah Rak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1084

    Tiba-tiba, terdengar ketukan pintu. Brielle menengok dan berkata, "Silakan masuk."Raka mendorong pintu masuk. Mendengar suara itu, Brielle mengangkat kepala, sedikit mengerutkan alisnya.Melihat wanita yang duduk dengan tenang di depan meja kerjanya, hati Raka sedikit mencelos."Brielle," ucapnya dengan nada sedikit gugup. "Apa yang Devina katakan tadi, semuanya bisa kujelaskan.""Nggak perlu." Brielle menatapnya dengan tenang. "Biarkan semua yang terjadi dulu berlalu saja."Meskipun suaranya terdengar tenang, hati Raka seperti dicengkeram erat oleh sesuatu. Ketenangan Brielle jauh lebih menyakitkan daripada semua tuduhan.Brielle menutup dokumen di tangannya dan melanjutkan, "Dari posisimu, kamu nggak salah. Kamu hanya melakukan ini demi ibumu, adikmu, dan Anya yang berada di bawah tekanan. Aku ngerti. Tapi urusanmu dengan Devina nggak ada hubungannya denganku."Raka tiba-tiba melangkah maju, menatapnya dengan tajam, mencoba menemukan sedikit reaksi di matanya, sekadar sedikit gelomb

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1083

    Seluruh tubuh Devina gemetar karena ancaman dalam kata-kata Raka. Apa maksudnya? Apakah dia akan membuat Grup Datau bangkrut suatu saat nanti?Kesadaran itu membuat Devina terguncang. Dia menatap pria di hadapannya dengan jelas. Dia tahu bahwa begitu Raka membuat keputusan, dia benar-benar bisa melakukannya."Raka, aku salah. Aku nggak seharusnya mengatakan hal-hal itu untuk memprovokasi Brielle, tolong jangan ganggu perusahaan ayahku ya?" Devina tiba-tiba meraih lengan Raka dengan ekspresi memohon.Raka menarik tangannya. Matanya tidak menunjukkan sedikit pun rasa tergerak, hanya muncul kilatan jijik sesaat.Pandangan Raka tertuju ke koridor tempat Brielle tadi menghilang. Suaranya dingin. "Singkirkan semua pikiran yang nggak pantas itu. Kalau kamu berani ikut campur dalam urusan aku dan Brielle lagi, aku pastikan Grup Datau akan lenyap total dari Kota Amadeus."Devina ketakutan oleh kata-katanya. Suaranya terdengar serak dan menahan tangis. "Raka, kamu nggak bisa begitu padaku. Aku t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 158

    Setelah mengobrol lebih dari 20 menit, keduanya meninggalkan balkon. Hingga pukul 11 malam, Cherlina sudah menguap karena mengantuk."Faye, sudahlah, jangan menunggu lagi. Sudah jam 11 malam, mungkin mereka sudah pergi tidur."Bayangan Brielle dan Harvis yang bermesra-mesraan kembali muncul di kepal

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 153

    Hati Brielle mencelos. Ternyata Raka menemani mereka berdua ke luar negeri!Dalam foto, Devina tersenyum manis, wajahnya penuh keceriaan seperti sedang berlibur. Sama sekali tidak terlihat lemah seperti hari dia pingsan itu.Sepertinya Raka sudah merawatnya dengan sangat baik beberapa hari ini. Kala

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 147

    Lastri menatap tuan rumah yang masuk tak lama kemudian, lalu dengan pengertian menutup pintu. Sepertinya nyonya dan tuannya bersitegang lagi.Brielle mandi. Di kepalanya terlintas kejadian tadi ketika dia hampir tertabrak mobil, membuatnya agak takut. Sepertinya ke depannya dia tidak boleh bertindak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 132

    "Raka, istrimu ada di sana, ajak saja dia naik bersama kita!" ucap Devina dengan nada seolah berniat baik.Raka juga sudah menyadari keberadaan Brielle. Dia melangkah mendekat dan bertanya, "Kenapa kamu ada di sini?"Brielle menjawab datar, "Aku ada di mana, apa hubungannya sama kamu?"Saat itu, Luk

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status