Share

Bab 557

Author: Ayesha
Brielle tiba di rumah Keluarga Pramudita untuk menjemput putrinya. Pembantu memintanya masuk dan duduk di ruang tamu, tetapi Brielle menolak dengan halus. Tak lama kemudian, Meira keluar sambil menggandeng Anya.

"Mama!" Anya berlari gembira ke arahnya.

Brielle mengangkat putrinya dan berkata kepada Meira, "Kalau begitu kami pulang dulu."

"Brielle, terima kasih sudah repot-repot," ujar Meira.

Brielle tertegun sejenak. Sebelumnya, Meira tidak pernah mengucapkan kalimat seperti itu kepadanya.

"Tida
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
ikutan deg2 an ternyata niro.ke.tempat.brrbahaya...feeling.ku kok dia nanti ga balik ya...
goodnovel comment avatar
ratna juita
makin seru aja Thor, pengen tau ending nya seperti apa....smg Niro menepati janji nya utk kembali dengan selamat
goodnovel comment avatar
Iin Iin
semoga Niro baik" saja d sana..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1056

    Brielle mengerutkan kening dan berkata, "Asistenmu nggak bisa menghubungimu. Dia sangat khawatir, jadi menyuruhku datang melihatmu."Raka mengusap pelipisnya yang terasa berdenyut, lalu bersandar pada kusen pintu. "Nggak apa-apa, hanya sedikit ... demam."Melihat keadaannya, Brielle memang merasa dia seperti sedang demam."Suruh orang antar kamu ke rumah sakit," usul Brielle."Nggak perlu. Setelah tidur sebentar juga akan membaik." Raka menggeleng. Setelah itu, dia juga tidak menutup pintu dan langsung berjalan menuju ruang tamu.Brielle mengernyit. Cara pria ini menghadapi sakit masih saja begitu asal-asalan. Namun, Brielle tidak ingin ikut campur. Kemungkinan besar panggilan Gavin tidak diangkat hanya karena tadi dia sedang mandi dan tidak mendengarnya.Brielle berbalik hendak pergi. Tiba-tiba, dari dalam rumah terdengar suara kaca pecah. Langkahnya langsung terhenti. Dia kembali ke pintu dan melangkah masuk ke area foyer.Di ruang tamu, Raka menahan tubuhnya dengan satu tangan di me

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1055

    [ Jadi, ini berarti kamu setuju? ][ Setuju apa? ][ Setuju jadi pacarku. ]Jay menarik napas dalam-dalam lalu menekan kirim.Satu menit, dua menit, tiga menit berlalu, Jay tidak mendapat balasan. Dia langsung menekan nomor Siria dan meneleponnya."Halo!" Terdengar suara Siria dari seberang."Siria." Suara Jay begitu bersemangat sampai sedikit serak. "Aku ... aku menyukaimu. Kamu mau jadi pacarku?""Jay, sekarang sudah hampir jam 2 pagi. Kamu mabuk ya? Jangan-jangan kamu salah orang lagi?" Siria bertanya dengan nada serius.Kepala Jay langsung berdengung. Dia teringat malam ketika dia pernah salah mengira Siria sebagai Devina. Dengan nada cemas tetapi tulus, dia berkata, "Nggak. Siria, aku nggak salah orang.""Aku ingin mengatakan langsung padamu kalau yang kusukai adalah kamu. Kamu, Siria. Aku ingin secara resmi dan sungguh-sungguh memintamu menjadi pacarku."Di sana, Siria terdengar tertawa. Akhirnya, dengan sedikit nada tak berdaya tetapi juga geli, dia berkata, "Aku belum pernah de

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1054

    Lambert bersandar di sofa. Kepahitan di matanya semakin dalam. Pada perjalanan ke Kyoza waktu itu, dia benar-benar merasakan perasaan Niro terhadap Brielle. Perasaan yang membara, terang-terangan, tanpa disembunyikan sedikit pun.Tidak seperti dirinya, yang terlalu banyak pertimbangan dan tidak berani melangkah maju. Sementara Niro, selama Brielle hanya mengangguk, dia adalah orang yang bisa langsung memberinya sebuah rumah.Melihat kesuraman di mata Lambert, Jay menggaruk kepalanya. "Kalau begitu, bukankah kamu dan Raka sama sekali sudah nggak punya kesempatan lagi?"Lambert mengusap pelipisnya, lalu menggeleng."Nggak bisa juga dibilang begitu. Semuanya tergantung pilihan Brielle. Dia bukan orang yang menilai seseorang dari latar belakang keluarga.""Tapi dengan kondisi Niro seperti itu, kalau dia yang mengejar lebih dulu, menurutku Brielle akan sulit untuk nggak tergoda." Jay memiliki pandangan lain."Aku sudah nggak punya kesempatan. Kita lihat saja kemampuan Raka." Setelah mengata

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1053

    Mata Lambert berkilat sejenak, seolah-olah memahami sesuatu."Raka memang lebih kuat menahan beban daripada kita, itu nggak diragukan lagi. Hanya saja, dia benar-benar menyakiti Brielle."Jay tiba-tiba mengangkat kepalanya. Seolah-olah teringat sesuatu, dia meninju meja dengan keras. "Kalau bicara soal menyakiti Brielle, aku juga pernah melakukan kebodohan itu."Sekilas rasa bersalah melintas di mata Jay. Dia merasa saat itu pasti seperti kerasukan setan. Dia benar-benar menuruti setiap perkataan Devina, bahkan sempat mengatakan beberapa kata kasar yang seharusnya tidak dia ucapkan kepada Brielle.Tatapan Lambert beralih kepadanya. "Yang kamu maksud adalah kejadian saat ulang tahun Vivian hari itu?""Benar, malam itu. Sebenarnya aku nggak ingin ganggu kalian, tapi dia bilang hadiahnya sudah dibeli dan setelah menyerahkannya langsung pergi, jadi aku bawa dia ke sana." Jay berhenti sejenak, lalu berkata dengan menyesal, "Aku benar-benar pantas mati. Aku rasa perceraian Raka dan Brielle i

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1052

    Telepon itu berdering selama tujuh detik sebelum akhirnya diangkat. Dari seberang terdengar suara Devina yang biasa, sedikit malas dan manja."Halo, Jay? Sudah selarut ini, kenapa meneleponku?"Jika setengah jam yang lalu mendengar suara ini, hati Jay pasti akan langsung melunak. Namun sekarang, yang dia rasakan hanya rasa mual.Begitu mual sampai dia tiba-tiba mengepalkan tangan, menarik ponsel dari telinganya, lalu menekan tombol putus dengan keras dan langsung mengakhiri panggilan itu.Di seberangnya, Lambert melihat semuanya dan tidak merasa terkejut. Dia tahu sifat Jay. Jika disuruh memaki Devina habis-habisan lewat telepon, dia pasti tidak bisa melakukannya. Sebaliknya, memutuskan semuanya dengan bersih seperti ini justru lebih sesuai dengan gayanya."Kenapa? Nggak mau minta penjelasan darinya?" Lambert mengangkat alis dan bertanya."Menjijikkan. Sekarang setiap memikirkan dia, aku hanya merasa jijik." Jay melempar ponselnya ke samping, lalu menjatuhkan diri kembali ke sofa.Dia

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1051

    Di bawah cahaya lampu, wajah Jay tampak sedikit pucat. Selama tujuh tahun ini, Devina selalu menunjukkan keterikatan penuh kepada Raka di hadapannya, lalu berbalik memperlakukannya dengan sikap ambigu. Kadang dekat, kadang jauh.Setiap kali dia hampir menyerah, Devina selalu memberinya sedikit harapan. Ditambah lagi dengan sikap dan kata-katanya yang seolah-olah tidak disengaja, tetapi di setiap kesempatan menampilkan sisi rapuhnya.Semakin Jay mengingat semuanya, semakin dia merasakan ketidakberdayaan karena dipermainkan dan ditipu. Dia tiba-tiba meneguk habis minuman di dalam gelasnya. Detik berikutnya, amarah yang tak diketahui asalnya membuatnya melempar gelas itu dengan keras ke lantai."Sialan, aku benar-benar orang bodoh." Jay menggeram pelan. Suaranya penuh ejekan terhadap dirinya sendiri dan rasa sakit.Dia bisa menerima kenyataan bahwa Devina mencintai Raka, tetapi tidak mendapat balasan. Namun, ternyata tujuh tahun lalu Devina bahkan pernah memberi isyarat kepada Lambert. It

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 303

    "Apa karena Brielle?" Jay langsung menebak isi hati Devina."Kamu benci dia?" tanya Devina.Jay sedikit tertegun, lalu menggeleng sambil tersenyum. "Nggak benci."Devina melotot dengan kesal. "Kamu tahu aku nggak suka dia, tapi masih bilang begitu."Setelah berkata demikian, Devina melepaskan tangan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 277

    "Aku ada waktu," kata Lambert dengan sangat yakin."Baiklah," balas Brielle, lalu menoleh pada putrinya. "Kamu ngobrol dulu sama Vivian ya, Mama mau kerja sebentar.""Ya, Mama kerja saja!" Anya mulai menunjukkan kotak musiknya kepada Vivian dengan gembira.Brielle masuk ke ruang kerja, tenggelam dal

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 263

    Brielle langsung teringat pada Lambert. Dia mengirim pesan menanyakan kondisi salah satu mikroskop di laboratorium Lambert. Pria itu segera membalas dengan detail spesifikasi dan parameternya.[ Kapan saja kamu bisa datang menggunakannya. ]Brielle memang membutuhkan mikroskop canggih itu. Dia pun m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 358

    Harvis tersenyum dan mengangguk. "Benar."Dia lalu membawa Brielle dan Cherlina naik ke ruang VIP di lantai dua. Saat itu, tim dari MD sudah lengkap, sementara dari Universitas Clamen hanya ada seorang kepala jurusan yang datang untuk menyambut.Brielle memperhatikan bahwa Raka belum tiba, jadi dia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status