공유

Bab 502

작가: Ayesha
Saat itu di dalam aula pameran yang tenang, ponsel Brielle berbunyi. Dia mengeluarkannya dan melirik sebentar, lalu langsung memutus panggilan itu.

Lambert menoleh dan bertanya, "Kenapa nggak diangkat?"

"Telepon iseng," jawab Brielle dengan tenang.

Tak lama kemudian, sebuah pesan masuk. Brielle mengambil ponselnya dan melihat sekilas, pesan itu dari Raka.

[ Besok jam sepuluh datang ke kantorku, ada hal yang perlu dibicarakan. ]

Brielle mengerutkan kening. Antara dia dan Raka sudah tidak ada lagi
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (27)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
lelaki aneh...ga bs move on jd nya macam2...apa mksdnya mau ambil hak asuh anak segala...biar gimana pun dr awal hak asuh anak aja yg diminta brielle... masalah dia mau nikah lagi..urusan dia..ngapain diatur2? mestinya dilaporkan aja ke HAM krn sdh melanggar HAM itu..
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
heryani Raka over perhatiannya dan royalnya dgn Davina mudah dibohongi dan dimanipulasi percaya penuh dgn Davina hrsnya jaga jarak ya kan SDH beristri dan punya anak walau demi ibunya tp istri dan anak juga butuh perhatian Kel BKN cuma ibunya saja apapun demi Davina lelang berlian juga u davina
goodnovel comment avatar
Kitachan 13
Felmi sama2 cuma maaf nanti mungkin ga panjang2 di blok, kemarin tulis panjang2 ga keluar semua
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1092

    Brielle melepas masker oksigen. Raka segera memeriksa kondisinya. Selain wajahnya sedikit pucat dan rambutnya agak berantakan, tidak ada ketidaknyamanan lain pada Brielle.Melihat rambut panjang Brielle yang berantakan menutupi wajahnya, Raka tanpa sadar mengulurkan tangan ingin merapikannya. Namun, Brielle mengira Raka akan melakukan sesuatu sehingga dia langsung menoleh dan menatapnya tajam. Tangan Raka terhenti di udara, lalu dia mengepalkannya dan menarik kembali.Brielle melepas ikat rambutnya. Rambut panjangnya yang mencapai pinggang terurai dengan halus. Dengan cekatan, dia mengikatnya kembali menjadi kuncir rendah di belakang kepala. Gayanya terlihat santai tetapi memikat."Kamu benar," kata Raka sambil menatapnya dengan dalam, "Kita memang nggak seharusnya mengambil risiko ini."Brielle menoleh sekilas ke arahnya, lalu kembali memandang lautan awan berlapis-lapis di luar jendela, "Ini adalah tanggung jawab kita sebagai orang tua."Raka mengangguk dan tidak berkata apa-apa lagi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1091

    Tiga hari kemudian, Brielle bersiap berangkat ke Kyoza untuk menghadiri upacara penghargaan. Karena perjalanan itu memakan waktu dua hari, dia terpaksa menghubungi Raka untuk membicarakan soal menjaga anak mereka.Selama dua hari ini Raka tidak berada di laboratorium, jadi dia hanya bisa menghubunginya lewat telepon."Besok pagi aku ke Kyoza naik pesawat jam sepuluh. Anya perlu kamu jaga selama dua hari," kata Brielle di telepon."Oke, aku akan jaga Anya dengan baik," jawab Raka dengan sangat tegas.Melihat dia sudah setuju, Brielle pun tidak punya hal lain untuk dibicarakan dan langsung menutup telepon.Hari Jumat pagi, Brielle mengantar Anya ke sekolah. Anya juga tahu ibunya akan pergi menerima penghargaan. Dia sangat bangga dan berjanji akan bersikap baik sambil menunggu ibunya pulang.Setelah mengantar anaknya, Brielle naik taksi menuju bandara. Upacara penghargaan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional dijadwalkan pukul dua siang dan dia masih sempat mengejarnya.Sesampainya di ba

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1090

    Akhir pekan, Brielle menemani putrinya pergi piknik bersama Lastri. Anya sempat ingin mengajak ayahnya, tetapi Brielle membujuknya untuk tidak. Raka sekarang harus bolak-balik antara laboratorium dan perusahaan, Brielle tidak ingin menghabiskan waktunya.Di taman, Anya bermain bersama anjingnya di atas rumput. Sinar matahari musim semi terasa hangat, udara juga sangat segar. Sudah lama Brielle tidak merasa sesantai ini.Setelah akhir pekan berlalu, hari Senin Brielle datang ke laboratorium dan langsung fokus pada rencana perawatan Meira. Smith terus menyesuaikan dosis obat berdasarkan kondisi Meira untuk mencapai hasil terbaik.Dalam hal kondisi fisik Meira, Smith memang yang paling ahli.Brielle kembali ke kantor, membuka database internal laboratorium, ingin mengambil arsip lama tentang Meira.Saat membuka folder-folder, dia memperhatikan sebuah dokumen terenkripsi yang hanya diberi nama berupa waktu.Itu adalah dokumen terenkripsi dari 12 tahun lalu. Detak jantungnya tiba-tiba menin

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1089

    Brielle bersandar di kursinya, menghela napas panjang. Sinar matahari dari luar jendela menembus tirai dan jatuh di atas meja kerjanya. Gadis muda yang dulu nekat meninggalkan studinya demi cinta, kini berulang kali mendapat pengakuan di bidang penelitian.Tak lama, ponselnya berbunyi. Brielle melirik. Itu pesan dari Raka.[ Aku sudah lihat daftar penerima penghargaan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional. Selamat. ]Brielle meletakkan ponselnya. Segera, masuk lagi satu pesan. Dia sempat mengira itu dari Raka, tetapi ternyata dari Niro.[ Setelah acara penghargaan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional, kita makan bareng yuk? ]Brielle tertegun. Apa dia sudah pulang ke dalam negeri? Padahal acara penghargaan masih minggu depan. Dia membalas.[ Kamu sudah pulang? ][ Belum, tapi aku akan pulang sebelum atau sesudah acara penghargaanmu. Pokoknya kita pasti bisa ketemu di Kyoza. ]Niro membalas dengan cepat.Saat itu, Brielle tidak menyadari bahwa di depan pintu kantornya berdiri sosok tinggi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1088

    Dari cucunya berusia dua sampai empat tahun, Devina sangat sering terlibat dalam kehidupannya. Sekarang jika dipikirkan, Meira hanya merasa penuh penyesalan.Dia telah menyerahkan cucunya pada wanita yang begitu penuh tipu daya. Jika sampai Devina ingin menikah dengan putranya dan berniat mencelakai cucunya, meskipun mati berkali-kali pun dia tidak akan bisa menebus kesalahannya.Saat itu, hubungannya dengan Devina sudah begitu dekat, seperti ibu dan anak. Bahkan putrinya juga sangat akrab dengan Devina. Devina sudah seperti setengah anggota Keluarga Pramudita.Sementara itu, Brielle selalu berada di dalam negeri. Setiap setengah tahun, putranya menemani Meira. Dia tentu melihat betapa lelah dan beratnya kehidupan putranya. Setiap pulang, putranya selalu bekerja sampai larut malam.Namun sebagai istri, Brielle justru berada di dalam negeri menikmati hidup sebagai istri kaya, tidak mengurus anak, tidak mengurus suami, membuat Meira sebagai mertua merasa tidak nyaman.Prasangka buruknya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1087

    "Demi Ibu dan juga karena sifat turunan penyakit ini, Kakak terpaksa menyetujui semua syarat Devina. Selama sepuluh tahun ini, dia begitu menderita, begitu tertekan, tapi nggak pernah mengatakan pada siapa pun. Dia menanggung semuanya sendirian," kata Raline sambil mengusap air mata.Meira duduk kaku, seolah-olah tidak percaya Devina bisa melakukan hal-hal seperti itu pada putranya.Setelah sadar kembali, Meira semakin merasa bersalah pada Brielle. Matanya memerah. "Brielle, aku ... aku benar-benar sudah pikun!"Suaranya penuh penyesalan dan rasa bersalah. "Dulu aku selalu merasa Devina sukses, berasal dari keluarga baik, pantas untuk Raka. Sebaliknya aku merasa kamu ... kamu berhenti kuliah demi nikah, nggak pantas untuk Raka. Aku bahkan meremehkanmu ...."Meira terisak-isak, air matanya terus mengalir. Semua yang dia katakan sekarang adalah hal-hal yang dulu pernah dia lakukan dan satu per satu menjadi luka bagi Brielle. Bahkan jika dia mati, dia merasa tidak akan bisa menebus rasa b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 242

    Brielle menatap mereka dengan tenang. "Aku nggak menyembunyikan apa pun.""Kalau begitu, katakan saja, alur penelitian dan inovasi yang sedang kamu lakukan sekarang, itu ide sendiri atau pandangan ayahmu?" Faye menanyakan dengan nada menekan.Faye melanjutkan, "Profesor Adam dulu juga punya peneliti

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 274

    Cahaya lembut lampu pameran museum menyinari setiap karya, Brielle sebisa mungkin menghindari posisi Raka. Dia sedang bersama Justin, sepertinya kali ini Raka memang punya kerja sama tertentu dengan pihak Universitas Medis Militer, sehingga Justin sendiri yang menyambutnya.Mereka menghabiskan waktu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 246

    Hari itu, obrolan dengan Smith sangat bermanfaat bagi Brielle. Hingga pukul 12 siang, mereka bertiga baru pergi ke ruang makan.Ketika Brielle duduk bersama Smith untuk makan, Faye dan Devina juga ada di sana. Melihat Brielle sudah mulai berinteraksi dengan Smith, mata mereka menyiratkan rasa iri.B

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 231

    Tatapan Raka seketika mendingin. "Urusan antara aku dan Brielle, nggak ada hubungannya dengan orang luar."Harvis menatap pria yang menjadi penyebab Brielle pingsan itu, tetapi akhirnya dia memilih untuk berbalik dan keluar.Raka menekan gagang pintu dan melangkah perlahan masuk, lalu duduk di tepi

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status