แชร์

Bab 727

ผู้เขียน: Ayesha
"Sudah lewat 20 tahun, tapi masih saja nggak dewasa. Ayahmu meninggal muda, kakakmu yang mengurusmu. Apa salahnya?"

"Hmph! Kalian semua memihak Brielle saja! Dia itu cucu kesayangan kalian, bukan aku!" Raline menangis sambil berlari naik ke lantai atas.

Meira hendak menyusul ke atas, tetapi Emily menghentikannya. "Biarkan dia memikirkan semuanya sendiri dengan baik."

Emily melirik menantunya dengan penuh makna, lalu berkata, "Urusan anak-anak muda, biarkan mereka selesaikan sendiri. Kita jangan
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (7)
goodnovel comment avatar
Iin Iin
biarin aja nek, nanti juga Raka nyesal tdk mendengar kan nasihat mu..
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
biarin aja nek...cucumu mmg ga pantas utk brielle....ga tau balas Budi dia..lagi koma dirawat sampai sembuh...balasannya bikin sakit hati...mmg brielle lebih pantas dpt yg jauh lbh baik..yg. bs mencintai dan menghargai setulus hati dan yg penting ga menyakiti hati spt berselingkuh...
goodnovel comment avatar
Matahari Alaska
iyaa. sebel bgt ya kalo ada model laki kyak gini wkwk.
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1292

    Brielle menggumam pelan, lalu berjalan mendekat. "Biar aku yang gendong dia."Raka menggeleng ringan. "Biar aku saja." Setelah mengatakan itu, dia berdiri dengan hati-hati, lalu menggendong Anya menuju kamar utama.Brielle mengikuti di belakang. Dia melihat Raka membaringkan Anya di atas tempat tidur dengan lembut. Baru saja gadis kecil itu dibaringkan, dia mulai mengucek mata dan menggesek-gesekkan kaki kecilnya, memperlihatkan sedikit rasa gelisah.Raka langsung berjongkok di samping tempat tidur. Telapak tangannya mengusap lembut kepala mungil itu agar Anya tetap merasakan kehangatan sang ayah.Baru setelah Anya kembali tidur nyenyak, Raka menyelimutinya dengan teliti. Setelah memastikan putrinya nyaman, Raka berbalik menatap Brielle. "Istirahatlah lebih awal."Brielle mengantarnya turun. Saat sampai di depan pintu, Raka menoleh menatapnya. Dalam cahaya remang-remang, tatapannya tampak dalam. "Menurutmu, seberapa besar kemungkinan dia bisa sadar?"Brielle sedikit tertegun. Setelah t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1291

    Saat itu juga, terdengar suara wanita dari belakang Raka. "Terima kasih."Raka terkejut, lalu menoleh. Tatapannya langsung bertemu dengan mata Brielle yang jernih, penuh rasa terima kasih yang tulus. Jelas sekali, dia telah mendengar seluruh percakapannya dengan Justin."Sama-sama," jawab Raka pelan."Alat itu sangat penting untuk pengobatan Niro. Aku wakili dia ucapkan terima kasih padamu."Raka menunduk. Bulu matanya yang lebat membentuk bayangan seperti kipas di bawah matanya. Ucapan Brielle tadi semakin menegaskan posisi Niro di hatinya. Mereka sudah seperti keluarga.Justin yang berdiri di samping pun berkata tepat waktu, "Brielle, dengan bantuan Raka, pengobatan Niro pasti akan berjalan lancar."Brielle mengangguk, lalu kembali menatap Raka. Alat itu sangat sulit didapatkan, jadi dia tahu Raka pasti sudah mengeluarkan banyak usaha.Justin melirik jam tangannya. "Aku harus pergi rapat dulu."Keduanya mengangguk bersamaan sambil melihatnya pergi. Setelah sosok Justin menghilang, Br

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1290

    Lift turun hingga lantai 27. Interior bernuansa dingin itu membuat suasana terasa semakin sepi dan sunyi. Raka melepaskan dasinya, lalu langsung berjalan ke ruang ganti, mengganti pakaian dengan celana olahraga sebelum menuju ruang gym.Gerahnya malam bercampur dengan kekosongan di hatinya, membuatnya sangat membutuhkan pelampiasan.Di tengah suara mesin treadmill, keringat segera membasahi punggungnya. Selama dua tahun sejak perceraian, malam seperti ini sudah menjadi hal biasa baginya.Di siang hari, dia adalah pemimpin bisnis yang mengendalikan segalanya dengan tenang. Namun di malam hari, dia hanya bisa menguras tenaga lewat olahraga.Terutama di malam musim panas seperti ini. Udara dipenuhi kegelisahan yang mengusik, semakin menggoda saraf paling sensitif di dalam dirinya.Bayangan Brielle malam ini terus memenuhi pikirannya. Hari-hari dan malam-malam yang dulu mereka lalui bersama kembali muncul begitu jelas.Setelah satu sesi latihan intensitas tinggi selesai, dia bertumpu pada

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1289

    Raka menoleh memandang Lambert. "Ke depannya, apa rencanamu?"Lambert langsung memahami maksud sebenarnya dari pertanyaan itu. Dia sedikit menunduk, lalu tersenyum lega. "Untuk sekarang, aku mau fokus jagain Vivian dan urus perusahaan dulu. Soal urusan pribadi ... nanti saja."Raka menatap Lambert dalam-dalam, suaranya rendah dan tulus. "Soal kejadian dua tahun lalu itu, aku belum pernah benar-benar mengucapkan terima kasih padamu."Lambert sedikit tertegun, lalu langsung mengerti bahwa yang dimaksud adalah kejadian saat Brielle jatuh ke kolam renang.Sorot mata Raka dipenuhi rasa bersalah dan penyesalan yang kuat. "Kalau waktu itu bukan kamu yang langsung lompat menyelamatkannya ....""Itu memang sudah seharusnya kulakukan." Lambert menjawab pelan, "Siapa pun pasti akan melakukan hal yang sama dalam situasi seperti itu."Di bawah cahaya bulan, tatapan kedua pria itu saling bertemu. Jakun Raka bergerak pelan. "Aku akan selalu ingat kebaikan ini."Lambert mengangguk ringan. Ada rasa ter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1288

    Pukul 8 malam, kedua pria itu pun membawa anak-anak pulang, lalu menemani mereka bermain di taman bermain. Di bawah cahaya lampu malam, Lambert dan Raka berdiri di samping sambil membicarakan urusan bisnis.Sekitar pukul 8.30, Brielle pulang dari laboratorium. Lastri memberi tahu bahwa Anya masih belum kembali, jadi Brielle membawa Gaga turun untuk jalan-jalan. Seharian berada di laboratorium membuatnya juga ingin menghirup udara segar.Baru sampai di taman bermain, pandangannya langsung tertuju pada Anya dan Vivian. Brielle menggandeng Gaga mendekat, lalu melihat Raka dan Lambert berdiri di bawah bayangan pepohonan."Guk!" Gaga langsung mengeluarkan suara manja dengan antusias, membuat Brielle tak punya pilihan selain membawanya menghampiri mereka.Raka menoleh dan langsung melihat Brielle yang sedang mengajak anjing jalan-jalan. Napas Lambert juga sedikit tertahan karena Brielle berdiri tepat di belakangnya.Brielle turun setelah mandi. Tanpa riasan sedikit pun, wajahnya tampak putih

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1287

    Pukul 5 sore, Brielle menerima pesan dari Raka. Pria itu mengatakan malam ini dia akan membawa Anya menghadiri acara pernikahan, lalu menanyakan apakah Brielle ingin ikut.Brielle menolaknya dan meminta Raka cukup menjaga putri mereka saja. Jawaban itu memang sudah diduga oleh Raka.Malam itu, Lambert juga membawa Vivian. Dua gadis kecil itu duduk berdampingan, masing-masing ditemani wali mereka sendiri.Banyak orang memandang kedua gadis kecil itu sambil diam-diam menghela napas kagum. Bahkan ada yang mulai diam-diam punya niat lain, membayangkan apakah putra mereka kelak bisa merebut hati dua gadis kecil itu, lalu menjodohkan keluarga mereka dengan Keluarga Pramudita atau Keluarga Seraphine.Bagaimanapun, punya besan seperti Lambert dan Raka bisa membuat hidup anak mereka menjadi lebih mudah. Bahkan bukan cuma lebih mudah, itu adalah kekayaan yang mungkin tidak bisa didapatkan bahkan dalam beberapa generasi.Malam ini juga membuat banyak orang melihat sisi Raka saat merawat putrinya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 65

    "Aku rasa dia nggak punya latar belakang pendidikan yang layak. Seseorang yang bahkan nggak lulus kuliah, mana mungkin bisa racik obat khusus? Kalau publik tahu, bisa-bisa jadi takut minum obatnya!""Benar juga sih. Faye memang lebih cocok mewakili laboratorium kita."Kedua wanita itu keluar sambil

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 97

    Devina menatap Brielle. "Brielle, kalung malam ini untukmu saja. Kamu jangan marah ya?"Brielle termangu sesaat, lalu menatap mata Devina yang penuh senyuman licik dan perhitungan."Kamu boleh ambil sesukamu semua barang yang nggak aku inginkan." Selesai berbicara, Brielle melirik ke arah pria di si

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 76

    "Baik, Pak Raka. Karena sudah disetujui, aku akan suruh bagian keuangan transfer dananya," kata manajer departemen investasi.Seorang rekan kerja di sampingnya mendorong kacamata ke atas dan memberanikan diri bertanya, "Pak Raka, kasus hukum Perusahaan Horizon belum ada keputusan. Apa perusahaan kit

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 85

    "Nek, nggak usah. Aku ....""Raka, kamu dengar nggak?" Emily langsung memerintahkan cucunya."Dengar," jawab Raka yang sedang menemani Anya.Emily pun terlihat puas dengan jawaban itu. Dia berpaling ke Brielle dan berkata, "Kalau dia nggak mau belikan, biar Nenek yang belikan untukmu."Brielle terma

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status