مشاركة

Bab 95

مؤلف: Ayesha
Baru saja Brielle memilih tempat duduk, dua wanita cantik yang mengenakan gaun malam mewah ikut duduk di hadapannya. Brielle tahu mereka adalah selebritas terkenal.

"Bukankah dulu ambasador Yayasan Kasih adalah orang lain? Kok sekarang malah jadi Devina?"

"Grup Pramudita dan Yayasan Kasih memang sudah lama kerja sama. Gampang saja kalau mau ganti ambasador."

"Iri banget!"

"Itu sudah keberuntungannya. Setahuku, Devina sudah bertahun-tahun bersama Raka. Selama itu, Raka menolak semua wanita. Dari
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (8)
goodnovel comment avatar
Ardiansyah
kenapa sih brieelle pakai baju sama pelayan lagi pake gaun ke apa gimana Kitu manpaatin harta si Raka ini pemerannya kalah sama pelakor
goodnovel comment avatar
AnicaroRawi
pemeran utma trllu lemah
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
kasian brielle hrs menyaksikan lgs..suami dan selingkuhan di dpn mata...ga salah sih sdh mantap mau cerai aja...
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1192

    Brielle melangkah masuk dan melirik sekilas ke arah kursi utama tempat Raka duduk. Hari ini Raka masih mengenakan kacamata, seluruh auranya terlihat dalam dan tajam. Namun saat menatap Brielle, ada sedikit kelembutan yang tersirat.Rapat baru saja dimulai, seorang direktur langsung mengeluh, "Seratus triliun? Pak Raka, proyek BCI sudah menghabiskan dana besar, sampai sekarang belum ada hasil komersial. Sekarang mau tambah 100 triliun lagi? Ini benar-benar cuma bakar uang."Ruangan langsung riuh. Setengah dari para direktur menyatakan setuju."Aku sarankan kita pertahankan bagian sipil dari proyek ini, tapi hentikan pengembangan di bidang medis," usul direktur lain. "Setidaknya bisa menyelamatkan investasi awal."Raka duduk di kursi utama, wajahnya tampak tenang mendengarkan semua penolakan. Tatapan di balik kacamata emasnya tampak tajam."Ada lagi pendapat lain? Sekalian saja disampaikan semuanya," ucap Raka dengan suara tenang. Tidak keras, tetapi langsung membuat para pemegang saham

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1191

    Brielle menghabiskan lebih dari satu jam untuk serah terima pekerjaan. Pikirannya masih dipenuhi berbagai hal. Saat mendorong pintu dan masuk, langkahnya tiba-tiba terhenti. Yang terlihat di matanya adalah sosok yang tertidur di sofa.Brielle sedikit mengernyit, tetapi tetap meringankan langkah dan kembali ke mejanya. Masih ada beberapa dokumen yang harus dia selesaikan, jadi dia hanya bisa berada dalam satu ruangan dengan Raka.Pria itu tepat berada di bawah cahaya matahari dari jendela. Seluruh tubuhnya diselimuti cahaya lembut. Saat ini, dia tidak lagi terlihat tajam seperti elite dunia bisnis, melainkan sangat tenang, seperti seorang anak.Brielle sedang mengetik dokumen ketika tiba-tiba pria di sofa itu menggumam pelan, "Brielle ... jangan pergi."Tangan Brielle yang mengetik langsung berhenti beberapa detik. Dia mengangkat kepala menatap ke arah sofa. Raka tidak terbangun, alisnya berkerut, seolah terjebak dalam mimpi buruk.Pikiran Brielle pun sedikit terganggu. Dia mengerutkan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1190

    Pria ini memang sangat pandai menyembunyikan semua emosinya di balik ketenangan, membuat orang lain sulit menebak isi hatinya."Baik, besok aku kembali ke tim BCI," akhirnya Brielle mengangguk.Raka terdiam sejenak, lalu tetap mendesak, "Hari ini kamu serahkan dulu pekerjaanmu, sore ini langsung kembali ke tim itu."Rasa heran muncul di mata Brielle. Kenapa sampai terburu-buru begini? Bagaimanapun, sikap Raka hari ini memang terasa aneh. Bukan hanya tiba-tiba memulai proyek baru, dia juga secara khusus menekankan arah penelitiannya.Hal ini membuat Brielle tanpa sadar mengaitkannya dengan hilangnya kabar Niro. Mungkinkah ....Tidak, seharusnya tidak mungkin. Brielle menggeleng, menepis pikiran buruk itu. Niro sedang menjalankan misi, bagaimana mungkin ada hubungannya dengan proyek penelitian ini?Saat itu, ponsel Brielle berdering. Dia melirik nama di layar, napasnya langsung tertahan.Tatapan Raka juga langsung menajam. Itu panggilan dari Faisal.Brielle mengangkat ponsel. "Aku angkat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1189

    Setelah berkata demikian, Anya berlari membuka pintu. Gaga langsung menjadi yang pertama berlari keluar. Benar saja, di luar berdiri sosok Raka.Raka membungkuk dan mengusap kepala Gaga, lalu menangkap putrinya yang langsung memeluknya.Rambut putihnya tampak sedikit berantakan di bawah cahaya pagi. Di matanya terlihat jelas kelelahan. Dia hampir tidak tidur semalaman karena langsung kembali dari Kyoza ke Kota Amadeus, dan kebetulan tiba tepat saat putrinya berangkat sekolah."Papa, mata Papa merah sekali!" Anya terkejut melihat mata ayahnya yang merah.Raka menggenggam tangan kecilnya dengan lembut. "Papa semalam lembur sampai larut."Brielle berdiri di pintu, juga menyadari kelelahan Raka. Dia berinisiatif berkata, "Aku yang antar anak ke sekolah. Kamu pulang dan istirahat saja.""Bareng saja. Nanti aku istirahat di laboratorium sebentar. Masih ada rapat penting," Raka menggeleng.Brielle akhirnya berkata, "Aku yang menyetir." Dengan kondisi Raka sekarang, jelas dia tidak cocok menye

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1188

    "Baik, aku akan segera mengatur tim untuk mulai penelitian," Raka mengangguk."Brielle adalah peneliti profesional di bidang BCI," kata Justin.Faisal tiba-tiba teringat sesuatu, pesan terakhir dari putranya sebelum berangkat, "Ayah, aku dan Brielle sudah resmi bersama. Dia gadis yang sangat baik, aku harap bisa mendapat restumu."Faisal menarik kembali pikirannya. Ekspresinya berat saat merenung sejenak. "Brielle dan Niro baru menjalin hubungan dua minggu. Kalau dia tahu kondisi Niro sekarang, emosinya pasti akan sangat terpukul."Dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan, "Raka, aku punya permintaan yang mungkin nggak pantas. Demi nggak mengganggu penelitian Brielle, aku berharap untuk sementara menyembunyikan kebenaran darinya."Alis Raka sedikit berkerut. "Maksud Anda?""Aku akan mengatakan padanya bahwa Niro sedang menjalankan tugas rahasia dan butuh waktu sebelum bisa dihubungi. Setelah penelitian BCI menunjukkan perkembangan, baru perlahan membuatnya menerima kenyataan ini."Raka t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1187

    Malam semakin larut. Di bandara dini hari, sosok Raka melangkah cepat menuju pesawat pribadi Gulfstream G650 yang sudah menunggunya. Gavin mengikuti di belakang dengan langkah cepat, sambil terus memberi instruksi terkait penjemputan di Kyoza.Begitu masuk ke dalam kabin, Gavin memilih duduk tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh. Dia diam-diam mengamati ekspresi atasannya, yang jarang sekali terlihat seberat ini.Sejenak, dia sama sekali tidak bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi di Kyoza.Pukul dua dini hari, Gulfstream G650 mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Kyoza. Pintu kabin terbuka, Raka melangkah turun dari tangga pesawat. Di samping pesawat sudah terparkir tiga mobil hitam misterius, di sebelahnya berdiri beberapa pria paruh baya mengenakan jas hitam."Pak Raka, silakan." Pria paruh baya yang memimpin melangkah maju, suaranya penuh hormat.Gavin secara refleks ingin mengikuti, tetapi langsung dihalangi oleh dua orang lainnya. "Maaf, hanya Pak Raka yang diund

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 659

    Raka berdiri di luar gerbang halaman. Angin malam menyapu wajahnya yang tegang. Dia menoleh ke arah jendela lantai dua yang masih menyala, lalu membuka pintu mobil dan duduk di kursi pengemudi.Di kamar lantai dua, Brielle berbaring miring di sisi putrinya. Sesekali dia menyentuh kening Anya. Anya t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 671

    Setelah turun dari pelukan Raka, Anya langsung menggenggam tangan Brielle. Pelukan Raka pun mendadak kosong, alisnya sedikit berkerut.Brielle menggandeng putrinya berdiri sejenak. Anya teringat mainannya yang masih berada di sofa di samping Raka, lalu berkata, "Mama, mainanku masih ada di sofa sebe

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 690

    "Kak Harvis, ini kenapa?" tanya Brielle dengan nada khawatir."Tadi waktu menahan babinya, aku nggak sengaja tergores kukunya. Bukan masalah besar kok.""Aku bantu bersihkan dan perban ya," kata Brielle sambil pergi mengambil kotak P3K.Saat Brielle duduk di laboratorium untuk membersihkan dan memba

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 666

    Lambert juga melihat Brielle datang. Dia membuka pintu dan turun dari mobil, lalu tersenyum. "Kamu sudah sampai.""Gimana tanganmu?" tanya Brielle dengan khawatir."Sudah jauh lebih baik. Selain nggak boleh angkat barang berat untuk sementara, pada dasarnya nggak memengaruhi aktivitas sehari-hari,"

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status