MasukHadrian Louris adalah penguasa tertinggi dari keluarga paling berkuasa di lingkaran elite ibu kota, berhati dingin dan sulit didekati. Zerina Laksono adalah seorang dokter muda yang cantik dan dingin, tapi tidak disayangi oleh orang tuanya. Pada hari mereka menikah, Hadrian memberinya sebuah kontrak. "Kita cuma menikah rahasia agar punya anak. Jangan mimpi jadi nyonya Keluarga Louris." Zerina mematuhi kontrak itu. Setelah masa kontrak berakhir, mereka kembali menjadi orang asing. Namun, Hadrian justru menggila dengan mata merah mencari Zerina ke mana-mana. Saat mereka bertemu kembali, Hadrian mendorongnya ke dinding dan memohon, "Zerin, tolong lihat aku sekali lagi!"
Lihat lebih banyakHati Zerina tiba-tiba terasa hancur, seolah-olah seluruh tubuhnya terjatuh ke dalam jurang es ....Meskipun tahu bahwa apa yang dikatakannya benar, hatinya tetap terasa sakit, bagaikan ditarik keluar.Suara pria itu lanjut terdengar. "Aku dan dia cuma menikah kontrak. Dia nggak layak menjadi Nyonya Louris!""Dia merasa pantas berebut waktu ulang tahun dengan Chiko?"Suara lembut kakaknya pun terdengar."Hadrian, jangan begini ....""Kalian kan sudah menikah. Kamu nggak datang ke ulang tahunnya, wajar saja kalau dia marah.""Ini semua salahku dan Chiko, kalian jadi bertengkar ....""Tapi, dia tetap adikku dan tantenya Chiko. Bisakah kamu memikirkannya demi Chiko ....""Nggak bisa!"Suara Hadrian sangat dingin. "Kontrak sudah ditandatangani, jadi harus dipatuhi. Walaupun dia tantenya Chiko, nggak ada pengecualian.""Bagiku, dia cuma pasangan kontrak, nggak beda dari kontrak bisnis."Tangan dan kaki Zerina terasa dingin.Seluruh tubuhnya seolah dipaku ke tanah, tidak bisa bergerak sedikit
"Ada yang lihat mereka keluar bersama dari kompleks perumahan Dokter Zerina.""Beneran?""Beneran. Safira dari departemen sebelah tinggal di perumahan itu juga. Tadi pagi, dia lihat sendiri mereka keluar bersama dari kompleks itu, bahkan pergi sarapan bersama.""Oh ya, tadi malam, dia juga lihat putra Keluarga Reynaldi menunggu Dokter Zerina cukup lama di bawah apartemennya sambil bawa kue!""Namanya juga pacaran sejak kuliah. Walaupun sudah putus, akan tetap terukir di hati sampai seumur hidup. Cinta sejati memang sulit dilupakan!"....Hadrian berdiri di depan pintu ruang rekam medis, suasana di sekitarnya semakin mencekam.Kebencian di matanya begitu pekat dan menakutkan.Sampai akhirnya, dua orang itu menyadari ada yang tidak beres. Begitu melihat orang di depan pintu, mereka langsung ketakutan dan tidak tahu harus berbuat apa.Surya menatap dingin kedua orang di dalam ruangan. "Gosip saat jam kerja? Kalian berdua nggak perlu masuk kerja besok. Ambil gaji kalian sendiri di bagian k
Setelah muntah-muntah sebentar di kamar mandi, dia nyaris mengeluarkan semua asam lambungnya.Kemudian dia teringat bahwa dia mengalami masalah perut selama beberapa hari terakhir dan lupa minum obatnya.Mungkin tadi dia terlalu gugup, sehingga perutnya mengalami kram.Sambil memandangi wajah pucatnya di cermin, Zerina menepuk-nepuk pipinya, lalu berbisik, "Zerina, jangan terlalu dipikirkan, kalian memang cuma menikah kontrak.""Dia baik atau nggak baik kepadamu, itu wajar saja. Jangan terus-terusan memikirkan kebaikan kecilnya padamu.""Dia menikah denganmu cuma demi anak. Sadarlah, nggak ada gunanya merasa sedih!"Setelah berkata begitu, dia merapikan kembali pakaiannya, lalu kembali ke ruang rapat.Seorang pimpinan wanita melihat wajahnya yang tampak pucat dan berkata, "Zerina, kamu nggak enak badan? Kalau memang nggak enak badan, mending ...."Dia melirik pria di kursi utama yang wajahnya tampak sangat muram, tidak berani menyelesaikan kalimatnya.Sebaliknya, seorang dokter muda ya
Direktur rumah sakit beberapa saat belum mengerti. "Pak Hadrian, apa maksud Anda ganti?"Haruskah Zerina dipecat, atau haruskah Keluarga Reynaldi diganti?Tatapan Hadrian sedingin es. "Cari pemasok baru. Rumah Sakit Harmoni nggak akan pernah menggunakan obat-obatan dan peralatan dari Keluarga Reynaldi lagi!"Direktur rumah sakit tercengang.Sepertinya, Pak Hadrian sedang membela Zerina?Tanpa sadar, dia melirik kembali ke arah Zerina.Yang terlihat hanyalah Zerina yang berdiri di meja resepsionis, dengan punggung tegak.Seragam yang rapi dan bersih itu sangat cocok padanya. Sejuk dan bersih seperti bunga anggrek putih segar di luar pintu.Wajahnya pun sangat cantik.Mungkin, di seluruh Kota Jarta, sulit menemukan wajah yang lebih cantik dari ini.Pantas saja ....Sebelum direktur sempat tersadar, Surya berkata, "Pak Susilo, untuk rapat nanti masih belum ada notulis. Saya nggak membawa asisten, jadi boleh saya pinjam seseorang dari rumah sakit?"Sambil berkata begitu, dia menunjuk ke be












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.