LOGINCELINE Celine was a beautiful lady with a promising future,she was the only child of her mother She lost her mother during her birth,it was a tragedy for his father. Celine never lack anything even though she didn't have a mother again,her Step mother is always their for her. Something happens when celine clock 12 years that cause her life set back What could have happen that caused her life set back? Why would Celine father marry his late wife bossom friend? This us full of secret and suspense You will want to miss it.
View MoreDekorasi indah penuh bunga, menghiasi area pesta pernikahan bernuansa serba putih. Senada dengan gaun pengantin indah yang Laura kenakan siang itu. Namun, gadis cantik bermata biru tersebut tampak resah karena mempelai pria belum juga hadir di sana.
“Sudah kukatakan bahwa Christian Lynch adalah pria tua yang aneh. Dia pasti kesulitan berjalan sendiri menuju kemari,” bisik Emma pada Grace, sang ibu. Emma merupakan saudara kembar Laura.
“Jangan sampai ayahmu mendengar apa yang kau katakan barusan, Sayang,” balas Grace. Selama ini, dia lebih menyayangi Emma dibanding Laura. Alasannya, Emma menyimpan rahasia besar sang ibu yang tidak James ketahui. “Untung kau sudah memiliki kekasih. Jika tidak, dirimulah yang saat ini sedang berdiri bagai orang bodoh di sana.” Ekor mata Grace tertuju ke arah Laura berada.
“Aku tidak sebodoh dia, Bu. Kau sudah tahu itu,” balas Emma diiringi senyum puas. Namun, sikap serta ucapannya justru membuat sang ibu jadi tak nyaman.
“Apakah calon mempelai pria belum datang?” tanya pendeta yang akan memimpin acara pemberkatan pernikahan.
“Kita tunggu sebentar lagi, Bapak,” ucap James. Pria itu berusaha menyembunyikan keresahan, demi membuat Laura tetap tenang. “Tidak apa-apa, Nak. Christian pasti datang. Dia ….”
Belum sempat James menyelesaikan kalimatnya, terdengar suara kendaran berhenti tak jauh dari tempat pesta pernikahan dilangsungkan. Sebuah SUV putih menjadi pusat perhatian beberapa tamu yang merupakan kerabat dekat James. Sesaat kemudian, pintu penumpang belakang terbuka. Seorang pria paruh baya muncul dari dalam SUV putih tadi.
“Astaga. Diakah calon adik iparku?” ejek Emma, kemudian mengulum senyumnya.
Namun, senyum penuh ejekan dari Emma tak berlangsung lama, ketika seorang pria berperawakan tegap dengan rentang usia tiga puluh sampai tiga puluh lima tahun ikut turun dari kendaraan. Pria berambut gelap serta berpenampilan rapi dan sangat tampan. Sorot matanya tajam tertuju pada Laura, yang justru tak berani menoleh.
“Apa dia sudah datang, Ayah?” tanya Laura pelan, lalu tertunduk.
“Aku rasa begitu, Nak,” jawab James ragu. Pria itu menatap tak percaya, pada sosok muda nan gagah yang telah berdiri di sebelah salah satu dari putri kembarnya.
“Maaf terlambat. Bisa kita mulai sekarang acaranya?”
Suara berat pria yang tak lain adalah Christian Lynch, membuat Laura langsung mengangkat wajah. Dari balik veil, Laura menoleh dan menatap pria tampan itu untuk beberapa saat. Gadis cantik tersebut tak menyangka bahwa Christian ternyata masih muda dan sangat memesona. Bukan kakek-kakek seperti yang dirinya dan seluruh Keluarga Pearson duga. Oleh karena itu, mereka menunjukkan ekspresi tak percaya.
Beberapa saat kemudian, acara pemberkatan telah selesai. Laura dan Christian sudah sah menjadi pasangan suami-istri. Pendeta mempersilakan mempelai pria untuk mencium pengantinnya.
Laura menghadapkan tubuh pada Christian. Dia membiarkan pria tampan itu membuka veil yang menyamarkan kecantikannya. Saudara kembar Emma tersebut juga tak menolak, saat Christian menciumnya di hadapan semua orang.
Senyum kebahagiaan terpancar dari wajah Laura serta James. Hanya Emma dan Grace yang tak suka melihat adegan tersebut. Mereka memalingkan wajah.
“Ayo,” ajak Christian seraya meraih pergelangan tangan Laura.
“Ke mana? Pestanya belum usai. Kita ....”
Christian tak membiarkan Laura menyelesaikan kalimatnya. Pria itu terus menuntun bahkan setengah menyeret wanita yang sudah menjadi istrinya ke dalam mobil.
Sikap Christian tadi, membuat James beserta para tamu menjadi heran. Ayahanda Laura tersebut langsung mengikuti. “Christian!” panggilnya, sebelum pria tampan tadi masuk ke SUV putih yang sudah siap berangkat.
Christian menoleh. Dia menatap tajam sang ayah mertua. Sorot matanya menyiratkan bahwa pria berambut gelap tersebut tidak menyukai panggilan tadi.
“Tuan Lynch.” James meralat panggilan yang diberikan kepada Christian. “Pesta ini belum selesai,” ucap pria paruh baya itu. Raut wajahnya terlihat tegang.
“Aku tidak peduli dengan pesta murahan yang kau selenggarakan, Tuan Pearson. Aku hanya membutuhkan putrimu. Sekarang, dia sudah menjadi istriku. Anda atau siapa pun tidak berhak mengusiknya.” Tenang tapi penuh penekanan, kata-kata yang meluncur dari bibir Christian. Tak ada senyum atau sikap hormat selayaknya menantu terhadap mertua. Christian justru terlihat dingin dan menunjukkan arogansi di hadapan James.
James terpaku menghadapi sikap serta ucapan pria yang baru mempersunting putrinya. Dia sadar betul, bahwa sesuatu yang tak baik akan segera berlangsung. Ayah dua putri kembar itu mengalihkan pandangan kepada Laura, yang sudah duduk dalam kendaraan.
“Apa yang kau inginkan dari putriku?” Sebisa mungkin, James menahan diri agar tak bertindak gegabah.
Christian tak segera menjawab. Pria dengan rambut serta iris mata gelap tersebut terus menatap tajam James, seakan ingin mengintimidasinya. Sesaat kemudian, Christian menyunggingkan senyum sinis. “Apa pun yang akan kulakukan terhadap Laura, itu bukan urusan Anda.”
Setelah berkata demikian, Christian membalikkan badan. Dia hendak masuk ke mobil. Namun, gerak pria itu kembali terjeda, saat James lagi-lagi menahannya.
James menarik lengan Christian sehingga pria muda terebut kembali berbalik. “Aku tidak akan membiarkanmu membawa Laura dari sini!” tegas James.
“Jaga sikap Anda, Tuan Pearson!” tunjuk Christian tak kalah tegas. Membuat suasana ramai menjadi hening seketika. Perhatian semua orang yang ada di sana tertuju pada kedua pria lintas usia tadi. “Anda sadar sedang berhadapan dengan siapa, Tuan Pearson?”
“Aku akan melunasi semuanya! Namun, kembalikan Laura!” James tak menurunkan tensi, saat menghadapi Christian.
Mendengar ucapan sang ayah mertua, Christian menyunggingkan senyum licik. “Sayang sekali, aku tidak peduli lagi dengan semua utangmu, Tuan Pearson. Bila Anda ingin melunasi semua pinjaman, sudah seharusnya seperti itu. Namun, jangan berharap aku akan mengembalikan Laura padamu.”
Christian makin mendekat kepada James yang masih terpaku di tempatnya berdiri. Dia berbisik pada pria paruh baya itu. “Aku bisa melakukan apa pun terhadap putrimu. Jadi, tahan amarah. Semoga Anda bisa berpikir panjang. Silakan lakukan apa saja yang Anda inginkan. Namun, perhitungkan pula akibatnya.” Christian menyentuh lengan James, sebelum berbalik. Kali ini, pria tampan itu benar-benar masuk ke mobil, lalu menutup pintu.
Tak berselang lama, SUV putih tadi melaju meninggalkan area pesta diiringi tatapan James dan semua yang ada di sana.
Sementara itu, Laura duduk tegang di sebelah Christian. Dia tak mengenal pria yang menjadi suaminya. Laura bahkan baru bertemu dengan si pemilik rambut gelap tadi tepat di hari pernikahan. Gadis cantik bermata biru tersebut tak tahu maksud dan tujuan Christian menikahi dirinya.
“Apa yang kau inginkan, Christian?” tanya Laura dengan bibir bergetar menahan tangis.
Christian menoleh. Dia menatap tajam Laura. “Aku akan memberimu kejutan, Laura Pearson. Maaf, jika sedikit menyakitkan. Namun, itulah yang pantas kau terima.”
Isabella collected the package containing the information about LizzyShe unfolded it and read every dim words and checked every picture attachedShe scoffed."so she's even adopted by Mrs Philip parents"she Mumbled"send the information of her been adopted to the reporter guy,With this alone on the internet, it will bring controversy to her career's"She told the guy that handover the packageShe brought out a few copies of money from her purse and hand it over to the guyThe guy used a face cap to hide his face,he got down from her car and entered his own car and kicked offIsabella had been looking pale and tired for the past few day's, Steve has told her to go for check up though he hesitated there's no need"I just need rest that's all"this had been her response for the past few day's steve has been persuading herShe felt light-headed and weak when she placed her hand on the steering, she had to called steve on phone to send one of the company dri
Isabella quickly deletes the message on her phone and give the phone to Steve.Steve collect her phone and give her back without checking"I'm teasing you" steve saidIsabella was very happy that Steve didn't check her message, she's already thinking of the next thing to tell him if he found out, there's no new message on her phone."Oh"okay Isabella stammered with the wordShe felt her heartbeat want to explode when Steve asked her to give him her phone."That's so close"She murmured to her hearing inside the convenienceHow would i have wash myself clean?Had it been steve find out.She brushed her hair,flush the toilet to make it look like she is using the toilet.She used convenience to excused herself from Steve presence so as to cool herself down, the way she is pantingShe didn't want steve to find out through the way she is panting....she had to excuse herself into the convenienceShe later join steve on the bed,steve has showered and
Good evening to everyone! It is a big pleasure to share this night with all of you here. The prominent BUSINESS people night Awards is a event that takes place annually in france. Thanks to the benevolent supporter's of this awardThe speaker greetedHe announced the award,that will be giving out tonight. the first award goes to Lizzy ad the best model in the industryLizzy received the award of the year,She felt surprised and shocked when her named was mentioned."I'm not expecting this tonight"she mumbled to Steve earShe walked to the stage, swaying her butt, Steve scoffed when he saw her swaying her buttI intentionally swayed my ass,i want steve to look at me differently tonight."I hate myself for falling deep for him"i. Wish he would look at me emotionally today just once"i want him to insert his dick into my pussy just once,i will cherished that once for the rest of my life.Lizzy inner thought.Another award was given to j$ j company, Martin's
“And again, as before, she unzipped my short, took out my dick, and put it in her mouth. The one thing different from before was that she did not take off her own clothing. She wore her maid dress the whole time. I tried to move, but it felt as if my body were tied down by invisible threads. I felt myself growing big and hard inside her mouth.I saw her eyelashes and curled hair tips moving. Her soft breast rest on me. Her tongue was long and soft and seemed to wrap itself around me. Just as I was about to come, she suddenly moved away and began slowly to undress me. She took off my jacket, my tie, my pants, my shirt, my underwear, and made me lie down on the bed. Her own clothes she kept on, though. She sat on the bed, took my hand, and brought it under her dress. She was not wearing panties. My hand felt the warmth of her pussy. It was deep, warm, and very wet. My fingers were all but sucked inside. …My erection grew larger and harder. I felt I was about to burst wide open.
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews