Share

Bab 115

Author: Caitlyn
Tidak ada apa pun yang bisa ditemukan di internet.

Malam semakin larut. Arvin kembali ke kamar utama setelah keluar dari kamar anak. Renee menatapnya masuk, ragu-ragu ingin berbicara. Dia ingin bertanya siapa Nessy sebenarnya, tetapi kata-kata itu tertahan di tenggorokan. Mengintip privasi orang lain tetaplah sesuatu yang tidak pantas.

Arvin meliriknya sekilas lalu melangkah ke ruang ganti.

Saat keluar, dia mendapati Renee masih berdiri dengan posisi dan tatapan yang sama.

Alisnya terangkat ding
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 416

    Malam hari, Renee berbaring di tempat tidur, memikirkan kata-kata yang baru saja Arvin ucapkan di ruang kerja.Hatinya melembut. Dia lalu berbalik dan memeluk Arvin erat-erat. Arvin tertegun ketika dipeluknya, lalu menunduk menatapnya."Ada apa?"Biasanya Renee tidak akan memeluknya seperti ini karena takut api dalam tubuh Arvin tersulut. Kalau begitu, Arvin harus mandi air dingin lagi dan kembali menderita. Jadi, setiap kali Renee ingin menjauh darinya.Setiap kali, justru Arvin yang tidak bisa menahan diri untuk memeluk Renee, menciumnya, dan akhirnya membuat tubuhnya sendiri dipenuhi api.Malam ini, Renee malah memeluknya lebih dulu? Arvin tersenyum, lalu menunduk dan mencium keningnya."Mau?"Sebenarnya Renee sangat menginginkannya, tetapi dia tidak berani mengatakannya. Dia takut dirinya akan mundur di saat terakhir dan malah membuat Arvin menderita lagi. Jadi, dia hanya menggeleng pelan di dalam pelukan Arvin."Nggak, aku nggak mau. Aku cuma ingin memelukmu seperti ini dengan ten

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 415

    Tentu saja, bahkan kalau melihat pun, Renji sudah terbiasa.Di dapur masih ada sepanci dendeng sapi yang sedang dipanggang. Renee berniat masuk ke dapur untuk mengurusnya. Saat melewati ruang tamu lantai satu, dia tanpa sengaja melihat televisi yang masih menyala sedang menayangkan penampilan Nissa.Tanpa sadar, langkahnya terhenti.Melihat wanita di layar yang masih tetap bersinar, dia tidak menyangka bahwa baru saja keluar dari penjara, Nissa sudah bisa kembali berdiri di atas panggung secepat itu.Tanpa dukungan yang sangat kuat di belakangnya, dia tidak mungkin bisa melakukan hal seperti itu. Sepertinya Juwita benar-benar berniat mengangkat derajatnya kembali.Hati Renee terasa seperti tertusuk jarum, tetapi ketika dia teringat suami dan anaknya yang masih menunggunya untuk minum teh susu bersama, dia segera menggelengkan kepala dan mengingatkan dirinya sendiri agar tidak memedulikan hal-hal itu.Renee mematikan api. Ketika keluar, dia melihat entah sejak kapan Arvin juga sudah mas

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 414

    Setelah pulang dari rumah lama, Renee akhirnya benar-benar percaya dengan kata-kata Arvin. Walaupun di dalam hatinya masih terasa seperti tertusuk duri ... hatinya tetap terasa agak sakit setiap kali mengingat Nissa. Namun, begitu memikirkan bahwa Arvin berada di pihaknya ....Renee tidak lagi merasa panik.Nissa mengatakan, kali ini berbeda dari sebelumnya.Memang benar.Dulu Arvin sama sekali tidak memiliki perasaan untuknya. Setiap kali terjadi sesuatu, dia selalu melindungi Nissa. Namun, sekarang sudah terbalik. Yang dilindungi Arvin adalah dirinya. Dia seharusnya percaya pada Arvin dan juga memberi dirinya sendiri kepercayaan.Hari Minggu.Sesuai rencana, Renee membuat teh susu dan dendeng sapi di rumah.Arvin yang berada di samping mencoba untuk membantu, tetapi malah semakin membuat berantakan, sampai akhirnya Renee mengusirnya keluar. Arvin pun terpaksa kembali ke ruang kerja.Renee membawa dendeng yang sudah dipanggang dan teh susu ke taman. Arvin yang mencium aromanya, langsu

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 413

    Renee tidak berkata apa-apa lagi.Juwita memang sedang berada di rumah kaca, sibuk merawat bunga-bunganya. Melihat mereka berdua masuk, dia hanya mengangkat kelopak mata dan melirik sekilas, lalu kembali menundukkan kepala.Setelah menyuruh Renee duduk di kursi di samping, Arvin berjalan menghampiri Juwita."Ibu, kamu yang bebaskan Nissa dari penjara?" tanyanya langsung.Juwita meliriknya dan berkata dengan nada datar, "Kalau iya, memangnya kenapa?""Nggak kenapa-kenapa. Aku hanya ingin Renee mendengarnya langsung, supaya dia nggak mengira aku yang membebaskannya." Nada dan ekspresi Arvin tetap lembut.Namun, gerakan Juwita berhenti. Dia mengangkat kepala dan menatap Arvin. "Arvin, kamu sengaja datang ke rumah lama hanya supaya gadis tuli itu mendengar kalimat ini?""Iya." Arvin mengangguk, lalu berbalik kepada Renee."Sayang, sekarang kamu percaya 'kan bukan aku yang mengeluarkan Nissa?"Renee merasa canggung. Dia buru-buru melirik Juwita, lalu menundukkan kepala.'Si Arvin ini ... ap

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 412

    "Aku nggak perhatikan," jawab Arvin."Jadi kamu nggak tahu dia sudah keluar dari penjara, benar?""Nggak tahu."Arvin menggeleng, lalu bertanya dengan bingung, "Dia sudah keluar? Siapa yang kasih tahu kamu?""Aku baru saja melihatnya." Renee masih menatap Arvin dengan saksama, tidak melewatkan sedikit pun perubahan ekspresi di wajahnya. "Lebih tepatnya, dia baru saja menungguku di toilet.""Apa yang terjadi?" Arvin langsung tegang. Kedua tangannya memegang bahu Renee sambil menatapnya dari atas ke bawah. "Apa dia melakukan sesuatu padamu? Kamu terluka?""Nggak." Renee menggeleng pelan."Dia nggak melakukan apa-apa padaku. Tapi, dia bilang kamulah yang membebaskannya dari penjara.""Arvin, aku nggak percaya kamu akan melakukan itu. Tapi dia mengatakannya dengan sangat serius. Dia bahkan menyuruhku datang untuk tanyakan langsung sama kamu kalau aku nggak percaya.""Jadi, aku datang."Nissa mengira dia masih Renee yang dulu, gadis tuli yang tidak berani berkata apa-apa dan tidak berani be

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 411

    "Kenapa? Nyonya Suryana secepat itu sudah nggak kenal aku lagi?" Nissa menyunggingkan senyum sinis, matanya penuh kebencian."Kamu ...."Renee membuka mulutnya, tetapi tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Kedua tangannya yang bertumpu di wastafel perlahan mengepal semakin erat.Wanita menyebalkan ini muncul lagi. Mana mungkin dia tidak khawatir? Mana mungkin dia tidak takut kehidupan yang baru saja kembali tenang itu akan hancur lagi?Namun, Nissa malah sangat menikmati reaksinya. Senyum di sudut bibirnya semakin terlihat jahat. Dia melangkah mendekat sedikit demi sedikit dan menatap Renee, lalu berkata dengan jelas satu per satu, "Renee, masa-masa bahagiamu sudah berakhir."Tubuh Renee tanpa sadar gemetar, kedua kakinya melemah hingga hampir jatuh ke lantai."Nyonya Suryana, apa perlu setegang itu? Aku keluar dari sana memang hanya soal waktu. Atau kamu kira aku akan tinggal di dalam selamanya?"Nissa melangkah semakin dekat. "Kalau aku bilang Arvin yang membebaskanku, apakah kam

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 81

    Michela mendengus dingin."Kalau si jalang itu bukan sengaja jatuh waktu itu untuk menjebakku, aku juga nggak bakal anggap dia sejahat itu. Tapi sekarang aku merasa setiap kalimat yang dia bilang nggak bisa dipercaya, terutama yang sengaja memprovokasi kamu dan Arvin."Renee terdiam. Dia tahu Nissa

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 82

    Hati Renee seperti ditusuk jarum. Namun, dia tidak mengatakan apa pun, hanya menggendong Embul, lalu pergi ke halaman belakang.Dia membuatkan sebuah tempat tidur kecil untuk Embul, memberinya sedikit makanan, mengusap lembut kepala kecilnya."Sayang, mulai sekarang ini rumah barumu ya. Harus manis,

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 83

    Sopir itu buru-buru mengulurkan tangan untuk menopangnya. "Pelan-pelan, Tuan.""Nggak perlu kamu pegang. Kamu sudah boleh pergi.""Tuan yakin? Perlu aku panggil Nyonya turun menjemput Tuan?"Sopir tahu Arvin tidak suka kontak fisik dengan orang lain, jadi dia tidak berani sembarangan menyentuhnya."

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 74

    Jari-jari panjang Arvin mengetuk pelan permukaan gelas, seperti sedang berpikir. Lalu, dia berkata datar, "Tapi, menurutku Nathan yang memotret. Mau provokasi aku.""Nathan nggak sejahat itu." Renee membalas dengan nada kesal. "Arvin, kamu mau percaya Nissa atau melindungi dia itu wajar. Tapi nggak

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status