LOGINSatu kata untuk hari pertama kuliah Keira: Bencana Satu kata untuk makan malam keluarganya: Kiamat Dijodohkan dengan Arkana Adhitama adalah mimpi buruk yang menjadi nyata bagi Keira. Arkana itu sedingin kutub utara dan sekaku kanebo kering, sangat bertolak belakang dengan jiwa Keira yang meletup-letup. Keira mencoba segala cara untuk kabur, namun Arkana justru mengunci langkahnya dengan alasan "bakti". Di antara dinding dingin yang dibangun Arkana dan sikap bar-bar Keira yang tak terduga, akankah muncul sebuah rasa? Ataukah pernikahan ini hanya akan menjadi medan tempur tanpa akhir?
View MoreSore hari yang dinanti-nanti akhirnya tiba. Udara kota di luar jendela kamar hotel terasa sejuk, membawa aroma sisa hujan yang baru saja mereda beberapa jam lalu. Di dalam kamar, Keira berdiri di depan cermin besar setinggi badan, merapikan dress kasual berpotongan A-line warna sage green yang baru saja selesai diproses oleh layanan laundry kilat hotel. Pakaian lamanya kini sudah kembali bersih, wangi, dan siap pakai. Keira memutar tubuhnya pelan, merasa jauh lebih leluasa dan percaya diri dibandingkan saat ia hanya mengenakan kemeja oversized milik suaminya seharian penuh.Sebelum mereka memutuskan untuk melangkah keluar kamar, Arkana tampak sibuk dengan ponselnya di tepi ranjang. Pria itu sangat berhati-hati. Sebagai seorang dosen senior yang menjunjung tinggi privasi dan etika kampus, ia tidak ingin ada satu pun mata kolega yang memergoki keberadaan Keira di kota ini—terutama setelah ia mengajukan izin perpanjangan tinggal dengan alasan urusan pribadi yang mendesak.Arkana mengecek
Pagi harinya, sinar matahari menerobos masuk melalui celah gorden kamar hotel yang tersingkap tipis, menyinari permukaan tempat tidur dengan cahaya keemasan. Keira perlahan menggeliat pelan di atas ranjang yang empuk, merasakan seluruh sendi dan otot tubuhnya remuk redam bagai habis dihantam beban berat."Ugh... pegal sekali," gumam Keira serak sambil memegangi pinggangnya yang terasa linu.Ia memiringkan tubuhnya, menoleh ke samping. Namun, tempat di sebelahnya sudah kosong melompong, hanya menyisakan sprei yang kusut. Keira mengerutkan kening, lalu perlahan mendudukkan diri menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. Ia mengedarkan pandangan memutar, mengamati sekeliling kamar yang hening. Tak ada tanda-tanda keberadaan suaminya."Mas Arkana ke mana, sih?" bisiknya heran.Dengan sisa-sisa tenaga, Keira menyibakkan selimut, turun dari tempat tidur, dan melangkah perlahan menuju kamar mandi. Namun, saat pintu kamar mandi dibuka, ruangan itu pun kosong. Keira mendesah pelan, lalu panda
"Terima kasih untuk diskusinya malam ini, Bu Sarah," ucap suara Arkana yang terdengar dingin namun sopan dari luar. "Sama-sama, Pak Arkana. Selamat beristirahat ya," sahut suara Sarah dengan nada penuh kelembutan. Mendengar interaksi itu, bibir Keira memberenggut kesal, matanya menyipit tajam. Begitu mendengar suara langkah kaki Sarah sudah menjauh di koridor, Keira tidak menunggu lama lagi. Saat tubuh tegap Arkana baru saja melangkah masuk dan berniat menutup pintu, Keira langsung keluar dari persembunyiannya, menyambar lengan kemeja suaminya, dan menarik Arkana masuk ke dalam kamar secara mendadak dengan sekuat tenaga! Sreet! "Astaga!" Arkana yang sama sekali tidak siap mendapat serangan mendadak itu terkejut setengah mati hingga tubuh tegapnya hampir saja kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Namun, dengan cepat ia menguasai tumpuan kakinya. Begitu ia menoleh untuk melihat siapa yang berani menariknya, sepasang mata tajamnya membelalak kaget. Di hadapannya kini, berdiri istri
Malam itu, mama Keira memutuskan untuk ikut menginap demi menemani putri tunggalnya. Kebersamaan mereka terasa begitu hangat, hingga keesokan harinya, sang mama berpamitan pulang setelah selesai menyajikan sarapan lezat di meja makan."Ingat pesan Mama ya, Keira. Jaga diri dan kesehatanmu baik-baik selama ditinggal Arkana," ujar sang mama lembut sambil memeluk Keira erat-erat di depan pintu."Iya, Ma... Keira bisa jaga diri kok. Mama juga hati-hati di jalan ya," sahut Keira pelan, mencium tangan ibunya sebelum melepas kepergian beliau.Namun, begitu pintu rumah tertutup rapat dan kepulangan sang mama menyisakan keheningan, hari-hari Keira mendadak terasa begitu hampa dan membosankan. Karena sedang tidak ada jadwal kuliah, ia bingung harus menghabiskan waktu dengan cara apa di dalam rumah yang terlampau sepi itu."Sepi banget sih ini rumah..." gumam Keira pada dirinya sendiri sambil berjalan lesu menuju ruang tengah. "Baru dua hari ditinggal Mas Arkana aja rasanya udah kayak seminggu."
Hari Senin tiba, dan Keira merasa jantungnya hampir copot saat ia harus berangkat ke kampus dari rumah yang sama dengan pria yang kini memimpin kelas di jam pertama. "Saya berangkat duluan. Jangan sampai Bapak terlihat keluar dari gerbang ini di saat yang hampir bersamaan dengan saya," perintah K
Puncak dari kiamat kecil itu tiba di hari Sabtu, saat fitting baju pengantin. Keira dipaksa mengenakan kebaya putih panjang yang dipenuhi payet indah karya desainer ternama. Saat ia keluar dari ruang ganti, ia melihat Arkana sudah berdiri di depan cermin besar, mengenakan beskap dengan warna senada
Keesokan paginya, Keira sudah duduk di pojok kafe dengan gelisah. Ia sengaja datang lebih awal untuk menata argumennya. Saat pintu kafe berdenting, sosok tegap itu muncul. Arkana mengenakan kemeja biru tua yang sangat rapi, auranya masih sama; dingin dan berjarak. Ia duduk di hadapan Keira tanpa se
Arkana Adhitama hanya mengangguk kecil sekali, hampir tidak terlihat sebagai sapaan. Wajahnya tetap tenang, seolah tidak terjadi apa-apa beberapa jam yang lalu."Loh, kalian sepertinya sudah saling kenal?" tanya Baskara tertawa ramah."Pak Arkana adalah dosen saya di kampus, Om," jawab Keira, sua
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews