Jerat Rahasia Kapten Ragnar

Jerat Rahasia Kapten Ragnar

last updateLast Updated : 2026-03-16
By:  jimskin003Updated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
9Chapters
17views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Demi mempertahankan jabatan CEO dari pengkhianatan keluarga, Valencia Adhitama terpaksa menikahi Ragnar, seorang pria miskin dari bengkel rongsokan yang dianggap sampah oleh dunia. Namun, pria yang ia kira hanya pajangan penurut itu ternyata memiliki aura predator yang perlahan mulai mendominasi ranjang dan kekuasaannya. Valencia baru menyadari bahwa ia tidak sedang menyelamatkan takhtanya, melainkan sedang mengundang badai berbahaya yang siap melahap hidupnya.

View More

Chapter 1

Bab 1

SINGA DI DALAM SANGKAR

Lantai lima puluh lima Adhitama Tower terasa seperti ruang hampa udara. Valencia Adhitama duduk di ujung meja marmer panjang, menatap tajam sepuluh direktur senior yang sejak tadi mencoba menguliti otoritasnya. Di tangannya, sebuah pulpen emas ia ketuk-ketukkan ke meja, menciptakan irama yang konstan dan mengintimidasi.

"Waktu kamu habis, Valencia," ujar Baskoro, pengacara senior keluarga, sambil menggeser map hitam di atas meja. "Kakek kamu sudah mengunci segalanya. Menikahlah dengan keturunan Surya dalam dua puluh empat jam, atau saham kendali itu lepas. Kamu akan keluar dari gedung ini tanpa membawa apa pun kecuali nama belakang Kamu yang tidak lagi berharga."

Valencia menarik napas panjang. Ia menatap ke luar jendela besar yang menampilkan cakrawala Jakarta yang berkabut. "Cari pria itu. Bawa dia ke hadapan I, hidup atau mati."

─────── ༺♡༻ ───────

Bengkel bubut itu pengap, berbau solar, dan penuh rongsokan besi yang disusun tidak beraturan. Di tengah kekacauan itu, seorang pria duduk di atas ban bekas sambil menghisap sisa batang rokoknya. Kaos hitamnya sobek di bagian lengan, memperlihatkan otot bisepnya yang kokoh namun ternoda oli.

"Duitnya mana, Ragnar!" Jago, preman pasar itu, menendang tumpukan kaleng oli di depan kaki Ragnar hingga isinya tumpah membasahi lantai semen.

Ragnar tidak bergerak. Ia justru menghembuskan asap rokoknya tepat ke wajah Jago. Matanya tajam, dingin, dan penuh tantangan. Tidak ada ketakutan di sana, hanya ada kebosanan yang mendalam terhadap gangguan kecil seperti Jago.

"Cek saku belakangmu," suara Ragnar rendah dan serak.

"Hah?" Jago merogoh saku belakangnya dan tersentak saat menemukan sebuah obeng panjang yang entah sejak kapan sudah terselip di sana, nyaris menusuk kulit pantatnya. Wajahnya memucat seketika.

"Lain kali, obeng itu akan masuk ke tempat lain jika kamu menendang barangku lagi," ujar Ragnar pelan. Ia berdiri perlahan, sosoknya tinggi dengan postur tubuh yang siaga, meski pakaiannya berantakan.

Langkah kaki yang tegas terdengar di ambang pintu bengkel. Valencia Adhitama melangkah masuk, sepatu hak tinggi miliknya berbunyi nyaring di lantai semen yang kotor. Ia berhenti tepat di depan Ragnar. Aroma parfum mahal Valencia bertabrakan dengan bau keringat dan logam dari tubuh Ragnar.

"Hentikan dramanya," ujar Valencia dingin. Ia menatap Jago dengan pandangan menghina, lalu beralih ke Ragnar. "Berapa utang pria ini?"

Baskoro maju satu langkah. "Lima puluh juta dengan bunganya, Nona."

Valencia mengeluarkan buku cek, menuliskan angka dengan gerakan cepat, dan melemparkannya ke dada Jago. "Pergi. Sekarang. Jangan biarkan I melihat wajah You lagi di sekitar sini."

Jago segera lari tanpa berani menoleh lagi. Kini hanya tersisa Valencia dan Ragnar di tengah bengkel yang remang-remang. Ragnar menatap Valencia dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan senyum miring yang provokatif.

"Penyelamat yang cantik," gumam Ragnar. Ia melangkah maju, memperpendek jarak hingga dada bidangnya hampir bersentuhan dengan bahu Valencia. "Apa harganya untuk saya?"

"Harga diri kamu," sahut Valencia tanpa berkedip. Ia menyodorkan dokumen pernikahan di atas meja kerja yang berkarat. "Tanda tangani ini. Kamu akan tinggal di tempat layak, utang ayah kamu lunas, dan sebagai gantinya, kamu menjadi suami pajangan I."

Ragnar mengambil dokumen itu, membacanya sekilas, lalu tertawa pendek. Ia mengambil pulpen dari tangan Valencia, namun sebelum menandatangani, ia menarik tangan Valencia. Ibu jarinya yang kasar mengusap pergelangan tangan Valencia yang halus dengan tekanan yang sengaja.

"Suami pajangan?" Ragnar menatap mata Valencia dengan intensitas yang dalam. "Hati-hati, Nona Valencia. Pajangan ini bisa menggigit."

Ragnar membubuhkan tanda tangan dengan gerakan kasar, lalu melemparkan kembali dokumen itu ke arah dada Valencia.

─────── ༺♡༻ ───────

Di dalam mobil mewah yang melaju menuju pusat kota, atmosfer berubah menjadi medan perang tanpa suara. Valencia duduk menyudut, berusaha menjaga jarak. Namun Ragnar justru duduk dengan santai, menyandarkan punggungnya dan merentangkan kedua tangannya di sandaran jok, seolah ia adalah pemilik sah dari kemewahan ini.

"Dengar, Ragnar," Valencia memulai, suaranya sedikit tertahan. "Di rumah I, You punya aturan. Jangan menyentuh I, jangan bicara kecuali I tanya."

"Wasiat itu bilang kita harus menikah secara sah, kan?" Ragnar memotong pembicaraan. Ia memutar tubuhnya menghadap Valencia. "Itu artinya saya punya hak atas banyak hal di hidup kamu."

Ragnar mendekatkan wajahnya ke arah leher Valencia. Ia bisa mencium aroma tubuh Valencia yang murni di balik kulit putihnya. Aroma jantan dari tubuh Ragnar yang belum mandi terasa begitu dominan, memenuhi kabin mobil yang sempit.

"Jangan pernah berpikir saya bisa dikendalikan dengan uang, Valencia," bisik Ragnar tepat di telinganya.

Mobil mengerem mendadak saat kerumunan wartawan menyergap di depan pintu gerbang utama. Tubuh Valencia terdorong ke depan dengan keras. Secara refleks, tangan Ragnar yang kuat segera melingkar di pinggang Valencia, menarik tubuh wanita itu hingga jatuh tepat ke atas pangkuannya.

Valencia tersentak, tangannya menempel kuat di dada Ragnar yang keras. Ia bisa merasakan detak jantung pria itu yang tenang, sangat kontras dengan napasnya sendiri yang memburu. Ragnar menatap Valencia dengan tatapan predator, tangannya meremas pinggang Valencia dengan posesif sebelum akhirnya melepaskannya saat pintu mobil dibuka dari luar.

"Selamat datang di neraka, suamiku," desis Valencia sambil merapikan gaunnya yang berantakan.

Ragnar turun dari mobil dengan senyum yang tidak hilang dari wajahnya. Ia menatap gedung pencakar langit di depannya seolah ia baru saja menemukan mangsa baru yang menarik untuk ditaklukkan.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status