Mengandung Anak Suami Musuh

Mengandung Anak Suami Musuh

last updateHuling Na-update : 2026-03-04
By:  Ratu AsIn-update ngayon lang
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
14Mga Kabanata
23views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

"Aku dengannya baru satu jam menikah dan dia sudah berhasil membobolku." . "Kenapa menangis? Bukankah ini yang kamu mau? Setuju dinikahi berarti setuju ditiduri." Thalia, gadis lumpuh yang dipaksa untuk menikah dengan suami kakak tirinya lalu menjadi surrogate mother untuk bayi mereka--kakak tiri yang sangat dia benci. Ketidakberdayaan membuatnya tidak bisa menolak, namun diam-diam Thalia menyusun rencana untuk melawan dan menjadi musuh dalam selimut.

view more

Kabanata 1

Bab 1 Setuju Dinikahi Berarti Setuju Ditiduri

"Aku dengannya baru satu jam menikah dan dia sudah berhasil membobolku."

.

"Kenapa menangis? Bukankah ini yang kamu mau?Setuju dinikahi berarti setuju ditiduri."

Bab 1

Thalia meremas selimut yang menutupi tubuh polosnya. Rasa sakit karena baru pertama kali dijamah juga rasa sakit karena dendam membuatnya ingin menjerit.

"Sialan Kak Anna, apa yang dia bilang? Suaminya itu tidak akan mudah menyentuh wanita lain, lalu apa ini?" gumam Thalia dengan mata sembab dan hidung memerah.

Dia baru saja dipaksa untuk menikah dengan suami kakak tirinya. Dalam bayangannya, ini adalah awal Thalia bangkit dan bisa balas dendam. Karena itu dia dengan mudah menyetujui pernikahan itu, meski tahu akan dijadikan sebagai surrogate mothers.

Dendam lama pada Anna yang sudah melenyapkan semua anggota keluarga Thalia, bahkan membuat kakinya lumpuh. Thalia ingin membalasnya perlahan dengan menjadi musuh dalam selimut.

[Kamu hanya perlu mengandung anak suamiku. Setelah menikah nanti, aku akan membujuknya untuk program bayi tabung.]

Thalia kembali membaca pesan Anna dengan mata yang sedikit kabur karena air mata.

Harusnya, dia hanya akan mengandung janin itu saja. Sementara sel telur dan benihnya milik Anna dan Amar.

"Kenapa menangis? Bukankah ini yang kamu mau? Setuju dinikahi berarti setuju ditiduri," ucap Amar dengan senyum miring.

Dia berdiri dengan pakaian yang sudah rapi dan bersih, rambutnya tampak sedikit basah setelah mandi.

Thalia tidak bicara apa pun, dia menatap Amar dengan mata memerah dan sorot permusuhan.

Amar mendekat, dia meraih dagu Thalia dan membuatnya mendongak padanya.

"Harusnya kamu bersyukur kan? Di luar, belum tentu ada lelaki yang mau menikah dengan gadis lumpuh. Tapi aku bahkan tidak mempertimbangkan apa pun saat Anna memaksaku menikahimu."

Cih!

Rasanya Thalia ingin meludah, namun dia tidak berani. Hanya bisa menahan gemertak giginya, menahan rasa sakit dan jengkel.

Amar bukan orang asing, selain suami kakak tirinya, dulu Amar adalah calon suami kakak kandung Thalia yang sudah meninggal.

Dari umur belasan Thalia sudah sering bertemu dengan Amar. Lelaki tampan, mapan, dan punya kesan yang baik di mata orang luar. Namun bagi Thalia, Amar punya penilaian yang berbeda--lelaki itu menyebalkan dan sering merundung Thalia.

Dulu saat Thalia masih bisa berjalan, bahkan dengan terang-terangan Amar sering mengulurkan kakinya dan membuat Thalia tersandung. Memang, dia juga selalu bisa menahan pinggang gadis itu agar tidak jatuh, tapi setelahnya Amar akan berbisik. "Matamu cantik, tapi rabun ya?"

"Lepas!" Thalia menepis tangan Amar yang menekan dagunya dengan ibu jari.

"Memang kenapa kalau aku lumpuh? Sebelum ini, aku tidak menikah bukan karena tidak laku! Tapi aku menunggu momen, momen menikah dengan lelaki yang sangat Kak Anna cintai!" ucap Thalia dengan tawa sumbang.

Terlihat jelas kebencian dan dendam yang berkobar. Namun sebagai suami Anna, Amar tetap tenang dan tidak menanggapi ucapan Thalia dengan berlebihan.

"Ternyata kamu masih saja berpikir Anna yang membunuh Ayah dan kakakmu, ya?"

"Memang siapa lagi kalau bukan dia? Kamu?!" Sorot mata dan ucapan Thalia penuh tuduhan.

Amar kembali berdiri tegap, dia pandangi Thalia dengan lekat, kemudian membalik badan dan pergi begitu saja meninggalkan Thalia yang baru saja dia gauli dengan kamar yang acak-acakan.

Thalia mengepalkan tangan, lalu menjerit dan memukul-mukul kepala ranjang.

Suaranya sampai terdengar keluar. Anna yang baru saja sampai di rumah tua itu berjalan ke kamar Thalia. Berdiri di depan pintu dan menggelengkan kepala.

"Memang gadis gila," gumamnya dengan senyum miring. Dia pikir, Thalia sedang meraung histeris seperti biasa saat sedang kumat. Dia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di hari pernikahan suaminya karena dia sengaja tidak ingin menyaksikannya.

Rumah itu milik keluarga Thalia. Hanya ada Thalia dan satu orang pembantu yang menghuni rumah itu. Sementara biasanya Anna tinggal dengan suaminya di rumahnya yang mewah di kawasan perumahan elit di pusat kota.

Dia tidak ingin bertemu Thalia, tujuannya hanya ingin mengajak suaminya pulang setelah menikah. Dia mencari-cari Amar di rumah itu.

"Sayang," panggil Anna pada Amar yang sekarang berdiri di taman samping rumah, dia melihat kolam ikan dengan air mancur kecil.

Tidak ada yang Amar lakukan selain diam dan menyesap dalam rokoknya.

"Ayo pulang," bujuk Anna memeluk suaminya dari belakang. Dia juga menyenderkan kepalanya dan bersikap manja.

"Pulang?"

Anna mengangguk masih dengan memeluk erat dan mesra. "Ya."

"Bukankah sebagai pengantin baru, nanti malam, adalah malam pertamaku dengan Thalia?"

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
14 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status