Share

Bab 404

Author: Caitlyn
Arvin terdiam. Bukan karena Renee punya trauma buruk terhadap tempat tidur ini, tetapi terhadap dirinya. Di mana pun tempatnya, hasilnya akan sama. Sebaiknya dia tidak menakuti Renee atau memaksanya lagi.

Dengan satu gerakan, dia menekan Renee kembali ke tempat tidur, lalu mencium bibirnya sambil berkata, "Panggil aku waktu kamu mandi besok malam. Malam ini sudah terlalu larut, cepat tidur saja."

"Kalau begitu kamu?"

Renee menatapnya dengan sepasang mata jernih. "Kamu mau mandi air dingin lagi?"
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 404

    Arvin terdiam. Bukan karena Renee punya trauma buruk terhadap tempat tidur ini, tetapi terhadap dirinya. Di mana pun tempatnya, hasilnya akan sama. Sebaiknya dia tidak menakuti Renee atau memaksanya lagi.Dengan satu gerakan, dia menekan Renee kembali ke tempat tidur, lalu mencium bibirnya sambil berkata, "Panggil aku waktu kamu mandi besok malam. Malam ini sudah terlalu larut, cepat tidur saja.""Kalau begitu kamu?"Renee menatapnya dengan sepasang mata jernih. "Kamu mau mandi air dingin lagi?""Mau gimana kalau nggak? Masa harus membiarkan diriku terbakar gairah?" Arvin tersenyum lalu mencium keningnya lagi. "Aku sudah terbiasa. Kamu cepat tidur saja, besok kita masih harus keluar."Usai bicara, Arvin bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.Keesokan harinya saat Renee bangun, Arvin masih tidur. Melihat wajah tidurnya yang tampan, Renee teringat penderitaan yang dialaminya semalam.Di dalam hatinya muncul rasa bersalah sekaligus kasihan.Ujung jarinya tanpa sadar menyentuh alis Arvin

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 403

    Setelah makan malam.Arvin pergi ke ruang kerja, Renee masuk ke studio, sementara Renji dibawa Gina untuk bermain. Renee sibuk sampai larut malam.Setelah mandi di kamar tidur, dia bersandar di tempat tidur sambil mencari boneka yang cantik di ponselnya. Arvin selesai mandi lalu keluar sambil mengeringkan rambut. Dia melirik ponsel di tangan Renee."Milih boneka untuk Renji?""Iya. Aku sudah janji besok mau belikan.""Kenapa nggak beli langsung di toko?""Belanja online lebih praktis."Renee tiba-tiba meletakkan ponselnya lalu menatap Arvin. "Maksudmu besok kamu akan menemani aku dan Renji pergi jalan-jalan membeli boneka?""Aku cuma khawatir orang sibuk sepertimu nggak punya waktu.""Ada! Ada!" Renee segera mengangguk dengan antusias, seolah takut dia berubah pikiran. "Besok kita pergi jalan-jalan, ya. Kita belum pernah bawa Renji pergi jalan-jalan.""Milk tea nggak jadi dibuat?" Arvin tersenyum tipis.Renee menjawab, "Bisa dibuat lusa saja, lain kali.""Kalau sudah keluar rumah, gima

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 402

    "Renji, siapa yang ngasih boneka ini ke kamu?" tanya Renee sambil mengambil boneka di tangan Renji.Renji menjawab sambil tersenyum, "Mainan baru. Tante Gina yang kasih."Gina yang berada di samping segera berkata, "Oh, aku melihatnya di dalam kotak mainan Renji. Aku mau bawa untuk dicuci, tapi Renji malah merebutnya untuk dimainkan."Ditemukan dari kotak mainan? Sepertinya ... dirinya yang terlalu banyak berpikir.Renee langsung menghela napas lega."Mainan ini sudah lama, buang saja," perintah Arvin kepada Gina.Mana mungkin dia tidak mengerti isi pikiran Renee? Dia juga tidak ingin ada orang luar yang memengaruhi hati Renee yang akhirnya kembali lagi kepadanya dengan susah payah.Walaupun Gina tidak mengerti alasannya, dia tetap patuh membawa boneka itu pergi.Sebaliknya, Renji merasa agak tidak senang dan berkata, "Renji suka ... beruang kecil."Arvin membungkuk dan mengusap kepala kecilnya. "Kalau Renji suka, Mama bisa belikan yang baru untukmu.""Renji mau yang baru." Renji langs

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 401

    "Motor listrik nggak aman.""Aku akan sangat berhati-hati."Renee berkata, "Selain itu, mungkin kamu nggak tahu, kalau perempuan mengemudi mobil yang terlalu mewah di jalan, mudah digoda atau diganggu orang."Hal seperti ini baru pertama kali didengar Arvin. Dia tersenyum. "Kalau begitu jangan dipakai saja."Renee mendorong troli.Saat melihat Arvin di sampingnya, dia tiba-tiba bertanya dengan penasaran, "Pak Arvin, kamu bukan pertama kali datang ke supermarket kebutuhan sehari-hari seperti ini, 'kan?""Ini pertama kalinya," jawab Arvin dengan jujur. Karena dia memang tidak pernah punya kesempatan datang ke supermarket seperti ini, dia hanya pernah melihatnya di film.Renee merasa sedikit terharu. "Hidupmu benar-benar nggak ada nuansa kehidupan sehari-hari."Arvin mengangguk. "Dulu aku nggak merasa begitu, tapi sekarang baru sadar memang benar.""Nggak apa-apa. Mulai sekarang kamu ikut saja denganku, aku akan membuat hidupmu penuh nuansa kehidupan sehari-hari." Setelah mengatakan itu s

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 400

    Setelah beberapa saat, barulah Renee ragu-ragu membuka mulut. "Bu Juwita bilang ... nanti kamu akan jatuh cinta pada wanita lain. Dia mengatakannya dengan sangat yakin.""Jadi kamu percaya?" Arvin merasa sedikit geli."Kamu nggak percaya?""Tentu saja nggak." Arvin berhenti sejenak, lalu balik bertanya, "Aku tanya kamu, di masa depan kamu akan jatuh cinta pada orang lain nggak? Kamu juga pasti nggak bisa jawab, 'kan?""Aku pasti nggak akan.""Hm?""Pak Arvin, memangnya itu pertanyaan yang sulit dijawab?""Kamu ini ...." Arvin tersenyum. "Itu hanya imajinasimu, karena nggak ada yang tahu gimana seseorang akan berubah di masa depan. Sama seperti dulu, aku juga nggak pernah nyangka bisa menyukaimu."Renee terdiam. Perkataan Arvin sepertinya memang masuk akal. Juwita pasti sengaja membesar-besarkan hal itu untuk menakut-nakutinya. Memikirkan hal itu, suasana hatinya akhirnya tidak lagi terlalu murung."Gimana? Sekarang bisa temani aku makan siang?" tanya Arvin sambil tersenyum."Lain kali

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 399

    Renee tidak mengerti apa maksudnya.Maksudnya Arvin di masa depan akan menemukan wanita yang benar-benar dia cintai? Mengapa Juwita begitu percaya diri?"Bu Juwita, aku ....""Aku ngantuk, kamu pergi saja." Juwita memotongnya dengan tidak sabar.Melihat dia sama sekali tidak bisa diajak bicara, Renee pun terpaksa menyerah. Sepertinya Arvin benar, dia seharusnya tidak datang, juga tidak seharusnya ikut campur. Karena sejak awal sampai akhir, Juwita memang tidak pernah menerima dirinya.Akhirnya, dia tetap meninggalkan rumah lama itu. Sepanjang jalan, dia terus memikirkan apa maksud dari perkataan Juwita tadi.Mengapa dia begitu yakin Arvin akan menyukai orang lain, begitu yakin bahwa dia tidak akan lama tinggal di Keluarga Suryana.Baru ketika mobil berhenti di bawah gedung studio, Renee menggeleng, mengingatkan dirinya untuk tidak memikirkannya lagi dan fokus bekerja saja. Dia masih punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan.Michela sedang fokus bekerja. Ketika mendongak dan melihat

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 23

    Setelah mengirim beberapa pesan ancaman yang lebih parah, dia mulai menunggu Renee pulang ke rumah. Namun sampai lewat pukul sepuluh, sosok Renee tetap tak kunjung terlihat. Malahan, Reno yang pulang terlebih dulu.Reno memarkir mobil sportnya yang mencolok di halaman, lalu buru-buru masuk ke dalam

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 28

    Di sisi lain. Michela terperanjat marah setelah Renee memutus sambungan telepon secara paksa. "Ngapain kamu masih kasihan sama bajingan itu? Karena kamu terlalu baik, makanya dia bisa berkali-kali bawa si pelakor itu buat nyakitin kamu!""Aku nggak kasihan sama dia, aku cuma nggak mau kamu ikut kena

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 13

    Benar juga, sama-sama berasal dari kalangan atas, mana mungkin tidak saling mengenal?Renee malas menjelaskan lagi hubungan antara dirinya dan Nathan. Dia hanya menatap Arvin yang berbalik dan hendak membuka pintu mobil. Dengan nada datar, dia memanggil, "Arvin."Gerakan Arvin membuka pintu pun terh

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 31

    Dalam pandangannya yang semakin buram, wajah kecil Renji yang cemberut tampak semakin menjauh. Renee ingin mengejarnya, ingin memberitahunya bahwa ibunya bukan orang jahat. Namun baru berjalan satu langkah, tubuhnya tiba-tiba kehilangan tenaga dan ambruk ke tanah.Mobil Rolls-Royce itu berbelok di u

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status