Gadis Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Kesayangan Tuan Mafia

last updateÚltima atualização : 2026-01-09
Por:  Syifa SafaahEm andamento
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Classificações insuficientes
5Capítulos
13visualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

Ranira dijual oleh majikannya sendiri pada seorang mafia kejam bernama Evander Lukas. Sebagai ketua mafia, Evans dikenal kejam dan berdarah dingin. Paling ditakuti oleh musuh. Tak ada satu pun hal yang Evans takuti di dunia ini. Tidak ada yang bisa menaklukannya. Sampai Ranira datang sebagai gadis tawanan yang membuatnya kewalahan. #Mafia #dewasa #noveldewasa #wanitatangguh #darkrommance

Ver mais

Capítulo 1

BAB 1

"Sesuai janjiku, aku datang ke sini untuk menyerahkan putriku pada Tuan Evans," ujar Mike pada dua anggota mafia di depannya.

Ranira yang mendengar itu, sontak mengangkat wajah dan menoleh pada Mike dengan mata yang membelalak terkejut.

Pasalnya sebelum ke sini, Mike mengatakan padanya dia akan mendaftarkan Ranira di kampus tempat Cristie kuliah.

Tentu saja Ranira begitu bersemangat. Sejak dulu dia ingin kuliah, tapi dia harus mengubur impiannya karena keterbatasan biaya. Dia dan ibunya hanya bekerja sebagai pembantu di rumah keluarga Mike Moseley.

Tapi kini, Mike mengingkari ucapannya. Bukannya membawa Ranira ke kampus seperti yang dijanjikannya, Mike justru membawanya ke sebuah mansion mewah yang catnya didominasi warna hitam.

Entah tempat apa itu. Tapi Ranira merasa ngeri melihat dua pria berperawakan tinggi besar dengan tato naga di lengan, yang memasang wajah sangar di depannya.

"Baik. Tuan Evans sedang pergi ke luar. Mungkin dia akan pulang nanti malam. Kami akan menyampaikan kabar ini padanya," ucap salah satu dari mereka.

Ranira mengerutkan dahi. "Tunggu, ada apa ini? Apa maksud dari perkataan kalian?" tanya Ranira.

Tiba-tiba tangan Ranira ditarik masuk ke dalam mansion tersebut oleh dua bawahan Evans. Diam-diam Mike menyunggingkan senyum miring sembari membenamkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

Mike berbalik dan hendak pergi. Namun terhenti saat mendengar teriakan Ranira.

"Lepaskan aku! Kalian tidak bisa menarikku masuk! Aku mau pulang!"

"Aargghh! Gadis sialan," umpat salah seorang bawahan Evans setelah Ranira menggigit tangannya, lalu berlari menghampiri Mike yang baru saja turun dari teras.

"Tuan Mike, apa maksud Anda? Bukannya Anda bilang akan membawaku untuk daftar kuliah di kampusnya Cristie?"

"Ssstt ..." Mike membekap mulut Ranira dengan telapak tangannya.

Dua orang bawahan Evans keluar dan hendak menyusul Ranira. Namun Mike memberi isyarat agar mereka memberikan waktu sesaat.

"Aku ingin berbicara sebentar dengan putriku sebelum meninggalkannya," pinta Mike. Kedua bawahan Evans pun mengangguk dan memundurkan langkah.

"Jangan sebut nama Cristie di rumah ini," tekan Mike sambil mencengkeram ketat lengan kiri Ranira. Membuat gadis belia berbulu mata lentik itu meringis pelan.

Tentu saja Mike tidak mau Evans curiga jika Ranira menyebut-nyebut nama putri kandungnya.

"Tapi kenapa Anda mengakuiku sebagai putri Anda? Anda akan meninggalkanku di rumah besar ini? Apa yang sedang Anda rencanakan, Tuan Mike?"

Senyum seringai terlukis di wajah Mike. Lelaki yang telah menginjak usia kepala lima itu makin mengetatkan cengkeramannya di tangan Ranira.

"Aku adalah anggota dari organisasi mafia yang dipimpin oleh Evander. Semua kekayaanku yang berlimpah bukan hasil dari pekerjaanku sebagai pejabat. Tapi aku diutus sebagai tikus yang menyelinap ke dalam dunia politik untuk menggerogoti banyak uang dari sana."

Ranira memasang wajah terkejut. Matanya melebar, menatap serius pada Mike yang baru saja memberitahu bahwa ia adalah anggota mafia.

Padahal selama ini Ranira berpikir kekayaan Mike murni dari hasilnya mengabdi sebagai pejabat negara.

"Sayangnya, obsesiku untuk menjadi orang terkaya di negeri ini membuatku mencoba berhianat dengan mengambil keuntungan dari organisasi mafia lain. Sekarang, Evans sudah menendangku dari organisasi karena penghianatanku terbongkar. Harusnya aku dibunuh oleh Evans sebagai hukuman atas penghianatanku. Tapi, untungnya Evans memberiku sebuah penawaran yang membuatku terbebas dari jerat hukuman. Kau mau tahu apa penawaran itu?" Mike menyeringai lagi.

Membuat kedua alis Ranira saling bertautan.

"Apa?"

"Tawarannya adalah aku bisa bebas asalkan aku harus menyerahkan putriku padanya. Kau tahu sendiri bagaimana aku sangat menyayangi putri kandungku, Cristie. Maka dari itu, aku sengaja memilih menyerahkanmu saja. Di sini, kau harus mengaku sebagai putri kandungku. Jangan sampai Evans tahu kalau kau hanya anak pembantuku. Jika sampai rahasia ini terbongkar, maka nyawa ibumu menjadi taruhannya," cetus Mike tanpa perasaan.

Lelaki setengah baya itu menghempaskan kasar lengan Ranira. Sambil memegangi lengannya yang terasa sakit, Ranira menatap Mike dengan sorot benci.

"Dasar berengsek! Jangan berani menyakiti ibuku!"

"Tenang saja, Ranira. Hal itu tidak akan terjadi selama kau tetap menjaga rahasia. Sampai kudengar kau membocorkan pada Evander tentang siapa dirimu sebenarnya, maka aku jamin saat kau pulang ke rumahku nanti, kau akan melihat mayat ibumu." Ancaman Mike membuat hati Ranira mencelos.

Ranira menyesal. Mengapa ia harus termakan oleh jebakan Mike yang mengiming-iminginya daftar kuliah? Sekarang, Riana terjebak di dalam sarang mafia.

Setelahnya, Mike berpura-pura memasang wajah sedih dan memberi instruksi pada dua orang bawahan Evander.

"Aku sudah selesai bicara dengan putriku," ucap Mike, mengusap air mata palsunya.

Ranira masih tercenung dan melamun. Ia masih syok dengan kenyataan yang menimpanya.

"Sayang, Papa pulang. Maafkan Papa." Mike mengusap rambut Ranira, kemudian melangkah pergi menuju mobilnya.

Ranira langsung ditarik masuk oleh dua bawahan Evans. Mata Ranira sempat menoleh ke arah Mike yang menyunggingkan senyum puas sebelum masuk ke mobilnya.

Sementara Ranira terus digiring masuk menuju lantai atas, lantas diantar ke sebuah kamar yang luas dan lengkap dengan berbagai furniture mewah di dalamnya.

Ada sebuah ranjang berbentuk round bed berbalut sprei warna merah darah di tengah-tengah kamar.

"Tetaplah di sini sampai Tuan Evans pulang," ucap mereka, sebelum akhirnya menutup rapat daun pintu dan mengunci Ranira dari luar.

"Mama," desah Ranira dengan mata yang berkaca-kaca.

"Apa yang akan dikatakan si brengsek Mike pada ibuku setelah dia melemparku ke dalam sarang mafia? Mungkin dia akan membuat cerita bohong. Sial! Kupikir dia orang yang baik, tapi ternyata dia sangat licik. Bisa-bisanya dia menyerahkanku ke tempat ini. Seharusnya Cristie yang berada di sini, sekarang."

"Aku tidak akan memaafkan lelaki tua itu jika sampai dia berani menyakiti ibuku," lanjut Ranira penuh emosi.

Dengan mata yang basah dan memerah, Ranira memendarkan pandangan ke sekeliling. Hanya ada beberapa lukisan berlatar hitam dan abu. Tidak ada satu pun foto sosok Evander yang katanya sang ketua mafia itu.

“Apa yang akan dia lakukan padaku jika dia pulang nanti?" gumam Ranira, bertanya dengan perasaan cemas yang menyergap hatinya.

***

Malam hari, ketika Ranira merasa kelopak matanya berat dan hampir saja jatuh tertidur di atas ranjangnya, tiba-tiba ia terkejut mendengar suara gemerincing kunci dari luar kamar.

"Siapa itu?" panik Ranira, segera mengubah posisinya menjadi duduk. Matanya terus tertuju pada daun pintu yang ini berayun terbuka.

Ranira mengerutkan kening saat ia hanya melihat seorang bawahan Evans yang berdiri di ambang pintu.

"Tuan Evans sudah datang," beritahunya pada Ranira.

Apa? Ketua mafia yang bengis itu telah datang?

Ranira segera bangkit dari ranjangnya dan berdiri dengan wajah tegang. Selanjutnya, melangkah masuk seorang lelaki barparas tampan, berambut hitam kecokelatan, serta tubuhnya yang tinggi menjulang.

Mulanya, Ranira sempat terkesiap melihat lelaki yang kini berdiri di dekat pintu. Hati kecilnya mengakui ketampanan dari sosok lelaki karismatik tersebut.

"Apakah dia sang ketua mafia yang dimaksud oleh Tuan Mike?" tanya Ranira dalam batinnya.

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sem comentários
5 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status