Home / Romansa / CINTA ANTARA PENGASUH DAN TUAN MUDA / 43. Terpesona Masakan Septin

Share

43. Terpesona Masakan Septin

last update Last Updated: 2026-01-28 16:19:32

Rumah megah itu mulai meredup seiring dengan terbenamnya matahari. Septin baru saja menyelesaikan tugasnya yang melelahkan di taman dan kolam renang.

Dengan tubuh yang pegal dan lelah, Septin berjalan pelan menuju kamarnya yang sederhana di lantai bawah rumah itu. Setelah membersihkan diri, dia merebahkan tubuhnya di atas kasur, menikmati kenyamanan sesaat setelah seharian bekerja di bawah terik matahari.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Terdengar suara pintu kamarnya diketuk keras,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • CINTA ANTARA PENGASUH DAN TUAN MUDA    80. Kejutan Kecil Untuk Septin

    Pagi itu di Siloam Hospital Jakarta Selatan, suasana di ruang perawatan Septin mulai terasa berbeda. Setelah dua hari yang penuh kecemasan, akhirnya Septin sudah sadar dan mulai pulih, meski masih harus menjalani perawatan intensif. Hari ini, Septin akan dijadwalkan untuk menjalani sesi fisioterapi guna memulihkan bagian tubuhnya yang masih keseleo akibat insiden yang hampir merenggut nyawanya.Suster dengan hati-hati membantu Septin berpindah dari tempat tidurnya ke kursi roda, persiapan untuk membawanya ke ruang fisioterapi. Meski tubuhnya masih terasa lemah, Septin berusaha tersenyum dan menatap sekeliling. Sinar matahari pagi menembus jendela kamar, memberikan sentuhan hangat yang terasa menyenangkan di kulitnya."Bagaimana perasaanmu, Nak?" tanya Bunda Wita yang duduk di sampingnya, tatapannya penuh kasih sayang.Septin mengangguk pelan."Sudah lebih baik, Bunda. Aku hanya merasakan sedikit lelah."Ayah Yoga, yang berdiri di sisi lain kursi roda, menepuk bahu putrinya dengan lemb

  • CINTA ANTARA PENGASUH DAN TUAN MUDA    79. Ternyata Saling Mengenal

    Di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta, suasana tegang menyelimuti ruang ICU. Ketenangan malam yang biasanya hadir tergantikan oleh kecemasan mendalam yang menyelimuti mereka yang menanti di sana. Di dalam ruang ICU, tubuh Septin terbaring tak bergerak, masih belum sadarkan diri setelah insiden yang hampir merenggut nyawanya. Monitor di samping tempat tidurnya menampilkan denyut jantung yang stabil, namun lemah. Di luar ruangan, Bunda Wita dan Ayah Yoga duduk dengan wajah penuh kekhawatiran. Mata mereka tak pernah lepas dari pintu kaca yang memisahkan keduanya dari putri tercinta. Bunda Wita, dengan wajah pucat dan kantung mata yang dalam akibat kurang tidur, menggenggam tangan suaminya erat-erat, mencari kekuatan dalam kebersamaan. Sementara Ayah Yoga berusaha tetap tegar, namun dari sorot matanya terlihat jelas bahwa hatinya hancur melihat kondisi putrinya yang belum juga membaik.Di seberang mereka, Tuan Muda Gideon, duduk dengan penuh kegelisahan. Wajahnya yang biasanya tampak

  • CINTA ANTARA PENGASUH DAN TUAN MUDA    78. Kesedihan Mendalam

    Ruangan ICU di Rumah Sakit Siloam, Jakarta Selatan penuh dengan kesunyian yang hanya sesekali terganggu oleh suara mesin medis yang berdetak stabil. Septin, seorang gadis muda yang tak berdaya, terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang rumah sakit. Wajahnya pucat, hanya tersorot oleh cahaya lembut dari lampu di atas tempat tidur. Kabel-kabel dan alat bantu pernapasan terhubung ke tubuhnya yang lemah, seakan-akan menggambarkan betapa rapuhnya hidup yang kini bergantung pada teknologi medis.Ayah Yoga dan Bunda Wita, kedua orang tua Septin, duduk di samping tempat tidur putri mereka. Mata keduanya terlihat sangat sembab karena menangis sepanjang malam. Mereka tidak bisa meninggalkan Septin, tidak di saat seperti ini. Wajah Bunda Wita terlihat lebih tua dari usianya, garis-garis kekhawatiran terpahat dalam-dalam di kulitnya. Sementara Ayah Yoga duduk kaku dengan tangan yang terlipat, berusaha menahan air mata yang menggenang di matanya.“Bunda, sejujurnya Ayah nggak sanggup lihat Sept

  • CINTA ANTARA PENGASUH DAN TUAN MUDA    77. Kecemasan Orang Tua Septin

    Suatu malam di salah satu sudut Kota Jakarta,Suasana malam itu begitu sunyi, hanya terdengar suara sesekali dari kendaraan yang melintas di jalan. Di dalam sebuah rumah sederhana, Ayah Yoga dan Bunda Wita baru saja beranjak ingin tidur malam itu ketika tiba-tiba ponsel Bunda Wita berbunyi nyaring. Dengan perasaan campur aduk, perempuan yang masih cantik itu mengangkat telepon tersebut, suara di seberang sana memberitahukan kabar buruk yang sungguh telah menghancurkan hatinya. putri mereka, Septin, baru saja dibawa ke rumah sakit setelah diserang oleh orang tak dikenal."Ayah, Septin di rumah sakit!" seru Bunda Wita panik, matanya sudah mulai berkaca-kaca.Ayah Yoga yang mendengar itu langsung terlonjak dari tempat tidur. "Apa? Tapi kok bisa? Bagaimana kondisinya sekarang?" Sang ayah juga turut khawatir dengan putri kesayangannya.“Mengenai kondisi Septin, masih belum jelas, Ayah. Tapi kita harus segera ke sana!" jawab Bunda Wita tergesa-gesa, suaranya terdengar bergetar.“Ya sudah,

  • CINTA ANTARA PENGASUH DAN TUAN MUDA    76. Kepanikan Orang Tua Gideon

    Tuan Deris Mosha dan Nyonya Kemala Mosha memasuki mobil mereka dengan langkah tegas dan wajah yang diliputi amarah. Tuan Deris duduk di depan, berdampingan dengan sopir, sementara Nyonya Kemala duduk di belakang, matanya memandang tajam ke luar jendela. Mereka baru saja menyelesaikan pertemuan penting di kantor dan mendapati foto-foto putra mereka, Gideon, bersama pengasuhnya, Septin, dalam situasi yang sangat intim. Nyonya Kemala, yang merasa dikhianati oleh Septin, tidak sabar untuk menanyakan langsung kepada Gideon."Beraninya dia berbuat seperti itu! Aku tak pernah menyangka!" Nyonya Kemala bergumam, suaranya dipenuhi kemarahan yang tertahan. "Bagaimana mungkin Septin, seorang pengasuh yang aku sangat percayai, bisa begitu dekat dengan anak kita?"Tuan Deris, yang berusaha menenangkan istrinya sejak tadi, menjawab dengan tenang, "Kita akan bicarakan ini dengan Gideon, Mi. Jangan langsung menyimpulkan yang tidak-tidak dulu. Ada baiknya kita tanya kebenarannya dari putra kita."N

  • CINTA ANTARA PENGASUH DAN TUAN MUDA    75. Septin Terluka

    Langit Jakarta mulai meredup saat sore perlahan mulai berganti malam. Gideon dan Septin, yang baru saja hang out bersama Petrus, Lukas, dan Nana di Mall Pondok Indah, terlihat berjalan keluar dari gedung pusat perbelanjaan itu. Mereka semua tertawa dan bercanda, menikmati momen kebersamaan mereka setelah hari yang panjang dan menyenangkan."Sampai ketemu lagi, ya! Jaga diri kalian," seru Petrus, melambaikan tangan kepada Gideon dan Septin. Lukas dan Nana ikut melambai, sebelum mereka semua berpisah di depan mall. Petrus, Lukas, dan Nana memilih untuk pulang menggunakan taksi online, sementara Gideon dan Septin menuju mobil sedan hitam milik Gideon.Setelah berpamitan, Gideon dan Septin memasuki mobil. Mesin mobil dinyalakan, dan Gideon mulai mengendarai mobilnya keluar dari area parkir. "Kamu senang hari ini, Septin Sayangku?" tanya Gideon, melirik ke arah Septin yang duduk di sebelahnya. Wajah sang kekasih terlihat tampak tenang, tapi ada senyuman kecil di bibirnya."Iya, Tuan Muda.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status