Partager

MASAKAN ALINTA

last update Date de publication: 2022-02-25 13:02:00

Tadi malam, Alinta sehabis minum obat. Tepat jam 7 malam, kesehatannya memburuk. Arga melihat Alinta sedang menggosok-gosok tangan.

"Alinta, kamu tidur ya. Aku ambilkan obat." Arga yang melihat sang istri yang sering kambuh bergegas untuk membawa obat supaya Alinta tidak kejang-kejang.

"Arga, Alinta mengapa lagi?"tanya tante. Auranti cemas saat melihat Alinta kambuh. "Arga, kamu ambilkan obat epilepsi."

Arga mengambil obat ayan atau epilepsi di laci. Dia mengeluarkan obat dan menaruh di meja. Auranti kemudian mengeluarkan kapsul ayan, dia memasukkan ke mulut Alinta.

"Sayang, kamu harus kuat. Kamu tidak boleh kalah dari penyakitmu,"ucap Auranti.

Malam itu telah berlalu, kini Arga melihat Alinta dan tante sedang masak kesukaan Arga. Tante kandung Arga yang mencuci piring, dia menghentikan untuk membersihkan piring.

"Ada apa tante?" tanya Arga. Lelaki itu kewalahan karena masih banyak dokumen kantor, tetapi wanita yang dicintainya dan sudah menjadi istri sekaligus akunting buat Arga, sekarang Alinta terlihat masih lemas dan tidak bisa bergerak.

"Ar, tante sedih. Lihat kondisi istri kamu makin parah. Saat kecil dia hanya sakit epilepsi atau ayan. Tetapi sekarang kemampuan bicara dan berjalannya makin hari makin menurun."

Melihat Alinta yang menyediakan piring, gelas, dan peralatan masak tadi. Saat dibantu oleh Auranti, Arga mengetahui, hasrat untuk berdua dan tidur bersama dengan Alinta menghilang. dia tidak ingin Alinta menderita, nafsu berdua sesama suami istri menghilang karena rasa sedih dan sesak yang muncul di pikiran dan hati Arga.

"Mas, kamu tidak pergi ke kantor?" tanya Alinta. Dia menggerakkan kursi roda dengan payah, Arga yang melihat kemudian langsung berdiri dan menuju ke kursi roda. "Makan dahulu, aku sudah membuat masakan kesukaanmu. Untung, tante menolong aku."

"Kamu mengapa sayang?" tanya Arga.

"Tumor di rahim buat aku kesakitan. Aku susah bernapas, tolong aku mas." Alinta menunduk karena kesakitan, dia tidak bisa duduk tegak.

"Alinta, waktu kamu kecil penyakitnya tidak separah ini." Tante Auranti yang membawa Alinta ke kamar dengan sigap dan cekatan, langsung memapah Alinta perlahan-lahan. Saat Alinta masih kecil, Auranti merawat dengan kasih sayang.

"Alinta, kamu sudah harum. Mau ke mana sama saudara kembar kamu?"

Auranti mencium kening Alinta.

"Pa, aku kasihan sama ke dua keponakanku. Meski dia anak dari temanku, dia sudah ku anggap keponakanku."

Alinta kejang-kejang, dia harus diberi pernafasan dengan oksigen. Auranti yang mengambil tabung oksigen segera cepat-cepat ke arah Alinta yang kejang, berbusa, dan sesak napas. Kondisi Alinta belum sehat, dia masih kejang-kejang meski sudah dipasang oksigen. Penyakit kerusakan saraf yang disebut movemont disorder atau gerakan yang tidak terkendali saat setres membuat Alinta tersiksa.

"Sayang, kamu mengapa. Tadi kamu baik-baik saja."

"Arga, selain ayan, istrimu juga memiliki penyakit saraf akibat setres. Besok, tante ke rumah sakit untuk lebih jelasnya."

Tolong, beri kesembuhan untuk istriku. Sang pencipta langit dan manusia, engkau yang menciptakan aku dan Alinta. Engkau yang maha menyembuhkan, tolong sembuhkan istriku. Aku melihatnya kejang-kejang seperti melihat dia tidak bisa mengendalikan pikirannya. Arga berdoa dalam hati.

Arga hanya bisa memikirkan kesehatan Alinta, masakannya yang di meja ditinggal karena tegang melihat istri tercinta sakit. Jika tidur berdua dan menuruti Alinta, kesehatan istrinya akan terganggu. Istri Arga, yang sakit pernah berkata saat di rumah sakit.

Arga berpikir, mantan suami Alinta ini tidak punya hati apa. Melihat istri yang sakit malah disuruh honey moon untuk ke dua kali. Uang dipakai berjudi, istri susah-susah kerja. Arga sekarang bisa bernapas dengan tenang. Karena Arga yang akan merawat Alinta, dia tidak ingin membuat istrinya terluka.

"Pa, kita sudah nikah namun belum dicatat oleh negara. Ketika kita menikah dengan sah, aku rela bersama kamu."

Arga melihat sang istri yang terbaring di rumah sakit, membuat hatinya remuk karena sang istri begitu perhatian. Arga memakai pakaian kantor saat itu, tidak ada waktu untuk ganti pakaian. Yang dipikirkan hanyalah, menemani, mrerawat, dan membuat suasana di ruang ICU menjadi suasana di rumah.

"MA, dokter bilang. Mama jangan banyak berpikir atau bergerak. Mama, harus istirahat untuk terapi besok,"ucap Arga.

Saat ini, Alinta masih memakai oksigen. Arga yang di kamar memijat kakinya dan mengelus punggung Alinta. Arga memakai pakaian rumah, hari ini dia cuti kerja demi merawat Alinta yang belum sembuh dari penyakit saraf. Beberapa menit kemudian, Alinta sudah berhenti dari kejang-kejang, liur di mulut juga sudah disedot oleh Arga. Arga meski seorang pria, namun dia memiliki hati yang baik. dia tahu sang istri sedang sakit, bahkan saat ini Alinta kambuh lagi sakit ayannya. Mulut Alinta tiba-tiba mengunyah, padahal Alinta tidak makan sesuatu. Bahkan, Alinta menoleh ke kiri padahal tidak ada siapa-siapa. Ya, penyakit Alinta ditandai dengan dejavu. Alinta seperti melihat hal yang pernah terjadi, padahal dia belum pernah melihat hal-hal yang ada di pikirannya saat ayan yang dialami Alinta kambuh. Arga yang melihat saja sudah terenyuh hatinya, sang istri sakit ayan dan kesuahan bernafas itu seperti ditusuk oleh pisau di dadanya.

"Alinta, kamu harus kuat. Kamu tidak boleh seperti ini. Aku tidak bisa bulan madu dengan mu saat kamu sakit. Jangan paksa kondisimu, sayang. Istriku yang tercinta."

Alinta sebentar sadar, Arga memijat kening dan mengelus leher istrinya.

"Pa, lapar. Mama mau makan, kita makan di ruang makan sama-sama ya."

Tante Auranti datang, dia membawakan makanan ke kamar. Tante Auranti lalu menyediakan tikar supaya Alinta dan Arga bisa makan bersama-sama.

Arga mengerti, cinta itu bukan karena hanya nafsu saja. Melainkan, cinta itu adalah memberi kebahagiaan terhadap orang yang dicintai. Selemah apa pun orang yang kita cintai, kita harus membuat tersenyum jangan membuat mereka sedih. Itu yang dipikirkan oleh Arga.

"Aku suapin, mama di kasur saja." Arga perlahan-lahan meniupkan bubur yang di mangkuk, kemudian dia menyuapkan bubur perlahan-lahan. "Nah, sekarang giliran aku makan." Saat Arga memakan masakan yang dibuat oleh Auranti dan Alinta, dia menangis.

"mengapa, Arga. Apakah masakan tante dan Alinta tidak enak?"tanya tantenya.

"Baru pertama kali. Aku memakan masakan yang seenak ini. Aku benar-benar bersyukur mempunyai tante yang baik dan istri yang baik juga."

Alinta tersenyum, dia melihat wajah suami yang tampan dan Alinta juga tidak salah menikahi Arga. Suami ke duanya benar-benar perhatian walaupun Alinta sakit, yang diucapkan Arga hanyalah kasih sayang.

emas, aku berharap penyakit tumor rahim segera bisa sembuh. Aku ingin mempunyai anak. Meskipun kalian berdua baik kepadaku, tetapi aku takut tidak bisa menjadi istri yang sempurna buat emas Arga dan tidak bisa menjadi keponakan buat tante Auranti. Alinta meneteskan air mata.

"Baru kali ini, aku juga mempunyai suami yang baik dan pengertian. daripada suamiku yang dahulu,"ucap Alinta. Arga mengecup kening Alinta.

"Yang lalu biarlah berlalu, mama pikirkan kesehatan saja. Mama masih sakit dan harus istirahat. Jangan berpikir aneh-aneh, papa sangat sedih kalau melihat mama setiap hari kejang-kejang. Hati papa hancur, istri sakit tetapi dokter tidak bisa menyembuhkan."

"Doakan mama bisa masak untuk papa tiap hari,"ucap Alinta.

"Setiap hari, papa berdoa. Supaya mama kuat menghadapi penyakit."

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • CINTA DALAM DUSTA : AKU BUKAN WANITA LEMAH   Arga Masuk

    Sertifikat tanah sudah Arga suruh ambil dan urus, Arga menyuruh tante Auranti supaya aman. Lelaki itu masuk dan membawa baskom berisi air dan handuk untuk meredakan demam. “Mas ... aku tidak kuat ... aku tidak mau menahan sakit ... capek sekali.”Koran di ruang tamu sudah Arga baca, dia hanya bisa menemani Alinta. Jika mengurus masalah di Indonesia, kapan selesainya dan Alinta harus butuh perhatian.“Kamu jangan banyak bicara dan berpikir. Istirahat ya, aku kompres kamu supaya demam turun.”Arga membersihkan wajah dan kening Alinta, perlahan-lahan dia memeras handuk basa dan menyeka. Rekening bank belum ke pakai dan dia berniat akan mengajak Alinta jalan-jalan. “Alinta hari ini kamu siap-siap, aku akan mengajak kamu jalan-jalan.”Desainer pakaian sudah menyelesaikan tugas, Arga belum bisa ke kantor. Dia harus menemani Alinta, istri Arga yang dulu bisa senyum sekarang hanya bisa menangis dan merintih kesakitan. Luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat, membuat Ar

  • CINTA DALAM DUSTA : AKU BUKAN WANITA LEMAH   Alinta Tidak Tertolong

    Kesehatan Alinta semakin hari semakin tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Semenjak dia sesak napas, sekarang penglihatan yang memudar sedikit demi sedikit. Arga tidak mau amarahnya tiba-tiba keluar, dia menahan rasa kesal dengan sendirian. Hadiah yang pernah diberikan Alinta adalah mau menerima Arga yang super sibuk. Alinta tidak pernah mengeluh suaminya sibuk, dia hanya ingin diperlakukan seperti ratu bukan uang berjalan. Arga sebagai suami baru dan menjadi suami yang tulus, pernah mengajak jalan di Indonesia. Arga tidak pernah juga menyuruh Alinta diet ketat, dia tahu bahwa Alinta sudah memiliki penyakit bawaan lahir jadi makan yang sehat asal bisa membuat suasana hati bahagia.“Berita dari koran Indonesia tidak ada yang bilang, kalau nenek angkatnya ditahan.”Arga berbicara di telepon, Auranti sudah pulang ke Indonesia karena ada urusan mendesak. Auranti sebagai tante yang merawat Arga dari kecil, tahu kalau keponakannya sekarang lagi serba salah.“Arga, kondisi Alinta mungkin

  • CINTA DALAM DUSTA : AKU BUKAN WANITA LEMAH   Alinta Susah Bernapas?

    “Mas ... sesak sekali ... dadaku sakit ... tolong mas ...”Jam 8, langit sudah gelap terdengar suara tiupan angin. Di sebuah gedung, yang luasnya sekitar 18 hingga 25m persegi. Dua orang suami istri sedang saling menguatkan. Lelaki yang bersama Alinta, sang suami yang selalu setia meneteskan air mata. Dia tidak tahan ketika Alinta tiba-tiba saja susah bernapas karena penyakit jantung dan sesak napasnya kambuh. Alinta yang terbaring dan dengan keadaan seperti hamil, karena tumor yang diderita tidak bisa dioperasi. Alinta sudah berkali-kali ke rumah sakit, namun dokter sudah menyerah karena bisa bahaya keadaan jantung. Dokter spesialis jantung menyarankan Alinta untuk kemoterapi, supaya memperkecil tumor. “Sayang, kenapa kamu tiba-tiba keadaan melemah seperti ini?” Arga yang berada di sisinya, mencoba untuk mengelus dada Alinta pelan-pelan. Dia merasa Alinta kesusahan saat menghirup oksigen, detak jantung di ECG tiba-tiba saja berbunyi cepat. “Aku ... tidak ... kuat ... sakit ... sek

  • CINTA DALAM DUSTA : AKU BUKAN WANITA LEMAH   Badai Salju

    Butiran air yang berbentuk kristal putih, terus berjatuhan di atap apartemen. Apartemen yang sederhana, namun menenangkan bagi suami istri yang sedang berada di Jepang. Alinta yang masih belum sadar dari koma, sejak bulan lalu masih memakai selang oksigen. Bulan Disember, salju turun lebat – bagi Arga, tidak ada kata untuk malas. Dia sedang menunggu kereta, demi bisa bertemu orang-orang penting untuk memulai bisnis di tahun baru. “Pak Arga, kami sudah menemui beberapa orang yang Anda cari. Beliau sudah bersedia untuk menandatangani surat perjanjian.”Arga sudah menggambar rancangan pakaian. Dia tahu betul untuk menawarkan produk batik bagi perusahaan besar yang berada di Jepang. Di Osaka, dia pernah bertemu dengan orang-orang terkenal. Dengan memperkenalkan budaya Indonesia, orang Jepang pasti menerimanya. Gambar pakaian dan tulisan batik, pasti disukai. Berkas yang dia susun rapi-rapi, sudah dimasukkan ke tas. Meski badai salju masih turun, dia bertekad menunggu kereta demi menyembuh

  • CINTA DALAM DUSTA : AKU BUKAN WANITA LEMAH   Kenapa Alinta ?

    “Mas ... aku ... tidak ... kuat ... sesak napas ...” Lelaki itu kemudian terdiam, mendengar suara istrinya tiba-tiba terputus dan susah berbicara.“Kamu kenapa, apakah ada yang sakit?” tanya Arga. Arga kemudian mengelus kening istrinya, dia memijat tangan Alinta. Alinta tiba-tiba kembali lemah, padahal kemarin masih bisa tersenyum. Arga jantungnya berdetak kencang, dia tidak mau Alinta sakit. Dia berharap bisa membawa Alinta ke taman atau ke museum untuk menghibur Alinta. Arga sudah menyuruh temannya yang di Jepang untuk mencari restoran Indonesia, supaya Alinta mau makan dan semangat lagi. Arga tidak sempat pergi ke restoran Indonesia yang di Jepang, dia sibuk mengurus Alinta dan kantor supaya bisa dibagi. Dia bertekad supaya bisa bersama Alinta untuk beberapa hari. Arga tidak bisa menahan air mata, dia sudah tidak melihat istri yang terus – menerus yang kejang dan susah bernapas. Dia mencoba supaya Alinta bisa tenang saat kesakitan. Dia hanya bisa membuat menolong semampunya. Asis

  • CINTA DALAM DUSTA : AKU BUKAN WANITA LEMAH   Belikan Kain Putih

    Arga sudah memilih-milih toko kain kafan, buat persiapan untuk istrinya. Beberapa hari yang lalu, setelah selesai siaran di youtube – Alinta sempat berbicara bahwa dia ingin dibelikan kain putih untuk persiapan ketika sudah tidak kuat menahan penyakit. Ya, penyakit Alinta membuat Alinta setiap hari harus menahan kejang atau tremor. Belum lama ini, dia meminum obat setiap hari untuk menghilangkan rasa sakit. Obat yang dikasih juga mengandung zat yang membuat dia hilang ingatan, karena obat itu mengandung napza. Ibarat memakan buah yang manis, tetapi malah mendapatkan yang tidak terduga. Seperti itulah yang dirasakan Alinta, dia meminum obat supaya tidak kambuh penyakitnya malah seperti orang yang hilang akal. Arga makanya mematuhi perkataan wanita yang dia sayangi, dia tidak mau Alinta terus merasa kesakitan dan terpaksa memakan obat. Arga juga bijak dalam mengambil keputusan, supaya tidak salah memilih kain kafan. Demi membuat Alinta tidak bertanya dan melamun, jika dia melamun kare

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status