Share

79. Pengakuan

Author: A. Rietha
last update Huling Na-update: 2025-06-17 20:09:44

Adrian menatap Miranti yang duduk di ujung sofa, tubuhnya gemetar. Sudah beberapa menit berlalu sejak pertanyaan terakhirnya, namun Miranti masih terdiam. Adrian mengepalkan tangannya, sabar mulai menipis.

"Mir, aku sudah menunggu cukup lama," ujar Adrian, suaranya tegas. "Kamu harus bicara sekarang. Siapa sebenarnya Rino itu dan apa hubunganmu dengannya?"

Miranti mengangkat kepalanya sebentar, lalu menunduk lagi. "Adrian, ini... sebenarnya ini..."

Miranti kehilangan kata-katanya. Suaranya hanya tercekat di tenggororkannya. Ia tak tahu bagaimana menjelaskan tentang Rino pada Adrian.

Adrian bangkit dari duduknya, melangkah mendekati Miranti.

"Laki-laki itu datang ke kantorku, mengancamku dan berteriak-teriak menuduh Bianca anaknya, mengancamku di depan seluruh karyawanku. Dan aku tidak tahu apa-apa tentang semua itu."

"Ini semua tak ada hubungannya denganmu dan Bianca. Rino hanya…"

"Justru karena dia membual tentang Bianca, makanya aku ingin tahu!" Adrian menurunkan suaranya, tapi nada
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   BAB 114

    Adrian memarkirkan mobilnya di halaman rumah orang tuanya. Setelah mengela napas panjang, ia membuka pintu mobil dan melangkah keluar. Tangannya mencengkeram amplop cokelat berisi tumpukan bukti yang telah ia kumpulkan selama berhari-hari. Setiap lembar di dalamnya adalah bukti kejahatan Keysha terhadap Miranti.Pintu utama terbuka sebelum Adrian membukanya. Linda, maminya, berdiri di ambang pintudengan senyum hangat yang biasa menyambutnya."Adrian, sayang! Kenapa tidak bilang mau datang? Mami kan bisa menyiapkan makanan kesukaanmu.""Mami, Papi ada?" potong Adrian. Suaranya datar, dingin.Linda mengernyit, senyumnya memudar. "Ada. Di ruang keluarga. Kenapa? Ada apa?"Adrian melewati maminya tanpa menjawab. Langka panjangnya terlihat tergesa. Linda mengikuti di belakang, wajahnya tampak gelisah melihat Adrian yang terlihat tegang.Di ruang keluarga, Wildan duduk di sofa favoritnya sambil membaca berita melalui tablet. Pria paruh baya itu mendongak ketika Adrian masuk dengan wajah te

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   BAB 113

    Adrian duduk di mobilnya yang terparkir di depan kos Rino. Dia sudah menunggu beberapa lama, tapi orang yang ditunggunya belum juga menampakkan batang hidungnya. Tak lama kemudian, sosok Rino tampak mendekati tempat kosnya dengan mengendarai motor matic-nya.Saat melihat mobil Adrian, Rino mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam tempat kos. Ia melajukan motornya mendekati mobil Adrian, lalu memarkir motornya."Jadi?" Adrian membuka pembicaraan dengan suara dingin. "Lima puluh juta sudah masuk ke rekeningmu. Sekarang bicara."Rino tersenyum licik. Ia mengeluarkan ponselnya dan memutar rekaman percakapannya dengan Keysha."Kau percaya kan kalau perempuan itu yang sudah membayarku untuk mengancam Miranti?," ujar Rino akhirnya, suaranya hampir berbisik. "Keysha yang membayarku untuk... untuk meneror Miranti lagi. Membuat dia ketakutan. Lalu meninggalkan rumahmu dan tidak kembali lagi."Adrian mengepalkan tangannya erat. Rahangnya mengeras. Tapi ia berusaha sekuat tenaga mengendalikan em

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   BAB 112

    Keysha membanting pintu mobilnya dengan keras. Amarah mengalir deras di setiap urat nadinya. Tangannya gemetar saat menekan nomor Rino untuk kesekian kalinya pagi ini. Tidak diangkat. Lagi."Sialan!" umpatnya sambil melempar ponsel ke jok penumpang.Tiga hari. Sudah tiga hari sejak ia mendengar kabar bahwa Adrian mendatangi kos Rino. Bukan untuk menjalin tali silaturahmi tentu saja. Tapi untuk mengancam. Mengancam Rino agar tidak lagi mengganggu Miranti.Keysha tertawa getir. Semua rencananya hancur. Uang ratusan juta yang ia berikan pada Rino terbuang percuma. Miranti masih dengan tenang berada di sisi Adrian, bahkan posisinya semakin istimewa di hati Adrian.Ponselnya berdering. Keysha meraihnya dengan cepat."Rino! Kau…""Jangan teriak-teriak. Aku lagi pusing," potong Rino dengan nada santai yang justru membuat Keysha semakin geram."Kita harus ketemu. Sekarang!""Untuk apa?""Untuk apa?" Keysha hampir berteriak lagi. "Kau tanya untuk apa? Semua rencana kita gagal, Rino! Adrian sud

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   BAB 111

    Adrian tidak pernah main-main dengan ucapannya. Begitu janji keluar dari mulutnya, dia akan memastikan semuanya terlaksana.Karena itu, hanya dalam hitungan jam setelah percakapan terakhirnya dengan Miranti, dia sudah menghubungi seorang detektif swasta yang pernah membantunya mengurus masalah bisnis beberapa tahun lalu."Cari tahu semua tentang pria ini," kata Adrian waktu itu, sambil menyerahkan secarik kertas berisi nama lengkap Rino dan beberapa informasi dasar yang berhasil dia kumpulkan. "Aku butuh alamatnya, tempat kerjanya, kebiasaannya. Semuanya."Detektif itu hanya mengangguk. Dia tidak bertanya apa-apa. Orang seperti Adrian tidak perlu ditanya alasannya yang penting bayarannya sesuai.Adrian sengaja tidak melaporkan masalah ini ke polisi. Bukan karena dia takut atau tidak percaya pada hukum, tapi karena ini menyangkut harga diri Miranti.Foto-foto itu terlalu pribadi, terlalu memalukan untuk disebarkan lebih luas, bahkan ke hadapan aparat. Adrian tahu betul bagaimana sistem

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   BAB 110

    Rino melempar ponselnya ke atas kasur dengan kasar. Tiga hari sudah berlalu sejak ultimatum yang dia berikan pada Miranti, tapi wanita itu masih betah tinggal di rumah Adrian. Tidak ada tanda-tanda Miranti akan pergi. Ancaman yang selama ini selalu ampuh kini seolah kehilangan tajinya."Sial!" Rino mengacak rambutnya frustasi. Dia tidak habis pikir. Dulu, hanya dengan sedikit gertakan, Miranti langsung menurut. Kini? Wanita itu bahkan tidak menghiraukan ancaman foto-foto masa lalunya yang bisa menghancurkan hidupnya.Ponselnya berdering lagi. Nama Keysha muncul di layar. Rino menghela napas panjang sebelum mengangkat."Apa?" sahutnya ketus."Bagaimana?" suara Keysha terdengar menuntut di seberang sana. "Sudah ada perkembangan?""Belum.""Belum?!" Keysha meninggikan suaranya. "Sampai berapa lama, Rino? Kamu pikir uang yang aku berikan itu cuma-cuma?""Aku tahu!""Tidak! Kamu tidak tahu!" bentak Keysha. "Aku membayarmu bukan untuk mendengar kata 'belum'. Aku butuh hasil nyata, Rino. Mir

  • CINTA TERLARANG SANG IBU SUSU   Bab 109

    Miranti menggeleng cepat, menyeka air matanya. "Tidak apa-apa.""Jangan bohong." Adrian melangkah mendekat. "Siapa yang meneleponmu sampai kau seperti ini? Apa Rino?"Miranti tidak menjawab, tapi tatapan matanya sudah memberikan konfirmasi bahwa yang diperkirakan Adrian memang benar.Adrian duduk di sampingnya. "Katakan padaku apa yang terjadi. Aku sudah berjanji akan melindungimu."Miranti hanya bisa terdiam. Ia tak tahu bagaimana mengatakan semuanya pada Adrian."Apa yang Rino inginkan darimu?" Adrian bertanya dengan suara lembut namun penuh perhatian.Miranti terdiam. Tangannya yang terkulai lemah terlihat gemetar."Aku tahu dia akan mengganggumu lagi. dia tak akan menyerah sampai kau menderita bersamanya," Adrian melanjutkan, melangkah mendekat. Wajahnya menunjukkan kekhawatiran. "Aku melihat caramu bereaksi setiap kali namanya disebut. Ada sesuatu yang kau sembunyikan, Miranti. Apa yang sebenarnya terjadi?"Dunia Miranti seakan mengingat apa yang barusan dikirimkan Rino padanya.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status