Share

BAB 143

Author: Langit Parama
last update Last Updated: 2026-01-12 08:16:57

Radja tak sedikit pun mengalihkan pandangannya dari Djiwa, meski rapat tengah berjalan serius dan Arga sibuk memaparkan slide presentasi di layar proyektor yang memenuhi dinding ruangan.

Tatapannya tajam, tenang, seolah hanya ada dua orang di ruangan itu—dirinya dan Djiwa.

Ketika Djiwa yang sedari tadi fokus mendengarkan tanpa sengaja menoleh, mata mereka bertemu. Radja langsung mengedipkan sebelah mata, sudut bibirnya terangkat tipis, sengaja menggoda.

Djiwa menelan ludahnya berat. Cepat-cepat ia melirik sekeliling. Semua mata tertuju ke depan, ke arah Arga. Tak ada yang memperhatikan mereka.

Ia menghembuskan napas lega, namun jantungnya telanjur berdegup tak karuan.

“Kenapa sih dia?” gumamnya dalam hati. Jemarinya mencengkeram pulpen lebih erat dari seharusnya.

Ia menunduk, berpura-pura menulis sesuatu di notebook, pipinya memanas. Ditatap seperti itu oleh Radja membuat konsentrasinya buyar.

Namun anehnya, di detik itu juga, pikirannya terasa lebih ringan. Untuk sesaat, Djiwa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Langit Parama
betul, aku sering dpt fyp kek gini di toktok, makanya aku bawa ke naskah(。•́︿•̀。) kali² ada ibu yg bisa ambil positifnya, agar bisa lebih aware ke anak. Alat penyangga susu itu gak baik digunakan, apalagi sampe ditinggal(。•́︿•̀。)
goodnovel comment avatar
yulmiatritkn16
sedih banget ada ibu begitu abai ke anaknya , dan kasus seperti ini sering terjadi aspirasi susu karena anak di biarkan minum susu sendiri, aspirasi penyebab utama bayi sering meninggal , makanya setiap bayi yang menyusui harus dilakukan tehnik snedawa sebelum di tiduri agar terhindar dari aspirasi.
goodnovel comment avatar
Lanny
sat set banget cerita nya jadi radja nanti cuma punya anak dari djiwa. USG dong Thor biar tau anak jiwa kembar apa triplet, hehe.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 143

    Radja tak sedikit pun mengalihkan pandangannya dari Djiwa, meski rapat tengah berjalan serius dan Arga sibuk memaparkan slide presentasi di layar proyektor yang memenuhi dinding ruangan. Tatapannya tajam, tenang, seolah hanya ada dua orang di ruangan itu—dirinya dan Djiwa. Ketika Djiwa yang sedari tadi fokus mendengarkan tanpa sengaja menoleh, mata mereka bertemu. Radja langsung mengedipkan sebelah mata, sudut bibirnya terangkat tipis, sengaja menggoda. Djiwa menelan ludahnya berat. Cepat-cepat ia melirik sekeliling. Semua mata tertuju ke depan, ke arah Arga. Tak ada yang memperhatikan mereka. Ia menghembuskan napas lega, namun jantungnya telanjur berdegup tak karuan. “Kenapa sih dia?” gumamnya dalam hati. Jemarinya mencengkeram pulpen lebih erat dari seharusnya. Ia menunduk, berpura-pura menulis sesuatu di notebook, pipinya memanas. Ditatap seperti itu oleh Radja membuat konsentrasinya buyar. Namun anehnya, di detik itu juga, pikirannya terasa lebih ringan. Untuk sesaat, Djiwa

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 142

    “Ya … meski anak yang dikandung istrinya itu anak kakak kandungnya sendiri,” lanjut Radja tetap tenang, nyaris dingin, “Di mata orang lain tetap anaknya Kaisar, kan?” Kalimat itu jatuh begitu saja, tanpa jeda, tanpa empati. Seolah tak menyadari betapa kata-katanya mengiris perlahan perasaan Djiwa. “Mas tahu dari mana kalau selingkuhannya Mas Kai juga hamil?” tanya Djiwa lirih. Jemarinya mencengkeram tas di atas pangkuannya kuat-kuat, seakan itu satu-satunya penopang agar dirinya tak runtuh. Tatapannya lurus ke depan, tak berani menoleh. Radja menarik napas dalam, lalu menghembuskannya pelan. “Hm. Apa yang tidak saya ketahui?” ucapnya datar. “Kecuali soal anak yang ada di dalam perut kamu. Satu atau dua. Laki-laki atau perempuan.” Ia melirik Djiwa. Wanita itu terdiam, namun wajahnya berbicara banyak. Sakit hati. Terluka. Kecewa. Semuanya bercampur menjadi satu, menekan dadanya hingga sesak. Jadi ini alasannya? Alasan Kaisar memintanya menggugurkan kandungan itu. Karena selingkuh

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 141

    “Mau sampai kapan kamu tidur di ruang kerja, Mas?” tanya Inggrit, langkahnya tak berhenti mengekor Radja bahkan hingga pria itu masuk ke ruang kerja. Sudah tiga bulan. Tiga bulan mereka pisah kamar, sejak Radja tahu Anggita bukan anak kandungnya. Dan selama itu pula Inggrit dipaksa menelan kenyataan diabaikan, seolah tak pernah menjadi istri. “Mau sampai kapan?” Radja mengangkat satu alis, kedua lengannya terlipat di dada. Tatapannya dingin. “Selamanya.” Inggrit menelan ludahnya susah payah. Dadanya sesak. “Kamu masih marah soal kebohongan aku selama lima tahun ini, ya, Mas?” suaranya bergetar, nyaris patah. Radja diam. Rahangnya mengeras, jelas jawaban itu tak perlu diucapkan. “Apa yang harus aku lakuin supaya kamu maafin aku, Mas?” Mata Inggrit berkaca-kaca, nadanya sarat permohonan. “Aku minta maaf … tolong—” Mata Radja menyipit tajam. “Cerai.” Satu kata itu menghantam dada Inggrit tanpa ampun. “Hanya dengan perceraian kita, saya akan memaafkan kamu, dan tidak akan pernah

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 140

    Kaisar membulatkan mata, tubuhnya menegang. Tatapannya mengarah tajam pada Radja—bukan tatapan menantang, melainkan permohonan bisu agar sang kakak tidak membuka rahasia yang selama ini ia kubur rapat. Radja menangkap itu. Ia tetap tenang, malah menyunggingkan senyum miring di wajah tampannya, seolah sedang memainkan sesuatu yang hanya ia pahami sendiri. “Radja?” Sekar mendesak, suaranya dingin dan penuh kecurigaan. Radja mengalihkan pandangannya pada sang ibu. “Entahlah,” ujarnya santai. “Hanya firasat.” Tatapannya lalu bergeser pada Djiwa, turun perlahan ke perut wanita itu. “Karena … ada perbedaan yang cukup jelas.” Ia melirik Fairish sekilas, lalu kembali pada Djiwa. “Perut Djiwa lebih terlihat dibanding Fairish. Padahal usia kehamilan mereka hampir sama. Bahkan, usia kandungan Fairish lebih dulu.” Sekar ikut menelisik. Pandangannya berpindah dari perut Djiwa ke perut Fairish, mengamati bentuk yang memang tak serupa. Keduanya sama-sama berisi, tinggi badan mereka pu

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 139

    Kaisar menegakkan punggungnya, tatapannya terkunci pada Fairish. “Ma-maksud kamu … a-apa?” suaranya tercekat, bola matanya membulat kaget, seolah tak yakin dengan apa yang baru saja ia dengar. Fairish menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya kasar. Dadanya naik turun menahan emosi. “Iya,” ucapnya akhirnya, tajam. “Anak yang ada di dalam perut aku perempuan. Bukan laki-laki. Puas kamu?” Ia bangkit dari duduknya, tak ingin memperpanjang pembahasan dengan Kaisar yang di matanya tak jauh berbeda dari Sekar. Sama-sama terobsesi pada satu hal, anak laki-laki. Kaisar tersentak. Ia buru-buru berdiri dan menahan lengan Fairish. “Kamu bercanda, kan, Rish?” tanyanya cepat, nada suaranya meninggi tanpa sadar. “Ini prank? Atau kamu lagi marah sama aku?” Fairish menepis tangannya dengan kasar. “Ini kenyataan,” balasnya gemetar. “Anak kita perempuan. Dan iya, aku bohong. Ke kamu, ke Mami, ke semua orang di rumah itu.” Kaisar terdiam. Kedua tangannya mengepal erat di sisi tubuh,

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 138

    “Ini Bu, iPad-nya sudah selesai,” ucap tukang servis barang digital, yang memperbaiki iPad milik Inggrit sebelumnya. Inggrit menerima benda digital itu, dan segera memeriksa isinya. Sudah dua hari benda itu menginap di konter ini untuk diperbaiki, dan dia tak sabar dengan hasilnya. “Apa pekerjaan saya bisa dipulihkan?” tanya Inggrit pada pria di hadapannya. Sambil tangannya cekatan membuka layar untuk memeriksa sendiri. “Semuanya kembali, tanpa terkecuali,” jawab pria itu tenang. Inggrit mengangguk cepat. “Terima kasih, kalau begitu ... saya permisi.” Tanpa menunggu tanggapan, Inggrit lantas meninggalkan konter tersebut dengan perasaan lega. Akhirnya dia tidak perlu membuat gambar ulang. Namun, sebelum Inggrit sempat membuka pintu mobilnya yang terparkir rapi, sebuah tangan besar lebih dulu mencengkeram pergelangan tangannya. Inggrit tersentak. Ketika menoleh, wajahnya langsung menegang saat mendapati Dante berdiri tepat di hadapannya. “Kamu?” sorot matanya berubah ta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status