Compartilhar

BAB 565

last update Data de publicação: 2026-06-02 00:00:59

“Aku lihat anak-anak dulu ya, Mas,” ucap Fairish pelan, sekitar sepuluh menit setelah Djiwa pergi.

Sultan hanya mengangguk singkat, tatapannya masih mengarah ke pintu yang sejak tadi terasa terlalu sunyi.

Fairish melangkah keluar dari ruang tengah. Namun langkahnya terhenti. Di sana Regan duduk seorang diri di sofa. Diam.

Tatapan mereka bertemu. Ada sesuatu di mata anak itu yang tidak biasa.

Belum sempat Fairish berkata apa-apa, Regan sudah bangkit dan berjalan melewatinya begitu saja, meny
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (2)
goodnovel comment avatar
Anty Hamzah
semua karena istri licik mu kaisar. lihat saja kamu pasti akan menyesal karena membelanya.
goodnovel comment avatar
Ais Rin
Radja lg tidak sadar, lg di rawat pakai selang oksigen, g bakal angkat telp
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 587

    “Ini ujian untuk kamu, sayang. Antara percaya sahabat kamu, atau suamimu sendiri.” Ucapan Radja semalam terus terngiang di kepala Djiwa. Bahkan hingga pagi itu, saat tangannya sibuk menata sarapan di meja makan, pikirannya tetap dipenuhi kalimat tersebut. “Tapi rasanya gak mungkin ….” gumamnya lirih pada diri sendiri. “Apanya yang gak mungkin, Mom?” Djiwa tersentak. Ia menoleh cepat dan mendapati Regan berdiri di belakangnya, sudah rapi dengan seragam sekolah lengkap. Djiwa buru-buru menggeleng. “Gak ada, sayang.” Regan mengernyit tipis, jelas tidak sepenuhnya percaya, namun memilih tak bertanya lagi. “Ayo, duduk dulu,” ucap Djiwa sambil tersenyum kecil. “Adik-adik kamu mana?” Belum sempat Regan menjawab, Naren dan Ratu sudah muncul berlari kecil menuju meja makan. Di belakang mereka Radja menyusul dengan kursi rodanya. Tatapan Djiwa otomatis bertemu dengan mata suaminya. Dan seketika ucapan semalam kembali menghantam benaknya. Antara percaya sahabatmu, atau suamimu sendir

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 586

    Jantung Djiwa seperti berhenti berdetak. “A-Apa maksud kamu …?” bisiknya. Tatapan Radja menajam. “Yang menyebabkan kecelakaan saya,” ucapnya pelan, nyaris seperti bisikan, “Memang Karin.” Seketika darah Djiwa serasa surut dari wajahnya. Matanya membulat. Bibirnya terbuka, tapi tak ada suara keluar. Radja menatap istrinya lurus tanpa sedikit pun keraguan. “Sekarang pertanyaannya …,” ia menyipitkan mata tipis, “Kamu siap dengar bagaimana saya bisa tahu itu?” Napas Djiwa tercekat di tenggorokan. Refleks, kepalanya menggeleng pelan. “Mas …,” suaranya lirih, nyaris berbisik. “Itu gak mungkin.” Radja hanya menatapnya diam. “Aku kenal Karin,” lanjut Djiwa, kini lebih tegas meski matanya masih dipenuhi kebingungan. “Dia gak mungkin ngelakuin itu. Dan kalaupun iya …,” tenggorokannya terasa kering, “Alasannya apa?” Ada jeda panjang. Radja menatap istrinya lama, seolah membaca setiap keyakinan yang masih bertahan di wajah perempuan itu. “Kamu langsung menyimpulkan Karin tidak mungkin

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 585

    Malam itu, Djiwa baru kembali setelah menidurkan ketiga anak mereka. Dulu, rutinitas itu selalu dilakukan Radja. Namun kini, sejak kondisi suaminya berubah, Djiwa memilih mengambil alih semuanya sendiri. Ia naik ke atas ranjang sambil tersenyum jahil. “Sekarang,” godanya pelan, merangkak mendekat, “Giliran aku nidurin Daddy-nya anak-anak.” Radja mengangkat satu alis. “Tapi sebelum itu …,” lanjut Djiwa, melirik ke bawah selimut, “Kamu mau ke kamar mandi dulu, gak?” “Untuk apa?” tanya Radja datar. “Mungkin mau pipis sebelum tidur?” Radja hanya tersenyum tipis, lalu menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang. Tangannya terulur, menarik tubuh Djiwa hingga wanita itu jatuh bersandar di dada bidangnya. Tanpa protes, Djiwa langsung memeluk pinggang suaminya, menikmati hangat tubuh yang begitu ia rindukan setelah hari-hari penuh ketakutan. “Selama saya di Jerman,” ujar Radja pelan sambil mengusap puncak kepala istrinya, “Apa saja yang terjadi di sini?” Djiwa terdiam sejenak. “Ban

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 584

    “Sebelumnya aku udah bilang ke Mami kalau aku gak ikut,” ucap Karin lirih begitu memasuki kamar mereka di mansion. “Aku tahu Mbak Fairish gak akan suka lihat aku dateng.” Kaisar yang masuk setelahnya menutup pintu pelan, lalu menyusul sang istri ke tepi ranjang. Ia duduk di samping Karin, menghembuskan napas panjang. “Fairish memang seperti itu,” ujarnya tenang, pandangannya lurus ke depan. “Saya sudah kenal dia cukup lama.” Karin hanya tersenyum tipis. Ia tahu persis seperti apa hubungan masa lalu suaminya dengan Fairish. “Dulu dia bahkan sangat membenci Djiwa,” lanjut Kaisar. “Tapi lihat sekarang, mereka bisa dekat.” Karin menoleh cepat. “Jadi Mas mau aku gimana? Nerima aja semuanya? Dan nunggu momen di mana aku bisa diterima di keluarga ini kayak Djiwa dulu?” Sudut bibir Kaisar terangkat tipis. “Bukan begitu.” Ia akhirnya menatap istrinya. “Saya cuma mau kamu berhenti terlalu memikirkan orang yang memang tidak suka sama kamu.” Nada suaranya rendah, tegas. “Selama kamu tid

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 583

    Lorong rumah sakit itu lengang, hanya suara langkah kaki yang samar dan dengung alat medis dari kejauhan. Radja menghentikan kursi rodanya. Tatapannya lurus, dingin. Karin berdiri beberapa langkah di depannya, tubuhnya seolah membeku di tempat. Napasnya tercekat saat menyadari tak ada lagi jalan untuk menghindar. “Mas ….” panggilnya pelan, nyaris tak terdengar. Radja tak menjawab, hanya menatap datar, kosong, dan sulit ditebak. Karin menelan ludahnya susah payah. Jari-jarinya saling meremas, gugup tanpa sebab yang jelas, atau mungkin dia sendiri tahu alasannya. “Aku … aku dengar kondisi Mas sekarang,” ucapnya hati-hati. “Tentang … kaki Mas.” Tak ada respon. Keheningan itu justru membuatnya semakin panik. “Dulu … Mas Adrian juga begitu,” lanjut Karin, sudut bibirnya terangkat tipis. “Waktu kecelakaan itu, dia juga lumpuh. Kena edema otak, dan dokter bilang umurnya gak lama.” Radja masih diam. Namun kali ini, sudut bibirnya terangkat tipis. Senyum yang sama sekali tak hangat, t

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 582

    “Jenis kelaminnya laki-laki, Dok,” ucap bidan itu lembut, lalu menyerahkan bayi mungil yang masih merah kepada Sultan. Dengan tangan yang sedikit bergetar, Sultan menerima putranya. Senyum lebar langsung terukir di wajahnya—campuran haru, lega, dan tak percaya. Tatapannya perlahan beralih pada Fairish yang terbaring lemah di atas ranjang, napasnya masih belum teratur, keringat dingin membasahi pelipisnya. “Anak kita laki-laki, Rish,” bisik Sultan, suaranya melembut. Fairish tersenyum tipis. Lelahnya begitu nyata, tapi ada kebahagiaan yang tak bisa disembunyikan. “Adipati ….” gumamnya lirih. Sultan tertegun. Nama itu, nama yang dulu sempat ia simpan, andai Binar terlahir sebagai anak laki-laki. Matanya kembali menatap bayi di pelukannya, lalu pada istrinya. “Terima kasih,” ucapnya tulus, nyaris berbisik. Di luar ruang persalinan, suasana jauh lebih riuh. “Mama!” Binar terus mengetuk pintu, wajahnya dipenuhi kecemasan dan rasa tidak sabar. Ia sempat menangis saat mendengar je

  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 46

    “Mbak, seriusan Djiwa sampe pagi ini belum keluar juga?” bisik Fairish pada Inggrit pagi itu di ruang tengah saat semuanya berkumpul. Hanya para lelaki yang akan pergi bekerja hari ini. Radja, Sultan dan juga Kaisar. Inggrit dan Fairish akan mengambil cuti lagi, merasa lelah karena acara kemarin.

    last updateÚltima atualização : 2026-03-19
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 301

    “Ke mana Daddy, Mas?” tanya Narendra malam itu pada saudara kembarnya, Regantara. Keduanya masih terjaga meski jarum jam sudah mendekati pukul sebelas. Mereka berbaring di kamar ayahnya, berharap pintu terbuka dan sosok Radja muncul seperti biasanya. Namun sampai lampu-lampu mansion mulai dired

    last updateÚltima atualização : 2026-04-03
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 193

    “Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya. Menyatakan perkawinan antara Rajendra Afnand Reinard sebagai Penggugat dan Inggrit Anindya Satya sebagai Tergugat yang dilangsungkan pada tanggal hari ini dinyatakan putus karena perceraian.” Palu hakim diketuk satu kali. Sunyi memenuhi ruang sidang

    last updateÚltima atualização : 2026-03-27
  • Candu Dekapan Kakak Ipar   BAB 131

    “Djiwa nggak mau, Mas.” Suara Djiwa terdengar pelan, namun tegas. Tatapannya lurus ke depan, menolak menoleh. Radja melirik singkat ke arahnya, lalu kembali fokus ke jalan. “Maksudnya?” “Djiwa gak mau ke dokter obgyn. Apalagi USG untuk tahu jenis kelamin anak ini.” Sudut bibir Radja terangka

    last updateÚltima atualização : 2026-03-24
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status