Mag-log inDemi melunasi utang nyawa ayahnya, seorang perawat bernama Renata Ayudia terpaksa menikahi putra tunggal pemimpin rumah sakit yang menolak menyentuhnya. Namun, di tengah siksaan tuntutan kehamilan dari mertuanya yang kejam, ia justru menemukan kehangatan terlarang dari sepupu suaminya bernama Daniel Gideon, pria dingin yang juga diabaikan oleh istrinya!
view moreDinding berlapis panel kayu jati gelap dan ornamen keemasan di Private VIP Suite restoran Le Grand Palais memancarkan keanggunan yang menyesakkan.Bau harum hidangan berkelas dan aroma anggur mahal bercampur dengan ketegangan pekat yang menyelimuti seluruh ruangan.Di ujung kepala meja makan oval raksasa itu, duduk sosok Rommy Gideon.Wajah tua Rommy dipenuhi garis-garis tegas dengan mata elang yang masih berkilat tajam, memancarkan aura dominasi mutlak yang jauh lebih mengintimidasi daripada Harry atau Anton.Di sisi kanannya duduk Anton bersama Helena, sementara di sisi kirinya ada Harry yang duduk tegak dengan raut dingin.Tak ada satu pun dari mereka yang berani bersuara tanpa dipancing terlebih dahulu. Seluruh jajaran keluarga tampak begitu segan, menata setiap kata dan gestur tubuh mereka dengan kehati-hatian tingkat tinggi.Renata duduk kaku di kursinya, berada di sebelah suaminya, Adrian.Tepat di seberang meja, Daniel duduk bersanding dengan Giselle yang mengenakan gaun malam
Pencahayaan redup di dalam rest room pribadi Direktur Medis baru saja kembali tenang saat Renata selesai merapikan helai demi helai pakaian kerjanya.Tubuhnya masih terasa begitu lelah, pegal, dan agak lengket di beberapa bagian, sisa dari pergulatan panas dan gairah brutal bersama Daniel di atas sofa kulit beberapa saat lalu.Setiap kali ia melangkah, sensasi hangat yang pekat di kedalaman rahimnya seolah terus berdenyut, mengingatkan bahwa cairan biologis milik Daniel masih tersimpan rapi di dalam tubuhnya.Renata berdiri di depan cermin raksasa yang kini agak berembun, memoleskan bedak tipis untuk menutupi rona merah di pipinya serta merapikan tatanan rambutnya yang sempat berantakan.Bzzzt... Bzzzt...Ponsel kerja Renata yang tergeletak di atas meja mendadak bergetar hebat.Getaran panjang itu memutus keheningan ruangan dengan denting nada panggil khusus yang seketika membuat dada Renata berdesir hebat.Dengan jemari yang sedikit gemetar, Renata merogoh benda persegi tersebut, mel
Pintu ruang istirahat pribadi itu terkunci otomatis dengan dentum halus yang mengubur seluruh bising dari luar.Ruangan remang beraroma kayu cendana dan alkohol steril itu kini sepenuhnya terisolasi dari jangkauan dunia luar.Daniel tak membiarkan Renata membuang waktu untuk berpikir.Pria tegap itu mendorong Renata perlahan hingga punggung mulusnya menempel pada cermin raksasa yang menyatu di dinding kamar istirahat.Dinginnya permukaan kaca yang menerpa kulit Renata beradu kontras dengan hawa panas yang mendidih dari tubuh Daniel."D-Daniel... ada kaca di sini," desah Renata tercekat, matanya membelalak menatap pantulan tubuh mereka berdua di dalam cermin."Bagus," bisik Daniel parau di leher Renata, jemari tegapnya merayap tangkas membuka kancing kemeja kerja Renata satu per satu."Lihat bagaimana tubuhmu menyambutku, Renata."Tanpa menanggalkan seluruh pakaiannya, Daniel menyingkap rok kerja Renata hingga menumpuk di pingga
Pesan singkat terenkripsi itu bergetar halus di dalam saku seragam administrasi Renata, memutus ketenangan rapuh yang baru saja dibangun Widya di sampingnya.Dengan jemari dingin yang sedikit bergetar, Renata merogoh ponselnya di bawah kolong meja, membaca sederet kalimat pendek tanpa nama pengirim yang ia hafal luar kepala:“Ke ruang kerjaku sekarang. Lewat koridor VIP belakang.”Renata menelan ludah kaku. Ia menoleh perlahan ke arah Widya yang sedang sibuk mengetik di komputer bangsal."Wid, aku... aku harus menyerahkan berkas revisi inventaris ini ke lantai atas sebentar," cicit Renata, menyusun alasan sehalus mungkin.Widya menghentikan jemarinya, lalu menatap Renata dengan binar mata mendukung."Pergilah. Ingat pesanku tadi, Ren. Jangan kelihatan panik," bisiknya lembut sembari mengedipkan sebelah mata.Renata mengangguk pelan, meremas map tebal di dadanya lalu melangkah keluar dari ruang administrasi bangsal






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu