LOGIN"Maaf, Tuan Reeves."Usaha pertama Sarah Hansel untuk mendapatkan perhatian dari Damian Reeves. Cangkir kopi tampak jatuh di atas karpet abu-abu bahkan membasahi ujung celana Damian.Tidak ada ucapan yang keluar dari bibir Damian Reeves, pria itu berlalu begitu saja melewati Sarah yang masih berdiri kaku dan merasa kalah.Dia masih membayangkan adegan-adegan antara CEO dan bawahannya yang ceroboh, kemudian timbul perasaan di antara mereka. Sayangnya, itu semua tidak terjadi di antara dirinya dan Damian Reeves.Dia harus memutar otaknya, bagaimana caranya agar Damian Reeves mengenalinya dan tertarik kepada dirinya."Rosemary Steele maksudmu?"Sarah Hansel memasang wajah polos, tetapi dipenuhi rasa ingin tahu tentang Rosemary Reeves."Aku dengar dia sangat cerdas, selain menjadi desaigner lepas di kantor kita, dia juga pernah memenangkan beberapa kompetisi. Gayanya sih selalu manja dengan Tuan Reeves dan Tuan Steele, tetapi kurang tahu juga."Manja, sikap yang selalu membuat ego laki-la
Pertemuan pertama, akhirnya Sarah Hansel bertemu untuk pertama kalinya dengan Damian Reeves. Penampilan Damian Reeves melebihi bayangannya, tidak hanya tampan, tetapi dia tidak pernah bertemu dengan pria lain yang lebih keren dari Damian Reeves.Dia mengira Damian akan mengenakan setelan lengkap seperti para CEO yang dia lihat pada film atau yang tertulis pada novel. Di pertemuan pertamanya, Damian mengenakan kemeja hitam dengan celana jeans hitam, lengan kemejanya digulung hingga siku. Rambut gelap Damian terlihat berantakan, tetapi juga rapi secara bersamaan yang membuatnya semakin terlihat menarik.Damian memang tidak meliriknya, pria itu tidak berjalan cepat, langkah kakinya yang lebar membuatnya terlihat berjalan dengan cepat dan segera menuju ruang kerjanya."Dia memang datang untuk pekerjaan, biasanya istrinya yang akan mencairkan suasana, membawakan kopi dan cemilan." ucap rekan kerja yang duduk di sampingnya.Sarah Hansel menganggukkan kepalanya. "Aku kira dia tidak menyukai
Kehadiran Damian Reeves yangbsedang ditunggu-tunggu oleh Sarah Hansel tidak juga kunjung datang. Dia selalu menyimak pembicaraan rekan-rekan kerja seniornya tentang bos dari pada bosnya tersebut."Ya mau bagaimana lagi, pekerjaan dia kan banyak, nggak seperti kita.""Kalau tidak seperti itu, bagaimana dia bisa membiayai istrinya yang cantik itu."Sarah melirik ke arah rekan kerjanya yang sedang bergosip. Mereka benar-benar menikmati hari-hari tanpa kehadiran Damian Reeves, sementara dirinya begitu penasaran pada sosok Damian Reeves."Mereka memang serasi, aku dengar pasangan Tuan Steele juga sepupu dari Tuan Reeves."Telinga Sarah kembali menegak mendengar nama baru yang di sebutkan oleh rekan kerjanya."Siapa Tuan Reeves?" tanya Sarah dengan nada polos, bola matanya membesar bergerak ke kanan ke kiri untuk memberikan kesan menggemaskan."Adam Reeves, dia rekanan Damian Reeven juga ipar dari Damian Reeves." jawab salah satu rekan kerjanya yang membuat Sarah mengangguk-anggukkan kepala
Hari pertama masuk kerja, Sarah Hansel sudah menampakkan pesonanya. Dia datang dengan penampilan yang sempurna: pakaian rapi yang pas di badan, riasan wajah yang mempesona namun tetap terlihat profesional, dan senyum ramah yang membuat siapa saja merasa senang dengan kehadirannya. Sarah bersikap ramah pada semua orang, cerdas menjawab pertanyaan, dan sangat cepat memahami tugas-tugas yang diberikan kepadanya.Dia akan menjadi pegawai kontrak selama dia belum lulus kuliah dan Sarah menyetujuinya. Tujuannya bukan menjadi pegawai tetap, tetapi mendapatkan Damian Reeves.Rasa kecewa kembali melanda dirinya karena ketidak hadiran Damian Reeves di perusahaan, sudah dua minggu dia bekerja dan dia sama sekali belum pernah bertemu sosok Damian Reeves. Dari informasi pegawai yang dia dapatkan, Damian Reeves sedang berada di luar negeri untuk bisnis.Dia tidak banyak bertanya tentang sang pemilik perusahaan, tetapi informasi yang dia dapatkan tentang Damian Reeves cukup banyak.Dimulai dari bisn
Berkali-kali Sarah Hansel memantaskan dirinya di depan cermin, sesuai arahan dan permintaan Steven, dia memasukkan lowongan pekerjaan pada perusahaan properti yang dipimpin oleh Damian Reeves.Menurut arahan Steven, satu-satunya cara mendekati Damian Reeves adalah dengan menjadi pegawainya. Pria itu tidak pernah mengunjungi klub malam dan selalu terlihat bersama perempuan bernama Rosemary Steele. Saat sendirinya pria itu adalah saat berada di dalam pekerjaannya, berada di kantornya.Setelan berwarna biru muda menjadi pilihannya, penampilannya terlihat lebih segar dengan make up tipis, dia akan menjalani wawancara pekerjaan hari ini. Udara Genobia pada pagi ini tidak terlalu dingin bahkan matahari bersinar sangat cerah yang menemani setiap langkah Sarah menuju tempat di mana wawancara akan berlangsung.Dia tidak sendirian, ada sekitar lima belas orang yang juga ikut berjuang mendapatkan pekerjaan dan dia berharap keberuntungan berpihak kepadanya.Dengan tangan yang memegang map berisi
"Entah bagaimana caranya, kamu harus bisa lolos masuk ke perusahaan milik Damian Reeves dan kamu harus menggoda pria itu!"Steven membakar rokoknya sambil menatap tajam seorang gadis yang sudah dia persiapkan untuk menggoda Damian Reeves. Gadis berambut cokelat kemerahan dengan tubuh molek dan wajah cantik, tinggal sedikit polesan akan membuatnya dapat bersaing dengan Rosemary Steele.Kali ini dia menyiapkan semuanya sendirian. Dia mencari tahu di mana Damian Reeves dan Rosemary Steele tinggal, di mana Damian Reeves bekerja dan Rosemary Steele menghabiskan waktunya.Dia juga mencari sosok yang dapat dia gunakan untuk melampiaskan hasratnya dan juga menjadi boneka baginya untuk menghancurkan hubungan Damian Reeves dan Rosemary Steele. Tidak ada campur tangan Max di dalamnya karena dia tahu Max akan menghalangi rencana balas dendamnya.Biarkan saja Max dan Giselle hidup dalam kebahagiaan mereka. Dia akan mengurus sendiri dendam yang pernah menghilang dari ingatannya.Sarah Hansel, nama
Malam yang cerah membuat Rosemary memilih berjalan-jalan di atas geladak, menikmati bintang-bintang yang bertaburan di langit gelap dan memandangi dalamnya lautan.
Tatapan sinis diberikan Adam kepada Rosemary yang terlihat begitu manja terhadap Damian, dia sendiri sudah menduga cepat atau lambat Rosemary akan berada di dalam pelukan pria yang juga sahabatnya terseb
"Aku mendengar kapalmu pernah bermasalah."Damian menganggukkan kepalanya, mengiyakan kata-kata Adam meskipun dia bersikap acuh karena sedang memeriksa semuanya. Tidak hanya mesin, tetapi juga rekaman dari kamera yang berada pada setiap sudut kapalnya dan juga bahan makanan dan minuman yan
"Apa kalian sudah berkenalan dengan pacarnya Rosalia?"Pertanyaan Susanna di saa







