Share

Chapter 5

last update Last Updated: 2026-02-05 19:54:39

Di ruang kerjanya Steven memandangi lembar demi lembar keterangan ahli waris yang dia dapatkan dari pengacara ayahnya dan tentu saja menjadi pengacara Mattiash.

Steven tidak tahu apakah dirinya harus merasa senang dan bersyukur atau merasa bersalah dengan kematian Mattiash.

Sebagai satu-satunya anak yang tersisa, dia berhak mewarisi semua milik ayahnya.

Mansion mereka di Pinehill, surat-surat berharga yang dapat menjamin hidupnya dan juga tabungan milik Mattiash.

Dia tidak membutuhkan itu semua, karena dari ayah tirinya sendiri dia sudah mendapatkan lebih banyak dari warisan yang diberikan Mattiash padanya.

Rasa bersalah karena membiarkan Mattiash sendiri seakan menjadi beban untuknya, dia harus menemukan Rose Steele dan dia harus membalaskan rasa sakit yang didapatkan Mattiash karena perbuatan perempuan itu.

"Steve!" 

Suara Max membuat Steven memasang wajah penuh tanda tanya.

"Aku sudah mendapatkan catatan medis kedua gadis Steele, beberapa bulan lalu Rosemary Steele menggugurkan kandungannya."

"Rosemary? Rose!"

Akhirnya dia mendapatkan pencerahan, kepada siapa dia harus membalas dendam kematian Mattiash.

Rosemary.

Rose.

"Aku juga ada berita baik lainnya. Apa kamu mau datang ke acara ulang tahun Charles Steele?"

***

Waterbay Hotel dan Resort terlihat begitu ramai dan dipenuhi kesibukan, pada pintu gerbang terdapat para pekerja yang sedang memasang gerbang mawar beraneka warna yang akan menyambut para pengunjung, berlanjut pada pintu masuk juga terdapat gerbang mawar segar yang memberikan aroma segar di udara pesisir lautan.

"Bagaimana? Apa aku sudah terlihat cantik?" tanya Rosemary sambil mengibaskan rambut cokelat kemerahannya.

"Sangat cantik, apa kamu tidak akan menggunakan kalung dari kakek?" tanya Adam yang memandangi adiknya dengan penuh rasa kagum.

"Jangan bilang siapa-siapa, aku baru saja mendapatkan kalung ruby dari kakek karena aku berhasil mendapatkan nilai sempurna semester ini, terutama Rosa."

"Tenang saja, aku juga baru saja mendapatkan helikopter dari kakek karena aku berhasil mendapatkan surat ijin terbang."

Keduanya tertawa bahagia dengan tatapan saling mengejek.

Gaun merah yang dia kenakan sangat pas dengan kalung berbatu ruby dari kakeknya, tidak hanya kalung, dia juga mendapatkan anting berbatu ruby yang menggantung dengan indah ditelinganya berdampingan dengan berlian-berlian kecil yang hampir memenuhi tepi daun telinganya.

Sepatu sandal merah dengan hak tinggi yang tajam menambah penampilannya. Tangannya segera mengkait di lengan Adam, mereka berjalan menuju lift.

"Rosa!" Rosemary memandangi Rosalia dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Penampilan Rosalia selalu terlihat lembut, gaun berwarna putih yang lebih pantas disebut sebagai gaun pengantin berpadu dengan anting berlian yang menjuntai dan kalung emas dengan inisial R yang sangat mencolok.

"Aku ingin membuat kakek senang." ucap Rosa sambil menyentuh liontin di dadanya.

"Kakek pasti senang, apa kamu baik-baik saja?" tanya Rosemary dengan nada khawatir.

"Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?" balas Rosalia.

Pintu lift yang terbuka membuat pembicaraan mereka terputus.

"Lepaskan saja alas kaki yang menyiksa itu!" bisik Adam saat mereka berada di dalam lift, bahkan di saat mereka berdiri, dia bisa merasakan tubuh adiknya limbung.

"Aku sudah membelinya dengan harga yang sangat mahal. MA-HA-L!" balas Rosemary dengan nada setengah berbisik dan menekankan kata mahal di telinga Adam.

"Apa ada pemuda yang membuatmu jatuh cinta?" bisik Adam kembali.

Adam meringis karena bukan jawaban yang dia dapatkan, melainkan cubitan pada pinggangnya.

Pintu lift yang terbuka membuat mereka segera keluar, Rosemary tetap menggandeng lengan Adam sebagai penopang jalannya.

Dia menatap iri pada Rosalia yang dapat mengenakan sepatu hak tinggi dengan anggun dan elegan, semua mata pasti akan memandang Rosalia dengan penuh kekaguman. Rosalia memang selalu anggun dan elegan, semua orang akan membandingkan mereka dalam kemampuan etika dan tata krama sosial.

"Kamu harus ikut kelas modeling atau-"

Adam kembali meringis, kalimatnya belum juga tuntas saat Rosemary kembali mencubit pinggangnya.

"Aku harus bertemu dengan temanku dulu. Kamu jalanlah sendiri."

"Antar aku sampai bertemu kakek!. Ini perintah atau aku akan memberitahu papa jika kamu menyimpan file dewasa di komputermu."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 16

    Sesuai dengan janjinya pada dirinya sendiri, Rosemary tidak akan membiarkan Adam dan Angela bersenang-senang pada malam ini, sementara dirinya harus meringkuk sendirian di kamarnya. Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam, tentu saja dia sudah meminta ijin untuk tidur lebih cepat agar tidak menimbulkan rasa curiga dari kakaknya. Penuh dengan rasa semangat dan percaya diri dia berjalan menuju kamar di mana Adam dan Angela tidur, jemarinya segera menggenggam kenop pintu dan membukanya dengan kasar. Sesuai dengan harapannya Adam dan Angela sama sekali tidak terbangun, tanpa rasa takut dia berjalan mendekat melihat Adam yang tertidur lelap dengan Angela yang menimpa tubuh kakaknya, mereka berdua tertidur tanpa busana dengan selimut yang menyingkap. "Sial!" Rosemary segera mengalihkan pandangannya dari bagian tubuh di antara kedua kaki kakaknya, kali ini matanya tertuju pada alat kontrasepsi yang berada di atas lantai. "Huh, ternyata mereka masih sem

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 15

    "Steeeeeve!" Suara melengking yang meneriakkan namanya, siapa lagi jika bukan adik tirinya yang cantik dan mempesona. "Apa kabarmu, Sayang?" tanya Steven. Dia membalas pelukan Giselle dan membalas ciuman yang mendarat di bibirnya, mereka lebih pantas disebut sepasang kekasih dibandingkan kakak dan adik. "Aku bahagia, kuliahku berjalan lancar dan aku juga sudah diterima kerja di sini, di Brighton." "Wow, sebuah kabar gembira. Apa aku tidak layak mendapat ciumanmu juga, Gigi?" Suara dari arah lain membuat Giselle tersenyum lebar, dia segera melepaskan pelukan Steven dan berjalan ke arah Max. Mereka bertiga berada di dalam hubungan yang rumit dan saling mendukung dalam kerumitan yang ada. Apartemen Max adalah tempat mereka berbagi kerumitan mereka. Steven mulai menyalakan rokoknya dengan mata yang terus memandangi adik tiri dan sahabatnya bergulat di atas sofa

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 14

    Max dan Steven sama-sama menoleh bertukar pandangan sebelum mengedarkan kembali pandangan mereka pada kamar di ruang bawah tanah. Ruangan yang dingin berlantai keramik hitam, sebuah ranjang besar berada di tengah-tengah ruangan dengan seprai merah. Sebuah kursi kulit berwarna merah dengan bentuk tidak lazim membuat Max mengulum tawanya, dia menginginkan kursi itu ada di kamarnya, kursi yang akan sangat berguna untuk memuaskan gairahnya.Lemari kayu besar dengan pintu kaca memperlihatkan apa saja isi dari lemari itu."Apa mungkin Rosemary pergi karena disiksa oleh Mattiash di kamar ini?"

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 13

    Steven kembali menyusuri kamar Mattiash di Pinehill. Tidak ada yang berubah, Ella hanya membersihkan debu-debu yang ada, tidak merubah posisi kamar sesuai dengan permintaannya.Kali ini dia tidak sendirian, ada Max yang menemaninya menyusuri kamar Mattiash."Tidak ada foto?" Max mengerucutkan bibirnya. "Bagaimana dengan cctv?""Tanpa itu semua sudah pasti pelakunya Rosemary, dia tidak menggunakan kalung pemberian kakeknya sementara gadis satunya memakai kalung pemberian kak

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 12

    "Coba ini!" Rosemary menyuapkan garlic bread pada Damian yang sedang duduk santai di depan kemudi, dia terus memperhatikan Damian yang mengunyah roti buatannya. "Enak?"Anggukkan kepala Damian membuat Rosemary tersenyum lebar. "Mau kubawakan?""Nanti saja, duduk di sebelahku dan lihat ada rombongan lumba-lumba."Rosemary mengalihkan pandangannya dari Damian ke arah rombongan lumba-lumba yang melintas, mamalia laut yang tampak melompat-lompat di perairan lepas itu membuatnya tersenyum."Kapan aku boleh berenang?""Besok, kita akan berhenti di Portnorth.""Ah- Villa kaca itu?"Damian menganggukkan kepalanya, dia segera mengalihkan pandangannya ke arah lautan kembali. Rosemary dengan bikini merahnya sudah membuat celananya terasa begitu sesak."Di sana ada teluk karang yang aman buatmu berenang di lautan.""Apa aku boleh mengenakan bikini lagi?"Pertanyaan yang membuat Damian kehilangan kendali akan dirinya. Tangannya segera merengkuh tubuh Rosemary dan membawa gadis itu duduk di atas pa

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 11

    Di dalam sasana tinju, Steven melampiaskan kekesalannya pada samsak tinju yang berayun-ayun terkena pukulannya.Orang suruhannya gagal memasuki kawasan villa mewah di tepi pesisir, penjagaan yang ketat membuat orang suruhannya hanya mampu berakhir pada portal kawasan mewah tersebut.Dia tidak tahu apakah Rosemary akan menjadi gila dengan aprodisiak yang dia masukkan ke dalam wine yang dia berikan pada gadis itu atau ada pria lain yang menyelamatkan gadis itu dari kegilaan yang dia ciptakan.Steven sedang memutar o

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status