/ Urban / Cinta Di Ujung Senja / Bertemu Mantan

공유

Bertemu Mantan

작가: Icha Mawik
last update 게시일: 2021-08-06 11:29:26

Kirana mulai terbiasa dengan kehadiran Allaric di sisinya. Sudah satu minggu ini, Kirana tinggal bersama Allaric. Kirana juga bisa menerima Allaric dan membantu mengurusi keperluan Allaric.

"Sudah," kata Kirana, saat ia selesai memasangkan dasi untuk Allaric.

"Terima kasih, Sayang." Allaric mengecup bibir Kirana kilat. Kirana mengalungkan tangannya di leher Allaric. Allaric memainkan lidahnya ke dalam mulut Kirana dan perempuan itu pun mengerang saat merasakan lidah Allaric yang m

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Cinta Di Ujung Senja   Penyesalan Seorang Ayah

    Satu jam setelah keputusan impulsif Allaric di ruang tengah, deru mesin mobil mewah yang berhenti kasar di halaman depan mansion Wiguna, langsung memecah ketenangan malam. Satpam penjaga gerbang utama bahkan tidak sempat menanyakan maksud kedatangan, ketika sosok pria paruh baya bertubuh tegap melangkah keluar dari kursi belakang. Alvaro Wiguna, sang taipan bisnis yang disegani di seantero negeri, berjalan melintasi koridor utama dengan langkah-langkah lebar yang sarat akan dominasi.Alan yang baru saja hendak melangkah keluar menuju lantai bawah, langsung menghentikan geraknya tepat di depan pintu ruang tengah. Matanya membelalak tak percaya mendapati kehadiran sosok yang paling dihindari oleh penghuni mansion ini selama bertahun-tahun."Tuan Alvaro?" celetuk Alan dengan nada suara yang tertahan di tenggorokan.Alvaro tidak menghentikan langkahnya sedikit pun. Pandangannya yang tajam terkunci pada pintu kayu jati yang masih terbuka separuh. "Singkirkan tanganmu dari pusingan gagang p

  • Cinta Di Ujung Senja   Bayangan Masa Lalu

    Suara detak jarum jam dinding berdentang lambat di ruang tengah mansion keluarga Wiguna. Bertha merapikan lipatan jas dokternya, menatap Allaric dengan raut wajah penuh keseriusan yang jarang ia perlihatkan. Alan berdiri tegap di sisi sofa, menyimak percakapan yang mendadak berubah menjadi sangat tegang."All, ada satu hal lagi yang sebenarnya harus aku katakan sejak dulu," buka Bertha. Pandangannya tidak lepas dari raut wajah pria di kursi roda itu. "Soal riwayat hasil pemeriksaan Kirana, sebelum dia menghilang."Allaric mengalihkan pandangannya dari jendela. "Soal apa lagi? Bukankah sudah kukatakan, kalau masa lalu itu tidak perlu diungkit?""Ini bukan sekadar masa lalu," potong Bertha tegas. "Hari, saat kau memintaku memeriksa Kirana karena dia sering mengeluh mual dan pusing. Aku melakukan tes darah lengkap. Hasilnya keluarbsehari, setelah Kirana dikabarkan menghilang."Ruangan itu seketika hening. Alan menahan napasnya, merasakan ada sinyal penting yang akan mengubah segalanya."

  • Cinta Di Ujung Senja   Bab 69. Ketegasan Kirana

    Dr. Bertha menghentikan usapan pada cangkir teh hangat di pangkuannya. Tatapannya tertahan pada susunan foto dalam bingkai kayu, di atas meja tamu rumah Allaric. Matanya membulat sempurna, memancarkan keterkejutan yang tak lagi bisa ia sembunyikan setelah mendengar penuturan jujur dari Alan."Maksudmu, Nyonya Wiguna pergi begitu saja, tanpa meninggalkan jejak sedikit pun?" tanya Bertha. Suaranya terdengar tertahan, seolah mencoba mencerna setiap kalimat yang baru saja keluar dari mulut asisten pribadi di hadapannya.Alan mengangguk perlahan. "Benar Dokter. Tidak ada seorang pun yang tahu alasan pasti, kenapa Nyonya Wiguna memilih kabur saat itu. Malam setelah kejadian itu, Tuan Allaric seperti kehilangan akal sehatnya.""Dia memobilisasi seluruh jaringannya, mengerahkan puluhan anak buah hanya untuk menyisir setiap sudut kota, hingga area perbatasan," lanjut Alan sembari melirik Allaric yang sejak tadi memilih menatap kosong ke arah jendela kaca besar. "Tapi, Kirana seperti hilang dit

  • Cinta Di Ujung Senja   Bertemu Sahabat Lama

    Kirana menahan emosinya, saat mendapat laporan dari pengasuh kedua buah hatinya. Wanita bernama Darla, itu mengatakan. Jika, seseorang sering menemui Carmen dan Carlo. Saat ia menanyakan, siapa orangnya pada kedua anak kembarnya. Ia terkejut, ketika tahu nama yang disebut Carlo."Darla, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Jika, saat aku tidak di rumah. Aku mau kau mengawasi si kembar. Aku tidak mau, sampai pria itu menemui mereka lagi," kata Kirana pada pengasuhnya.Darla mengangguk mengerti. Kirana berencana, akan menemui Davi untuk membicarakan hal ini. Ia tidak mau, berhubungan dengan keluarga itu lagi. Setelah apa yang terjadi, Kirana masih mengingat setiap luka, yang keluarga Davi berikan padanya.Setelah semuanya siap, Kirana segera berpamitan pada kedua anaknya. Ia tetap memperingatkan Darla lagi, tentang hal tadi. Ia juga berpesan pada anak-anaknya, untuk tidak berbicara pada orang asing.****Sementara di kediamannya, Davi terlihat bahagia saya mendapat satu pesan dari Kiran

  • Cinta Di Ujung Senja   Tidak Ingin Mengulang Kesalahan

    Kirana berang, saat ia tahu kalau Davindra menipunya. Pria yang pernah mengisi hatinya dulu, yang sengaja mengajaknya keluar dengan alasan untuk membicarakan bisnis mereka. Ternyata, pria itu menggunakan kesempatan itu untuk merayu Kirana kembali."Jadi, kau mengajakku ke mari hanya untuk membicarakan itu?" Seru Kirana lantang."Na, dengarkan aku. Aku hanya ingin berbicara padamu secara pribadi," kata Davi, berusaha untuk menjelaskan pada Kirana."Apa lagi yang ingin kamu bicarakan? Sudah tidak ada lagi yang harus dibicarakan," tegas Kirana."Na, aku hanya ingin kita bisa seperti dulu," ucap Davi lirih."Tidak!" tegas Kirana.Davindra tercegat medengar suara tegas Kirana."Aku tidak mau, memulai sesuatu yang telah aku lupakan," lanjut Kirana."Apa salahnya, jika mencobanya, Na," pinta Davi lirih.Sampai saat ini, Davindra masih mencintai Kirana. Sampai kapanpun, hanya Kirana yang ada di dalam hati Davindra.Setelah perceraiannya bersama Laura selesai. Davindra berusaha mencari keberad

  • Cinta Di Ujung Senja   Meminta Maaf

    Kirana sedang berjanji untuk bertemu salah satu kliennya. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya klien yang di maksud tiba. Kirana hampir tidak percaya, siapa kliennya kali ini.Davindra datang bersama Papanya. Ayah dan anak itu sempat tidak menduga, jika yang menjadi utusan adalah Kirana."Selamat siang, Tuan Oscar dan Tuan Davindra." Kirana mengulurkan tangan dan menjabat keduanya, secara bergantian."Anda Nona Kirana, utusan perwakilan dari perusahaan X?" tanya Oscar."Benar, Tuan. Silahkan duduk," ucap Kirana mempersilahkan tamunya."Saya kira Anda, ini seseorang yang...." ucapan Oscar di potong Kirana."Tua dan jelek," potong Kirana.Oscar tersenyum tidak enak."Kita langsung saja." Kirana membuka map yang ia bawa dan mengunjukkan kepada Oscar dan putranya. Kirana mulai menjelaskan semuanya pad

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status