Share

Bab 193

Author: Yovana
Maybach berhenti mendadak di depan pintu ruang gawat darurat.

Alex langsung berlari membuka pintu kursi belakang.

Steven menggendong Vanesa keluar dari mobil sambil berkata, "Dia berdarah, sudah nggak sadarkan diri!"

"Taruh dia di brankar dulu, lalu bawa ke ruang gawat darurat," kata Alex.

Steven meletakkan Vanesa di brankar, sementara petugas medis langsung mendorong brankar menuju ruang gawat darurat.

Bu Llyod dan Stella mengikuti, sementara Alex menahan Steven yang hendak mengejar, "Jangan panik dulu, bersihkan dulu noda darah di tubuhmu. Pergilah ke ruang istirahatku saja, aku punya baju bersih di sana."

"Nggak perlu, aku ingin tahu apakah dia benar-benar hamil." Jakun Steven bergerak dengan susah payah, "Kalau dia memang hamil ... aku juga ingin tahu apakah bayinya masih ada."

Steven menepis tangan Alex, langsung melangkah menuju ruang gawat darurat.

"Jangan terburu-buru dulu. Aku tadi sudah bertanya pada Bu Stella." Alex mengejar Steven, memutuskan untuk bertindak nekat!

"Sudahla
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 908

    Di detik-detik kritis itu, dua sosok tinggi besar serentak berlarian ke arah Alya.Saat asam sulfat tercurah, Alya menutup mata secara refleks. Namun, dia segera merasakan dirinya terpeluk dalam pelukan yang lebar dan kokoh.Di telinganya terdengar teriakan panik.Udara dipenuhi aroma menyengat."Bu Alya!" seru Lexa dengan panik.Petugas keamanan segera menyerbu, menahan sang istri sah. Botol kaca hitam berisi asam sulfat terjatuh, pecah berserakan.Para tamu panik, menutup mulut dan hidung sambil berlarian menjauh."Dokter Blake, kamu terluka!" seru Lexa.Di tengah kehebohan, teriakan Lexa membuat Alya tersentak.Dia segera mendorong orang di depannya, lalu menatap ke samping pada Blake.Ternyata tangan Blake terkena cipratan asam sulfat."Aku nggak apa-apa, cuma kena cipratan sedikit saja. Kamu nggak apa-apa, 'kan?" tanya Blake.Blake menenangkan Alya sambil memeriksa apakah dia juga terkena asam sulfat.Alya menggeleng, lalu menjawab, "Aku nggak apa-apa, tapi tanganmu harus memegang

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 907

    Alya mengumpat dalam hati, dia mendorong Emran dengan keras, membuka pintu, dan melangkah cepat keluar.Emran menyentuh pipinya yang ditampar, bibir tipisnya tersenyum tipis.Dia menoleh dan berteriak mengejar Alya, "Tunggu aku!"…Gaun malam Alya malam itu tidak terlalu praktis, membuatnya berjalan lambat.Emran segera mengejarnya.Bawahan gaun yang menjuntai hingga sepatu hak tinggi membuat Alya beberapa kali hampir tersandung, membuat alis Emran berkerut panik.Dia melangkah cepat beberapa langkah, menunduk, dan mengangkat ujung gaunnya.Alya berhenti sejenak, menoleh dengan tajam, lalu menegur, "Emran, aku bilang jauh-jauh dari aku! Kamu nggak ngerti bahasa manusia ya?"Emran hanya tersenyum tanpa rasa defensif seperti biasanya.Dia tersenyum nakal sambil berkata, "Aku cuma bantu angkat gaunmu. Kalau sampai kamu jatuh, malu 'kan? Bayangkan, CEO Grup Valka jatuh di depan umum, pasti akan jadi berita utama, 'kan?""Itu bukan urusanmu!" jawab Alya.Alya mencoba meraih kembali gaunnya

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 906

    Di toilet wanita.Alya keluar dari bilik, melangkah ke wastafel, dan membuka keran air.Suara air yang mengalir menutupi suara pintu dibuka di belakangnya.Di luar, seorang pria menaruh papan bertulisan 'Sedang Dalam Perbaikan'.Dia kemudian menutup pintu dan menguncinya.Alya berhenti sejenak, menatap cermin.Dalam pantulan itu, di belakangnya, seorang pria bersandar di pintu dengan tangan terlipat sambil menatapnya.Wajah Alya langsung berubah dingin, dia bertanya, "Emran, kamu nggak ada habisnya ya?"Emran menatapnya, matanya berubah muram. Dia bertanya, "Apa yang kamu obrolin sama Blake sampai senang begitu?""Itu bukan urusanmu!" jawab Alya. Dia menutup keran, lalu mengambil beberapa tisu untuk mengeringkan tangan.Dia membuang tisu ke tempat sampah, lalu menoleh ke Emran dan berkata, "Minggir! Aku mau keluar."Tubuh besar Emran tetap tak bergerak. "Aku nggak mau," kata Emran."Emran, kamu gila ya? Ini toilet wanita!" tegur Alya dengan keras. "Kalau kamu nggak minggir, aku akan te

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 905

    Alya berkata sambil tersenyum, "Acara seperti ini sebenarnya cuma formalitas. Awalnya aku juga nggak berniat hadir, tapi penyelenggaranya cukup terpercaya. Selain itu, Ricky sebelumnya bilang mau membantu anak-anak kurang mampu, jadi aku mendonasikan sebagian atas namanya.""Ricky baru sekecil itu sudah punya kesadaran seperti ini, patut diacungi jempol," ucap Blake.Alya tersenyum dan menjawab, "Pikirannya memang lebih dewasa."Blake ikut tersenyum, lalu bertanya lagi, "Gimana kabarmu akhir-akhir ini?""Baik-baik saja," jawab Alya.Mereka bercakap-cakap ringan, seperti teman lama. Orang lain yang ingin ikut bergabung pun tidak mendapat kesempatan.…Begitu Emran memasuki aula, pandangannya langsung tertuju pada Alya. Tentu saja, dia juga melihat Blake yang berada di dekatnya.Mereka berdiri berdampingan, ngobrol santai, tertawa bersama. Pemandangan itu tampak harmonis dan menyenangkan.Emran menggertakkan giginya. Dengan langkah panjang dan cepat, dia melangkah ke papan tanda untuk ta

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 904

    "Melahirkan anak berengsek sepertimu, sampai-sampai aku curiga fengsui Keluarga Witanda bermasalah. Leluhur mana mungkin datang lewat mimpi untuk memarahiku? Orang yang seharusnya mereka marahi itu kamu!" ucap Fiona.Emran memejamkan mata, menghela napas panjang tanpa daya.Dia berkata, "Ibu, aku terus terang saja. Sekarang aku sedang berusaha semaksimal mungkin menghormati kemauan Alya, tapi perceraian masih ada masa tunggu satu bulan. Dalam satu bulan ini, aku akan membuktikan lewat tindakanku bahwa aku benar-benar berubah. Aku nggak berharap Ibu dan Ayah bisa membelaku, tapi seenggaknya jangan menambah kekacauan, bisa?""Memangnya aku masih perlu buat kekacauan?" tanya Fiona. Dia mencibir sinis lagi, "Kekacauanku mana bisa menyaingi ulah Yulia-mu itu?"Emran mengerutkan kening, lalu berkata, "Ibu, aku serius."Fiona mendengus, malas melanjutkan omelan.Mana mungkin dia tidak ingin memberi kesempatan pada anaknya sendiri?Walaupun dia benar-benar merasa anaknya ini gagal total, tetap

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 903

    Mendengar perkataan Fiona, Alya hanya tersenyum tipis.Dia tahu semua yang dikatakan Fiona berasal dari ketulusan hati. Namun, dia tidak ingin membuat hubungan mereka menjadi terlalu rumit.Setelah bercerai nanti, Alya tetaplah ibu dari Ricky. Jika dia benar-benar mengakui Fiona sebagai ibu angkat, maka garis kekerabatan mereka akan menjadi kacau.Lagi pula, dia dan Emran belum resmi menerima akta cerai. Untuk sementara, dia tidak berniat membahas topik itu dengan Fiona.Hubungan mertua dan menantu ini setidaknya masih akan berlangsung satu bulan lagi. Panggilan 'Ibu' itu, untuk saat ini memang masih berlaku.Fiona menatap Alya dari atas ke bawah. "Alya, kamu mau pergi ke acara malam?" tanya Fiona."Iya, malam ini ada acara amal," jawab Alya.Fiona tersenyum sambil mengangguk. "Gaunmu ini benar-benar cocok dengan bentuk tubuhmu, tapi lehermu kelihatan agak kosong. Aduh, aku nggak tahu sebelumnya. Kalau tahu, di rumah Ibu banyak sekali kalung, ambil saja satu untuk dipadukan," kata Fion

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status