Share

Bab 311

Penulis: Yovana
"Iya. Terlepas dari apa pun yang dipikirkan Steven, yang penting Yuna bisa kembali ke Vanesa hidup-hidup!"

Jake memarkir mobil di tempat parkir bandara dan mengantar Vanesa ke bandara sendiri.

Steven belum tiba.

Namun, Vanesa sudah menerima informasi penerbangan dari Steven.

"Steven sudah menyiapkan pesawat khusus." Vanesa menatap Jake dan berkata, "Kamu pulanglah dulu."

Suasana hati Jake sedang buruk. Dia memasukkan satu tangan ke saku, lalu menundukkan kepala dan berkata sambil cemberut, "Aku akan menunggu sampai dia datang sebelum pergi."

"Aku tahu kamu khawatir padaku, tapi jangan khawatir. Aku akan kembali setelah menjemput ibuku."

"Bagaimana kalau Steven mengancammu dengan Bibi Yuna?" Jake balas mendengkus dengan dingin. "Putra kesayangannya itu masih menunggumu untuk pulang dan menjadi ibunya!"

"Bukan itu yang harus kupikirkan. Satu-satunya yang harus kupikirkan sekarang adalah bagaimana caranya membawa ibuku pulang." Tatapan Vanesa terlihat tegas. "Jake, kamu harus tetap di s
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 912

    Udara malam di Kota Amari sangat sejuk dan tenang sampai-sampai bisa mendengar bunyi jangkrik. Selain itu, rasanya juga seperti bisa mencium aroma embun yang sejuk.Alya memperhatikan mobil yang Lexa kendarai menghilang di kejauhan, lalu berbalik dan berjalan lurus menuju gerbang besi rumah Keluarga Nantar.Pria yang duduk di kursi belakang mobil Rolls-Royce itu mengamati sosok yang mendekat melalui kaca spion.Bibir pria itu sedikit melengkung ke atas.Sepertinya wanita itu masih peduli padanya ….Namun, wanita itu berjalan melewati mobil si pria dan langsung menuju pintu kecil di sebelah pos satpam.Senyuman Emran sontak membeku.Ada sebuah pintu kecil di sebelah pos satpam. Alya bisa masuk dengan memindai wajahnya.Tepat saat Alya mendorong pintu hingga terbuka, dia mendengar suara pintu mobil dibanting tertutup di belakangnya. Detik berikutnya, pergelangan tangannya pun dicengkeram!"Alya, apa kamu nggak punya hati!" Kata-kata pertama Emran adalah sebuah tuduhan. "Padahal aku terlu

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 911

    Lukas mengernyit. "Punggungnya cedera, tapi dia masih minum-minum?"Jefri pun menjawab, "Dia minum-minum di pesta dan baru setelah itu terluka."Lukas memijat pelipisnya, dia tidak ingin mengatakan apa pun lagi.Perilaku putranya satu itu selama belakangan ini cukup membuatnya resah.Fiona menghibur suaminya sejenak, lalu berkata kepada Jefri, "Kerja bagus. Kami tahu betul temperamen Emran. Kamu pasti kesulitan juga menghadapinya."Jefri menggaruk bagian belakang kepalanya. "Terima kasih, Nyonya Fiona, tapi Pak Emran sebenarnya orang yang sangat baik. Dia biasanya cukup menjagaku. Hanya saja, akhir-akhir ini dia sedang mengalami masalah emosional, jadi emosinya agak mudah tersulut ...."Jefri pun diam-diam melirik Alya.Fiona juga refleks menatap Alya.Alya hanya terdiam.Dia mengatupkan bibir, lalu berkata dengan suara pelan, "Bu, karena kalian semua sudah di sini, aku pulang dulu. Aku harus menghadiri rapat penawaran hari ini, jadi aku mungkin akan agak sibuk.""Oh, begitu. Kamu pas

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 910

    Begitu Alya menelepon, Jefri mengangkat secepat kilat."Bu Alya," panggil Jefri.Alya bertanya, "Kamu benar-benar sudah pergi?""Pak Emran memintaku pulang," jawab Jefri."Kamu biarkan dia begitu saja?" tanya Alya.Jefri menjawab dengan tidak berdaya, "Bu Alya, kamu tahu karakter Pak Emran. Apalagi dia juga minum alkohol, makin sulit dibujuk."Alya mengusap dahinya, kemudian bertanya lagi, "Apa lukanya parah?""Luka cambukan sebelumnya belum sepenuhnya sembuh. Malam ini meskipun dia memakai jas, asam sulfat tetap sedikit meresap ke kulit, jadi luka lama ditambah luka baru. Dokter bilang harus benar-benar dirawat, kalau sampai infeksi, risikonya besar," jelas Jefri.Mendengar itu, alis Alya mengerut."Bu Alya, aku tahu kamu kesal dengan Pak Emran, tapi demi putra kecil kalian, turunlah dan bujuk Pak Emran. Aku khawatir kalau dia terjadi sesuatu," ujar Jefri."Baiklah," kata Alya.Alya menutup telepon, kemudian mengambil kardigan rajut panjang dan memakainya.Kini sudah pertengahan Septe

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 909

    "Biaya pengobatan akan kutanggung sepenuhnya. Soal perawatan, aku akan cari perawat untukmu," ujar Alya."Aku nggak kekurangan uang untuk biaya pengobatan. Aku juga nggak butuh perawat. Aku cuma mau kamu yang merawatku," kata Emran.Alya menarik napas dalam-dalam. Dia berkata, "Emran, jangan bertingkah nggak masuk akal.""Aku nggak sedang mengada-ada. Suruh satpam rumahmu buka gerbang. Aku akan menginap di sini malam ini, supaya kamu lebih mudah merawatku," ucap Emran.Alya tidak bisa berkata apa-apa.Dia mengatupkan bibir, lalu menghela napas berat."Emran, dengarkan baik-baik. Aku sangat berterima kasih padamu karena menyelamatkanku. Aku juga merasa bersalah karena kamu terluka karenaku. Biaya pengobatan yang harus dibayar akan kubayar, aku juga akan cari perawat untuk merawatmu. Tapi selain itu, aku nggak akan membuat kompromi tentang apa pun," ujar Alya."Kamu kejam sekali," kata Emran. Dia melanjutkan dengan suara yang terdengar serak, "Kita bahkan belum resmi bercerai. Kamu nggak

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 908

    Di detik-detik kritis itu, dua sosok tinggi besar serentak berlarian ke arah Alya.Saat asam sulfat tercurah, Alya menutup mata secara refleks. Namun, dia segera merasakan dirinya terpeluk dalam pelukan yang lebar dan kokoh.Di telinganya terdengar teriakan panik.Udara dipenuhi aroma menyengat."Bu Alya!" seru Lexa dengan panik.Petugas keamanan segera menyerbu, menahan sang istri sah. Botol kaca hitam berisi asam sulfat terjatuh, pecah berserakan.Para tamu panik, menutup mulut dan hidung sambil berlarian menjauh."Dokter Blake, kamu terluka!" seru Lexa.Di tengah kehebohan, teriakan Lexa membuat Alya tersentak.Dia segera mendorong orang di depannya, lalu menatap ke samping pada Blake.Ternyata tangan Blake terkena cipratan asam sulfat."Aku nggak apa-apa, cuma kena cipratan sedikit saja. Kamu nggak apa-apa, 'kan?" tanya Blake.Blake menenangkan Alya sambil memeriksa apakah dia juga terkena asam sulfat.Alya menggeleng, lalu menjawab, "Aku nggak apa-apa, tapi tanganmu harus memegang

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 907

    Alya mengumpat dalam hati, dia mendorong Emran dengan keras, membuka pintu, dan melangkah cepat keluar.Emran menyentuh pipinya yang ditampar, bibir tipisnya tersenyum tipis.Dia menoleh dan berteriak mengejar Alya, "Tunggu aku!"…Gaun malam Alya malam itu tidak terlalu praktis, membuatnya berjalan lambat.Emran segera mengejarnya.Bawahan gaun yang menjuntai hingga sepatu hak tinggi membuat Alya beberapa kali hampir tersandung, membuat alis Emran berkerut panik.Dia melangkah cepat beberapa langkah, menunduk, dan mengangkat ujung gaunnya.Alya berhenti sejenak, menoleh dengan tajam, lalu menegur, "Emran, aku bilang jauh-jauh dari aku! Kamu nggak ngerti bahasa manusia ya?"Emran hanya tersenyum tanpa rasa defensif seperti biasanya.Dia tersenyum nakal sambil berkata, "Aku cuma bantu angkat gaunmu. Kalau sampai kamu jatuh, malu 'kan? Bayangkan, CEO Grup Valka jatuh di depan umum, pasti akan jadi berita utama, 'kan?""Itu bukan urusanmu!" jawab Alya.Alya mencoba meraih kembali gaunnya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status