Share

Bab 428

Author: Nayla
Pengawal itu menopang tubuh Harris dengan sigap. Sementara itu, sopir di samping hanya bisa melongo.

"Orang baru?" tanya pengawal kepada sopir itu.

Sopir itu, Mohit, tertegun sejenak, lalu mengangguk.

Berhubung Florence akan kembali, jadi dia ikut pulang bersamanya. Dari Florence pula dia tahu bahwa Harris adalah musuh yang selama ini terus mencari Florence. Bukan hanya musuh Florence, tetapi juga seseorang yang ingin menyakiti Scarlett.

Karena itu, dia secara sukarela menjadi sopir Harris, dengan tujuan memantau pergerakan Harris.

"Kalau aku nggak salah lihat, tadi dia hampir membunuhmu. Kenapa kamu masih membantunya?" Mohit tidak bisa menahan diri untuk bertanya.

Suara pengawal itu terdengar dingin. "Nyawaku diselamatkan oleh Pak Harris. Hidup atau mati, itu ditentukan oleh Pak Harris."

"Itu nggak benar ...." Mohit hendak membantah, tetapi pengawal langsung memotong, "Kurangi omong kosong. Bantu aku, bawa Pak Harris kembali."

Mohit menjawab, "Oh," lalu menuruti perintahnya.

Pengawal
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Naya
tambahin babnya thor....
goodnovel comment avatar
Sevri Sadna
knpa mkin kesni episode ny cuma 2 bab yaa kk, nanggung bgt lgi tegang"ny ini. biasa ny sekali baca bsa smpe 10 bab bahkan lebih. tmbh lgi dong kk bab ny
goodnovel comment avatar
Merrysa
Lagian scarlet ngapain si ama edric. Uda tau edric sm kluarga lutarsa
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 437

    Saat itu Henry mengerutkan kening, sorot matanya tampak kehilangan sekaligus terkejut. Jelas dia masih belum bisa menerima kenyataan ini."Benarkah dia?""Bagaimana mungkin dia?""UME juga nggak memperlakukannya dengan buruk, lagi pula dia sudah lama menjadi karyawan lama di UME."Melati memang berbakat biasa saja, tetapi dia cukup serius dalam bekerja. Sebelum Scarlett datang, Henry bahkan sempat mempertimbangkan untuk mengangkatnya sebagai kepala departemen.Henry berkata, "Apa mungkin ada kesalahpahaman? Perlu nggak kita selidiki lagi?"Bukan karena dia tidak memercayai Scarlett, melainkan karena dia benar-benar merasa Melati tidak mungkin melakukan hal yang merugikan orang lain tanpa menguntungkan dirinya sendiri.Scarlett tidak menjawabnya. Dia menunduk menatap ponselnya. Setelah terdengar bunyi denting, dia menyerahkan ponsel itu ke tangan Henry. "Ini bukti yang sudah dikumpulkan."Begitu ada target yang jelas, mencari bukti menjadi jauh lebih mudah.Berdasarkan waktu kebocoran p

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 436

    Melati awalnya masih agak takut dan gelisah, mengira sikap kerjanya yang belakangan ini pasif telah diketahui Scarlett dan akan dikritik.Namun, ketika mendengar bahwa yang dibahas adalah kebocoran dokumen, rasa percaya dirinya pun sedikit meningkat."Mana aku tahu? Yang bertanggung jawab atas rencana ini 'kan bukan cuma aku seorang. Jane dan yang lain juga ikut menangani, 'kan?"Kemarin dia sempat bertanya tanpa sengaja, lalu mendengar bahwa Jane dan yang lainnya juga mengerjakan pekerjaan yang sama dengannya.Scarlett tidak berdebat dengannya. Dia mengangkat tangan dan menyerahkan dokumen yang kemarin diberikan kepada Jane dan yang lainnya.Awalnya Melati tidak terlalu memedulikannya, sampai dia melihat rencana milik Jane dan yang lain, barulah dia benar-benar memahami maksud Scarlett.Rencana Jane dan kawan-kawannya serta rencana yang dia tangani sama-sama ditujukan untuk menghadapi celah yang sama, tetapi sudut pandang penyelesaiannya berbeda.Namun kini, rencana yang diumumkan dan

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 435

    Kenny berkata dengan nada agak dingin, "Bukannya sudah kubilang kamu nggak perlu menungguku?""Akhir-akhir ini, robot pintar yang baru dirilis oleh Grup Laksmana sering mengalami masalah internal. Kami semua lembur untuk melakukan perbaikan. Karena pulang terlalu larut dan sudah terlalu lapar, akhirnya kami makan bersama di luar."Begitu mendengar kata lembur, Melati malah semakin kesal. Dia mengambil risiko dipecat dengan menyerahkan data internal UME kepada Kenny agar dibawa ke Grup Laksmana, semua itu demi Kenny bisa naik jabatan dan mendapat kenaikan gaji.Namun setelah sekian lama berlalu, Kenny bukan hanya tidak mendapatkan kenaikan gaji, malah semakin sibuk. Uang yang disetorkannya setiap bulan pun semakin sedikit.Grup Laksmana yang merupakan perusahaan papan atas, ternyata malah tidak sebaik perusahaan-perusahaan kecil dalam hal kemurahan hati. Kalau terus seperti ini, kapan dia dan Kenny bisa punya rumah sendiri?Lantaran tak kuasa menahan diri, Melati mengeluh, "Kamu sudah m

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 434

    Pamela berkata, "Kakakku itu memang nggak peduli sama dia."Mavin bertanya, "Lalu menurutmu, kakakmu akan peduli pada pekerjaannya atau pada hal-hal yang dia sukai?"Begitu kalimat itu keluar, Pamela langsung terdiam, tak mampu membantah sepatah kata pun.Sebenarnya, setelah insiden Vivian diperlakukan tidak adil, yang dia tahu hanyalah hubungan Devan dan Scarlett memburuk dengan sangat cepat. Ditambah lagi sejak awal dia memang tidak menyukai Scarlett. Setelah mendengar dari kakaknya tentang berbagai perbuatan Scarlett, kebenciannya pun semakin bertambah.Meskipun pulang ke rumah Keluarga Laksmana, dia dan kakaknya hanya akan menganggap Scarlett seperti udara.Kalaupun berada di ruang yang sama, kakaknya memperlakukan Scarlett seperti orang tak terlihat, sementara dirinya pun sering melontarkan kata-kata tajam.Soal kepedulian? Dia tidak tahu apa yang kakaknya pedulikan, tetapi dia sendiri hanya peduli satu hal, yaitu kapan kakaknya bisa bercerai dari Scarlett.Pamela terdiam. Pikiran

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 433

    Nada dering berbunyi hampir satu menit sebelum akhirnya diangkat. Pamela menunggu dengan agak tidak sabar.Begitu tersambung, dia langsung mengeluh, "Lama sekali baru angkat telepon. Scarlett, kamu ini merasa bersalah, jadi nggak berani angkat ya?"Kalimatnya baru saja selesai, dari seberang terdengar suara Mavin yang sudah sangat dikenalnya."Scarlett sedang rapat sekarang, nggak ada waktu. Kalau ada urusan mendesak, bisa bilang ke aku, nanti aku sampaikan ke dia."Mendengar yang berbicara adalah Mavin, Pamela langsung tertegun. Kata-kata yang sudah dia siapkan sebelumnya pun tertahan di mulut dan tidak jadi keluar.Dia tahu Mavin punya perasaan pada Scarlett, jadi dia tidak ingin hubungannya dengan Mavin menjadi tidak menyenangkan gara-gara urusan Scarlett.Pamela tertawa kecil. "Nggak ada apa-apa, cuma ingin ngobrol dengan Scarlett. Ya sudah kalau Scarlett nggak ada."Mavin sudah menebak tujuan panggilan itu. "Kalau kamu merasa nggak puas karena masalah kemiripan teknologi dan algor

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 432

    Setelah berkata demikian, Pamela sengaja meninggikan nada bicaranya dan menyindir Devan dengan dingin, "Masalahnya, pasangan yang paling dipercaya Kak Vivian dan satu-satunya orang yang bisa membantunya, yaitu kakakku sendiri, hatinya malah buta dan tuli. Aku benar-benar merasa nggak adil untuk Kak Vivian."Devan terdiam.Untuk pertama kalinya, dia tidak berdebat dengan Pamela. Setelah beberapa detik hening, dia berkata, "Akhir-akhir ini kamu lebih sering temani dia. Kalau ada waktu, ajak dia periksa kehamilan lagi.""Itu calon istrimu, tapi kamu malah suruh aku yang temani. Kamu benar-benar tega," Pamela melontarkan candaan.Meski begitu, dia tetap menyetujuinya. Lagi pula, kondisi Devan masih belum pulih sepenuhnya setelah cedera.Selain itu, Pamela sangat memahami sifat kakaknya. Dia bisa menebak bahwa kemungkinan besar Devan baru saja berselisih dengan Vivian karena Scarlett, sehingga dia gengsi untuk menemui Vivian dan butuh waktu untuk menenangkan diri serta berpikir jernih.Seba

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status