แชร์

Bab 457

ผู้เขียน: Nayla
Langit tampak mendung. Tadi Scarlett masih berjarak cukup jauh darinya sehingga tidak menyadari ada yang janggal. Sekarang setelah berada lebih dekat, barulah dia menyadari wajah Edric pucat pasi.

Pucatnya seperti selembar kertas.

Scarlett langsung panik.

"Edric?"

"Edric?"

Scarlett memanggil namanya dengan cemas.

Namun, Edric sama sekali tidak memberi respons.

"Kenapa kalian masih bengong? Bawa dia ke rumah sakit!" Nadya memarahi para pengawal yang dibawanya.

Para pengawal itu pun tersadar dan b
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (13)
goodnovel comment avatar
ratu nia nurlela yudaries
lanjut donk jangan nanggung bikin ceritanya
goodnovel comment avatar
Juniar silondae
lanjutannya mana?
goodnovel comment avatar
penelope
kenapa sekarang update nya jarang bgt iyaa...
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 553

    Setelah kembali ke kamar, Devan tanpa ragu menelepon resepsionis dan langsung melontarkan serangkaian teguran. Setelah pihak resepsionis berkali-kali meminta maaf dan memberikan jaminan, dia baru merebahkan diri di tempat tidur dengan lelah.Devan berbaring di tempat tidur dengan tatapan kosong yang mengarah ke langit-langit.Dalam benaknya terus terbayang adegan Scarlett bersama Edric.Senyum Scarlett yang lembut dan bahagia, juga tatapan mesra mereka saat Scarlett menggandeng lengan Edric dengan lembut.Tiba-tiba Devan merasa sangat lelah, baik secara fisik maupun mental.Rasanya bahkan lebih melelahkan daripada ketika dia harus menangani urusan perusahaan tanpa beristirahat selama tiga hari berturut-turut.Dia pernah berurusan dengan Mavin maupun Edric. Mavin memang rasional, tetapi cenderung mundur jika menyangkut masalah perasaan. Seandainya kekasih Scarlett sekarang adalah Mavin, mungkin akan lebih mudah baginya untuk menghadapinya.Namun, orang itu adalah Edric.Jauh lebih sulit

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 552

    Tadi, Devan hanya memikirkan masalah Scarlett dan Edric sampai tidak menyadari ada orang lain di dalam ruangan."Siapa?"Dia langsung duduk dan menatap dengan waspada ke arah suara itu.Seorang pria datang dari arah lain ruang tamu, lalu berjalan perlahan menuju sofa dan duduk di hadapan Devan.Pria itu mengulurkan sebuah kartu nama. "Sebagian besar wanita memang mengagumi pria yang hebat. Kalau Pak Devan ingin rujuk dengan mantan istri, mengeluh tanpa berbuat apa-apa tentu nggak ada gunanya."Devan sedikit menyipitkan mata. Kewaspadaannya bertambah."Kamu mengikutiku?"Devan tidak mengenal pria di hadapannya, tetapi jelas pria itu mengetahui banyak hal tentang dirinya.Namun, sebelum mengetahui maksud kedatangannya, Devan tidak berniat mengambil tindakan.Pria itu tidak menjawab. Dia hanya mengangkat sedikit sudut bibirnya, lalu kembali menyodorkan kartu nama itu ke hadapan Devan.Devan menerimanya dan menunduk melihatnya."Richard. Perusahaan yang sebelumnya menjadi klien UME?"Sebel

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 551

    Namun, Scarlett juga tidak menyingkirkan jas itu. Sebaliknya, dia merapatkan jas itu ke tubuhnya dan melanjutkan obrolannya dengan Edric.Jas pria yang sedikit kebesaran itu dikenakannya, memberikan kesan yang berbeda.Tidak jauh dari sana, Fadil duduk di sofa, menatap Devan di hadapannya dengan gugup.Sejak melihat Scarlett tadi, raut wajah bosnya memang sudah terlihat tidak baik. Sekarang, setelah melihat Scarlett mengenakan jas milik Edric, sendok di tangan Devan hampir saja diremas sampai bengkok."Pak Devan, gimana kalau kita pindah restoran saja ...?" usul Fadil dengan hati-hati. Dia hanya memilih restoran ini berdasarkan rekomendasi tempat wisata di internet. Dia sama sekali tidak menyangka dunia bisa sesempit ini. Cuma makan saja sudah bertemu Scarlett.Kalau hanya Scarlett seorang, mungkin masih tidak masalah. Masalahnya, Edric juga ada di sana dan keduanya tampak sangat dekat.Devan tidak menjawab. Dia hanya mengalihkan pandangan dengan ekspresi rumit, entah apa yang sedang d

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 550

    Saat Scarlett bangun, hari sudah sore. Langit tampak agak mendung, hanya ada sedikit cahaya kekuningan dari luar jendela yang masuk ke dalam kamar. Di kamar tidur hanya ada dia seorang diri.Scarlett melihat jam. Begitu sadar hari ternyata sudah malam, dia nyaris melompat dari tempat tidur.Dia pergi ke kamar mandi lebih dulu untuk membersihkan diri. Setelah selesai, dia keluar dari kamar dan baru melihat Edric sedang berbaring telentang di sofa ruang tamu dengan mata terpejam. Entah dia tertidur atau tidak.Scarlett mengambil selimut tipis, lalu berjalan menghampirinya dengan pelan dan menyelimutinya.Baru saja hendak berdiri, Edric tiba-tiba mengangkat tangan dan meraih pergelangan tangannya, lalu menariknya sedikit.Scarlett sama sekali tidak menduganya. Tubuhnya kehilangan keseimbangan dan jatuh menimpa Edric. Dia tersentak kaget dan hendak bangkit, tetapi Edric sudah lebih dulu merangkul pinggangnya dan memeluknya erat."Lapar, tapi belum bisa makan. Biar aku peluk sebentar," ujar

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 549

    Entah ini hanya perasaannya saja atau bukan, Scarlett merasa wajah Edric tampak lebih pucat daripada sebelumnya.Sejak mengalami luka waktu itu, kondisi tubuh Edric sepertinya memang tidak pernah benar-benar pulih.Namun hari ini, entah kenapa dia terlihat semakin rapuh dan lemah."Kenapa dari tadi lihat aku terus?" Edric mengusap kepala Scarlett, lalu tersenyum. "Aku memang setampan itu?"Scarlett mengangguk. "Kalau kamu nggak masuk dunia hiburan, itu benar-benar kerugian besar bagi dunia hiburan."Edric tersenyum.Scarlett kembali bertanya dengan hati-hati, "Gimana kondisi tubuhmu akhir-akhir ini?"Edric terdiam sejenak, lalu sedikit mendekat ke arahnya.Dia mengangkat dagu Scarlett dengan lembut, lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Scarlett dan berbisik dengan suara yang hanya bisa didengar mereka berdua, "Kalau begitu, gimana kalau malam ini kamu coba sendiri?"Scarlett seketika terdiam.Sayangnya, malam itu mereka belum sempat mencobanya karena Scarlett menyadari dirinya sedang d

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 548

    Di aula bandara.Fadil selesai menelepon. Dia menuliskan beberapa baris di sebuah kartu, lalu menyerahkannya kepada Devan."Pak Devan, ini alamat tempat tinggal Edric saat ini."Setelah berkata demikian, dia melirik Scarlett yang berdiri tidak jauh dari sana.Untuk sesaat, perasaannya campur aduk. Bukan hanya dia, bahkan Devan pun sempat merasa dirinya sudah gila.Dia ... memberikan alamat pacar mantan istrinya kepada mantan istrinya sendiri?Namun, mengingat perkataan gadis di pesawat tadi, Devan kembali mengembuskan napas panjang, memaksa dirinya menepis pikiran bahwa dia sudah gila.Dulu Scarlett mengejarnya begitu lama. Anggap saja ini sebagai utang yang harus dia bayar. Ternyata mencintai seseorang tanpa bisa memilikinya memang sesakit ini.Devan memejamkan mata sejenak, lalu berjalan menghampiri Scarlett.Saat itu Scarlett sedang menundukkan kepala, mengetik pesan untuk Edric. Tiba-tiba sebuah bayangan menghalangi pandangannya. Dia refleks mendongak. Saat melihat siapa yang datan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status