مشاركة

36

مؤلف: nura0484
last update تاريخ النشر: 2026-03-19 20:30:37

"Papa mau kamu besok temani Miko ke Trawas lihat proyek yang kita kerjakan."

"Berdua, pa?" Rahmat menganggukkan kepalanya "Papa nggak ikut?"

Rahmat menggelengkan kepalanya "Papa ada rapat besok di Pemkot sama Candra dan nggak bisa diwakilkan. Sebenarnya berat nyuruh kamu ikut tapi kamu harus tahu apa yang terjadi di tempat proyek saat ada pembangunan, kamu tahu keadaan pekerja lapangan. Kamarnya ada dua, papa nggak akan buat kamu berduaan dengan yang bukan mahram."

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Cinta Pria Panggilan   39

    "Syifa tahu tentang ini?" "Syifa akan tahu setelah kamu menyetujuinya. Kamu pasti tahu jika saya belum percaya sepenuhnya sama kamu. Tantangan melamar itu ingin melihat keseriusan kamu pada Syifa, jangan dikira saya tidak tahu apa yang kamu lakukan bahkan mengubah Syifa." Rahmad mengatakan dengan nada datar "Saya diam karena saya lihat Syifa cinta sama kamu, sedangkan kamu? Memang terlihat kamu sayang sama Syifa, tapi sayang saja tidak cukup. Orang tua kamu orang baik-baik, saya tidak meragukan mereka yang menyayangi Syifa dan akan menganggap sebagai anak sendiri, saya malah meragukan kamu yang bisa setia dengan Syifa." Aryo sedikit terkejut dengan semua yang dikatakan pria dihadapannya, tidak lain adalah papanya Syifa "Om menyelidiki saya?" Rahmad menggeleng dan menganggukkan kepalanya bergantian "Kamu akan tahu kalau punya anak perempuan. Saya mengetahuinya secara tidak langsung. Kalian sudah bertindak terlalu jauh dan saya tidak mau

  • Cinta Pria Panggilan   38

    "Keuntungannya banyak juga ya? Kamu keren banget kalau trading." "Mau masuk?" Stella menggelengkan kepalanya "Nggak ada uang kalau segitu. Kenapa kamu kayak habis dapat berita buruk?" "Syifa kasih kabar kalau papanya mau bicara berdua. Bicara apaan ya? Menurut kamu?" Aryo menatap Stella yang terdiam "Aku jadi kepikiran." "Bicara apa yang akan kamu lakukan sama anaknya." Stella menjawab sambil lalu."Memang begitu? Mantan tunanganmu dulu juga ditanya hal begitu?" Aryo menatap ragu.Stella mengangkat bahunya "Aku nggak tahu karena nggak mengalami itu semua, kamu nggak lupa kan kalau orang tuaku sudah nggak ada. Jadi pertanyaan yang kamu berikan nggak bisa aku jawab, apa yang kamu takutkan? Pekerjaanmu berjalan sangat lancar, kamu tinggal tunjukkan itu semua." Jawaban yang diberikan Stella tidak membuat perasaan Aryo tenang, berbicara pertama kali dengan papanya Syifa sedikit membuat Aryo tahu bagaimana karakternya me

  • Cinta Pria Panggilan   37

    "Jangan terlalu banyak melamun. Ingat kamu nanti di proyek. Lengah dikit bisa terjadi kecelakaan." "Ya, mas." Syifa memutar bola matanya malas "Mas, nggak mau nyalain musik?" "Kenapa? Bosan? Disini kita akan tahu keadaan jalan yang akan dilalui. Papa kamu suka dengar radio ini, lagian juga ada musiknya." Radio yang di dengarnya dari masa sekolah sampai sekarang, Syifa sangat mengenal radio ini dengan baik karena papanya yang sering memutar bukan hanya di kendaraan tapi juga rumah dan kantor. Mereka menyiarkan banyak hal mulai dari keadaan jalan yang ada di kotanya sampai seluruh Jawa Timur, jadi mereka yang akan melakukan perjalanan jauh atau dirumah bisa tahu. Bukan hanya kondisi jalan tapi juga isu yang terjadi, kejadian yang baru saja terjadi dan pendengar bukan hanya rakyat sipil bahkan orang-orang pemerintahan dan aparat juga ikut mendengar jadinya penanganan cepat. Setidaknya sebelum teknologi secanggih saat ini, berkat radio ini warga Jawa Timur

  • Cinta Pria Panggilan   36

    "Papa mau kamu besok temani Miko ke Trawas lihat proyek yang kita kerjakan." "Berdua, pa?" Rahmat menganggukkan kepalanya "Papa nggak ikut?" Rahmat menggelengkan kepalanya "Papa ada rapat besok di Pemkot sama Candra dan nggak bisa diwakilkan. Sebenarnya berat nyuruh kamu ikut tapi kamu harus tahu apa yang terjadi di tempat proyek saat ada pembangunan, kamu tahu keadaan pekerja lapangan. Kamarnya ada dua, papa nggak akan buat kamu berduaan dengan yang bukan mahram." Syifa menghela napas panjang "Aku besok harus lihat contoh undangan, pa." "Aryo bisa lakuin, kan? Lagian papa lihat banyak kamu yang urus. Papa tahu kalau Aryo kerja, tapi nikah ini bukan hanya kamu aja dimana Aryo juga harus terlibat." "Aryo ngumpulin duit, pa. Bayar pernikahan ini nggak murah loh, pa. Belum lagi isi rumah dan juga bulan madu." "Papa dan mama lebih pengalaman dari kamu. Kamu siap-siap aja besok berangkat ke Trawas, bisa jadi lanjut Malang. Miko

  • Cinta Pria Panggilan   35

    "Sakit apa?" Aryo melangkah masuk kedalam mengikuti Stella dan memilih duduk di sofa, menatap Stella yang melanjutkan makannya. Mengalihkan pandangan pada layar televisi saat tidak mendapatkan jawaban dari Stella yang sedang fokus makan, mengambil ponsel dan membuka transaksi dari nasabahnya."Gimana tradingnya Pak Rusli?" Stella membuka suara tanpa menatap Aryo."Semalam rugi, tapi ini sudah aku kembalikan. Kamu sakit apa?" Aryo menatap sekilas pada Stella."Kehujanan. Kamu tahu kalau cuaca sekarang suka nggak jelas, jadinya ya sudah.""Bukannya kamu bawa mobil?" Aryo mengerutkan keningnya."Kemarin nggak bawa, service rutin. Kamu yang daftarin masuk ke bengkel, masa lupa?" Stella menatap Aryo sambil menggelengkan kepalanya "Sampai mana persiapan menikahmu? Calon istrimu suka sama furniturenya?""Suka, apalagi sofanya. Kita sudah coba barusan, nggak nyesal aku beli." Aryo tersenyum mengingat kegiatan mereka."

  • Cinta Pria Panggilan   34

    "Ranjangnya sesuai yang kamu mau, kan?" Syifa menganggukkan kepalanya "Sofa ini buat apa, sayang? Bukannya bisa kita taruh nanti waktu di rumah?" "Nggak papa disini dulu aja, sayang. Kamu bisa duduk disini dan aku..." Syifa mengusap wajah Aryo sambil menggelengkan kepala "Nggak harus masuk, sayang. Aku bisa memuaskan kamu kayak biasanya." Aryo menarik pinggang Syifa mencium bibirnya singkat "Kamu tahu kalau aku ini gairahnya besar, apalagi dekat kamu gini...rasanya udah nggak tahan aja."Syifa membelai dada Aryo perlahan "Sabar semua akan indah pada waktunya, sayang. Lagian kapan sih aku nolak kamu? Aku nolak kalau ini kamu masuk kedalam, tapi...ini kamu udah kenalan sama punyaku." "Ahh...sayang..." Aryo mengeluarkan desahannya saat jagoannya dibelai dari luar dengan tangan Syifa "Kamu nakal!" Aryo memegang tangan Syifa dan memberikan tatapan tajam "Kalau aku kelepasan jangan salahin." "Kamu kapan isi tempat ini, sayang?" Syifa melepa

  • Cinta Pria Panggilan   20

    "Kamu kemana weekend kemarin?""Aku kerumah saudara, nggak tahu kalau ponsel mati karena memang nggak buka sama sekali." Aryo memberikan tatapan penyesalan.Syifa menghela napas panjang mendengarnya "Kenapa nggak kasih kabar sebelumnya? Bukannya kamu lagi latih orang ya? Memang

    last updateآخر تحديث : 2026-03-23
  • Cinta Pria Panggilan   18

    "Semakin bagus kamu, banyak perkembangan dibandingkan awal.""Siapa lagi instrukturnya. Kamu itu perhatian banget, bahkan selalu ngingetin hal paling kecil sekalipun." Stella menatap bangga kearah Aryo."Memang harus ada yang ingetin dan tegas." "Kamu nggak kencan?" Ar

    last updateآخر تحديث : 2026-03-22
  • Cinta Pria Panggilan   16

    "Gimana di kantor papa?" "Dikasih kerjaan banyak, aku lelah." Syifa menyandarkan tubuhnya di sofa dengan tatapan lelah "Kamu bayangin aja, sayang. Pegawai papa suruh aku baca berkas tapi belum selesai berkas itu udah dibawa sama papa, aku protes dikasih data karyawan dan aku disuruh mem

    last updateآخر تحديث : 2026-03-21
  • Cinta Pria Panggilan   19

    "Mau kemana pagi begini?" "GOR, ma. Mumpung libur, daripada aku dirumah." Syifa menatap sang mama yang sedang memberi instruksi pada asisten."Sama siapa? Maya?" Syifa menggelengkan kepalanya "Naik mobil?" "Kendaraan online." Syifa memakai sepatunya tanpa menatap sang

    last updateآخر تحديث : 2026-03-22
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status