Beranda / Romansa / Cinta Setelah Luka / Bab 64 Bertemu Erlan

Share

Bab 64 Bertemu Erlan

Penulis: Tri naya
last update Terakhir Diperbarui: 2024-07-21 07:51:22

Kaira menghela napas kasar sambil mengangguk. Mengulas senyum paksa agar Hanung, Hani, dan Harun tidak khawatir.

"Aku baik-baik saja. Ya, memang cukup melelahkan dan sedikit syok juga. Sebab, aku kan baru saja sembuh dan bergabung kembali. Jadi, seperti pertama kali, saat aku baru masuk ke rumah sakit itu," jelas Kaira lembut.

"Syukurlah kalau kau baik-baik saja. Ayah dan Kak Harun juga sempat khawatir denganmu. Apalagi, kau masih baru bergabung. Untunglah kau punya suami yang selalu siaga. Ayah salut denganmu, Kaivan," ucap Hanung sembari melirik ke arah Kaivan.

Kaivan tersenyum. "Terima kasih, Yah. Tapi menurutku, Kaira memang luar biasa. Semangat kerjanya tinggi. Begitu perhatian dan peduli pada pasiennya. Pantaslah jika dia di juluki dokter terbaik dan profesional," puji Kaivan sambil menggenggam sebelah tangan Kaira.

Harun dan Hanung mengiyakan.ereka setuju dengan perkataan Kaivan yang memang ada benarnya. Hani dan Kiara tengah sibuk bermain usai makan.

Mereka melanjutkan perbinc
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cinta Setelah Luka   Bab 108 Mencoba Jujur

    Kaira melangkah gamang menuju ruangannya. Pikirannya melayang ke awang-awang. Perasaannya campur aduk tak menentu. Lagi-lagi perempuan itu menabrak seseorang dan hampir tumbang. Beruntung, orang itu langsung menangkapnya."Astaghfirullah, Kaira. Apa kau tidak melihat jalan sampai menabrak ku?" ucap orang itu yang ternyata Harun."Ka--Kak Harun. Maaf, Kak. Aku tidak berjalan dengan baik sampai menabrak mu," jelas Kaira dengan sedikit gugup."Sejak di ruang operasi, kau Tidka konsentrasi dan hampir membuat celaka pasien. Kau juga berjalan tidak melihat jalan. Kau ini kenapa? Apa ada yang mengganggu pikiranmu? Kau bertengkar dengan suamimu?" ucapnya sedikit mencecar.Kaira menghela napas sedikit kasar dan melipat tangannya ke dada. Menatap sekilas ke arah Harun dan memalingkannya."Kaira," panggil Harun lembut.Sebenarnya ... tadi aku ketemu Mas Erlan," ucapnya lirih."Erlan? Erlan mantan suami Karin?" ulangnya."Iya.""Memangnya apa yang dia katakan sampai kau seperti ini? Apa yang dia

  • Cinta Setelah Luka   Bab 107 Bertemu Erlan

    Karin dan Tasya tampak mondar-mandir di sebuah apartemen sederhana di kota J. Mereka terlihat kesal dan gelisah. Kedua tangannya mengepal menahan amarah."Aduh, bagaimana ini? Tante Kanza sudah hampir tiga bulan tidak mengirimkan uang. Kabar pun tidak ada. Aku coba menghubungi pun tidak bisa," ocah Karin kesal."Aku juga tidak tahu. Persediaan makanan menipis. Uang juga tinggal sedikit, tidak akan cukup sampai akhir bulan ini," lanjut Tasya yang juga kesal."Kita harus cari cara supaya bisa keluar dari sini, tidak bisa terus menerus di tempat ini. Jika tidak, kita bisa mati kelaparan," ucp Karin."Tapi bagaimana? Kita tidak punya cukup uang untuk pergi dari sini. Tante Kanza sudah dua bulan tidak ada kabar," jelas Tasya."Kau kenapa tidak meminta bantuan orang tuamu? Mereka kaya raya, pasti bisa mengirimkan uang untuk kita," saran Karin."Kau pikir semudah itu? Kalau mereka mendukungku sejak awal, kita tidak akan kesusahan seperti ini," kesal Tasya."Ini semua gara-gara Kaira. Jika an

  • Cinta Setelah Luka   Bab 106 Kembali Terasa

    Kaira menghela napas kasar. "Iya, Kak. Makanya aku kesal sekali. Aku merasa tidak nyaman dan bebas. Sudah seperti tawanan saja," kesalnya sambil bersedakep dan memonyongkan sedikit bibirnya."Aku rasa itu bagus. Kaivan ingin melindungimu dan Kiara. Dia terlalu khawatir dengan kalian. Oleh karena itu lah, Kaivan melakukan ini semua," jelas Harun dengan wajah serius."Iya, sih, tapi kan aku jadi merasa tidak bebas.""Itu karena kau belum terbiasa. Nanti kau akan terbiasa.""Kau mendukungnya?""Jika itu demi kebaikan dan keselamatanmu dan Kiara, kenapa tidak.""Menyebalkan.""Hei! Kau mau ke mana?"Kaira melenggang pergi dengan kesal. Pasalnya, Harun mendukung Kaivan, hal itu membuat Kaira sia-sia berbicara dengan pemuda itu. Harun mengikuti langkah Kaira keluar ruangan.~~~Kaira keluar dari lobi rumah sakit, ia sudah disambut dengan anak buah Kaivan yang sudah berdiri menunggunya."Selamat sore, Nyonya," ucap salah seorang anak buah Kaivan."Sore. Kalian ....""Kami diperintahkan Tuan

  • Cinta Setelah Luka   Bab 105 Perlindungan Kaivan

    Kaivan duduk melamun di kursi kebesarannya, Ferdinan masuk setelah ketukan pintu tak dihirukan pemuda itu."Apa yang tengah kau pikirkan? Kenapa murung?" tanya Ferdinan, membuat Kaivan sedikit melonjak."Kau ini, kenapa mengejutkanku? Kenapa tidak ketuk pintu dahulu" tanya Kaivan kesal."Aku sudah mengetuk pintu tapi kau tidak mendengarnya. Jadi, aku masuk saja takut kau kenapa-napa," jelas Ferdinan.Kaivan menghela napas sedikit kasar dan memijit pelipisnya yang terasa berdenyut."Papi mengurung mami di kamar hukuman karena ketahuan selama ini, mami yang membantu Tasya dan Karin memberi suntikan dan untuk mereka bisa bertahan hidup," jelas Kaivan kesal."Apa? Pantas saja Karin dan Tasya dengan mudah bisa berpindah-pindah tempat tinggal, ternyata tante Kanza yang membantunya," ucap Ferdinan terkejut."Itulah, Aku benar-benar bodoh, ternyata ada musuh lain di dalam rumahku, dia adalah mami," ucap kaivan datar."Lalu, apa rencanamu selanjutnya?" tanya Ferdinan penasaran."Aku akan menca

  • Cinta Setelah Luka   Bab 104 Hukuman Untuk Kanza

    "Ka--kau ini bicara apa, sih, Kai," ucap Kanza dengan gugup."Kalau Mami tidak menjualnya, biarkan aku memilihkannya untuk Mami," ucap Kaivan sambil melangkah menuju kamar Kanza."Kaivan!""Ini ada apa, sih? Kenapa ribut sekali, sampai tidak mendengar suaraku," ucap Karan saat tiba di rumah."Papi.""Ini loh, Pi Kaivan. Dia ....""Kaivan hanya ingin membantu Mami mencari gaun, tas, sepatu, dan perhiasan yang cocok untuk acara besok. Beberapa hari lalu aku sudah belikan semua untuk Mami, tapi Mami malah larang," jelas Kaivan menyindir Kanza."Bu--bukan begitu, Pi. Mami mau cari sendiri, tapi anak kesayanganmu ini malah maksa mau cari," alasan Kanza, berharap dapat pembelaan dari suaminya."Aku hanya ingin membantunya saja. Apa salah jika aku ingin melakukannya sendiri? Siapa tahu ada yang tidak cocok," alasan Kaivan dengan sengaja."Bukan begitu, Pi. Mami ....""Sudahlah, Mi. Biarkan Kaivan melakukannya. Memang kenapa, sih kalau anaknya mau bantu?" ucap Karan mencoba menengahi."Kaivan

  • Cinta Setelah Luka   Bab 103 Kemarahan Kaivan

    "Ini banyak sekali. Kenapa kau hamburkan uang begitu banyak untuk membeli semua ini? Nanti uangmu habis bagaimana?" protes Kaira yang terkejut dengan hadiah mahal dari suami tersayangnya itu."Ini tidak seberapa, aku akan belikan seluruh isi mal untukmu. Dunia pun akan aku berikan untukmu," jelas Kaivan sambil menatap Kaira lembut."Tidak usah menggombal. Apa mamimu datang menemuimu dan menguras uangmu? Kau merasa bersalah denganku dan menebusnya dengan membeli hadiah sebanyak ini?" curiga Kaira."Kau ....""Kenapa? Ingin memarahiku di depan Kiara?" tanya Kaira sambil mendelik."Aku baru pulang kau malah marah dan mencurigaiku. Kau keterlaluan," ucap Kaivan sedikit merajuk.Kaira tersenyum, tidak tahan melihat ekspersi menggemaskan Kaivan."Ekspresi apa itu? Jangan merajuk, aku hanya menggodamu," ucap Kaira sambil tersenyum."Kau! Beraninya menggodaku! Tidak tajut aku hukum?" protes Kaivan."Sudahlah, jangan merajuk. Aku sudah buatkan kukis kesukaanmu. Kau pergilah mandi, aku akan sia

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status