登入Prangg!!!
Cangkir itu jatuh dan pecah begitu saja. Lila lekas melepas tautan bibir. Begitu juga dengan Paskal yang memandang tajam."Mengganggu saja!" Gerutu Paskal"Ma-maaf, mas. Aku nggak sengaja." Ucap Larissa ketakutan."Kamu!" Bentak Paskal emosi. Lila diturunkan dari pangkuannya. Dia lalu berdiri dan menarik lengan istrinya. "Sudah kukatakan berapa kali jangan panggil aku dengan sebutan sialan itu!"Larissa terkesiap. Lagi-lagi dia salah memaDuarrr!!!Ledakan terjadi dari ruang dapur. Tepatnya pada kompor yang tersambung dengan aliran listrik.Para pelayan yang menjadi tawanan menjerit-jerit ketakutan. Di gulitanya lampu yang padam, mereka berlari kesana kemari untik menyelamatkan diri. Percikan api mulai menjalar melahap habis dapur. Asap mulai mengepung seluruh ruangan.Para pria yang menawan pelayan sampai tak bisa mengejar lagi. Terlebih terjadi ledakan selanjutnya dari tabung gas yang ada di kompor yang lain."Sial!" Umpatnya. "Ayo kita beri tahu bos!"Di lantai kamar mandi, darah mulai mengucur deras dari hidung Paskal. Pria ini mengerjap pandangannya. Amisnya darah mulai masuk ke dalam mulutnya. Paskal terbatuk-batuk saat diberi tendangan."Brengsek! Sekarang katakan padaku! Dimana kau menyimpan stempel itu??" Bentak sang pemimpin."Stempel apa yang kau maksud?" Paskal memegang dadanya nyeri."Sialan!" Pria ini hendak memukul kepala Paskal de
"Jangan mendekat!" Teriak Paskal pada lima orang pria yang memakai pakaian serba hitam. Para ninja itu ingin menyergap Paskal. "Siapa kalian?""Sudah ku katakan kalau kami adalah orang yang akan memberikanmu kejutan." Jawab pria itu dengan mata yang menatap tajam.Suara ketukan sepatu semakin terdengar di lantai bawah. Kini rumah sudah dipenuhi oleh pria-pria yang memakai masker hitam. Terdengar lagi suara wanita yang menjerit. Ternyata para pelayan yang menjadi tawanan mereka."Tangkap dia!" Perintah pria tinggi itu lagi.Mata Paskal melotot. Empat orang itu menyergap Paskal. Tak tinggal diam, Paskal melawan dengan memberikan pukulan pada pria yang ingin menyentuh tangannya.Perkelahian tak bisa dihindari. Paskal menendang dan memukul ke dua pria yang berusaha memegangnya. Dua lagi menyerang dan memberikan tendangan dari belakang hingga membuat Paskal terjatuh."Paskal!" Teriak Lila histeris. Wanita ini muncul dari dal
Prangg!!!Cangkir itu jatuh dan pecah begitu saja. Lila lekas melepas tautan bibir. Begitu juga dengan Paskal yang memandang tajam."Mengganggu saja!" Gerutu Paskal"Ma-maaf, mas. Aku nggak sengaja." Ucap Larissa ketakutan."Kamu!" Bentak Paskal emosi. Lila diturunkan dari pangkuannya. Dia lalu berdiri dan menarik lengan istrinya. "Sudah kukatakan berapa kali jangan panggil aku dengan sebutan sialan itu!"Larissa terkesiap. Lagi-lagi dia salah memanggil."Aku nggak bermaksud apa-apa, tuan. Ku mohon lepaskanku." Larissa meringis saat cengkraman Paskal begitu kuat."Dasar brengsek! Apa dosaku sampai menikahi wanita pembawa sial sepertimu, hah?"Plak!Wajah Larissa ditampar dengan keras. Larissa terjatuh. Dia memegang pipinya yang memerah. Matanya mulai basah. Telinganya berdenging akibat pukulan dari suaminya."Kamu memang pembawa sial, Larissa!" Lanjut Paskal menghardik. "Sekarang bereskan baran
Anthony pulang bersama sopirnya. Hari ini dia puas sekali setelah memukul telak Paskal. Ya, pria itu tak bisa berkutik. Tepatnya tak memiliki pilihan."Tidak hanya perusahaan, tapi aku juga akan memiliki seluruhnya. Saham Sandhya dan kalau bisa harta keluarga Alvaro." Gumam Anthony sambil tersenyum.Kesabaran ini berbuah manis. Kesetiaan yang ia berikan pada Demian mengantarkannya pada kekayaan. Setelah mendapatkan Sandhya, Anthony akan berjuang lagi merebut seluruh saham milik keluarga Alvaro. Termasuk rumah megah yang sangat suka Anthony memandangnya."Tidak perlu mengebut. Santai saja." Ucap Anthony pada sopirnya.Mereka sedang dalam perjalanan pulang. Tidak terburu-buru untuk menghadiri pertemuan. Anthony meminta sopirnya untuk menurunkan kecepatan."Baik, pak." Sopir pria ini lalu melambatkan laju mobilnya. Namun dahinya mengkerut saat menyadari ada yang salah dengan pijakannya."Kenapa ini?" Tanyanya sedikit panik.
Ssmakin sengit pertarungan antara Anthony dan juga Paskal.Paskal baru saja maju satu langkah. Tapi Anthony malah melibasnya dengan dua puluh langkah.Bagaimana tidak? Gara-gara kelalaian Paskal yang dilaporkan ke departement tersebut. Pihak petugas melakukan investigasi secara langsung. Hasilnya, Paskal memang terbukti melakukan kelalaian hingga membuat kekuasaan mereka diluar negeri runtuh.Belum lagi surat kuasa yang ditulis oleh Demian telah valid menunjukan jika Anthony adalah pemimpin sebenarnya.Tujuh hari ini, Paskal menjadi terkenal.Pertama karena skandal perselingkuhannya dengan model internasional.Kedua, musibah kecelakaan pesawat yang menimpa kedua orang tuanya.Dan yang terakhir, berita mengenai perebutan kekuasaan.Paskal semakin terpojok. Tim kuasa hukumnya sudah tak berani melawan. Netizen di media sosial ikut campur dalam kasus ini. Mereka menganggap kalau Paskal tak akan becus menjalankan per
Paskal terkejut setengah mati setelah Elya melenggang pergi. Satu fakta yang baru saja ia ketahui. Ternyata Elya adalah anak dari Anthony."Sial!" Paskal mengumpat kesal. Pantas saja wanita itu sangat dendam pada Paskal. Rupanya, dia adalah anak dari musuh besarnya.Meninggalkan soal Paskal yang meradang, Elya masuk ke perusahaan Sandhya dan mendapatkan salam hormat.Tak seperti Paskal yang congkak, Elya yang merupakan anak dari pimpinan sangat bersikap manis. Wanita itu baik hati dan sangat ramah terhadap karyawan lainnya."Nona! Tuan Paskal tadi datang kemari untuk bertemu dengan pak Anthony." Lapor Riono."Iya. Aku bertemu dengannya diluar. Wajahnya itu menahan marah." Elya menahan tawanya."Sepertinya Paskal ingin merebut kembali tahta milik pak Anthony.""Kalau begitu kita nggak boleh tinggal diam, pak Riono.""Terus apa yang harus kita lakukan?" Tanyanya khawatir."Aku senang sekali kalian memberi







