LOGINPOV Javier
Aku sadar betul bahwa apa yang kulakukan ini salah dan melanggar batas. Namun, di dalam kegelapan malam tadi, aku begitu menikmatinya. Jiwaku benar-benar terbuai oleh setiap jengkal lekuk tubuh Camila yang selama bertahun-tahun ini sangat aku inginkan dalam diam, selalu aku bayangkan setiap fantasiku.
Terlebih saat gadis itu menerimaku masuk ke dalam hidupnya dan menyerahkan seluruh dirinya tanpa penolakan.
Namun, ketika pagi itu aku mulai membuka mata perlahan
Javier datang tergopoh-gopoh dengan wajah panik yang tak bisa disembunyikan. Tanpa membuang waktu, ia langsung mengangkat tubuhku ke dalam dekapannya dan membawaku secepat kilat menuju rumah sakit.Sebenarnya, perkiraan hari kelahiran menurut dokter bayiku masih menyisakan waktu satu minggu lagi. Namun dokter memang sempat menjelaskan bahwa proses persalinan bisa saja maju atau mundur dari jadwal perkiraan. Terlebih lagi, aku bertekad kuat untuk bisa melahirkan secara normal seperti saat melahirkan Nicolas dulu. Jadi, aku memang menantikan dengan sabar kapanpun buah hati kami siap melihat dunia.Jika dahulu saat melahirkan Nicolas aku harus berjuang sendirian tanpa didampingi sosok suami, maka tidak dengan hari ini.Hari ini, semua orang berada di sisiku. Javier memegang erat tanganku, menguatkanku di setiap helaan napas, sementara keluarga besar kami menunggu di luar dengan rasa cemas dan doa yang tak putus-putus.Aku tersenyum bahagia di sela rasa sakit yang mendera. Tidak ada lagi r
Camila povHari-hari berlalu begitu cepat kami lewati. Kebahagiaan yang sempat kami rasakan perlahan redup karena Nicolas yang belakangan ini lebih suka menyendiri.Ya, anakku masih belum bisa menerima kepergian Dada yang begitu mendadak. Mereka baru saja bertemu dan menjalin pertemanan, tetapi Tuhan sudah memisahkan mereka selamanya.Namun mau bagaimana lagi? Soal takdir kehidupan dan takdir kematian manusia, tidak ada satupun dari kita manusia biasa yang bisa menolaknya.Sudah tiga bulan berlalu sejak kejadian itu, dan Nicolas tidak pernah lagi seceria dulu. Aku dan Javier sudah berusaha membujuknya dengan berbagai cara. Namun, paling-paling ia hanya mampu mengukir senyum tipis yang dipaksakan—seolah-olah ada separuh dari jiwanya yang hilang dan terbawa pergi.“Apakah Nicolas sangat menyukai Dada?” tanyaku lembut saat menemaninya duduk di kursi taman belakang, memperhatikan seekor kelinci kecil yang pernah ia bawa dari danau waktu itu.Nicolas tidak menjawab. Ia hanya mengangguk pel
“Apa?! Masuk jurang?!” seru Nicolas dengan raut wajah tidak percaya, matanya membelalak lebar.“Nico, hey ... dengarkan Ibu. Ini belum pasti terjadi, kita pastikan dulu kebenarannya ya, Nak,” seru Camila menenangkan seraya memeluk bahu putranya untuk memberi pengertian.Nicolas masih bergeming. Ia menatap ayahnya, lalu bergantian menatap Alex, seakan menuntut penjelasan lebih lanjut mengenai apa yang sebenarnya terjadi.Javier berlutut sejenak, merangkul dan mengelus lembut pundak Nicolas. “Ayah belum tahu pasti kondisi mereka bagaimana karena belum melihatnya sendiri. Tapi, Ayah harap kamu—”“Ayah, aku tidak mau Dada kenapa-napa! Aku sayang dengan Dada, Ayah ... dia baik, dia cantik!” potong Nicolas histeris dengan air mata yang mulai menetes membasahi pipinya.Pesta ulang tahun yang seharusnya menjadi hari penuh kebahagiaan seketika berubah menjadi hari yang mencekam. Nicolas tid
Sampai di mansion utama, Nicolas langsung disambut oleh dekorasi rumah yang begitu mewah dan megah.Lampu-lampu hias, balon warna-warni, serta bermacam-macam tiruan hewan favoritnya sudah tertata rapi di halaman luas mansion milik Javier.Nicolas dibuat tak percaya dengan pemandangan di depannya. Ia pikir sang ayah hanya akan mengundang teman-teman sekolahnya saja, tetapi ternyata rumah mereka pun disulap sepenuhnya menjadi tempat bermain impiannya.“Apakah kamu menyukai ini?” tanya Javier lembut sambil mengusap kepala putranya.Nicolas mengangguk cepat. Ia langsung mencium pipi ibu dan ayahnya bergantian dengan penuh semangat.“Aku senang sekali, Ayah! Aku ... aku sudah tidak sabar ingin potong kue dan bermain bersama teman-teman!” serunya gembira. Namun detik berikutnya, ia kembali menatap ayahnya dengan raut penasaran. “Terus, Dada nanti datang ke sini jam berapa, Ayah?”&ldq
Author povKarena Nicolas masih terus memikirkan dan sangat ingin bertemu kembali dengan anak perempuan bernama Dada itu, Javier langsung meminta Alex untuk memanggil pengurus danau hari itu juga.Tidak lama kemudian, datang seorang pria paruh baya dengan pakaian kerja yang tampak sederhana. Di sampingnya, seorang anak perempuan cantik berjalan mengekor malu-malu.Benar kata Nicolas, anak perempuan itu memang sangat manis. Rambutnya bukan berwarna merah muda menyala seperti di kartun, melainkan berwarna cokelat terang. Namun, ada pita kuncir warna-warni yang menghiasi rambutnya, membuat gradasi indah yang di mata Nicolas tampak seperti rambut unicorn.“Tuan Villarreal, ada apa memanggil saya?” tanya pria paruh baya itu bersikap sopan.Javier tersenyum tipis mendengar sapaan formal itu. “Duduk dulu di sini, Budi!” jawab Javier seraya menunjuk ke arah kursi santai di depannya.Budi, pria pengurus tem
Aku tidak melihat Nicolas lagi. Tadi ia sudah pergi bersama Alex. Bahkan Javier juga meminta Stefi untuk mengikuti mereka, yang katanya hendak pergi menunggang kuda.Javier melarangku ikut. Katanya ia takut terjadi apa-apa padaku, mengingat jalanan menuju area pacuan cukup licin dan berbatuan—sangat tidak baik untuk kondisiku yang sedang mengandung.Aku duduk santai di kursi depan tenda, menunggu Javier yang sedang mengambil sesuatu di dalam.Tidak lama kemudian, ia kembali dan memakaikan sebuah jaket tebal di tubuhku.“Biar tidak kedinginan,” katanya seraya mengulas senyum lebar.Aku mengangguk hangat, lalu merapatkan jaket yang digunakannya. Mataku kemudian tertuju pada beberapa kandang rakitan yang sudah disiapkan oleh Alex di sudut area camping.Dan tahu tidak? Ternyata selain membawa biawak, Nicolas juga menemukan seekor kelinci tadi!Javier mendekati kandang tersebut, lalu memberikan sepotong wort


![Without You [Indonesia]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)




