Compartilhar

Bab 303

Autor: Sierra
Yuvi tertegun saat tangannya ditarik. Dia balas bertanya, "Justru aku mau tanya, apa maksudmu?"

Andreas menatap ke arah Vincent, lalu kembali menatap Yuvi. "Kamu itu sebenarnya punya hubungan apa sama dia?"

Yuvi sampai tertawa karena kesalnya. Dia langsung menepis tangan Andreas dengan keras. "Andreas, kita ini sudah batalkan pertunangan! Kamu punya hak apa untuk menanyakan hal seperti itu padaku? Jangan lupa, sekarang pacarmu itu Stella!"

Stella sudah berlari menghampiri. Barusan saat Yuvi mengejar Vincent, Andreas malah ikut mengejarnya juga. Dia pergi mengejar Yuvi.

Ini pertama kalinya Andreas terang-terangan mengejar Yuvi.

Stella benar-benar kaget.

Wanita itu menatap Andreas dengan ekspresi penuh rasa tidak terima.

Namun, Andreas sama sekali tidak melihat ke arahnya. Dia hanya menatap Yuvi dengan tatapan marah. "Yuvi, jangan mengalihkan topik! Aku cuma mau tahu, sejak kapan kamu punya hubungan sama Vincent? Jangan-jangan kamu selingkuh di belakangku?"

Selingkuh?

Andreas sendiri yan
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (6)
goodnovel comment avatar
Yuliana R
kok lm bgt y ending ya
goodnovel comment avatar
Adma
jadi GK semangat bacany
goodnovel comment avatar
simanjuntaktheresia753
aihh knp pemeran utamanya ga ada ceritanya padahall kita tunggu ituu
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1153

    Steve melangkah maju untuk mendekat. Vania tanpa sadar mundur ke belakang. Dia sudah dengan sangat peka merasakan hawa dingin yang terpancar dari tubuh Steve.Meskipun pria itu tidak menunjukkan apa pun di wajahnya, rasa dingin itu tetap menusuk dan membuat siapa pun bergidik.Vania merasa gelisah. Bukan hanya karena rasa bersalah, tetapi juga karena takut dan panik. Ternyata, Steve sudah datang sejak tadi.Apakah semua itu sudah terdengar olehnya?Vania berucap, "Aku ...."Melihat sorot mata Vania yang berusaha menghindar, Steve mengaitkan bibirnya dan tertawa dingin. "Kenapa sekarang kamu diam saja? Apa benar-benar nggak ada yang ingin kamu sampaikan padaku?"Vania terus mundur hingga punggungnya menyentuh meja kerja. Ujung meja sudah menahan tubuhnya. Kini, dia tidak punya jalan mundur lagi. Dia hanya bisa bertanya sekali lagi, "Kamu sudah datang dari tadi, 'kan? Berarti, kamu dengar semua yang kubicarakan dengan Veren?"Steve berhenti melangkah. Tubuhnya yang tinggi dan tegap menut

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1152

    Veren berkata, "Kak Vania, jangan mengusirku. Aku tahu kamu lagi hamil, jadi aku datang khusus untuk mengucapkan selamat kepadamu!"Vania melengkungkan bibir merahnya sedikit. "Ucapan selamatmu sudah kuterima. Sekarang, kamu bisa pergi."Veren membalas, "Kak Vania, sejujurnya aku benaran nggak menyangka kamu benar-benar bisa hamil. Aku sudah menyuruh orang untuk menyelidikinya. Selama tiga tahun ini, kamu dan kakak ipar belum pernah benar-benar menjadi suami istri. Dia nggak punya perasaan padamu dan kamu juga nggak menyukainya. Kalian cuma pasangan suami istri di permukaan saja!"Alis Vania yang ramping terangkat sedikit. "Apa sebenarnya yang ingin kamu katakan?"Veren melangkah mendekat. "Kak Vania, sebenarnya kamu sama sekali nggak menyukai kakak ipar, 'kan? Tiga tahun lalu, kakek memaksamu untuk melakukan pernikahan keluarga dan menikah dengan kakak ipar. Tiga tahun kemudian, Pak Fernando dan kakek kita bersama-sama memberi tekanan padamu agar kamu segera hamil. Pak Fernando dan ka

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1151

    Veren memberi tahu, "Kakak Ipar, kamu bakal jadi ayah! Jangan-jangan, kamu belum tahu bahwa Kak Vania lagi hamil?"Sambil berbicara, Veren terus memperhatikan ekspresi wajah Steve. Dia ingin tahu apakah pria itu sebenarnya sudah mengetahui hal ini atau belum.Kabar kehamilan Vania sebenarnya sudah diketahui oleh Keluarga Lamin dan Keluarga Lisandra. Pernikahan antara dua keluarga besar ini telah memicu berbagai kepentingan dan menimbulkan kehebohan besar. Vania pun sudah secara resmi menyatakan perang terhadap mereka. Situasi sekarang sudah memasuki tahap yang sangat tegang. Hanya saja, tiba-tiba Veren mencium sesuatu yang terasa tidak biasa. Steve sepertinya tidak mengetahui soal ini.Dalam sekejap, kepala Steve terasa seperti meledak. Selama beberapa saat, pikirannya kosong. Tentu saja dia tidak tahu tentang hal ini.Steve benar-benar tidak tahu apa-apa.Pria itu tidak tahu bahwa Vania sedang hamil.Sebenarnya, Steve dan Vania juga tidak pernah merencanakan untuk hamil dan punya anak

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1150

    "Mbak Tuti, tenang saja. Sekarang aku lagi hamil. Aku tahu batasan kok. Lagi pula soal kehamilanku ini nggak mungkin terus disembunyikan dari Steve. Aku akan mencari waktu untuk memberitahunya."Mbak Tuti terlihat sangat puas. "Nyonya Vania, memang sudah seharusnya begitu. Lebih baik cepat kasih tahu Tuan Steve. Dengan begitu, dia bisa menjagamu dan anak kalian. Itu memang sudah menjadi tanggung jawab seorang suami dan ayah."Namun, Vania tidak berani membiarkan Steve bertanggung jawab begitu saja. Yang dia khawatirkan adalah bagaimana reaksi Steve jika tahu bahwa dirinya hamil.....Vania tiba di studio dan langsung menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan. Tanpa terasa, waktu pulang kerja pun tiba.Asistennya datang menghampiri. "Kak Vania, desain yang ini sudah beres. Kita sudah bisa pulang."Vania melirik jam sejenak. Steve bilang akan menjemputnya sepulang kerja. Kapan pria itu datang?Vania mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor Steve, lalu meneleponnya.Nada dering ponsel terden

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1149

    Steve tidak bangun dari ranjang. Dia memeluk Vania erat di dalam pelukannya. Sebenarnya jam biologisnya sudah membangunkannya satu kali pada pukul 6 pagi, tetapi karena Vania yang harum dan lembut itu tidur di dalam pelukannya, dia pun tidak bangun.Steve menatap bibir merahnya. "Lelah nggak?"Vania jelas tahu maksud pertanyaannya. "Nggak kok!"Steve mengulurkan tangan dan menyentuh bibir merah wanita itu. "Di sudut bibirmu masih ada kulit yang sobek sedikit."Vania pun meliriknya dengan manja dan kesal. "Semua gara-gara kamu! Sudah dapat untung, masih saja pura-pura nggak tahu apa-apa!"Steve tersenyum penuh kasih sayang. "Oke, salahku semua."Suasana menjadi agak ambigu. Vania menatap Steve tanpa berkedip. "Kamu belum bangun, jangan-jangan karena masih mau melakukan sesuatu?"Steve malah bertanya balik, "Menurutmu, aku bisa melakukan apa?"Vania menyunggingkan bibir merahnya. Tangannya yang kecil menyentuh otot perut Steve, lalu perlahan bergerak ke bawah. "Mana aku tahu kamu mau mel

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1148

    Malam ini, apakah Steve sangat menginginkannya?Vania tiba-tiba mendekat dan mencium bibir tipis pria itu.Steve memandangi Vania, lalu menindihnya dan menciumnya.Sambil merangkul leher Steve, Vania merespons ciuman pria itu dengan aktif dan lembut.Mereka belum pernah berciuman lama sebelumnya. Hanya mencium, tidak melakukan yang lain. Vania merasa seluruh tubuhnya lemas.Steve menempelkan wajah tampannya ke leher Vania, mulai mencium rambutnya.Tangan Vania meraba ke atas, dengan lembut memeluk kepala Steve. Dengan hati-hati sekaligus berani, jari-jarinya menyusup ke rambut pendek Steve yang rapi dan menariknya. Vania tiba-tiba tertawa.Steve bertanya dengan suara serak, "Seru, ya?"Dia sudah merasakan Vania menarik-narik rambutnya.Vania senang, seperti anak kecil yang nakal dan cerdik. "Agak seru."Steve meliriknya, lalu berbalik berbaring telentang. "Tidur yang awal."Setelah itu, Steve hendak bangun.Vania bertanya, "Kamu mau ke mana?"Steve menjawab, "Mandi air dingin."Vania l

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status