Share

Bab 577

Penulis: Sierra
Vincent terdiam beberapa saat, lalu melepaskan tangan Yuvi dari bajunya. Dia berbalik sambil menatap Yuvi. "Nona Yuvi, kamu lagi merasa kasihan padaku?"

Yuvi menggeleng. "Nggak, bukan itu maksudku. Aku cuma mengakui kemampuan dan bakatmu. Aku mau ...."

Vincent menyeringai tipis. "Kamu mau? Coba kamu pikir, semua yang kamu katakan tadi itu cuma keinginanmu sendiri. Kamu mau memaksakan keinginanmu ke aku."

Yuvi menggeleng cepat. "Vincent, aku benar-benar nggak ...."

"Jangan cari alasan. Kamu memang mau mengendalikanku! Tapi, aku bisa paham sih. Kamu itu anak orang kaya. Di matamu, kamu nggak pernah benar-benar menempatkanku sejajar. Kamu cuma mau mengatur hidupku!"

Mendengar kata-kata sedingin dan sekejam itu keluar dari mulut Vincent, mata Yuvi yang putih bersih langsung memerah. "Vincent, sudah kubilang aku nggak bermaksud seperti itu. Apa ini caramu menilaiku?"

Yuvi hanya peduli, tidak tega, dan sayang padanya.

Dia tak ingin Vincent berada di tempat seperti ini. Jelas-jelas Vincent pa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Yuli Astutik
kira2 di episode brp balik cerita ke wenny ya
goodnovel comment avatar
Ros Dianie
Memang dgn cara itu Vin ent mau Yuvi membenci nya. Krn ga bs ksh masa depan sm Yufi dgn keadaan nya. Vincent sadar, hidup nya dgn Yuvi berbeda. Ga akan pernah bs bersatu. Krn itu Vincent beranggapan dgn caranya agar Yuvi membemci nya. Vincent juga sayang kok sm Yuvi. Tp krn perbedaan , Vincent mundu
goodnovel comment avatar
Rosantirosa
emang yuvi kegatelan ..ahirnya kena jg omongan kasar.yg ngjk pacaran pun si yuvi mlah kesan maksa aneh koq nggak punya malu udh kyak hanna memaksa hendro..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1152

    Veren berkata, "Kak Vania, jangan mengusirku. Aku tahu kamu lagi hamil, jadi aku datang khusus untuk mengucapkan selamat kepadamu!"Vania melengkungkan bibir merahnya sedikit. "Ucapan selamatmu sudah kuterima. Sekarang, kamu bisa pergi."Veren membalas, "Kak Vania, sejujurnya aku benaran nggak menyangka kamu benar-benar bisa hamil. Aku sudah menyuruh orang untuk menyelidikinya. Selama tiga tahun ini, kamu dan kakak ipar belum pernah benar-benar menjadi suami istri. Dia nggak punya perasaan padamu dan kamu juga nggak menyukainya. Kalian cuma pasangan suami istri di permukaan saja!"Alis Vania yang ramping terangkat sedikit. "Apa sebenarnya yang ingin kamu katakan?"Veren melangkah mendekat. "Kak Vania, sebenarnya kamu sama sekali nggak menyukai kakak ipar, 'kan? Tiga tahun lalu, kakek memaksamu untuk melakukan pernikahan keluarga dan menikah dengan kakak ipar. Tiga tahun kemudian, Pak Fernando dan kakek kita bersama-sama memberi tekanan padamu agar kamu segera hamil. Pak Fernando dan ka

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1151

    Veren memberi tahu, "Kakak Ipar, kamu bakal jadi ayah! Jangan-jangan, kamu belum tahu bahwa Kak Vania lagi hamil?"Sambil berbicara, Veren terus memperhatikan ekspresi wajah Steve. Dia ingin tahu apakah pria itu sebenarnya sudah mengetahui hal ini atau belum.Kabar kehamilan Vania sebenarnya sudah diketahui oleh Keluarga Lamin dan Keluarga Lisandra. Pernikahan antara dua keluarga besar ini telah memicu berbagai kepentingan dan menimbulkan kehebohan besar. Vania pun sudah secara resmi menyatakan perang terhadap mereka. Situasi sekarang sudah memasuki tahap yang sangat tegang. Hanya saja, tiba-tiba Veren mencium sesuatu yang terasa tidak biasa. Steve sepertinya tidak mengetahui soal ini.Dalam sekejap, kepala Steve terasa seperti meledak. Selama beberapa saat, pikirannya kosong. Tentu saja dia tidak tahu tentang hal ini.Steve benar-benar tidak tahu apa-apa.Pria itu tidak tahu bahwa Vania sedang hamil.Sebenarnya, Steve dan Vania juga tidak pernah merencanakan untuk hamil dan punya anak

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1150

    "Mbak Tuti, tenang saja. Sekarang aku lagi hamil. Aku tahu batasan kok. Lagi pula soal kehamilanku ini nggak mungkin terus disembunyikan dari Steve. Aku akan mencari waktu untuk memberitahunya."Mbak Tuti terlihat sangat puas. "Nyonya Vania, memang sudah seharusnya begitu. Lebih baik cepat kasih tahu Tuan Steve. Dengan begitu, dia bisa menjagamu dan anak kalian. Itu memang sudah menjadi tanggung jawab seorang suami dan ayah."Namun, Vania tidak berani membiarkan Steve bertanggung jawab begitu saja. Yang dia khawatirkan adalah bagaimana reaksi Steve jika tahu bahwa dirinya hamil.....Vania tiba di studio dan langsung menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan. Tanpa terasa, waktu pulang kerja pun tiba.Asistennya datang menghampiri. "Kak Vania, desain yang ini sudah beres. Kita sudah bisa pulang."Vania melirik jam sejenak. Steve bilang akan menjemputnya sepulang kerja. Kapan pria itu datang?Vania mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor Steve, lalu meneleponnya.Nada dering ponsel terden

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1149

    Steve tidak bangun dari ranjang. Dia memeluk Vania erat di dalam pelukannya. Sebenarnya jam biologisnya sudah membangunkannya satu kali pada pukul 6 pagi, tetapi karena Vania yang harum dan lembut itu tidur di dalam pelukannya, dia pun tidak bangun.Steve menatap bibir merahnya. "Lelah nggak?"Vania jelas tahu maksud pertanyaannya. "Nggak kok!"Steve mengulurkan tangan dan menyentuh bibir merah wanita itu. "Di sudut bibirmu masih ada kulit yang sobek sedikit."Vania pun meliriknya dengan manja dan kesal. "Semua gara-gara kamu! Sudah dapat untung, masih saja pura-pura nggak tahu apa-apa!"Steve tersenyum penuh kasih sayang. "Oke, salahku semua."Suasana menjadi agak ambigu. Vania menatap Steve tanpa berkedip. "Kamu belum bangun, jangan-jangan karena masih mau melakukan sesuatu?"Steve malah bertanya balik, "Menurutmu, aku bisa melakukan apa?"Vania menyunggingkan bibir merahnya. Tangannya yang kecil menyentuh otot perut Steve, lalu perlahan bergerak ke bawah. "Mana aku tahu kamu mau mel

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1148

    Malam ini, apakah Steve sangat menginginkannya?Vania tiba-tiba mendekat dan mencium bibir tipis pria itu.Steve memandangi Vania, lalu menindihnya dan menciumnya.Sambil merangkul leher Steve, Vania merespons ciuman pria itu dengan aktif dan lembut.Mereka belum pernah berciuman lama sebelumnya. Hanya mencium, tidak melakukan yang lain. Vania merasa seluruh tubuhnya lemas.Steve menempelkan wajah tampannya ke leher Vania, mulai mencium rambutnya.Tangan Vania meraba ke atas, dengan lembut memeluk kepala Steve. Dengan hati-hati sekaligus berani, jari-jarinya menyusup ke rambut pendek Steve yang rapi dan menariknya. Vania tiba-tiba tertawa.Steve bertanya dengan suara serak, "Seru, ya?"Dia sudah merasakan Vania menarik-narik rambutnya.Vania senang, seperti anak kecil yang nakal dan cerdik. "Agak seru."Steve meliriknya, lalu berbalik berbaring telentang. "Tidur yang awal."Setelah itu, Steve hendak bangun.Vania bertanya, "Kamu mau ke mana?"Steve menjawab, "Mandi air dingin."Vania l

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1147

    Mungkin pandangan Vania terlalu lama berhenti pada wajah Steve, pria itu tersenyum seraya bertanya, "Kok lihatin aku begini?"Vania tersadar dari lamunannya, lalu berkata dengan tulus, "Steve, terima kasih!"Meski tidak bertanya, Steve mengerti keadaan sulit yang dialaminya.Steve berucap, "Kita ini suami-istri. Kalau orang lain merundungmu, itu sama saja merundungku. Lain kali kalau ketemu situasi seperti ini lagi, kamu bisa beri tahu aku. Atau kalau kamu mau aku lakukan sesuatu untukmu, selama nggak melanggar prinsip, semuanya boleh."Vania sangat terharu. "Apa maksudmu melanggar prinsip?"Steve menjabarkan, "Nggak langgar hukum dan aturan!"Vania terdiam. Dia benar-benar tidak menyangka Steve akan memberi jawaban yang begitu serius. Dia sendiri juga warga negara baik yang taat hukum!Vania mengonfirmasi, "Steve, maksudmu, selama nggak melanggar hukum dan aturan, semua permintaanku akan kamu penuhi?"Steve berucap, "Lain kali coba saja ajukan permintaan!"Steve tidak menjawab pertany

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status