Beranda / Romansa / Cinta di Puncak Dunia / BAB 20 : BOS LINGGA, REYGAN?

Share

BAB 20 : BOS LINGGA, REYGAN?

Penulis: Yoongina
last update Tanggal publikasi: 2026-07-17 08:47:19

Elara tampak gelisah. Ia duduk di tepi tempat tidur dengan punggung tegak. Sejak kepergian Lingga ke kantor pagi tadi, pikirannya terus melayang pada kedatangan dua preman ke kafe Le Moka.

​Tidak mungkin Jackson tahu aku ada di sini, batin Elara cemas. Kalau bajingan itu tahu aku bersembunyi di tempat ini, dia pasti sudah datang sendiri dan menyeretku paksa, dari pada menyuruh anak buahnya merusak kafe.

​"Lalu... kenapa dua orang itu mencariku di sini? Di kafe milik Kinan dan Bang Lingga?"
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 41 : KEMENANGAN BERSAMA

    Suasana di balik meja barista kafe Le Moka seketika membeku. Aura dingin yang menguar dari tubuh Reygan seolah sanggup menghentikan detak jarum jam. Pria itu berdiri begitu dekat, kedua tangannya bertumpu pada meja kayu, menatap Kinan dan Elara bergantian sebelum pandangannya mengunci Lingga yang sedang duduk tenang di meja sudut sambil memeriksa sesuatu pada tablet di tangannya. ​Kinan menelan ludah dengan susah payah. Keringat dingin mendadak membasahi tengkuknya. "B-Bang Reygan... sejak kapan berdiri di situ?" bisik Kinan gagap, merapatkan tubuhnya ke dinding seolah berharap bisa menghilang dari pandangan sang CEO Valero Corps. ​"Sejak kamu bilang Lingga naksir Elara," jawab Reygan dingin. ​Elara menghela napas pelan, meski ada desiran hangat yang mengalir di dadanya melihat sikap posesif pria itu. Ia melangkah mendekati Reygan, lalu menepuk pelan punggung tangan pria itu yang terkepal di atas meja. ​"Kinan hanya becanda, Rey. Lingga cuma berbuat baik sama aku selama

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 40 : RASA UNTUK ELARA

    Begitu derak pintu terkunci dan menyisakan mereka berdua, Reygan langsung bangkit berdiri. Postur tubuhnya yang tinggi dan tegap kini menjulang di hadapan Elara, mengurung keberadaan gadis itu sepenuhnya. ​Cengkeraman jemarinya yang hangat perlahan merayap naik, mengunci ujung dagu Elara dan menariknya keatas dengan kuat, memaksa netra mereka untuk saling bertemu. ​"Punya nyali juga kamu datang ke sini... hm?" desis Reygan dengan suara berat dan dalam, mengikis jarak hingga helaan napas panasnya menerpa langsung ke permukaan kulit Elara. Dada Elara berdesir hebat mendapati jarak mereka yang begitu dekat. Ibu jari Reygan mengelus lembut garis pipi Elara dengan ibu jarinya, namun tekanan jemarinya menyiratkan emosi yang amat sangat. Pria itu menunduk, menatap dalam-dalam manik mata Elara seolah mencari kebohongan yang mungkin tersembunyi di sana. ​"Kenapa diam, El?" desis Reygan lagi, suaranya kian parau. "Kamu sadar kan tempat apa ini? Kamu baru saja melangkah masuk ke sarang m

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 39 : KEDATANGAN ELARA

    Sebuah Alphard hitam mewah melaju pelan memasuki area parkir basement Valero Tower. Elara tiba untuk membuktikan ucapannya, menemui Tama Valero sebelum batas waktu yang diberikan Reygan habis. ​Ia merogoh saku blazernya, meraba permukaan flashdisk yang secara sembunyi-sembunyi diselipkan Reygan saat ciuman kasar di basement Adolf Group pagi tadi. Pria itu sepenuhnya percaya padanya. Saat Elara memeriksa isinya, Reygan ternyata menyerahkan seluruh rancangan ide final proyek padanya. Elara terkejut luar biasa, dan ia berjanji tidak akan pernah membocorkannya kepada Jackson maupun Sherly. ​Hari ini, Elara akan membuktikan pada Reygan bahwa ia sanggup memimpin dan menjaga proyek ini sebaik mungkin. ​Langkah kaki Elara terdengar tegas saat ia keluar dari lift di lantai pimpinan tertinggi Valero Corps. Seorang wanita paruh baya langsung menyambutnya. ​"Ibu Zhelara Adolf?" sapa sekretaris itu kaku. ​"Benar. Saya ingin bertemu dengan Tuan Tama Valero sesuai janji yang dibuat satu jam

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 38 : KERJASAMA DENGAN MUSUH

    Derum mesin sedan hitam milik Valero Corps perlahan menghilang saat mobil itu keluar dari area parkir basement, meninggalkan Elara yang masih berdiri mematung di sudut lorong. Jemari tangan Elara yang gemetar perlahan terangkat, mengusap sudut bibirnya yang terasa sedikit perih dan panas. Jejak ciuman kasar Reygan masih tertinggal jelas di sana. ​Elara memejamkan mata sejenak, menghela napas panjang untuk menata kembali detak jantungnya yang berantakan. Ia tidak boleh terlihat lemah untuk menghadapi musuh-musuhnya yang adalah keluarganya sendiri. ​Dengan langkah tegak seolah tidak ada yang terjadi, Elara berjalan menuju lift, menekan tombol menuju lantai atas. ​Sementara itu, di dalam ruang rapat utama Adolf Group, udara yang menyelimutinya tidak mencerminkan kemewahan ruangan bernuansa kaca itu. Suasana di sana tampak kacau berantakan. ​PRANG! ​Sebuah pot bunga porselen mahal yang menghiasi meja tamu hancur berkeping-keping di lantai setelah dilemparkan oleh Jackson. Pri

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 37 : IYA, AKU HARUS MENIKAH DENGANNYA

    Kata-kata tegas penuh percaya diri yang dilontarkan Reygan seketika menyulut amarah Jackson hingga ke puncaknya. Harga dirinya sebagai seorang pria dan calon suami Zhelara Adolf diinjak-injak tepat di hadapan wanita yang ia cintai. ​"You bastard!" raung Jackson dengan mata memerah murka. ​Tanpa berpikir panjang, Jackson melayangkan tinjuan keras ke arah wajah Reygan. Namun, Reygan yang sudah mengantisipasi gerakan itu dengan tenang menggeser tubuhnya sedikit ke belakang sambil membawa Elara dalam dekapan satu tangannya. Pukulan Jackson meleset menghantam udara kosong. ​Sebelum Jackson sempat menarik kembali tangannya, Lingga melangkah maju secara sigap. Dengan gerakan cepat, Lingga memelintir lengan Jackson ke belakang punggungnya dan menekannya ke atas meja rapat hingga terdengar bunyi prak keras dari benturan tubuh Jackson dengan permukaan kayu mahoni. ​"Get off me, bitch!" teriak Jackson meringis kesakitan, berusaha memberontak, namun cengkeraman Lingga terlalu mengunci per

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 36 : BATALKAN PERNIKAHAN ITU

    Mata Jackson menyempit seketika. Tangannya mencengkeram ponsel dengan sangat erat, memperlihatkan kekesalan yang coba ia sembunyikan di balik senyum tipisnya. ​"Reygan Valero mau datang?" kekeh Jackson dingin, matanya melirik sekilas ke arah Elara yang mendadak membeku di sampingnya. "Bagus. Suruh tim persiapan siapkan ruang rapat utama di lantai paling atas. Kita sambut kekalahannya secara terhormat." ​Panggilan terputus. Jackson menyimpan kembali ponselnya, lalu menoleh menatap Elara dengan pandangan yang sulit diartikan. "Tampaknya mantan kekasihmu tidak bisa menerima kenyataan dengan tenang, honey. Dia bahkan berniat membuat kekacauan di kantor kita." ​Jantung Elara berdegup kencang. Reygan mau datang ke sini? Untuk apa? Berbagai spekulasi buruk berputar di kepalanya. Apakah pria itu datang untuk memaki dirinya? Atau untuk meluapkan dendam atas ide proyek yang dicuri? ​Detik berikutnya, sedan hitam mereka berhenti tepat di depan lobby utama gedung Adolf Group. Beberapa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status