Share

Chapter 87

Author: Asayake
last update publish date: 2026-03-08 18:37:01
Beberapa pejalan kaki sudah sampai di penyebrangan menyisakan Arumy yang masih berdiri ditempatnya bersama rambu lalu lintas yang belum berubah. Beberapa orang yang menyusul, melewati Arumy untuk menyebrang.

Tyler akhirnya menepi dan keluar dari kendaraannya, dia memutuskan menghampiri Arumy dan melihat putrinya lebih dekat tanpa malu meski kini keadaan Arumy tampak pucat dan lusuh.

“Bisakah kita bicara, Rumy?” tanya Tyler pelan.

Arumy terdiam sebentar, memandang lekat wajah Tyler dibawah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Carmelia
arumy penderitaanmu ..tiada yg peduli..kasian sekali
goodnovel comment avatar
Milena
yaaah arumy jadi ubi
goodnovel comment avatar
Lussy Alyanii
ya udah deh karakter arumy di bikin metong aja deh sekalian dari pada menderita Mulu mendingan metong aja
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 166

    Matahari mulai bergerak turun menuju ufuk barat…Awan bergumpalan menghiasi langit…Adven lihat jarum jam yang berputar menunjukan bahwa sudah waktunya untuk dia pergi berangkat menuju ibukota, mengurus proses pemulangan sekaligus pemakaman ayahnya. “Aku akan langsung pulang begitu urusan selesai. Nanti kita langsung konsultasikan proses operasimu, jangan dulu pergi keluar vila apalagi mengurus keperluan data Donovan, aku yang akan mengurusnya. Istrirahat saja sebaik mungkin agar nanti saat aku pulang, keadaanmu semakin kuat,” nasihat AdvenArumy menjawabnya dengan satu anggukan tak bersuara. Sejak Arumy menyetujui usulan Adven untuk mengugurkan kandungannya, batinnya berulang kali masih bertanya, apakah dia telah mengambil keputusan yang benar?“Jika kau merasa tidak enak badan, jangan sungkan memberitahu Megan agar dokter segera datang,” nasihat Adven lagi, mengingatkan hal-hal terkecil yang mungkin bisa Arumy abaikan.Sekali lagi Arumy mengangguk, mengiyakan setiap nasihat Adven

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 165

    Arumy terbelalak, tanpa sadar ia menggenggam pakaiannya untuk menyalurkan kegugupan. Arumy tidak pernah memberitahu apapun tentang kondisinya kepada Adven karena dia menghindari banyak percakapan yang membutuhkan penjelasan.Arumy akan menjalani segala hal yang kini sedang terjadi padanya, termasuk mempertahankan kehamilannya.Arumy merasa menjadi seorang penjahat setiap kali dia membayangkan mematikan sebuah kehidupan yang tumbuh dalam setiap denyut nadinya.Arumy tak pernah berhenti bertanya, bagaimana mungkin ia mampu berjuang mati-matian demi kehidupan adiknya, sementara untuk darah dagingnya sendiri ia justru goyah?Apakah salah Arumy berpikir seperti itu? “Kenapa kau tidak pernah bicara apapun tentang hal ini padaku Rumy? Apa kau anggap aku tidak berhak bersuara, apa karena aku hanya mantan calon suamimu yang kini tidak memiliki pengaruh apapun lagi dalam hidupmu?” tanya Adven begitu lembut, namun sarat oleh kecewa karena menjadi orang terakhir yang tahu tentang keadaannya.Adv

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 164

    “Bagaimana keadaannya?” taya Adven memaksakan diri untuk tetap tersenyum, sama seperti apa yang Arumy lakukan.“Semuanya baik-baik saja, Pak,” jawab Megan.Dilihatnya kembali Arumy yang kini tengah memejamkan mata, mengatur energy agar bisa kembali berlatih. “Megan, tolong ambilkan tas kerjaku di dalam mobil, simpan di atas meja kerjaku. Jangan lupa sediakan segelas kopi.”Megan menjawabnya dengan satu anggukan, lalu pergi menjalankan tugas yang diperintahkan kepadanya.“Paman,” panggil Donovan mengguncang pelan celana Adven, dengan wajah mendongkak dan mata berbinar anak itu bercerita, “tadi, ibu saya sudah memilihkan sekolah untuk saya. Sebentar lagi saya akan pakai baju seragam dan punya banyak teman. Nanti.. nanti.. Paman mau kan menemani Ibu mengantar saya berangkat di hari pertama?”Adven mengusap kepala Donovan dengan anggukan. “Setiap pagi, aku akan mengantarmu berangkat sekolah jika kau mau.”Donovan tertawa malu mendengar tawaran menggembirakan Adven, akhirnya impiannya sema

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 163

    Pupil mata Bjorn melebar, sepasang mata biru jernih itu berubah begitu dingin menatap Martin yang kini tersenyum mengejek, bicara dengan sesuka hati tentang ibunya, bicara dengan bangga tentang apa yang pernah dia lakukan pada Arumy.Bjorn tidak begitu membenci Martin karena saat dia dilahirkan, Bjorn berada di pengasingan, tidak menerima sakit yang terlalu berat berkat keluarga ibunya menyelamatkannya.Bjorn tidak pernah mempermasalahkan apa yang sudah Martin lakukan pada Arumy karena Martin tidak tahu apapun. Tapi kali ini, Martin sudah tahu segalanya, dan ternyata Martin tak menyesalinya…Martin telah meremehkan kebaikan Bjorn. Seorang Hansen Nathaneil bisa Bjorn hancurkan sehancur-hancurnya, apalagi hanya sebatas Martin.Sudut bibir Bjorn terangkat pelan membalasnya dengan senyuman di bibirnya yang ternoda darah. Ketenangan Bjorn menghadapi provokasinya justru membuat Martin semakin tersulut amarah, Martin merasa seperti telah diremehkan dan dianggap tidak memiliki pengaruh apap

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 162

    “Pak Adven sudah berangkat bekerja pagi sekali, beliau berpesan akan kembali lebih awal,” ucap Megan menyambut kedatangan Arumy yang baru muncul ke ruang makan.Kursi roda Arumy bergerak mengisi celah yang sengaja dikosongkan, dengan telaten Megan langsung menghidangkan sarapan dan menyiapkan obat yang harus Arumy konsumsi.Tidak berapa lama kemudian Donovan datang menyusul, menemaninya sarapan sambil bercerita tentang poodle-nya yang tidak bisa berlarian bebas karena kukunya telah memanjang dan perlu dipotong.Dengan sabar Arumy mendengarkan sambil berjuang menguyah setiap makanan masuk ke dalam mulut karena telinganya masih sensitif oleh suara.Suara dentingan bel terdengar beberapa kali di depan pintu, Megan meninggalkan ruangan makan untuk pergi melihat siapa yang datang. Tidak lebih dari dua menit ia pergi, Megan kembali datang dengan membawa bouquet tulip putih. “Ini dari pak Adven,” ucap Megan dengan senyuman. “Anda mau meletakannya dimana?”Arumy terdiam sejenak, sampai ak

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 161

    “Tuan Bjorn,” inspektur Epstein menyambut kedatangan Bjorn dan Micahelin yang akhirnya datang rumah sakit.Meski seluruh urusan telah Bjorn serahkan pada Adven, sebagai anak tertua Bjorn tetap menjadi orang pertama yang dihubungi jika itu berurusan dengan hal yang darurat.Jika harus jujur, sejak meninggalkan Hansen di ruang interogasi, Bjorn sudah tidak sudi lagi untuk berjumpa dengannya. Namun setelah makan malam di villa Adven, sepanjang perjalanan pulang dari kota North Emit, Bjorn mempertimbangkan perasaan pribadinya yang masih terikat satu hal penting dengan Hansen, yaitu kebencianya pada Hansen yang masih utuh.Kebencian itu sudah seperti denyut dalam nadi, mengiringi setiap hembusan napasnya dan akan hanya akan berhenti dengan kematian Bjorn sendiri.Sepanjang malam`Bjorn bertanya pada dirinya sendiri, apalagi sekarang alasan dirinya masih benci? Bukankah balas dendamnya sudah selesai? Bukankah Hansen sudah teramat menderita seperti apa yang diharapnya?Ratusan kali Bjorn berp

  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 22

    Kendaraan melaju sejajar. Dibalik jendela kaca hitam yang tidak tembus pandang itu, wajah Adven terangkat dan diam-diam memperhatikan Arumy yang melamun di tengah orang berdesakan, Arumy begitu acuh bahkan saat seorang pria berdiri begitu dekat dan tidak berhenti memperhatikannya.Adven membuang mu

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 23

    Wajah Prisila berubah pucat, kata-kata tidak pantas yang Borjn ucapkan adalah kebenaran yang tidak dapat disangkal. Anna menggenggam permukaan pakaiannya menyalurkan kekesalan. Anna segan untuk menegur ketidak sopanan Bjorn, bukan hanya karena statusnya sebagai anak tiri, hubungan mereka juga ti

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 19

    Tyler menjatuhkan tubuhnya ke kursi, dengan kasar dia melepas dasi yang masih terpasang di leher. Tanganya yang lain, yang telah menampar Arumy tampak terkepal merasakan sisa-sisa penyesalan. Kata-kata Arumy terngiang di kepala, membangkitkan kembali kenangan mereka saat pertama kali bertemu setel

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Cinta yang Patah, sebelum Sah   Chapter 18

    Tyler yang baru saja kembali pulang bekerja dan memarkirkan mobil, terburu-buru keluar dari kendaraannya begitu mendengar suara keributan yang sangat keras hingga bisa dia dengar dari dalam rumah.“Apa mereka tidak bisa hidup dengan tenang, kenapa bising sekali,” bisik Tyler menggerutu, pasalnya ji

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status