Share

FKFaS 85

Penulis: Ur.sweetie
last update Tanggal publikasi: 2026-08-17 20:05:54

Perut Sinta udah se gede semangka. Jalan waddle waddle.

Tiap Askara dateng, ritual wajib nya.

1. Nempel in kuping ke perut Sinta beberapa detik

2. Ngetok pelan "Tok tok, Dedek ada di rumah?"

3. Ngomong: "Dedek, ini Kakak Askara. Nanti kita main mobil ya"

Suatu sore Askara bawa spidol.

"Tante aku gambar ya di perutbnya"

Dhipta langsung: "Eh jangan di kulit ya sayang"

"Ya udah di baju Tante aja"

Akhir nya perut Sinta di gambar in mobil balap sama Askara. Bangga banget dia.

Nala selalu iku
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 93

    Mereka semua udah move on. Fokus sama rumah dan keluarga sekaligus bisnis masing-masing. Varesh dan Nala sama Dhipta dan Sinta masih kerja sama buat perusahaan nya. Frelya udah berdiri sendiri di tempat lain sama keluarga kecil nya. Udah gak ada drama. Udah gak ada yang nunggu in chat. Yang ada cuma suara di rumah masing-masing. Di rumah Nala dan Varesh Rumah nya tenang. Ada meja panjang. Pagi itu laptop kebuka, kopi ngebul. Nala duduk sambil denger in Varesh telpon an di ruang sebelah. Suara nya pelan. Bahas kerja an. Jam sepuluh mereka meeting bareng. Bukan sama orang luar. Sama tim dari studio Dhipta. Layar ke buka. Ada Dhipta sama Sinta. "Buat campaign bulan ini gimana?" tanya Nala. Dhipta ngangguk. "Udah ada tiga opsi. Nanti aku kirim malem." "Siap. Makasih ya," kata Varesh. Meeting selesai tiga puluh menit. Tutup laptop. Gak ada basa-basi panjang. Gak ada canggung. Udah profesional aja. Siang nya Nala masak. Varesh beres in meja kerja. Sore nya mere

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 92

    --- Tahun ketiga di Jogja rasanya kayak napas. Nggak buru-buru. Nggak nahan. Masuk keluar pelan. Januari aku sama Arga mulai cari rumah. Bukan ngontrak lagi. "Kita cicil aja," kata Arga. "Yang kecil dulu. Yang penting ada halaman buat tim kalau meeting." Aku angguk. "Yang ada pohon jambu nya ya." 3 bulan muter-muter. Akhir nya dapet di juga. Rumah kecil. 2 kamar. 1 mushola kecil. Halaman belakang cukup buat jemur backdrop. Pas akad KPR, tangan aku gemeter. Tanda tangan. Petugas bank bilang, "Selamat ya Bu, Bapak. Rumah pertama." Aku liat Arga. Dia senyum. Aku nangis. Maret pindah an. Barang-barang dari ruko di pindah separo ke rumah. Separo nya tetap di studio. Pakde Wardi bantuin. "Alhamdulillah Mbak. Wes omah dewe." Aku peluk Pakde. "Matur nuwun Pakde. Udah jadi bapak aku di sini." Malam pertama di rumah, kami gelar tikar di lantai. Belum ada kasur. Arga: "Rumah kita." Aku: "Rumah kita." Tidur sambil denger suara jangkrik. Tenang. --- April. Frelya Proj

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 91

    Tante selalu bales voice note. Varesh nggak pernah kontak langsung. Tapi lewat vendor, EO aku dapet 2 project kecil dari Varesh Group. Itu artinya: nama aku masih di percaya. Secara profesional. Dan itu cukup. --- Bulan ke tujuh. Arga nembak. Kami udah sering ketemu. Ngopi. Bahas kerja an. Dia punya usaha roasting kopi kecil. Suatu malam habis meeting klien, dia nunggu in di depan studio. Bawa martabak sama se ikat mawar putih. "Frel," kata nya. Aku kaget. "Kenapa Mas?" "Aku suka kamu. Sama capek nya kamu. Sama keras kepala mu. Sama masa lalu mu juga. Kalau kamu mau, kita jalan bareng." Aku diem. Lama. "Mas... aku orang nya banyak luka." "Luka bisa diobatin bareng," jawab nya. "Aku nggak janji sempurna. Tapi aku janji jujur." Aku nangis di situ. Di depan ruko. "Iya," kataku akhir nya. "Aku mau coba." --- Bulan ke 12. Setahun. Frelya Project udah punya tim 5 orang. Ada divisi kreatif, operasional, admin. Klien udah sampai Solo, Magelang, Semarang. Aku masi

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 90

    banget sekarang."Aku senyum kecut. "Iya. Itu satu-satu nya cara aku bisa deket sama kalian lagi."Nala liat aku. Mata nya nggak marah. Capek aja. "Aku nggak benci kamu, Frel. Dulu iya. Kecewa banget. Tapi sekarang... udah. Hidup harus jalan.""Aku tau," bisik ku. "Maka nya aku mau pindah."Nala kaget. "Pindah?""Iya. Ke Jogja. Bawa EO juga. Mulai baru."Nala angguk. "Bagus. Jauh dari sini. Mungkin lebih tenang.""Kangen sama Tante sama Om," kataku. "Sama kamu juga."Nala senyum tipis. Pertama kali nya ke aku dalam 3 tahun. "Jaga diri ya Frel."Pas pamit, Tante peluk aku erat. Om doa in. Nala cuma di depan pintu. Gendong Askara yang udah tidur."Aku jalan ya, Nal," kataku. "Iya. Hati-hati di jalan."Aku nangis 1 jam. Tapi ini nangis yang membersihkan.---2 minggu setelah lebaran. Aku kumpulin tim jam 9 pagi. "Jadi gini," kataku. "2 bulan lagi kita pindah. Basecamp ke Jogja. Studio di bawah, aku tinggal di atas."Tim pada kaget. Ada yang tanya, "Bu ikut?" "Yang mau ikut, monggo

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 89

    Malam itu jam satu dini hari. Aku masih di kantor. Lampu cuma nyala satu. AC dingin. Proposal event akhir tahun udah kelar dari 3 jam lalu tapi aku belum pulang. Bukan karena kerja an. Udah ber tahun tahun aku hidup kayak gini di Jakarta. Bangun, kerja, pulang, tidur, ulang lagi. EO aku jalan. Nama Frelya Project pelan-pelan naik . Klien corporate dateng. Tim nambah jadi delapan orang. Tapi tiap kali ada nama "Varesh Group" di inbox, jantung ku masih deg. Tiap kali liat story Dhipta sama Ara, aku senyum sambil nahan sakit. Aku udah minta maaf secara profesional. Lewat kerja an. Lewat sikap. Aku udah ketemu Dhipta. Aku udah ketemu Nala. Tapi aku? Aku belum maaf in diri sendiri. Dan selama aku masih di kota ini, aku nggak akan bisa. Malam itu aku buka laptop. Bukan buat kerja. Buat liat kostan. Ketik "ruko 2 lantai jogja" "kontrakan malang buat usaha" "studio bandung murah" Aku zoom. Bayang in. Kalau di Jogja, pagi nya bisa denger adzan dari banyak ma

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 88

    Malam itu hujan. Aku duduk di lantai kantor. Lampu cuma satu yang nyala. Proposal di meja udah kelar, tapi aku nggak pulang. Kepala tiba-tiba ngebul. Dateng lagi. Bayang an itu. Ruang an yang terang. Suara musik pelan. Gelas di tangan. Tawa yang di paksa. Terus ada rasa panik. Ada tangan yang nyoba nolong in. Ada suara yang pecah. Ada flash kamera. Cuma se detik. Tapi cukup buat bikin napas ku sesak. Aku tutup mata. Tangan gemeter. "Berhenti," bisik ku ke diri sendiri. Bertahun tahun tapi rasa nya kayak kemarin. Rasa ber salah itu nggak pernah pergi. Dia cuma diem di pojokan, nunggu aku capek, terus nongol lagi. Aku inget muka Nala. Nggak jelas. Kabur. Tapi sorot nya... kecewa. Aku inget Dhipta diem. Nggak marah. Cuma pergi. Aku inget Varesh yang nggak pernah nanya apa-apa ke aku. Sampai akhir nya dia tau sendiri. Semua karena aku. Aku duduk disitu lama. Nangis? Nggak. Air mata ku udah kering dari Sekarang yang ada cuma sesak. Dan janji. Janji kalau

  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 6

    ----------- Pagi ini aku sangat malas dan tidak bersemangat untuk melakukan pekerjaan yang merupakan favorit ku ,bangun tidur teringat bahwa aku terpaksa harus bertemu dan bertatap muka dengan pria itu lagi. Aku masih berharap ada keajaiban agar tidak bertemu dengan nya ,entah tiba - tiba dia t

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 10

    --------------Sudah beberapa bulan Nala memegang kendali perusahaan dan hasil nya cukup signifikan. Banyak investor masuk ,bahkan sampai akan membuka anak cabang baru di luar kota.Namun ,tanpa Nala ketahui ternyata sudah masuk masa kampanye Papa nya sebagai Wali Kota.Bahkan sampai masa kampanye

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 8

    " Pa ,gimana kalau kita nikahin Nala dulu sama Varesh? " Lanjut mama , " Huhh ,papa udah mikirin itu ma. Tapi ujung nya sama ,Varesh juga ga bakal bisa gantiin kita di perusahaan " Keluh papa , " Setidak nya dengan ada nya Varesh bisa sedikit membantu pa ,ga harus kita serahin semua ke Var

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku   FKFaS 11

    ------------ Semakin lama ,berita di penuhi oleh kampanye dari segala arah. Sampai detik itu juga mama dan papa masih bungkam ,padahal tidak mungkin kalau mereka mengira aku belum tahu apapun sedang kan berita sudah ramai dimana - mana. Tidak ada sepatah kata pun untuk memberi tahu ku. Bahkan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status