LOGINSYNOPSIS! Meet Gabriella Pons, a twenty years old lady, Who lost her parents when she was just eight years old. She was forced to live with her wicked aunty, who maltreated her. As a kid, she was forced to do things that is bigger than her.. Some years later, Gabriella clocked eighteen years and she decided to run away from her auntie's house.. She lived with her friend for two months, then she went in search for a job.. It was like Luck was on her side When she saw a poster "Maid needed" ..She decided to apply for the job but that's where the story changes, that's when she met the worst part of life.. What happens when she began to live a life on Earth, but it felt like hell? Will she quit? Let's find out in this heart thrilling story ..🔥💝 Grab your popcorn..🍿
View More"Apa kau mengerti dengan apa yang kukatakan, Leticia? Kau tidak memiliki pilihan selain menikah dengan Tuan Castellano atau hidup ayahmu akan berakhir!"
Rasa sakit menjalari rahangnya yang berada dalam cengkraman kuat seseorang. Kuku-kuku panjang miliknya yang menyentuh pipi gadis cantik itu terasa seakan menusuk kulit mulusnya. Namun, tidak sedikitpun gadis bernama Leticia ini menunjukkan ekspresi kesakitan. Alih-alih meringis, Leticia menatap wanita berlipstik merah merona tersebut dengan tatapan terkejut.'Gabriella?' ucapnya dalam batin, setengah tidak percaya pada apa yang kini dilihatnya.Wanita bernama Gabriella itu melepaskan cengkramannya pada rahang Leticia dengan kasar, membuat wajahnya menoleh ke samping. Leticia merenung dan memikirkan semua kejadian ini. Belum lama, tetapi suara Gabriella kembali terdengar."Kau dan dia hanya akan menikah secara hukum, jadi tidak ada pengucapan sumpah di altar." Kalimat yang diucapkan oleh Gabriella sama persis seperti yang ada di ingatannya.Leticia semakin terkejut dan kembali menatap sang ibu tiri. Tatapannya mengundang netra Gabriella untuk kembali mengalihkan atensi padanya. Dahi Gabriella berkerut tidak suka, melihat anak tirinya ini yang bengong dan tampak tidak mendengarkan ucapannya."Apa kau mendengarkanku, Leticia?!" bentaknya keras."I-ibu?" Tanpa sadar Leticia memanggil ibu tirinya dengan gumaman kecil nyaris berbisik.Plak!"Haruskah aku memukulmu untuk mengajarimu lagi?" desis Gabriella dengan nada dingin.Sorot mata Gabriella menyalang tajam pada Leticia. Tangannya kembali terangkat seakan hendak menamparnya kembali, tetapi ia mengurungkan niatnya, dan menghela napas dalam. Gabriella berusaha menetralkan emosinya yang sempat naik pitam, mendengar panggilan ibu dari orang yang bukan darah dagingnya."Perbaiki make up-nya sampai bekas kemerahan itu tertutupi," perintah Gabriella pada dua orang perias yang juga berada di ruang tunggu pengantin wanita. Sebelum akhirnya ia keluar menutup pintu dengan kencang.Dua perias tersebut yang semula berdiam kaku di dekat cermin tanpa berani mengintervensi, segera bergegas mendekat pada Leticia. Mereka melakukan tugasnya dengan baik tanpa banyak berbicara.Sementara Leticia masih terpaku diam menatap lurus ke depan dengan segala keterkejutan yang masih melekat. Kejadian terakhir kali dalam hidupnya bukanlah di tempat ini. Ia sangat yakin jika dirinya telah mati dalam kecelakaan mobil malam itu. Lantas, kenapa ia sekarang berada pada waktu akan menikah lagi dengan suaminya?'Apa ini semacam mimpi atau kilas balik kehidupan sebelum menuju akhirat?' tanya Leticia yang lagi-lagi dilontarkan pada dirinya sendiri.Jika ini hanya sebuah mimpi atau kilas balik, rasa sakit bekas tamparan itu tidak akan senyata ini. Orang-orang di sekitarnya, perkataan mereka, dan semua kejadian ini sangat runtut seolah terulang kembali. Jika benar semua ini terulang kembali, apa mungkin di dunia nyata ada kekuatan untuk mengulang waktu?"Kapan pernikahan akan dilangsungkan? Dan dimana ini?" tanya Leticia pada dua orang yang sibuk di depannya, untuk memastikan.Mereka yang semula menyerngit bingung, salah satunya tetap menjawab, "Pukul 9 pagi, Nona. Anda akan menikah di gereja ini, Valencia Cathedral."Benar, menurut ingatannya pun ia menikah pukul 9, di gereja ini yang berada di Kota Valencia. Ia hanya menikah secara hukum, tanpa pengucapan ikrar sumpah pernikahan. Setelah itu ia akan pergi ke mansion milik suaminya di Kota Madrid. Lalu mendekam di sana layaknya seorang tahanan. Kesepian seorang diri, tanpa mengenal dan mengetahui sedikitpun wajah dari pria yang dinikahinya selama satu tahun. Dan kecelakaan yang merenggut nyawanya pun terjadi."Anda sudah selesai, mari berdiri untuk merapikan gaunnya." Perkataan perias tersebut menyadarkan Leticia dari lamunan singkatnya. Ia berdiri mengikuti intruksi sambil kembali merenung."Emm, permisi," ucap Leticia tiba-tiba secara spontan.Dua perias tersebut yang sibuk mengatur gaun panjang nan mewah Leticia, mengalihkan atensi mereka padanya. Ia menatap keduanya bergantian dengan keringat dingin yang mulai keluar dari punggungnya."A-aku butuh ke toilet sebentar untuk sedikit menenangkan diri." Leticia sangat gugup bahkan hanya untuk sekedar meminta izin pergi ke toilet. "Aku tidak akan lama, a-aku berjanji," lanjutnya kembali meyakinkan."15 menit lagi Anda harus keluar," jawab salah satu dari mereka akhirnya membiarkan Leticia, setelah melihat sebentar rekannya."Baiklah." Setelah mendapat izin, Leticia bergegas berjalan ke arah pintu kamar mandi di ruangan ini.Leticia mengunci rapat-rapat pintunya dan memastikan jika pintu tersebut tidak bisa terbuka. Ia menjauh dari pintu dengan langkah gemetar dan menyentuh kepalanya yang tiba-tiba pening. Tubuhnya bersandar pada wastafel yang sengaja ia nyalakan untuk meredam suara."Tidak mungkin," gumamnya dengan mata melotot tidak percaya."Tidak mungkin, 'kan? Apa ini mimpi atau hanya kilas balik atau ...?" Leticia menggelengkan kepalanya. Perlahan air mata keluar membasahi wajah yang sudah terpoles make up itu. Tangan yang semula memegang kepalanya, berpindah menutupi wajahnya yang menangis.Setelah beberapa lama, Leticia menoleh ke belakang dan mendapati bayangan dirinya di dalam cermin. Saat itulah Leticia menerima dan menyadari sebuah fakta yang sangat mustahil ini. Sosok yang sangat cantik sekaligus menyedihkan itu adalah dirinya. Dirinya satu tahun lalu sebelum menikah dengan pria dari keluarga kaya raya Castellano. Sekarang Leticia kembali pada waktu ini dan akan mengulang semuanya.Sekelebat bayangan-bayangan menyedihkan kehidupannya dulu terbesit satu persatu. Semua hari terasa sangat menyakitkan dan sepi. Bahkan ayahnya yang sangat diharapkan oleh Leticia, mendorongnya ke dalam neraka pernikahan ini."Tidak, aku tidak mau hidup seperti itu dan mati muda lagi." Leticia berusaha menghentikan tangisnya dan sekali lagi melihat ke arah cermin. Wajahnya sudah kacau berantakan, seperti kehidupannya yang akan terjadi jika dirinya tetap mengikuti skenario takdir di masa lalu. "Aku harus melarikan diri dari sini."Leticia melepaskan gaun berbahan brokat yang panjang tersebut, menyisakan dalaman gaunnya yang tipis. Ia lalu melepas sepatunya dan meneliti sekitar ruang kecil ini."Nona!" Gendoran pintu dari luar menyentak Leticia.Gadis itu menoleh sebentar pada pintu, tanpa berniat menjawab mereka. Lalu tatapannya beralih pada sebuah jendela kecil di atas toilet. Ia naik ke atas toilet dan berusaha memanjat ke atas."Ada apa ini? Dimana Leticia?" Tiba-tiba suara Gabriella di luar kamar mandi membuat Leticia semakin gelisah."Nona sedang di kamar mandi, Nyonya." Suara perias tadi terdengar menjawab."Apa?! Apa kalian bodoh membiarkannya kabur?!" Suara bentakan Gabriella terdengar memarahi mereka berdua. Lalu gedoran pintu kamar mandi menyusul terdengar.Leticia semakin panik dan berusaha melompat-lompat ke arah jendela. Ia mulai mendengar Gabriella memanggil para pengawalnya dan mereka pasti akan mendobrak pintu. Sebelum para bodyguard itu datang dan mendobrak pintu, gadis itu telah berhasil memanjat, dan tanpa pikir panjang melompat turun ke bawah.Bertepatan dengan itu, para bodyguard yang dipanggil Gabriella telah berhasil mendobrak pintu kamar mandi. Tentu saja yang mereka lihat hanyalah gaun pengantin mewah bersama sepatu mahalnya. Sementara Leticia telah melarikan diri melalui jendela di atas toilet.Dua perias yang juga melihat hal tersebut mulai gemetar ketakutan. Sebab merekalah yang mengizinkan Leticia dan menjadi penyebab utama dia kabur."Tolong ampuni kami, Nyonya!" seru mereka serempak berlutut di bawah kaki Gabriella. Meminta belas kasih pengampunannya dengan isak tangis."Dasar jalang tidak berguna!" teriak Gabriella dipenuhi amarah sambil menendang mereka berdua."Cepat cari gadis itu dan bawa dia kembali!" perintahnya kemudian pada dua bodyguard tersebut yang telah menunggu perintah sang majikan."Baik, Nyonya."***Sementara itu, Leticia yang telah keluar dari ruang pengantin melalui toilet, tidak memiliki situasi yang lebih baik. Jendela itu cukup tinggi sehingga kakinya bengkak karena terkilir saat melompat turun. Ia tidak bisa diam dan beristirahat karena dirinya masih ada di dalam gereja. Bodyguard Gabriella pasti sudah mengejarnya."Ahh ..." ringisnya pelan sambil menahan sakit pada kaki yang terus ia paksakan berlari.Air mata kesakitan sekaligus rasa putus asa telah membasahi wajahnya. Ia telah berlari entah kemana dan ada dimana dirinya sekarang. Rasa frustasi mulai menghinggapi kala pintu keluar tak kunjung ditemukan."Nona Ramona, berhenti!" Suara itu membuat Leticia menoleh ke belakang.Tampak dua pria bertubuh besar itu berlari ke arahnya dari ujung lorong. Leticia melotot terkejut dan kembali memaksakan diri mempercepat langkahnya. Jantungnya berdegup kencang, berharap akan sebuah keajaiban lain yang bisa menolongnya. Mustahil bisa menghindari mereka bahkan dalam keadaan normal sekalipun.Bruk!"Aww ..." Leticia kembali meringis saat tubuhnya menabrak sesuatu yang keras hingga ia terjatuh.Ia memegangi kakinya yang berdenyut kesakitan. Pandangannya lantas tertuju pada sepasang sepatu di hadapannya. Sebelum Leticia mendongak, sebuah tangan lebih dulu terulur ke arahnya."Kau baik-baik saja, Nona?" tanya suara tersebut.Saat itulah Leticia mendongak dan melihat sepasang netra obsidian gelap sekelam malam dari wajah tampan di hadapannya. Untuk beberapa detik tatapan Leticia seakan terkunci di dalam netra obsidian tersebut.---To be continuedThe cold hearted prince ❄️(I melted his heart 💧) Luma writes ✍️Chapter Twenty-twoWarning ⚠️: Don't comment next on my posts please..🙏 🌠The next day 🌠 🎀 Gabriella's POV 🎀I was awokened by the loud knock on the door, I went out to check who it was"So the witch finally woke up? are you happy now? now that my mother is dead"she yelled" Dead? what do you mean by dead" I said , and she slapped me"Don't ask me any stupid question, first you tried to take the prince away from me, and now all because of you my mum is dead. You're going to pay for everything you did to me, I promise you that"she said " So she's dead? "I said a bit sad , but I could never possibly forget the hell she put me through.."You're leaving this palace today , you can't stay here" she yelled.." Says who? "I heard someone say, and I turned.." Who are you to say if she stays or not? She's my personal maid, so she's my property, she's staying with me either you like it or not"he said , and I
Cold Hearted Prince ❄️(I Melted His Heart 💧) Luma Writes ✍️Chapter Twenty-oneWarning ⚠️: Don't comment next on my posts please..🙏 🎀 Gabriella's POV 🎀"Like what the hell just happened? Did we almost .. nah.. "I said inwardly, as I ruffled my hair.." Why was he looking at me like that? he seemed like a totally different person, "I said , and I smiled.." Why are you smiling dummy .. he has been rude to you" my subconscious mind fired" But that doesn't mean I should do the same to him, I won't pay evil for evil"I fired back.." What're you thinking about? "I heard someone say, and I almost fell of " Urghh chef you almost gave me a heart attack, I didn't notice you when you came in" I said, and he walked closer to where I was sitting.." That's because your mind wasn't here , what're you thinking about?" he said , and I itched my brow.." It's nothing "I said , and he smiled.."I've gone through this before, and I understand what's going on. You guys like each other , but
The cold hearted prince (I melted his heart )luma writes Chapter Twenty Gabriella's POV I heard a sound , like something broke..I ran to check who was responsible,but I didn't see anyone.."I wonder who that was" I said inwardly,and I walked round the house to locate the personI didn't seem to find anyone,so I went inside.."Did anyone come outside?" I asked the chef,and he nodded negatively.."So who was that ?or am I going crazy? I'm really sure that I heard something"I said inwardly,then I sat on the kitchen counter... Prince Jason's POV "i can't believe I just ran away from someone,what has gotten over me"I said inwardly,as I ruffled my hairI Sat down on my bed ,and her voice kept ringing in my head. It was really perfect,am not a fan of music ,but hers was captivating. And her words ,I think she's innocent,but how am I sure about that ?.I kept thinking of several things , until I heard a knock on my door.."Come in" I said calmly,and the door opened"Good evening my princ
The cold hearted prince ❄️(I melted his heart 💧)luma writes ✍️Chapter NineteenWarning ⚠️: Don't comment next on my posts please..🙏💎 Prince Jason's POV 💎I walked into my bedroom, and I saw the witch in there.."What're you doing here"?"I said , and she itched her browShe remained silent,and I knew for sure she was thinking.."You haven't answered my question" I yelled , and she came back to reality.." I wanted to ask you something, I didn't know that you were taking your bath" she said , and I rolled my eyes.." I warned you never to enter my room without permission, you couldn't even knock? You're doing all this because you know I can't fire you yet right? "I said , and she nodded negatively.." It's about... "she tried to say something, but I cut her off"Out of my room .. now!!" I yelled, and she ran offI was still trying to get myself together, when I heard my phone ringing..I picked at the second ring..📲"Hey bro" he said ,and I didn't reply ..📲"What's up with you?
Cold hearted prince ❄️(I melted his heart 💧) luma writes ✍️Chapter EighteenWarning ⚠️: Don't comment next on my posts please..🙏 🎀 Gabriella's POV 🎀"Oh my gosh... , I'm really dead now. I've been caught , am sure aunty will be here very soon"I said inwardly, and I began to tremble" Hey witch "t
The cold hearted prince ❄️(I melted his heart 💧)Luma writes ✍️Chapter SeventeenWarning ⚠️: Don't comment next on my posts please..🙏💎 Prince Jason's POV 💎I was walking, when I noticed the witch wasn't behind me.I went back out ,and I saw her hand in the air ,she wanted to slap Evelyn,I caught her
The cold hearted prince ❄️(I melted his heart 💧)Luma writes ✍️ Chapter SixteenWarning ⚠️: Don't comment next on my posts please..🙏✨Lucy's POV"So you mean the little witch is missing" my friend Talia said ,and I nodded positively" The worst part is ..she didn't even leave any message,she just disap
The cold hearted prince ❄️(I melted his heart 💧)Luma writes ✍️Chapter NineWarning ⚠️: Don't comment next on my posts please..🙏🎀 Gabriella's POV 🎀✨Flash back ✨"Gabriella we will be leaving for the graduation,so you'll be alone at home.Make sure you do what you're supposed to do ,you know what am






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.