LOGINHe hated them. Zadicus Snyder, the criminal wizard, hated that whole country- especially 'her' who neglected him and got him exiled. He wanted to ruin them, ruin her. He ruled empires from the shadows but amid this sovereignty, she never left his mind. Not even once. Persephone Sage. The army commander of his ex-homeland. The one who put him in the state where he was consumed by darkness. Evoking a fire of revenge in his heart against Persephone, the person he once called his lover.
View More"Ah"
"Ah" "Berhenti!!! Shhhh sakit.." Gadis di bawahnya sana mengerang penuh nikmat, sesekali merasakan sakit di bagian intinya karena sesuatu yang belum pernah di rasakan menembus intinya sana. Keringat membanjiri tubuh keduanya yang sama-sama polos, membuat ruangan itu semakin panas. "Saaakit... Ahhh" "Eghhh." Pria di atasnya membungkam bibir gadis itu, membuat bibir yang akan berbicara lagi itu jadi terdiam, ia hanya mampu pasrah, tanpa tau membalas apa. Karena gadis itu juga sama sekali tidak pandai dalam hal seperti ini. Ini untuk yang pertama kali yang ia rasakan. Dan sialnya pengalaman pertamanya harus di renggut oleh orang yang sama sekali tidak di kenalnya itu. Pria di atasnya terus memompa, memaju mundurkan miliknya yang kokoh, bahkan tidak peduli dengan rengekan serta air mata yang keluar dari mata gadis itu. Yang ia mau hanya sebuah kenikmatan yang baru pertama kali ini ia rasakan. Ya, nikmat, bahkan sebelumnya juga ia tidak pernah merasakan nikmat yang seperti ini. "Ugh." Pria itu terus bergerak liar, bahkan bibir basahnya sudah menjelajahi semua lekuk tubuh yang indah yang nyaris tanpa ada cacat sedikitpun itu. Ia bahkan sangat menyukainya, tidak ada satupun tubuh gadis di bawahnya sini tidak ia jelajahi. "Ahhh, kamu nikmat sekali..." Suara erangan itu nyaris memenuhi kamar yang berukuran besar nan mewah itu, pria tampan itu langsung ambruk di sampingnya setelah menuntaskan semua rasa yang menyiksanya tadi. Sedangkan wanita yang ada di bawahnya, langsung menangis, ia tidak menyangka akan berakhir seperti ini. "Pria brengsek!" Maki gadis itu, tangannya memukul dada pria itu, namun pria itu sama sekali tidak bergeming, karena pria itu sudah tertidur lelap.. * Sebelumnya!!! "Bawa masuk! Sebentar lagi saya akan kesana, saya harus menemui paman saya terlebih dulu" ucap seorang perempuan di seberang telpon sana. "Baik nona" sahut salah satu pria berbadan kekar itu yang tengah memegang earphone di telinganya. Tiiit.. Panggilan itu langsung terputus, salah satunya langsung menatap ke arah temannya yang tadi. "Bawa masuk ke dalam kamar ini!" Ucap salah satu bodyguard itu, tangannya menunjuk ke arah salah satu kamar hotel yang ada di depan mereka. Temannya itu mengangguk, tangannya menyentak pergelangan tangan pria yang ada di dalam pegangan kuatnya. "Lepas!" Pekik pria itu yang sedang di pegang kedua tangannya itu, pria itu sedari tadi terus meronta-ronta meminta di lepaskan, namun sialnya tenaganya tidak sebanding dengan tenaga kedua pria itu. Dan entah kenapa ia malah seperti orang lemah seperti ini. Padahal sebelumnya tidak. Ia bahkan bisa membantai musuhnya lebih dari sepuluh orang. Namun, tampaknya mereka mencampurkan sesuatu pada minumannya tadi, sehingga membuatnya tidak berdaya seperti saat sekarang ini. "Diam! Jangan membantah, nona kami Alana segera datang, jadi jangan banyak omong, kamu cukup turuti, dan kamu akan dapat enaknya juga" seru pria itu. Pria itu menggelengkan kepalanya dengan kencang. "Saya tidak mau! Siapa kalian? Mau mati?" Desis Pria itu, matanya yang sayu menatap kedua pria di sampingnya itu. Rasanya tangannya ingin sekali menghajar wajah-wajah keduanya, namun sialan, ia tidak berdaya. "Lepaskan saya! Saya akan bayar mahal kalian jika kalian mau melepaskan saya." Tidak ada pilihan lain, Arsenio bernegosiasi pada keduanya, berharap kedua pria itu mau melepaskannya. Namun sayang, perkataan Arsenio malah di anggap candaan oleh kedua pria itu. Keduanya malah tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Arsenio. "Kami tidak gila uang. Kami bahkan setia dengan bos kami. Lagian uang yang di kasih bos kami banyak," ucap salah satu dari mereka. Arsen mengeraskan rahangnya. "Lepas! Sialan kalian berdua! Siapa bos kalian? Bilang sama saya, saya bunuh juga dia." Pekik Arsen marah, matanya bahkan menyorot tajam kedua pria yang ada di sampingnya itu. Kedua pria di sampingnya itu agak menciut mendengar ancaman Arsen, namun keduanya masih tetap berusaha tenang, mereka hanya menganggap perkataan pria itu hanyalah sebuah bualan semata. "Halah, jaman sekarang itu banyak ya yang begituan. Jangan munafik kamu, kadang orang yang sudah punya istri saja, tapi pasti masih mau kalau di tawarin dengan perempuan lain. Ck, apalagi orang seperti anda!" Keduanya terkekeh. "Kalian berani tertawa dan mengatakan hal tersebut pada saya! Awas kalian berdua!" Pria itu tidak pernah bermain-main dengan apa yang di ucapkan olehnya, namun mereka sama sekali tidak peduli dengan perkataannya.b Keduanya kembali tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan pria itu.. "Halah, beraninya main ancam saja. Kamu pikir saya takut gitu sama kamu?" Pekik pria itu. Lalu tangannya terangkat menampar pipi Arsen membuat Arsen semakin murka. "Mati kalian!" Pekik Arsen murka. "Kebanyakan bacot, masukin aja ke dalam kamar itu, jangan sampai nona Zihan marah karena tawanannya kabur." Deg Mendengar nama Zihan yang di sebut oleh kedua orang itu, Arsenio mengepalkan kedua telapak tangannya dengan kencang, sungguh tidak pernah terbayangkan olehnya sebelumnya, perempuan itu berani sekali menjebaknya seperti ini. Sialan, Zihan sudah berani bermain-main dengannya. Zihan adalah rekan bisnis Arsen. Malam itu, ia datang ke Bandung karena ingin melakukan meeting penting dengan salah satu koleganya. Namun sialnya, malam itu menjadi malam yang sial bagi Arsen, ia harus mengalami kejadian ini gara-gara ulah Zihan yang ikutan bergabung di pesta kecil-kecilan yang di buat oleh temannya. Awalnya Arsen menolak, ia sudah merasa tidak enak hati, namun Fadil temannya terus mengajaknya, mau tak mau Arsen ikut saja. Awas saja, Arsen tidak akan tinggal diam, ia akan menghukum siapapun yang sudah berani berurusan dengannya. Dua orang bodyguard itu membawa masuk Arsenio yang sudah terpengaruh oleh obat perangsang itu, bahkan Arsenio berulang kali mendesis karena merasakan sesuatu yang sudah timbul di dalam dirinya sana. Brugggh Keduanya bahkan langsung melemparkan Arsenio ke atas ranjang sana. "Kita keluar" setelah itu keduanya keluar dari dalam kamar itu, dan meninggalkan Arsenio sendirian di sana. Keduanya juga tidak lupa mengunci pintu kamar itu, namun mereka lupa mencabut kunci itu, tapi mereka langsung pergi dari tempat itu saat sudah memastikan tugas mereka selesai .... Di dalam kamar itu, pria bernama lengkap Arsenio Galvanis Zipper menggeram, ia bahkan merasakan sakit di kepalanya yang terus menerus menderanya. Ia sesekali memejamkan kedua bola matanya, menekan rasa yang muncul itu. "Sialan!" Maki Arsen, ia mengepalkan kedua telapak tangannya dengan kencang. "Mati kau, Zihan. Jalang sepertimu berani sekali membuat aku seperti ini. Sialan kau, setelah ini habis kau di tanganku" ucap Arsen, ia bahkan melepaskan dasi yang melingkar di lehernya, rasanya seperti di cekik. Ia sungguh tidak tahan. AC yang ada di kamar hotel itu benar-benar tidak berfungsi sama sekali, ia bahkan sudah menurunkan suhunya. "Sialan!" Entah sudah berapa kali ia mengumpat, ia benar-benar marah sekali. Dengan langkah gontai, ia berjalan menuju ke kamar mandi yang ada di kamar hotel itu, ia langsung mengisi bathtub itu dengan air dingin. Persetan sudah malam hari, dan udara sekitarnya bahkan dingin, tapi di dalam dirinya merasakan panas yang membara. Arsen langsung masuk ke dalam bathtub itu, lalu merendam tubuhnya. Untuk beberapa saat, ia bangkit dari dalam bathtub, ia langsung berjalan keluar sambil meremas rambutnya yang basah. "Berapa banyak obat yang di taruh di minuman gue?" Ucap Arsen marah, sebab ia sudah merendam tubuhnya, namun sialnya, efeknya sama sekali tidak ada. Ia bahkan masih merasakan panas yang membara di dalam dirinya sana. "Arghhh!!! Brengsek! Brengsek!!" Teriak Arsen sambil memukuli meja yang ada di sana, sampai meja itu hancur berkeping-keping. *~Leaving this corrupted tale behind like a chapter in the past…~ Knocking, he took a deep breath, the sensations he once used to feel for her no longer existed, replaced with a delight to find his most cherished people binding in a sacred bond. “Persephone.” Kriss called, opening the door slowly to find Persephone an exquisite princess gown with a veil over her head. She had tears of felicity in her eyes which she wiped quickly and grinned at him, “Kriss?” Kriss returned a kind smile, taking a step towards her, standing before as his eyes contemplated her form, she looked like a princess who was about to end her fairytale. “You look angelic.” Kriss whispered sincerely, stopping at her eyes, felicitous for both Persephone and Zadicus. “Thank you.” She mumbled sheepishly, not used to fancy dresses and gowns but for her special day, she wore the most beautiful floor length lace gown, embroidered heavily. “Zadicus is dying to see you. He is so lucky to have the one he loves. No
While they went to take care of the guest, everyone else was lost in their own world and matters. Waiting for the final moment delightfully. Amid them, Tabit noticed Vera coming with her two years old adopted daughter. Vera wanted to give her life a meaning and adopted a girl from the orphanage. “Hey. How’s Ava doing?” Tabit asked, waving sweetly at Ava. Tabit had changed entirely, the deadness in her tone had faded, the seriousness in her eyes no longer existed, she had become a jovial person. “Good.” Vera smiled, patting her daughter’s head, considering her new meaning of life, offering her everything to this kid now. “Ava, Say hi.” Vera whispered, “Hello.” She greeted sweetly, bowing out of respect. “Hey, sweetie.” Tabit greeted, patting her head and noticing her happiness, Vera asked about her wellbeing, “What about you, Tabit?” “I am doing great. Actually better than I could ever be.” Tabit grinned, straightening her back to turn to Vera and talk to her. “Glad to hear
6 Months Later. Things were finally coming to their nonchalance, everyone was learning the ways of this new world gradually, everyone was accepting their lives- reviving the dead economy of Fier. And after a devilishly long time, the time to make a promise Zadicus made to Persephone had come, the day where their souls would connect eternally had finally come. Their wedding. In a three piece white suit, having an expensive brooch on the label. Hairs combed perfectly behind followed by a clean and trimmed beard unlike before. Clearing his throat, Zadicus looked at himself, checking himself to see whether he looks fine or not and smiled, remembering his Father in this auspicious event. “Finally, this day has come, Father.” Zadicus breathed out, looking out from the window of the grand house he once called his home, smiling beautifully. Following his Father’s steps, he had devoted his life to knowledge and education, he would lead a new generation through his powers and knowledg
After Tristan left, they all exhaled in sadness, turning to each other. “Tristan left too now. First Juniper and Ahlum and now him.” Vera whispered, not liking there were reducing in numbers but at least no one was dead.“I am going home.” Kriss said sadly, not wanting to talk about it anymore, ever since Juniper left, Kriss was totally depressed, he didn’t want to talk with her anymore.“I will check-” Persephone was about to speak but Zadicus stopped her.“Don’t check up on him. He needed to be alone. You guys go. I need to take Persephone somewhere too.” Zadicus said, taking Persephone’s hand.“Where?” She asked but he began to drag her away with him as quickly as he could, leaving everyone bewildered at his rush to take Persephone somewhere they didn’t know about.“Just come. We are already late.” Zadicus said, panting heavily while they were running down the forest, hands tightly locked together so no power of this world could part it. “Zadicus?” Persephone asked, worried at hi
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews