Share

Bab 9

Author: El Hawra
last update publish date: 2026-04-14 22:13:24

Clara menjadi ciut mendengar geraman itu. Seketika ia teringat kembali kejadian beberapa hari lalu dimana dia nyaris tewas diterkam serigala buas.

Clara memucat, tubuhnya gemetar, spontan ia merapatkan tubuhnya pada Zevko.

"Tenang Cla, aku ada di sini." Zevko segera merangkul Clara untuk menenangkannya. Mata Zevko tajam mengawasi semak-semak di depannya. Telinganya bergerak, memindai situasi di sekeliling mereka.

Sementara di balik kepalanya, Thor menggeram keras, dia sudah bersiap untuk mela
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Coworkerku Alpha   Bab 19

    Gideon maupun Zevko terdiam sesaat mendengar pertanyaan Clara. Gideon baru akan membuka mulut untuk bicara, namun Zevko langsung mendahuluinya."Cla, nanti aku yang akan menjelaskan padamu. Tadi Gideon sudah menceritakan semua. Kita harus segera kembali ke kota, banyak yang harus kita kerjakan."Zevko berkata dengan wajah serius. Ia mengingatkan kembali pada pekerjaan mereka yang sudah menunggu. Zevko menatap Clara dengan otoritas seorang atasan yang menuntut profesionalitas.Clara mengangguk. Secara tidak langsung Zevko telah menegurnya untuk mengutamakan urusan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya."Baiklah, tuan Hallow. Aku tidak akan melepas kalung ini. Karena aku juga menyukainya.""Terima kasih, Nona."Clara dan Zevko segera masuk ke dalam mobil, sedangkan Gideon mengantar mereka sampai di halaman. Lelaki itu mengiringi kepergian Clara dengan tatapan yang berat, seperti tatapan seorang ayah yang melepaskan kepergian putrinya. Berkali-kali ia menghela napas, berusaha menetral

  • Coworkerku Alpha   Bab 18

    Di balik pintu kamarnya, Gideon menyandarkan punggung pada kayu pintu yang dingin, napasnya tersengal seolah baru saja berlari jauh. Di tangannya, batu black onyx itu terasa sangat berat, seakan membawa beban rahasia yang hampir meledak.Ia menunduk, menatap batu hitam itu dengan tangan gemetar. Ia tahu janji Zevko tulus, tapi pria muda itu tidak sadar bahwa musuh yang akan mereka hadapi bukan hanya dewan tetua atau politik pack.Gideon segera meletakkan batu black onyx di atas meja, kemudian ia membuka sebuah peti di sudut ruangan lalu mengeluarkan sebuah kotak kayu tua dari dalamnya.Tangan Gideon bergetar saat menyentuh kotak kayu usang yang sudah lama tak pernah ia buka. Gideon meniup debu tipis yang berada di permukaan kotak itu, lalu menggosoknya dengan telapak tangannya. Gideon menggeser tombol rahasia yang ada di salah satu sisi kotak yang berfungsi sebagai kunci. Begitu tombol itu disentuh, kotak itu pun segera terbuka. Dan sebuah cahaya ungu menyilaukan memancar dari dalam

  • Coworkerku Alpha   Bab 17

    Zevko terdiam, rahangnya mengeras. Ia paham apa yang dimaksudkan Gideon. Thor memang telah melakukan marking spiritual, tapi secara fisik dia belum melakukan marking sedangkan mereka telah melakukan penyatuan bukan hanya spiritual tetapi juga fisik."Jiwa kalian sudah terikat, insting dan fisik kalian sudah menyatu. Namun, karena Anda belum melakukan marking secara total, terjadi kekacauan di dalam aliran darahnya," lanjut Gideon. Ia menunjuk tepat pada pola bulan sabit yang berada di marking spot itu."Energi Anda mencoba mengklaimnya, sementara energi tersembunyi di dalam tubuhnya menolak untuk tunduk karena segelnya belum terbuka sepenuhnya melalui gigitan Anda. Itulah yang menyebabkan benturan ini. Tubuhnya menjadi medan perang antara kekuatan Anda dan kekuatannya sendiri."Zevko mengusap wajahnya dengan kasar, rasa frustrasi terpancar jelas dari helaan napasnya. "Jadi, maksudmu aku menyakitinya karena aku menunda marking itu?""Bukan menyakiti, Alpha. Tapi menempatkannya dalam po

  • Coworkerku Alpha   Bab 16

    Zevko segera menghentikan mobilnya lalu beralih pada Clara yang terkulai lesu di pundaknya. Zevko segera meraih Clara dan membawa ke dadanya. Ia menyentuh wajah dan dahi Clara yang mulai menghangat. "Kamu kenapa, sayang? Sakit?" Zevko kembali bertanya dengan panik. Clara memperbaiki posisi kepalanya di dada Zevko, lalu melingkarkan tangannya memeluk lelaki itu. Dia tidak berkat-kata, hanya menggeleng lemah. "Sayang, tahan sebentar ya. Sebentar lagi kita tiba di desa terdekat. Kita akan singgah di tempat Hallow untuk beristirahat dan meminta Gideon memeriksamu, dia paham pengobatan." Clara mengangguk pelan, matanya terasa berat. "Zev, aku mengantuk sekali." "Iya sayang. Tidurlah." Zevko kembali melajukan mobilnya, pikirannya menjadi kacau. Apa yang sebenarnya terjadi pada mate nya itu. Tadi saat meninggalkan hutan kondisiya segar bugar, mengapa sekarang jadi seperti ini? Zevko segera melakukan kontak bathin kepada Gideon dan memintanya bersiap untuk memeriksa Clara. Tidak lama be

  • Coworkerku Alpha   Bab 15

    Zevko melanjutkan makannya, dia menyantap daging di hadapannya dengan sangat lahap. Ia memotong daging itu dengan gerakan efisien, lalu menyuapnya dengan tempo yang sedikit lebih cepat dari biasanya.Clara tertegun, ia memperhatikan bagaimana rahang tegas pria itu bekerja—kuat, bertenaga, seolah-olah daging yang kenyal itu tidak ada artinya bagi gigi-giginya yang tajam. Ada bunyi kunyahan yang halus namun terdengar sangat puas.Zevko tidak sekedar mengunyah, dia seolah sedang meresapi setiap tetes sari daging merah yang tersisa di sana. Matanya sempat terpejam sesaat, kepalanya sedikit mendongak saat menelan, persis seperti predator yang baru saja mendapatkan mangsa pertamanya setelah pengejaran panjang. Dan dalam waktu singkat, daging di mangkuknya pun raib tak bersisa.Zevko segera menyeka mulutnya dengan lap bersih yang telah disiapkan. Namun ia tertegun ketika menoleh ke samping. Clara masih duduk termangu, makanannya masih utuh, belum tersentuh."Loh, kenapa, Cla? Kamu belum maka

  • Coworkerku Alpha   Bab 14

    Zevko mengecup kening Clara dan kedua kelopak mata indah gadis itu, ia melakukannya dengan sangat lembut dan penuh kasih, dilanjut dengan pagutan ringan di bibir, kemudian mendekapnya dengan erat.Kedua tubuh itu bermandikan peluh yang bercampur dengan aroma pinus dan vanilla yang telah menyatu. Keduanya tersenyum bahagia, berselimutkan kenikmatan dari mereguk kepuasan jiwa raga. Wajah keduanya merona, binar-binar indah menghiasi netra mereka.Clara dan Zevko saling berhadapan. Tanpa kata, tanpa suara. Tangan mereka masih saling bertautan, dada mereka masih saling menempel, bahkan genderang jantung mereka bertalu silih berganti. Kesadaran Clara belum sepenuhnya pulih. Sehingga ia hanya tersenyum bahagia saat melihat ke dalam kelopak mata Zevko dimana Thor sedang berputar, menari bersama bayangan perak dirinya. Zevko mengangkat tangannya, mengelus pipi Clara lembut untuk membawa sang mate pada kesadarannya kembali. "Sayang," bisiknya lembut.Clara tersentak, ia segera membenamkan waj

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status