Share

44. Permaisuri Cantik

Melihat Danurwenda yang hanya melumpuhkan lawan saja, tidak sampai membunuh, maka Pancaka juga bertindak serupa.

Pancaka tidak menarik senjatanya. Dia menggunakan jurus pertahanan dengan sesekali melakukan serangan balasan. Itu juga hanya untuk merobohkan lawan tanpa membunuh.

"Kepandaian mereka setingkat senapati, berarti tugas mereka sangat penting!" ujar seseorang yang bersembunyi di balik rimbun pohon, melihat ke arah pertempuran dari jauh.

"Apa perlu menambah pasukan, Gusti?" tanya satu orang lagi di sebelahnya.

"Tidak perlu, kita hanya menguji saja. Kebetulan mereka juga tidak ada niat membunuh, padahal mudah saja kalau mau melakukannya,"

"Jadi bagaimana, Gusti Senapati?"

"Biarkan mereka masuk, aku akan menyambutnya!"

Dengan kualitas belasan penyerang yang rendah, maka pertempuran pun berlangsung singkat. Danurwenda dan Pancaka sudah merobohkan semua lawannya. Mereka berdua sudah semakin masuk ke dalam pulau.

<
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status