Home / Romansa / DENDAM CINTA MASA LALU / BAB 151 DINGIN MEMBEKU

Share

BAB 151 DINGIN MEMBEKU

Author: Jemyadam
last update publish date: 2026-02-01 13:47:55

BAB 151 DINGIN MEMBEKU

Pemandangan kota New York yang padat dan terus bergeliat hidup, nampak terhampar dari balik dinding kaca gedung pencakar langit Denton Global. Namun Aron Loghan sedang tidak dapat memperhatikan apapun, isi kepalanya terlalu penuh.

Aron Loghan sedang duduk sendirian di ruang kerjanya yang luas penuh interior luxury tapi beku dingin. Tiba-tiba ponsel di atas mejanya bergetar.

Bip!

Sebuah pesan baru masuk. Aron menoleh sekilas, nampak berkedip nama sekretarisnya.

Masuk beber
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Haniubay
"Eva sudah sembuh dari luka batinnya"
goodnovel comment avatar
Haniubay
Semoga saja sebelum pengajuan perceraian Aron dan Eva disetujui,Eva sudah sembuh dari luka bayinya, sehingga aron bisa mengambil hati Eva lagi, tapi kalo Aron sampai lanjutkan rencananya buat bayi tabung dengan Catherine,maka kesempatan kembali ke Eva bakal tertutup rapat, meski Eva masih mencintai
goodnovel comment avatar
Tia Dea
eva semoga bisa balik sama aron
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 170 EXSTRA PART

    BAB 170 EXSTRA PARTMusim semi kembali menyapa Yorkshire dengan kelembutan yang hanya bisa dihadirkan oleh bumi yang tengah bersyukur....Benih yang mati dan kering kembali tumbuh hidup setelah tersiram hujan dari langit.Kuntum-kuntum bunga liar bermekaran di sepanjang lereng bukit, menyemai warna-warni yang lembut... ungu lilac, merah muda pucat, kuning buttercup, dan putih daisy yang bergoyang lembut tertiup angin. Udara membawa aroma tanah basah dan harum bunga liar, dibalut cahaya matahari yang hangat dan tenang. Burung-burung kecil bersahutan dari dahan ke dahan, menciptakan irama pagi yang menggema ke seluruh lembah.Tanah keluarga Loghan, terbentang luas dari kaki hingga puncak perbukitan, terhampar hijau sejauh mata memandang. Kabut tipis pagi perlahan menguap, membuka pandangan akan padang rumput yang tenang, pohon-pohon tua yang rindang, dan kastil tua yang berdiri megah seperti istana. Jendela-jendela besar dibuka lebar, membiarkan angin musim semi ikut masuk membawa serta

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 169 PULANG KE YORKSHIRE

    BAB 169 PULANG KE YORKSHIRESenja baru saja turun di langit Yorkshire. Cahaya keemasan menimpa dinding batu tua rumah besar keluarga Loghan yang berdiri kokoh di tengah hamparan padang rumput. Atmosfer musim panas membuat sore terlihat masih benderang.Aron Loghan berdiri tegak di ruang utama, ruang tamu dengan langit-langit tinggi, jendela kaca besar, dan lampu gantung kristal yang berkilauan. Eva ada di sampingnya, mengenakan gaun lembut warna pastel yang sedikit agak longgar dan ringan. Kedua tangan mereka saling menggenggam. Meski wajah Eva tampak tegang, matanya berkilat gugup sekaligus bahagia.Di hadapan mereka, Geby sedang tersenyum memberi sambutan hangat dan pelukan."Jangan terlalu erat,Mom." Aron menegur ibunya yang sedang memeluk Eva. "Nanti istriku sesak nafas, kurang oksigen.""Oh, kau bicara apa?!" Geby melotot pada cara bercanda Aron."Di perut Eva sedang ada calon cucumu."Tangan Geby langsung reflek menutup mulut, air matanya nyaris menetes karena terlalu terkejut

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 168

    BAB 168TIGA BULAN BERIKUTNYAPagi di pulau tropis terasa begitu hangat. Matahari baru saja naik dari ujung timur, memantulkan cahaya keemasan di permukaan laut biru yang bergelombang tenang. Angin laut yang lembut mengibaskan tirai tipis kamar resort pribadi itu, membawa aroma asin bercampur wangi bunga tropis.Di dalam kamar, Eva masih bergelung di atas ranjang besar dengan seprai putih kusut. Rambut cokelatnya terurai, pipinya menempel pada bantal, matanya terpejam lelah setelah semalaman bercinta dalam berbagai pelukan, desahan, dan bisikan cinta yang nyaris membuat tubuhnya remuk tapi bahagia.Pagi-pagi Aron sudah segar dengan kemeja putih tipis dan celana santai linen, berjalan menghampiri ranjang. Senyum lembut mengembang di wajah tampannya yang terlalu aristokrat. Ia duduk di tepi ranjang, jemarinya menyibak rambut Eva dengan penuh sayang sebelum mengecup keningnya.“Apa kau tidak ingin berjemur?” suaranya rendah, serak, namun terdengar hangat.Eva hanya menggeliat pelan di ba

  • DENDAM CINTA MASA LALU    167 CHATRINE & LIAM

    167 CHATRINE & LIAMMalam itu kastil megah keluarga Loghan mulai meredup dari hiruk pikuk pesta. Lampu kristal di aula besar sudah dipadamkan, hanya beberapa lilin dan lampu taman yang masih menyala di jalur setapak menuju sayap kastil. Para pelayan, yang sejak pagi sibuk melayani keluarga bangsawan, sudah beristirahat di kamar masing-masing.Udara malam terasa sejuk, langit begitu cerah. Rembulan menggantung tinggi, ditemani taburan bintang yang berkelip di angkasa. Dari kejauhan terdengar suara serangga malam berpadu dengan desir angin yang melewati pepohonan di perbukitan rendah. Kastil keluarga Loghan yang megah dan anggun kini berdiri sunyi, seolah menjadi saksi bisu rahasia keluarga dari generasi ke generasi.Liam, yang tidak bisa tidur, memutuskan keluar dari kamarnya untuk berjalan ke teras samping. Ia hanya ingin menghirup udara segar, menjernihkan kepalanya yang penuh dengan berbagai pikiran. Namun langkahnya terhenti ketika melihat seseorang sudah berdiri di sana.Chatrin

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 166

    BAB 166Eva masih terbaring di dada Aron, matanya setengah terpejam, napasnya masih belum sepenuhnya teratur. Aron menyibakkan helaian rambut basah istrinya, lalu menempelkan kecupan singkat di dahinya.“Kita benar-benar akan terlambat,” gumam Eva sambil meringis kecil, meski senyumnya belum juga hilang.Aron mengangkat wajahnya, menatap istrinya dengan mata berkilat penuh kemenangan. “Kalau mereka tahu alasan kita terlambat, mungkin mereka akan memaklumi.”Eva langsung menepuk pelan pipi suaminya. “Jangan konyol! Mereka semua datang jauh-jauh untuk kita.”Aron menggetarkan tawa rendah, lalu bangkit dari ranjang begitu saja. Berdiri telanjang tanpa canggung, tubuhnya yang masih basah oleh keringat sempat membuat Eva ingin mengelak tak percaya. Mereka berdua benar-benar baru mandi peluh lengket bersama.Dengan santai, Aron membopong tubuh Eva ke kamar mandi sambil terus dia lumat bibirnya.“Cukup, Aron! Satu ciuman lagi, dan kita tidak akan pernah sampai ke meja makan.” Eva mendorong d

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 165

    BAB 165Sementara Eva masih pergi ke makam ibunya... Liam kembali ke kamar tamu. Kamar tamu pun sangat luas dan mewah.Liam menutup pintu kamar perlahan. Aroma kayu tua bercampur wangi bunga segar dari vas di meja kecil memenuhi udara. Tatapannya langsung jatuh pada beberapa stel pakaian baru yang sudah tersusun rapi di atas ranjang... kemeja berwarna lembut, celana formal yang digantung dengan rapi, bahkan dasi yang dilipat sempurna dan satu kotak pakaian dalam pria.Liam merasa sedikit terganggu membayangkan siapa yang telah menyiapkan pakaian seperti itu untuknya.Di atas tiap stel pakaian dalam memo masing-masing. Salah satunya tertulis..."Untuk makan malam."Liam membaca tulisan tangan Chatrine yang sangat cantik dan rapi.Hanya beberapa kata sederhana, namun cukup membuat dada Liam terasa getir. Ia mengambil memo itu, menimangnya sejenak, lalu reflek menyelipkannya di saku kemeja.Liam kembali memperhatikan pakaian barunya yang harum, licin dengan aroma parfum yang sangat masku

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 107 MENGINGINKAN ANAK KEMBAR

    BAB 107 MENGINGINKAN ANAK KEMBARLangit pagi mulai memudar, perlahan menjelma ke warna biru pucat yang belum sempurna. Angin laut meniup rambut cokelat Evanka, membuat gaun tidurnya yang tipis berayun lembut. Tapi tak ada keindahan yang mampu menenangkan kegelisahan yang menggerogoti batinnya.Evan

  • DENDAM CINTA MASA LALU    BAB 106 KEJUTAN TIDAK TERDUGA

    BAB 106 KEJUTAN TIDAK TERDUGAEvanka masih membeku terkejut, tidak menyangka bakal bertemu dengan adiknya."Evanka!" Evana memekik girang.Evanka tersenyum tipis, ada keraguan dalam sorot matanya, tapi ia tetap melangkah mendekat.“Evana,” sapa Evanka dengan suara nyaris tertahan, matanya berkaca-k

  • DENDAM CINTA MASA LALU    105 HAMPTON

    105 HAMPTONMobil hitam berhenti perlahan di depan mansion keluarga Loghan di pesisir Hampton. Bangunan megah bergaya kolonial itu berdiri anggun dengan latar belakang lautan membentang. Hampton selalu menyambut bagai janji yang belum selesai ditepati.Aron turun lebih dulu. Tubuhnya tegap dalam se

  • DENDAM CINTA MASA LALU    104 RAHASIA YANG TERBONGKAR SATU-PERSATU

    104 RAHASIA YANG TERBONGKAR SATU-PERSATUKemarin Chatrine tahu mengenai Evanka Collins gara-gara Aron memaki-maki dan mengutuk nama wanita itu ketika mengigau dalam kondisi mabuk.Kali ini Geby tahu mengenai Evana Collins gara-gara kecerobohan Aron sendiri.Intinya kecurangan, kejahatan, dan rahasi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status